Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 112


__ADS_3

Leo yang tahu kalau Meri mencari tahu tentang dirinya saat serangan musuh datang. Leo yang dengan santai hanya bisa berkata,”Ini semua benar, tapi aku melakukan ini adalah perintah dari kakek kamu dan aku juga bebas melaukan apa saja yang aku mau.”


Meri yang mendengar jawaban itu dari mulut Leo hanya bisa terdiam.”Mohon bantuannya untuk kedapannya Leo,”kata Meri. Leo yang mendengarnya hanya menganggukan kepalanya sampai mereka mulai melanjutkan aktifitas mereka menjahit beberapa pesanan pakaian.


Meri yang tidak hanya mengandalkan lelang saja tapi dia juga mengandalkan beberapa pesanan online. Dari baju pesatar, pernikahan sampai baju santai Meri mengerjakan semua itu hanya untuk mencari uang jajan. Meri yang tidak mengandalkan uang dari kakek dan neneknya apa lagi kedua kakaknya. Karena Meri yang ingin mandiri mencari uangnya sendiri. Sejak awal Meri yang sudah mencari uang setelah dia keluar dari keluarga Bram.


“Hai Meri bagaimana kabar kamu dan keluarga Bram sekarang,”ucap Leo.


“Masih sama saja, tapi beberapa hari ini ada undangan ke rumah Bram karena Bela sudah menikah dengan Aji,”kata Meri.


“Kamu mau datang,”kata Leo. Meri yang masih ragu hanya menggelengkan kepalanya saja. Leo tahu kalau dia masih ada masalah dengan keluarga Bram.  Leo yang sudah mencari tahu kondisi terkini keluarga Bram dan sudah memberitakukan kepada Alexca dan Firgo tentang apa yang terjadi dengan Meri.


Sambil menyelesaikan pekerjaan hingga waktu pulang tiba. Leo berpamitan kepada Meri untuk segera kembali ke rumah. Meri yang tahu hanya bisa menganggukan kepalanya dan bertemu besok lagi selesai kegiatan kampus. Leo yang kembali tidak sengaja melihat adiknya yang diganggu oleh temannya.


Leo yang ingin membantu tapi tidak bisa. Leo yang tidak ingin adiknya lemah hanya bisa melihat saja kerena ini bisa membentu perilaku berani bertindak dalam situasi mendesak. Leo yang melihat sampai Tika yang sudah tidak sabar diganggu membela dirinya. Karena dia tidak ingin terus dibantu oleh kakaknya. Sampai selesai dengan pertikaian Tika dan temannya Leo datang dari belakang. Setelah temannya pergi,”Kamu baik saja.” Tika menoleh dan melihat kakaknya ada di belakangnya.

__ADS_1


Tapi karena tidak ingin kakaknya khawatir Tika menutupi wajahnya yang memar. Tapi Leo yang tahu hanya bisa berkata,”Untuk apa ditutupi kakak sudah tahu semuanya.”


“Maaf kakak,”ucap Tika yang merasa bersalah.”Untuk apa minta maaf apa kamu melakukan kesalahan sampai kamu harus minta maaf. Itu teman kamu yang salah selalu membuli orang lain,”kata Leo.


“Kakak melihat semuanya,”kata Tika yang terkejut. Leo hanya menganggukan kepalanya sampai menggandeng adiknya.”Kita pergi membeli obat untuk kamu, sekalian membeli beberapa barang keperluan kamu. Karena kakak baru gajian,”kata Leo.


“Apa boleh uangnya digunakan kak. Kitakan harus membayar utang dulu,”kata Tika yang tahu kondisi mereka yang sedang kesulitan.


“Tidak usah khawatir utang sudah lunas bersama bunganya. Tingga uang sekolah kamu yang belum kakak bayar. Besok kakak akan ikut kamu ke sekolahan untuk membayar uang sekolah kamu dan sebagian lagi kita bisa belanjakan untuk keperluan kamu dan membuat bisnis kecil. Apa kamu mau Tika?,”kata Leo.


Sampai di toko mereka membeli keperluan pribadi dulu dari kain baru handuk selimut. Selesai dengan keperluan pribadi merek membeli keperluan dapur. Sampai hari beranjak malam mereka selesai dengan urusan belanja. Selesai dengan semuanya mereka kembali ke rumah kontrakan dan membereskan semua barang belanjaan. Selesai membersihkan mereka berdua memasak untuk makan malam. Di tengah memasak mereka berbincang ingin membuat bisnis kecil apa sementara mereka masih sibuk penempu pendidikan.


Selesai di putuskan mereka menyelesaikan pendidikan mereka sambil mengumpulkan uang untuk memulai bisnis mereka berdua. Masakan yang mereka buat sudah jadi dan mereka mulai menikmati makanannya. Selesai dengan semuanya mereka membersihkannya Tika yang kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas.


Leo yang ingat soal luka Tika menyuruh adikanya untuk mengobati sebelum Tika masuk ke dalam kamar. Tika yang sudah di obati masuk ke dalam kamar. Leo yang masih di luar sedang mengerjakan tugas prakteknya. Sambil meluangkan waktu sedikit menyelesaikan desain yang dia buat.

__ADS_1


Meri yang masih dalam ruang kerja menyelesaikan tugas praktek. Hingga malam tiba Meri kembali ke kamar untuk beristirahat.Tapi Meri belum bisa tidur karena mengingat keluarga Bram. Meri yang masih berpikir kenapa keluarga Bram mencari Meri. Sampai anak buah Meri datang memberikan laporan terbaru. Meri membaca laporan itu didalam laporan yang Meri baca ada sedikit informasi tentang keluarga Bram yang sedang mengalami krisi perusahaann. Karena dampak yang diberikan saat serangan musuh waktu itu.


Selesai menganalisi data yang diberikan dengan dia mendapatkan surat dari keluarga Bram Meri menyadari satu hal. Tapi saat dia memikirkan itu Meri hanya bisa menghela nafas.”Mereka tidak berubah sama sekali masih saja menggunakanku sebagai alat,”kata Meri.


Sementara di tempat lain Alexca dan Firgo yang sudah mendapatkan kabar dari Leo tentang Meri hanya bisa membantu sedikit. Hak asuh Meri akan berubah menjadi milik keluarga Sarca sehingga Keluarga Bram tidak bisa menyentuh Meri.


Alexca yang sudah menghubungi nenek dan kakek Meri yang dulu dari keluarga Celsi. Memberitahukan kondisi Meri yang masih ditekan oleh keluarga Bram. Nenek dan Kakek Meri yang mendapatkan kabar itu bersamaan dengan surat hak asuh Meri menjadi milik keluarga Sarca. Karena semua ini ada ditangan kedua keluarga mereka berdua memberitahukan kepada nenek dan kakak keluarga Sari yang dulu. Persoalan Meri yang mendapatkan surat dari keluarga Bram.


Selesai berunding dimalam itu. Meri yang terbangun dari tidur dan menuju ke ruang makan untuk bertemu dengan keluarga mereka. selesai sarapan kakek Meri memberitahukan persoalan hak asuh dia. Meri yang tidak tahu hanya bisa mendengarkan sampai selesai. Hingga Meri merasa senang dengan apa yang dia dengar.


“Jadi jika kamu ada masalah kamu bilang saja kepada kami,”kata nenek 2. Meri hanya menganggu sampai Meri memberitahukan kalau dia mendapatkan surat dari keluarga Bram. Mereka yang mendengar itu hanya bisa menemani Meri pergi ke kediaman keluarga Bram untuk menyelesaikan urusan mereka.


Karena tidak ada kelas pagi Meri bersama dengan keluarganya pergi ke keluarga Bram untuk menyelesaikan beberapa urusan. Meri yang pergi bersama dengan kedua nenek dan kedua kakeknya  pergi ke keluarga Bram.


Di perjalanan menuju keluarga Bram yang damai tanpa ada masalah. Sampai mereka di depan kediaman Bram. Dimana Meri melihat mobil lain yang sudah ada didepan mereka.”Siapa mereka?,”ucap hati Meri.

__ADS_1


“Itu pasti Bela dan Aji,”ucap Nenek 1.”Kurasa iya,”kata Meri. Mereka semua masuk ke dalam rumah yang sudah di tunggu oleh oleh keluarga Bram.


__ADS_2