Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 48


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke rumah sakit c dimana adik Tea dan Bita di rawat.  Tae yang bersama dengan Meri bertanya kepada Meri persoalan pertungan dia dengan Ilyas. Meri yang bingung ingin menjawab apa hanya mengatakan kalau dia memang bertunangan dengan Ilyas. Tae yang tahu kalau Meri anak angkat hanya bisa menyemangati temannya agar dia tetap seperi biasa saat bersama kami.Meri yang menerima kebaikan Tea hanya bisa tersenyum sampai mereka sampai di rumah sakiy.


Meri mendapatkan telepon dari Ilyas karena dia masih marah dengan Ilyas dia tidak mengangka teleponnya. Sampai Tea melihat wajah Meri yang kembali kesal.”Apa yang membuat kamu kesal Meri,”ucap Tea.


“Bukan apa-apa ayo kita segera masuk ke rumah sakit,”kata Meri yang mengalihkan pertanyaan.


Meri dan tea yang masuk ke dalam ruangan dimana adi Tea dan Bita di rawat. Meri dari jauh me,ihat Bita bersama dengan ibunya yang sedang menjaganya.”Bita hai kecil,”ucap Meri.


“Meri,”ucap ibu Bita.


“Kenapa kamu bisa ada disini?,”ucap Bita.”Kenapa tentu saja aku ingin melihat kalian berdua, bagaimana kondisi tubuh kalian. Apa sudah membaik?,”ucap Meri yang memberikan bekal yang dia buat.


“Makan yang banyak biar cepat sembuh,”ucap Meri kepada mereka berdua.


“Jika kalian ada disini ibu ingin kembali pulang dulu nanti sore ibu datang lagi. Nak Tea tolong jaga Bita ya,”ucap ibu Bita.


“Iya tante,”ucap Tea.


Setelah ibu Bita pergi datang Jeremi bersama dengan tunangannya.”Hai Bita bagaimana kondisi kamu?,”ucap Jeremi.


“Meri kamu ada disini kebetulan sekali, kamu masih ada janji dengan kami bukan,”kata Jeremi lagi.


Meri yang melihat sikap Jeremi hanya bisa tersenyum dan menundukan kepalanya.”Baiklah apa yang ingin kamu katakan,”ucap Meri yang tidak bisa berkata apa-apa.


“Apa benar kamu bertunangan dengan Ilyas apa benar kamu Meri yang dituduh die sekolahan x itu?,”ucap Jeremi.

__ADS_1


“Iya semuanya benar. Apa ada lagi?,”kata Meri.


“Lalu kenapa kamu menyamar menjadi orang lain. Terus soal tuduhan kamu itu siapa dalangnya kenapa kamu mendapatkannya,”kata Jeremi.


“Soal itu ya untuk keselamatan karena kecelakaan aku masuk jurang itu dilakukan oleh orang yang sama menuduhku sampai masuk penjara,”kata Meri.


“Maksud kamu apa ini ada kaitannya dengan Bela,”ucap tunangan  Jeremi.”Aku tidak tahu tapi masiha da orang lain yang terlibat,”kata Meri.


“Dan kamu tidak ingin balas dendam Meri,”kata Jeremi.”Untuk apa, tidak ada gunanya dari pada balas dendam aku lebij suka mencari kedamian saja,”kata Meri.


“akmu itu polos apa bodoh sih,”kaa Jeremi.”Kenapa kamu bertanya seperti itu. Kamu ingin menguji kesabaranku,”kata Meri dengan tajam.


“Ayolah aku hanya ingin membantu kamu. Tapi kenapa kamu bisa ada disini bukan ada di kediaman Rendra,”kata Jeremi.


Jeremi dan yang lain melihat Meri yang masih terdiam dengan ponselnya yang berdering.”Kenapa kamu tidak angkat,”ucap Bita.


“Aku tidak ingin mengangkatnya,”kata Meri.


“Apa terjadi masalah kamu dengan Ilyas, baru dua hari kalian bertunangan dan sekarang kalian berantem,”ucap Tea.


“Jika kamu tidak suka batalkan saja pertunangannya,”kata Bita.


Meri yang masih terdiam sampai mendapatkan pesan dari Ilham angkat teleponnya ini aku bukan kakak. Setelah pesan masuk telepon dari Ilham masuk Meri mengangkatnya.”Kenapa kamu meneleponku, apa ini kakak kamu yang menyuruh,”ucap Meri yang masih kesal.


“Tidak kok,”ucap ragu Ilham.”Bilang kepadanya aku tidak akan kembali ke rumah aku akan tinggal di kontrakan lamaku,”ucap Meri.

__ADS_1


“Tapi bisa tidak kamu jangan lama-lama marahnya. Kakakku melakukan itu karena tidak tahu kamu,”ucap Ilham yang membela kakaknya.


“Tidak tahu,”ucap Meri yang kemudian dia mematikan teleponnya.


Meri yang menutup telepon dengan wajah kesal sampai temannya yang didekatnya hanya bisa terdiam.”Pertunangan tidak akan bisa dibatalkan kalau jika hanya sepihak seperti Bela,”ucap Tunangannya Jeremi.


“Kenapa kalian masih bahas ini saja, yang lain saja,”ucap Meri.”Apa kamu benar tidak apa-apa,”ucap Tea.”Iya aku baik saja,”ucap Meri. Mereka yang di ruangan Bita dan adik Tea dan beberapa pesien yang lain sampai sore hari tiba. Meri yang ingat kalau dia harus daftar ulang harus pergi dari rumah sakit.


Meri yang menuju kampus yang kebetulan masih terbuka pendaftaran ulangnya Meri mulai memproses pendaftran ulang sampai dia mengambil beberapa mata kuliah untuk semeter pertama. Selesai dengan pendaftaran Meri berkeliling kampus sampai dia melihat Ilyas yang juga ada dikampusnya.”kenapa dia ada disini,”ucap Meri yang bersembunyi dan mencari jalan lain sebelum Ilyas melihat dia.


Meri yang lewat jalan lain bertemu dengan Ahmad yang juga ada di kampusnya.”Kenapa mereka mencariku,”ucap Meri yang mencari jalan lain sampai dia masuk ke dalam perpustakaan. Meri yang melihat rak-rak buku sampai dia tidak sadar kalau Ilyas sudah ada dibelakang dia. Meri yang membaca buku dan menemukan ide baru dia tulis dalam kerta memo. Sampai dia mendengar suara Ilyas dari belakang.”Meri aku tahu salah. Ayo kembali pulang,”ucap Ilyas yang lembut.


Meri menoleh dan melihat Ilyas Meri yang ingin pergi menjauh tapi tangan Ilyas sudah menahan tangan Meri.”Untuk apa kamu datang ke sini,”ucap Meri yang masih kesal dan memalingkan wajahnya.


Ilyas yang tidak tahu harus berkata apa-apa hanya bisa mengijinkan Meri untuk tinggal di kontrakannya tapi dengan syarat kalau dia harus berkunjung ke kediaman Rendra. Jika ada masalah dia harus memberitahukan kepada Ilyas. Meri yang mendengar tawaran itu sangat senang dan hanya bisa tersenyum kepada Ilyas.”Kamu tidak marah lagikan,”ucap Ilyas yang masih bersalah.


“Untuk sekarang aku maafkan kamu tapi jika kamu membuat aku kesal lagi aku akan membatalkan pertunangan ini,”ucap Meri dengan tegas. Ilyas yang masih memengan tangan Meri, saat dia mendengarnya merasa terkeju sampai dia memengang dengan erta tangan kecil Meri. Meri yang tahu kalua ucapannya membuat dia naik darah hanya terdiam. Sampai tangannya di lepasakan oleh Ilyas. Ilyas yang melihat tangan Meri yang membekas karena Ilyas hanya bisa meminta maaf dan dia langsung pergi dihadadapan Meri.


“Kenapa dia pergi begitu saja,”ucap Meri yang merasa ada yang aneh.”Apa ucapannya membuat dia marah?,”kata Meri lagi.


Meri yang tidak ingin memikirkannya hanya bisa melanjutkan membaca bukunya sampai hari menjelang malam. Meri keluar dari gedung perpustakaan dan berjalan menuju halte bis. Tapi tidak di sangka Ilyas masih menuggu Meri diluar dengan mobilnya.”Nona silakan masuk, tuan yang akan mengantar anda ke kontrakan anda,”ucap Pelayan.


Meri hanya mengikuti ucapan pelayan sampai dia di dalam aura Ilyas tidak seperti biasanya. Di Perjalanan menuju ke kontrakan lama Meri mereka hanya terdiam diri. Sementara sopir dan sekertaris jim hanya bisa merasa tertekan dengan suasana mobil. Sampai mobil sampai didepan kontrakan Meri.


“Mau masuk. Aku buatkan makan malam jika kamu,”ucap Meri untuk mengubah suasana. Ilyas yang mendengar tawaran Meri mengatakan,”Baik.” Di bantu dengan sekertaris Jim Ilyas masuk ke dalam kontrakan Meri yang ada dilantai dua.

__ADS_1


__ADS_2