Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 66


__ADS_3

Tarkam yang melihat adiknya hampir saja matai membuat dia marah dan menyuruh semua anak buahnya untuk membunuh mereka yang menghalangi. Meri yang merasakan kalau kakaknya gelisah karena dirinya. Menatap kearahnya dan memeluknya agar kakaknya bisa tenang.


“Aku baik saja kak,”ucap Meri yang memeluk kakaknya dengan hangat.


Sampai Tarkam menangis di pelukan adiknya karena setelah kedua orang tuanya menghilang hanya ada kakaknya yang ada di dekat Meri. Tapi karena suatu hal dia harus berpisah untuk waktu yang lama.”Aku tidak ingin kehilangan lagi, jangan tinggalkan kakak sendiri Meri,”ucap Tarkam yang menangis.


”Aku tidak akan pergi ayolah kak, jangan nangis. Kita harus pergi ke tempat pertemuan,”ucap Meri yang mengubah pertanyaan.


“Kamu masih sempatnya memikirkan pertemuan sementara kita di serang,”ucap Tarkam.


“Lalu apa yang harus aku pikirkan,”kata Meri yang melihat ke arah Tarkam yang sudah membaik.


Setelah semua dibereskan mereka berjalan kaki melelewati rute hutan. Meri dan Tarkam yang awalnya ingin bersaing tidak jadi dan berangkat bersama karena situasi bisa berubah karena musuh yang datang.  Meri yang melewati rute dengan santai bersama dengan Tarkam. Mereka yang berlari sambil menikmati suasana malam sampaii diteping sebelah pertemuan.


“Kita sudah sampai,”ucap Meri.”Tidak aku sangka akan cepat, tapi apa yang tejadi di sana?,”kata Tarkam yang melihat keributan yang tidak biasa.


Meri yang juga melihat juga tidak tahu apa yang terjadi. Karena situasi yang tidak baik mereka hanya bisa melihat sampai mereka mendegar sapaan orang yang tidak asing. “Apa yang kamu lakukan di sini?,”ucap Green.


Tarkam dan Meri menoleh ke arah suara tersebut. Setelah melihat melihat ke enam tersebut Meri hanya bertanya kepada mereka apa yang sedang terjadi di bawah sana. Tapi respon yang mereka berikan juga tidak tahu karena mereka baru saja sampai di tempat. Meri yang ingin bertanya kepda siapa kalau mereka saja tidak tahu.


“Coba kamu tanya kepada Jaksen,”ucap Bertika.


“Bukan dia tidak ikut ya,”kata Meri. “Kurasa dia yang buat ulah deh,”ucap Tarkam yang menunjuk ke arah dia.


“Apa yang dia lakukan di sana, lalu yang dia hadapi bukan itu Jack ya,”ucap Jonet. Mereka yang melihat hanya bisa menonton sampai pertarungan itu dimenangkan oleh Jaksen. Jack yang tidak bisa melawan lagi pergi bersama dengan anggota yang lain. karena kondisi mereka sangat tidak mendukung mereka untuk melanjutkan pertarungan.

__ADS_1


Meri dan yang lain selesai menonton turun dari tebing dan menghampiri Jaksen yang juga mendapatkan luka memar.”Kamu baik saja Jaksen,”ucap Meri yang menghampiri yang di ikuti yang lain.


“Kak Tarkam kamu sudah balik ternyata,”ucap Jaksen melihat ke arah Tarkam.


“Aku baik saja, tapi kenapa kalian bisa datang bersama-sama,”ucap Jaksen yang melihat mereka setelah melihat ke arah Tarkam.


“Kami dari atas sana,”ucap Solmo.”Jadi ceritanya kalian menonton pertunjukan sebelum pembukaan pertemuan,”ucap Jaksen yang tajam.


Setelah pembicaraan selesai mereka masuk ke dalam gedung dengan mereka yang terluka. Setelah Jaksen mendapatkan perawatan bersama dengan anggota yang lain. Jaksen memberitahukan kalau mereka datang ingin mengacau dan ingin bertemu dengan Meri. Karena dia sudah mengganggu rencananya, tapi hasilnya Jaksen yang tidak suka memberikan lontaran pukulan kepada mereka. Dan perkelahan terjadi sampai Jack pergi dari tempat ini.


Mereka yang sudah mendengar cerita dari Jaksen lalu paham maksud kedatangan Jack karena mereka ingin mengincar nyawa Meri. Tarkam yang mendengar ucapan itu hanya terdiam tapi pikiran dia di tempat lain. Sampai Meri berkata,”Kakak jangan mencoba melakukan hal yang aneh. Aku baik saja.”


Tarkam yang mendengar suara Meri langsung melihat ke arahnya.”Aku mengerti,”ucap Tarkam dengan pikirannya.


Setelah semua persiapan selesai rapat pertemuan di mulai dengan berbagai agenda rumusan masalah ada. Semua permasalahan diselesaikan pada malam itu sampai pagi datang pertemuan berakhir dengan baik. dengan akhir semua data telah di revisi ulang oleh Meri dan Tarkam serta anggota yang lain. karena pagi sudah datang mereka hanya bisa beristirahat di dalam gedung tersebut.


Meri yang masih di tempat pertemuan dengan yang lain menikmati suasana pagi dimana mereka sedang asik bermain bulu tangkis. Meri yang membuka laptop mendapatkan pesan baru dari perusahaan, kampus, dan dari pelelangan. Meri yang membuka pesan satu persatu sampai dia selesai dengan pesan yang masuk Meri mendapat pesan baru. “Ini bukan dari pelangkan pertama saat aku memulai bisnis kecil ya,”ucap Meri yang membuka pesan.


Pelanggannya yang bertanya kapan dia akan mengadakan pelelangan kecil pakaian yang di buat oleh Meri. Meri yang belum kepikiran soal pelelangan itu masih bingung untuk membalas sampai bola tenis mengampiri Meri. Meri dengan santai menangkapnya sampai dia melihat gosib terbaru.


Bela yang akan mengadakan pernikahan bersama dengan Aji setelah pemberitahuan pembatalan Meri dan mempublikasikan istri sahnya ke media. Meri yang tidak perduli dengan itu semua hanya bisa membaca pesannya sampai dia meleparkan bola tenis kepada mereka.


“Meri kamu tidak ingin main,”ucap Blue.


“Tidak,”ucap Meri dengan singkat setelah dia mendapat ide baru.”Meri,”ucap  Blink.

__ADS_1


“Ada apa kamu ke sini, tidak bersama dengan mereka,”ucap Meri yang masih mengetik.


“Aku minta bantuan kamu dong?,”ucap Blink. Meri menoleh ke belakang dimana Blink memeluknya.


“Bantuan apa jika aku bisa bantu,”ucap Meri.”Ini soal model,”ucap Blink yang duduk di sampingnya.


“Ohhh model baju peragaan kamu ya. kapan itu akan diadakan,”kata Meri.


“Tiga minggu lagi,”ucap Blink.”Jika seperti itu kmau datang saja ke perusahaan H ini saja. kamu hanya memberikan kartu ini saja mereka akan membantu kamu,”ucap Meri.


“Apa benar,”kata Blink yang sedang. Meri hanya menganggukan kepalanya saja sampai Blink berlari ke arah mereka untuk ikut bergabung.


“Apa kamu baik saja?,”ucap Jaksen.”Baik, kenapa,”kata Meri yang melanjutkan tulisannya.


“Soal kamu dan dia bagaimana,”kata Jaksen. “Dia sudah tidak ingat,”kata Tarkam yang menghamiri mereka berdua.


“Apa maksud kamu Tarkam,”ucap Jonet dari juah. Semua anggota mendengar ucapana Tarkam. Sampai Blue yang ada di dekat Jonet berkata,”Dia menelan pil penghapus ingatan lagi.”


“Apa?,”ucap Bertika.


“Siapa laki-laki yang membuat adik kecilku sakita hati aku bunuh dia,”ucap Blink.


“Dia mantan tunangannya yang baru saja di gosipkan. Tapi kalian jangan ambil tindakan karena meri juga sudah lupa dan awalnya dia juga sudah tahu. Tapi berakhir seperti ini,lupakan saja,”ucap Green.


Setelah apa yang mereka katakan Meri hanya berkata,”Siapa yang ingin kalian bunuh. Tapi dari pada kalian membunuh ornag kalian koreksi diri kalian sendiri sebelum kalian bertindak ini laporan akhir yang sudah aku temukan dari tingkah kalian semua. Bacalah.”

__ADS_1


Semua mengambil data yang diberikan oleh Meri dan membacanya sampai mereka termenung kembali. Meri yang melihat sikap mereka hanya bisa melihat kalau mereka sedang berpikir.


__ADS_2