
Bela dan Jeck yang sudah pergi bersama dengan Rika meninggalkan toko. Sementara Meri dan Leo yang mencari kain hanya bisa menoleh ke arah mereka saat pergi.”Mereka sudah pergi,”kata Leo.
“Iya kita lanjutkan saja mencari kain yang kita butuhkan,”kata Meri yang kembali melihat kain. Waktu terus berjalan sampai mereka berdua mendapatkan kain yang mereka cari. Selesai dengan mencari kain mereka kembali ke dalam mobil dan melanjutkan mencari hiasan tambahan untuk baju yang sudah jadi.
“Kita lanjut ke tempat berikutnya,”kata Meri kepada sopirnya.
“Baik Nona,”kata Sopir yang menghidupkan mobilnya dna mulai melanjut ke tempat berikutnya. Leo yang ada di samping Meri hanya bisa melihat ke layar ponsel.”Apa yang kamu lihat?,”kata Meri yang menatap ke arahnya.
Leo melirik ke arah Meri yang berbicara dengan dirinya.”Tidak ada hanya melihat jam di ponsel. Ada apa Meri?,”kata Leo yang berhati-hati.
“Tidak ada hanya saja kamu menyembunyikan sesuatu lagi,”kata Meri yang mengamati dia.
“Apa maksud kamu?,”Kata Leo yang tidak mengerti.
Leo yang tidak ingin mengatakannya kepada Meri kalau dia dalam masalah besar karena adiknya di bawa oleh retenir. Karena tidak ingin membuat Meri khawatir dia hanya bisa menyembunyikannya. Tapi tidak di sangka kalau Meri menyadari perubahan di wajah Leo.
Leo yang masih berakting tidak terjadi apa-apa hanya bisa bertanya kepada Meri dengan apa yang dia maksud dari ucapannya. Tapi Meri merespons kalau apa yang terjadi Meri akan membantu Leo karena Meri sudah mengganggap Leo teman bisnis yang bisa diandalkan.
__ADS_1
“Jika kamu tidak mau bicara tidak apa-apa. Tapi jika kamu ada masalah kamu bisa bercerita denganku,”ucap Meri dengan santai.
“Terima kasih Meri,”ucap Leo yang mencoba tenang. Hingga mereka sampai di toko yang di tuju. Mereka yang keluar darai mobil dan masuk ke dalam toko untuk mencari barang yang di inginkan. Di dalam toko mereka berdua berpencar agar bisa menghembat waktu dalam mencari barang.
Mereka yang berpencar mencari barang yang dibtuhkan sampai Meri yang sudah mencari di lantai lain. melihat seorang yang dia kenal saat hendak mencari barang tersebut.”Dia,”ucpa Meri sambil mengingat namanya.
“Izam,”ucap Meri yang melihat.”Tapi dia bersama dengan siapa dan sedang apa mereka di sini,”kata Meri yang tidak ingin menghampiri. Meri yang masih fokus mencari barang yang dia butuhkan. Meri yang masih asik dengan barang yang dia tulis di catatanannya sampai Iza melihat dia dan menghampirinya.
Di saat itu Izam yang sudah selesai dengan para preman yang datang mendaoatkan telepon dari temannya yang merupakan dari jurusan desainer. Kalau temannya itu membutuhkan bantuan dia untuk mengangkat barang karena dia baru saja ingin membuata toko perlengkapan jahit. Izam yang bersama dengan temannya itu saat itu sedang ada di toko hiasan. Izam yang melihat sekitar menatap ke satau arah.
Dimana Meri sedang berdiri di toko yang sama.”Bukan itu Meri,”ucap hati Izam yang melihat.
“Belum semau masih ada tiga barang ini yang belum aku dapatkan,”kata Meir masih memilih barangnya. Leo yang melihat ke dapan melihat Izam dan hendak berjalan ke arah sini tapi dia ragu karena ada dirinya.
“Hai kak Izam,”kata Leo ke arahnya. Meri langsung melihat ke arah Izam berdiri sambil tersenyum biasa. Izam yang sudah ada didepan mereka menyapa mereka berdua. “Sedang apa kalian berdua ada disini?,”kata Izam.
“Kami sedang mencari barang untuk praktek,”kata Meri yang sedikit menyembunyikan. Leo hanya menganggukan kepalanya saja. Sampai teman Izam datang dari belakang Izam.”Siapa dia Izam?,”ucap teman Izam.
__ADS_1
“Mereka Meri dan Leo dari jurusan yang sama dengan kamu,”kata Izam menjawab.”Ohhh ternyata juniorku,”kata teman Izam.
Setelah mereka berbincang teman Izam kembali mencari barang utuk bisa dia jual kembali. Meninggalkan Izam bersama dengan mereka berdua. Meri dan Leo yang juga sedang mencari barang juga maish mencari-carai barangnya dengan Izam mengikuti mereka berdua.
Leo yang tidak tahu kenapa Izam masih mengikutinya hanya bisa bertanya kenapa dia masih ikut dengan mereka berdua bukan temannya. Tapi respons yang diberikan oleh Izam adalah ingin bicara banyak tentang Meri. Leo yang mdengarnya hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Meri.
Meri yang juga ikut mendengarnya hanya bisa berkata,”Apa maksud kamu izam?.” Izam hanya tersenyum dan menjawab,”Apa kamu tidak suka jika kau mengenala kamu lebih baiak lagi. Aku tahu kalau dulu aku kejam dengan kamu.”
“Itukan dulu kenapa kamu masih mengingatnya. Aku saja sudah sebagian lupa,”kata Meri.
“Apa yang kalian bicarakan?,”ucap Leo yang tidak tahu alur pembicaraannya.
“Tidak ada ayo segera selesaikan kita mencari barangnya,”ucap Meri yang berjalan lebih dulu. Sedangkan Leo yang ada di belakang hanya menggaruk kepalanya saja melihat mereka berdua. Leo yang maish ada di belakang mendapatkan kirimaan pesan dari retenir. Kalau dia ingin bertemu dengan Leo jika tidak adiknya perempuannya akna di jualan untuk membayar utang mereka. Leo yang membacanya hanya bis amenghela nafas dan membalas kalau dia akan membayarnya nanti.
Leo yang melihat sisi darai gajinya masih cukup untuk membayar sebagian dari bunga dan utang yang dia miliki. Leo yang berjalan kembali mengikuti mereka dengan mengubah sikapanya agar Meri tidak menyadarinya. Tapi tidak disangka selesai berbelaja dan menuju maobil. Di dalam Mobil Meri melihat ke arahnya dengan tatapan tidak biasa.
“Apa kamu ada dalam masalah?,”kata Meri menatap Leo.Leo terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkna oleh Meri. Tapi Leo dengan santai masih menyembunyikannya kalai dia baik-baik saja.Meri yang tahu kalau adik perempuan Leo yang sedang di sandera oleh para retenir, ingin menawarkan bantuan kepada Leo. Tapi respons yang diberikan oleh Leo hanya meyembunyikannya.
__ADS_1
Sampai Meri bertanya kepada Leo kalau ada masalah dia bisa membantunya. Tapi dia masih keras kepala tidak ingin mengatakannya. Meri hanya bisa diam-diam melakukan secara diam-diam sampai Leo bisa menyelesaikannya. Meri yang dalam hati hanya bisa membantu Leo dengan cara diam-diam jika dia dalam masalah saja. Sampai Leo meminta bantuan kepada Meri dengan mulutnya sendiri.
Leo yang tidak ingin menggunakan kekuasaannya dalam dunia bawah hanya bisa menyembunyikannya. Leo yang juga memiliki kekuasaan dalam dunia bawah hanya menyembunyikan identitasnya darai Meri dan kawannya. Karena dia juga baru saja mendapatkan itu saat Leo masuk ke dalam sel karena ketidakpastian yang datang ke tempat Leo. Setelah dia di tuduh membunuh dan masuk ke dalam penjara karena membantu orang. Tapi di mata orang lain Leo adalah penjahat sampai di menyelesaikan studinya di dalam penjara yang dingin.