Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 11


__ADS_3

Erik yang keluar dan meninggalkan Markas Elang Hitam menuju tempat kontrakan. Di tengah perjalan menuju kontrakan Erik melihat John dan Jesi dikepung oleh para preman. Setelah diamati oleh Erik preman itu adalah anak buah bos yang di operasi oleh Meri.”Sedang apa mereka di sana?,”ucap Erik yang berjalan ke arah mereka.


“Kalian sedang apa dengan kedua muridku,”kata Erik yang berjalan dibelakang para preman.


Para preman menoleh setelah mendengar ucapan Erik.”Pak Erik,”ucap Jesi yang langsung berlari ke arah Erik.


“Kenapa kalian bisa bersama dengan para preman itu,”kata Erik.


“Itu pak.. mereka mencari Meri tapi kami sudha katakan kepada mereka. Tapi mereka tidak percaya,”kata John.


“Iya itu benar, pa,”ucap Jesi.


“Menang apa yang kalian katakan kepada mereka,”kata Erik.


“Kami mengatakan kalau Meri menghilang setelah ditangkap oleh polisi dan mendapatkan Meri kecelakaan dan sampai sekarang belum ketemu,”kata Jesi.


“Bukan kamu teman dari gadis yang mengoperasi bos ku bukan,”kat preman.


“Itu benar, tapi ada perlu apa kamu dengan kedua muridku,”ucap Erik.


“Bos kami ingin bertemu dengan gadis itu, dia ada dimana?,”kata preman.


“Bukan merek berdua sudah bilang dengan jelas kalau Meri menghilang,”kata Erik.


“Kamu jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari kami, apa kamu ingin kamu mati disini,”kata preman.


Mereka yang masih berdebat tentang keberadaan Meri yang belum ketemu. Hanya bisa berkata,”Jika kamu tidak percaya silakan kamu cari tahu sendiri, tapi jangan ganggu kedua murid ini.”


“Ayo kita pergi,”ucap Erik kepada kedua muridnya. Mereka berdua segera pergi meninggalkan preman setelah apa yang dikatakan oleh Erik.


“Sekarang sudah aman, kalian boleh kembali,”kata Erik yang berjalan menuju kontrakan. Tapi John menahan Erik yang hendak pergi dan berkata,”Bapak tidak lupakan.”


John yang menuggu jawaban hanya bis atersenyum. Erik yang tidak tahu harus berkata apa hanya menghela nafas.”Kalian berdua ikut denganku sekarang ke kontrakan,”kata Erik.


Mereka bertiga menuju kontrakan sampai di depan pintu dan hendak membuka Tora sudah membuka pintu dari dalam.”Kenapa kamu ada di sini?,”ucap Erik yang terkejut.


“Kenapa menangnya jika aku ingin mengunjungi seniorku sendiri,”kata Tora yang tersenyum sambil melihat ke arah dua murid yang dibawa oleh Erik.


Erik yang tidak bisa mengusir Tora hanya bisa menundukan kepalanya sambil menghela nafas.”Ayo kita masuk,”ucap Erik.

__ADS_1


Tora yang sudah berjalan masuk ke dalam dan di ikuti oleh ketiganya sampai di dalam John dan Jesi di minta duduk yang sudah disediakan. Erik yang menuju dapur menyiapkan makanan ringan dan minuman sementara Tora masih bercakap-cakap dengan murid Erik.


Erik telah dari dapur menuju ke arah mereka bertiga dan memberikan minum dan makanan ringan.”Kalian boleh minum dan makan dulu jika lapar,”ucap Erik.


“Terima kasih pak Erik,”ucap mereka berdua.


Suasana sunyi dan damai kembali terjadi saat mereka menikmati makanan dan minuman yang disediakan sampai John yang melihat ke depan.”Pak,”ucap John.


“Kamu tidak sabaran ya,”kata Erik. “Kami hanya ingin tahu dimana Meri,”kata Jesi.


“Apa kalian membawa foto yang kalian janjikan,”kata Tora.


John dan Jesi melihat ke arah Tora yang kemudian menatap ke arah Erik.” Dia juga ingin tahu siapa orang bawah yang kamu maksudkan dan bagaiman kalian bisa mendapatkan foto tersebut,”kata Erik.


“Jadi kakak juga ingin tahu soal kebakaran kantor polisi pusat dan pengadilan pusat,”kata John.


“Tentu saja karena aku merasa penasaran, makanya ingin mencari tahu,”kata Tora dengan santai melihat ke arah mereka berdua.


“Seperti yang sudah sepakati, kami akan mengatakannya kalau kami juga mendapatkan apa yang kami inginkan soal Meri,”kata John.


“Apa yang ingin kamu ketahui tentang Meri,”kata Erik.


“Aku ingin tahu kebenarannya,”kata Jesi.


“Tentu saja,”ucap Jesi. “Meri masih hidup tapi dia tidak ada ditempat ini. Untuk kecelakaan ada kaitannya dnegan orang yang ada di foto yang kamu ambil,”kata Erik sedkit ada yang disembunyikan.


“Meri masih hidup dan dia sekarang ada dimana?,”kata John.


“Bapak tidak tahu dia ada dimana? Itu yang bapak ketahui sekarang. Sekarang giliran kalian mana foto yang sudah kamu janjikan kepda bapak,”kata Erik.


John yang mengambil barang di dalam tasnya dan mengeluarkanny.”Di dalam amplok coklat ini terdapat foto yang kami maksudkan,”kata John.


Erik mengambil amplop tersebut dan membukanya terdapat beberapa foto didalamnya. Bersama dengan Tora Eri melihatnya dan menemukan kalua orang bawah yang melakukan kebakaran adalah Organisasi Kalajengking.


“Apa kalian tahu siapa yang ada didalam foto tersebut?,”kata John.


“Kami tidak tahu, tapi apa kalian benar mengambilnya.Tapi bagaimana kalian berdua bisa mendapatkannya?,”kata Tora yang ingin tahu.


“Hanya kebetulan saja, karena waktu itu kami ingin mencari tahu kebenaran darai penangkapan Meri. Tapi saat itu karen kami datang kemalaman kami melihat kejadian tersebut dan kami ambilnya,”kata John.

__ADS_1


“Tapi kenapa kalian tidak melaporkan ini kepada polis,”kata Erik.


“Untuk apa mereka menangkap teman kami, apa untungnya juga bagi mereka. Bukannya itu sudah impas kantor kebakaran dan Meri menghilang,”ucap John sambil berwajah kesal.


“Kak, kamu harus tenang,”kata Jesi yang menenangkan  John.


“Aku sudah tenang,”ucap John. Erik dan Tora hany tertawa tipi melihat John yang sedang memaki polisi karena Meri.


“Tapi apa kalian tidak ketahuan saat mengambilnya,”kata Tora.


“Mereka tidak tahu karena kami hanya berjalan biasa yang seperti gelandangan dan wajah kami saja tidak diketahui oleh mereka,”kata Jesi sambil memperlihatkan foto yang kami berbeda.


“Ini, siapa?,”ucap Erik. Tora yang melihat Foto dan wajah didepan mereka sangat berbeda.”Pasti ini bukan foto kalian berdua bukan,”ucap Tora setelah menyimpulkan.


“Ini memang foto kami berdua hanya saja berbeda wajah. Ini kami gunakan hanya untuk mencari uang,”kata Jesi.


“Apa?,”ucap Erik dan Tora.


“Pantas saja mereka tidak akan mengetahui identitas kalian sampai kiamat datang. Kalian akan tetap aman selamanya,”ucap Tora.


“Kami hebat bukan. Sama halnya dengan Meri yang menyembunyikan identitasnya,”kata John.


“Apa yang kalian ketahui tentang Meri sampai kalian ingin mencari keberadaannya,”kata Erik.


“Karena kami ingin berteman dan menjalin bisnis, setelah kejadian di toko buku dan rumah sakit. Kmai hanya menebak saja, kalau dia memiliki identitas yang disembunyikan tanpa orang lain mengetahuinya.,”kata John.


“Kami juga percaya kalau Meri tidak akan membunuh Jesika, apa lagi saat kejadian dia ada di ruang kesehatan bersama dengan bapak. Di tambah lagi saat dia melihat kejadian saat pulang sekolah dia seperti tidak tahu apa-apa. Bukannya itu sangat aneh,”kata Jesi.


“Tidak aku sangka kalau kalian mencari informasi dengan jeli. Tapi kalian pasti sudah tahu siapa dalang dari pelaku pembunuhan tersebutkan?,”kata Tora.


“Kami tahu tapi tidak ada bukti yang menyatakan kalau dia pelakunya. Karena cctv yang kami ambil pada kejadian waktu itu semuanya sudah dihapus,”kata John.


“”Dan kami juga menemukan ini di saat kami ingin mengambil hasil cctvnya,”kata Jesi yang memberikan.


“Apa ini?,”ucap Tora.


“Itu adalah jepit rambut pelacak kamera atau juga bisa disebut dengan radio jarak jauh,”kata Erik.


“Apa ini ada kaitannya dengan orang yang membakar kantor polisi dan pengadilan bukan,”ucap Jesi.

__ADS_1


Mereka berempat yang masih berpikir dan bertukar pikiran sampai ponsel Jesi berbunyi kalau ayah sudah kembali ke rumah.”Kak, kita harus balik,”kata Jesi dengan wajah pucat.


“Kenapa?,”kata John sambil melihat wajah Jesi.


__ADS_2