Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 59


__ADS_3

Jaksen yang mendapatkan tamu dari Tora keluar karena dia mendapatkan informasi yang berkaitan dengan Meri. Tapi setelah dia selesai dengan urusan Tora dia masuk ke dalam rumah dan melihat suasana yang tegang dan tidak nyaman. Jaksen yang melihat hanya berjalan menuju ke arah mereka sampai dia dekat dengan mereka.


“Apa yang sedang terjadi di sini apa ada sesuatu yang membuat kalian tidak senang?,”ucap Jaksen yang melihat.


“Tidak ada,”ucap Ahmad.


“Apa benar tidak ada. Tapi wajah kalian terlihat tidak baik. Apa ini soal pertunangan atau bantuan dukungan,”ucap Jaksen.


Semua yang ada dalam ruangan terdiam hanya Bita yang dingin berkata,”Kamu hanya anak angkat di keluarga Sarca untuk apa kamu ikut campur dalam urusan keluarga.”


Jaksen yang sudah tahu langsung membalas ucapan Bita.”Aku memang anak angkat tapi kamu sendiri adalah istri sah yang tidak bisa menjaga suami kamu. Kamu kira aku suka dengan sikap kalian yang datang minta acara pertunangan hanya untuk publikasi dan setelah selesai dengan rencana kalian. Semua di batalkan tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Jika kalian di sini hanya ingin menghancurkan keluarga Sarca jangan berharap tinggi,”ucap Jaksen dengan tajam.


“Pengawal usir mereka semua sekarang,”ucap Jaksen yang tidak bisa menerima mereka lagi karena telah membuat Jaksen marah.


“Kamu berani,”ucap Bita yang masih melawan.”Kenapa tidak berani untuk dirimu yang tidak tahu diri,”kata Jaksen.


“Sudah cukup Jaksen,”kata Kakek 2.


“Jika anda menghentikan saya. Saya tidak akan membantu kalian atau menjaga kalian. Kamu kira aku suka ada di sini hanya untuk menjaga kalian,”kata Jaksen kepada nenek dan kakek.


“Jika kamu tidak suka pergilah. Biarkan Ilyas yang akan menjaga mereka sampai Meri sanggup memimpin ini,”kata Bita dengan tajam.


“Kamu kira Meri tidak bisa memimpin ini,”ucap Erika yang datang berkunjung untuk memeriksa kondisi nenek dan kakek.


“Jaksen kamu boleh pergi, biarkan aku yang akan bicara dengan mereka,”kata Erika.


“Kamu bisa,”uca Jaksen yang merasa lega.Erika hanya tersenyum saja sampai dia duduk disekat nenek.”Siapa kamu?,”kata Bita.


“Hai gadis kecil. Apa kamu tahu tidak kamu menginjakkan kaki dimana sekatang?,”kata Erika dengna anggun sambil memengan tangan nenek yang bergetar.

__ADS_1


“Kalian kira kami tidak tahu apa yang kalian rencanakan soal pertunangan ini. Dia tahu semua tentang kamu tapi kamu tidak tahu tentang dia dengan baik. sangat memalukan sebagai calon suami Meri. Untung saja dia tidak ada di sini, jika aku bandingan kamu dan Izam aku lebih suka Izam yang sudah gugur dalam pertempuran,”kata Jaksen yang langsung pergi.


Ahmad yang mendengarnya menghentikan Jaksen dengan erat dan berkata,”Apa maksud ucapan kamu barusan?.”


“Ucapan yang mana?,”kata Jaksen yang mengerluarkan aura dingin. Ahmad yang merasakan aura Jaksen yang sangat berbeda dengan reflek langsung mundur dan waspada.”Ternyata insting kamu sangat peka juga untuk orang yang baru datang ke dunia bawah,”ucap Jaksen yang tersenyum.


“Siapa kamu sebenarnya?,”kata Ahmad.


Jaksen yang tidak ingin mengatakan siapa identitasnya hanya berjalan keluar dan di dalam ruangan hanya ditangani oleh Erika dengan santai.


“Kalian,”ucap Bita yang merasakan ada aura yang berbeda dengan kedua orang yang menjaga keluarga Sarca.


“Apa kamu terkejut dengan orang yang di pilih oleh Meri?,”kata Erika.


“Meri bukan dia sudah mati karena kecelakaan pesawat tadi pagi,”ucap Bita dengan menutup mulutnya.


Jaksen yang mendengarnya langsung berhenti dan berkata,”Nenek  kakek kalian jangan syok dengan berita yang akan mereka ucapkan Meri baik saja. Dia hanya ingin berlibur di tempat yang jauh.”


“Apa maksud kamu?,”ucap Bita yang tidak tahu.


“ilyas apa maksud wanita tadi. Meri yang membantu kamu menyembuhkan kaki kamu, kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku,”ucap Bita yang melihat ke arah Ilyas.


“Itu benar dia yang telah membuat kakiku sembuah dan telah menyelamatkan Ilham saat kamu dalam persembunyian. Kenapa juga aku meminta kamu agar dia menjadi istriku,”kata Ilyas.


Bita yang tidak suka kalau hatinya suaminya dibagi tetap tidak ingin Meri masuk ke dalam rumah tangganya. Dia hanya mengijinkan kalau dia menikah salah satu dari kedua adik Ilyas.”Jika kamu mengusulkan seperti itu dia juga tidak akan menerima kamu ilyas,”kata Erika.


“Karena dia tidak ingin perasaannya terbagi sama dengan istri sah kamu,”ucap Erika lagi.


“Jadi dia memilih untuk membatalkannya karena itu. Jika seperti itu keluarga Rendra akan membayar kopensasi saja untuk Meri,”ucap Ilyas.

__ADS_1


“Dia menolang untuk menerima uang kopensasi kamu. Bukan kamu ingin bangkit dari kedudukan kamu yang melemah. Gunakan saja uang itu untuk memulihkan keluarga Rendra,”ucap Erika.


“Apa Meri juga mengatakan itu?,”ucap Ilyas yang merasa terkejut dengan apa yang di pikirkan Meri.


“Iya karena dia bisa mencari uangnya sendiri untuk mengembangkan bisnis keluarga Sarca yang baru ini,”kata Erika.


“Bagaimana dia bisa melakukannya dia tidak memiliki bakat,”ucap ilham. Erika yang mendengar hanya bisa tertawa sampai ada tamu yang datang berkunjung.


“Kurasa mereka sudah datang,”ucap Erika yang melihat ke arah nenek dan kakek.


“Maaf tuan besa anda berempat kedatangan tamu dari luar negeri beliau adalah kakek Meri dari keluarga Nyonya,”ucap Erika yang berdiri setelah menyampaikan pesan.


Nenek dan kakek 2 yang terkejut kalau Alexca datang bersama dengan Firgo. Di belakang mereka berdua ada dua orang lagi yang mereka tidak kenal dan usia mereka sama dengan Meri.”Lama tidak bertemu,”ucap Alexca yang berjalan ke arah mereka.


“Untuk apa kamu datang ke sini?,”ucap kakek 2.


“Aku ingin bertemu dengan cucuku dimana sekarang dia. Aku ingin melihatnya,”kata Alexca.


“Maaf menyela pembicaraan kalian tapi Meri tidak ada di kediaman dia sedang dalam perjalanan menuju negara L,”ucap Erika.


“Negara L dengan siapa dia pergi ke sana?,”kata Firgo.


“Dia pergi sendiri karena sudah kebiasaan dia tidak ingin di ganggu,”ucap Erika dengan santai. Alexca yang melihat Erika dengan tatapan biasa berkata,”Kamu cukup berani juga bicara santai denganku.”


“Untuk apa saya takut dengan anda. Bos saya saja masih santai dengan anda dan masih bisa melawan anda dan anak buahnya,”ucap Erika.


“Siapa Bos kamu?,”ucap Alexca.


“Dia adalah rekan Meri tuan,”ucap Firgo yang berbisik di sampingnya. Alexca yang mendengarnya lalu tertawa,”Tidak aku sangka cucuku bisa membuat sekutunya sendiri. Dia memang cucuku yang hebat.”

__ADS_1


“Tapi kamu tahu tidak negara L adalah negara yang bahaya untuk cucuku karena banyak musuh di sana. Tapi kamu di sini tidak menjaga tuan kamu,”ucap Alexca yang dingin dan tajam menatap Erika.


“Maksud anda apa ada musuh yang tidak suka dengan Meri begitu?,”ucap Erika yang sudah tahu.


__ADS_2