
Meri yang mendapatkan rumput naga saat sedang berenang di dasar laut dan lokasi yang sudah di jadikan milik organisasi. Meri yang sudah selesai dengan rumput laut masuk ke dalam kamarnya untuk bergnati pakaian. Sementara Blue yang bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan rumput naga kepada Solmo karena Meri sudah berjalan menjauh dari mereka.
“Bagaimana kamu bisa mendapatkan rumput naga yang langkah itu, bukannya itu sangat sulit untuk didapatkan,”ucpa Blue.
“Yang menemukan lokasinya Meri saat dia berenang tadi. Karena jumlahnya banyak jadi ke untungan organisasi,”kata Solmo.
“Tidak aku sangka keberuntugan Meri sangat baik. Tapi soal keberuntungan percintaan kenapa dia selalu sial ya,”kata Blue yang tidak mengerti jalannya kehidupan.
Setelah semua naik kapal perjalanan menuju negara L berlanjut sampai malam tiba dimana bintang bersinar dengan baik. Meri yang ada di atas kapan melihat bintang yang indah dengan laptopnya dia menulis satau naskah cinta yang berbeda dunia. Meri yang menikmatai suasana malam itu sampai menyelesaikan nasakah cinta yang berbeda dunia. Dia juga menyempatkan membuat novel untuk dia jualkan.
Meri yang ahli dalam semua bidang tapi hatinya masih memikirkan seorang yang tidak bisa menjadi miliknya. "Kapan semua ini akan berakhir,”ucap Meri yang tidak tahu akan jalan hidup ini.
“Semoga dia bahagia dengan apa yang mereka pilih,”ucap Meri setelah selesai dengan naskah dan Novel yang dia buat. Meri yang mengerluarkan satu butir penghapus ingatan membuat dia harus memulai langkah baru.
“Ini adalah pilihan kedua kalinya aku memakan pil ini,”ucap Meri yang menelan semua keinginan hatinya. Karena hati ini akan selalu terkunji biarkan pada saatnya tiba semuanya akan meluao jika aku menemukan orang tepat memberikan sandaran bagi hatiku.
“Apa yang kamu makan Meri,”ucap Blue.
Meri yang meneteskan air mata saat dia melihat Blue,”Tidak ada.” Meri menghapus air mata itu dan tersenyum kepada Blue yang datang.
“Jika kamu merasa menyesal kenapa kamu tidak mengatakannya. Ini kedua kalinya aku melihat kamu sedih,”kata Bleu.
“Kedua kalinya aku akan melupakannya,”kata Meri.
Blue yang mendengar ucapannya hanya menebak kalau Meri menelan pil penghapus ingatan.”Apa itu pilihan yang baik untuk kamu Meri,”ucap Solmo dari belakang Blue.
“Kalian tidak usah khawatir aku akan baik saja. TapI berapa lama lagi kita akan sampai,”kata Meri.
“Besok kita akan sampai, tunggu saja,”kata Solmo.
Blue dan Solmo yang sudah mengenal Meri dari panti asuhan cahaya indah tahu kalau dia sedang sedih yang kedua kalianya dan menghapus ingatannya. Mereka berdua yang tidak bisa membantu dia hanya bisa selalu dekat di sisi Meri. Hingga pagi datang dimana matahari bersinar dan menyinari air laut yang indah membuat dia tersenyum.
“Kenapa ya hari ini indah,”ucap Meri yang sudah tidak ingat lagi wajah orang itu. “Bos sebentar lagi kita akan sampai dipinggiran kota,”ucap anak buah Solmo.
__ADS_1
Solmo hanya mengakatkan tangannhya saja kalau dia mengeriti.
“Kurasa Green yang akan menjemput kamu Meri,”ucap Blue.
“Iyakah, tapi bagaimana bisa,”ucap Meri.
“Aku hanya mendapatkan pesan darinya saja,”ucap Blue.
“Baiklah,”kata Meri yang sudah siap untuk pergi dari kapal. Dua jam telah berlalu kapal Solmo sudah sapai di pinggiran pantai Meri turun meninggalkan mereka berdua.
Sampai Meri yang berjalan dan kapal Solmo sudah melaju lagi ke tempat lain. Meri yang berjalan di atas pasir yang nyaman bertemu dengan dia.”Kamu tidak berubah,”ucap Tarkam dari belakang.
“Aku tahu kalau kamu kembali kakak,”ucap Meri yang duduk di pasir membelakangi Tarkam.
“Akau tahu kalau kamu melewati masa sulit, tunggu sebentar lagi mereka akan kembali,”ucap Tarkam.
“Tapi kapan mereka akan kembali,”ucap Meri yang tahu kalau orang tuanya tidak akan bisa kembali lagi. Setelah Tarkam kakak Meri datang dan tidak membawa apa-apa hanya memeluk Meri yang duduk menangis.
“Siapa yang patah hati, kakak salah makan mungkin,”ucap Meri yang mencoba tenang.
“Tapi aku mencium bau pil penghapus ingatan, anak nakal,”ucap Tarkam.
Tarkam yang memelluk Meir dari belakang berkata,”Apa nenek dan kakek baik saja?.”
“Ahhh mereka baik saja malah membuat keluarga gabungan antara sari dan celsi menjadi Sarca,”ucap Meri.
“Apa?,”ucap Tarkam yang terkejut. Tarkam yang tidak menduga kalau mereka menggabungkan musuh untuk berkerja sama untuk menghancurkan mereka.”Kenapa kamu tidak menghentikannya,”ucap Tarkam yang berbisik di telinga Meri.
“Percuma jika menghentikannya mereka akan melakukanny,”kata Meri.
Meri yang sudah tenang dan Tarkam melepaskan pelukannya berdiri dan menghadap ke pantai yang luas.”Mau makan,”ucap Tarkam. Meri berdiri dan berjalan tanpa dia berkata kepada Tarkam.
Tarkam yang melihat sikap Meri seperti biasa hanya mengikutinya dari belakang sampai di kedai makan di pinggiran jalan mereka duduk berhadapan sambil menikmati laut yang biru di pagi hari. Sampai pesanan mereka datang seefood mereka yang sudah lama tidak makan bersama menikmatai hidangan yang ada di kedai pinggilan negara L.
__ADS_1
“Bagaimana perusahaan yang kamu bangun berjalan lancar,”ucap Tarkam yang sudah tahu.
“Aman hanya saja kaka harus kembali ke kediaman Sarca untuk mengurus rumah jika aku menitipkan kepada Jaksen dia mungkin tidak betah,”ucap Meri.
“Kakak akan kembali, tapi bagaimana dengan kamu,”ucap Tarkam.
“Maksud kakak apa?,”ucap Meri yang tidak tahu.
“Apa kamu masih ingin tinggal di kontrakan atau mau tinggal di kediaman Sarca,”ucap Tarkam.
“Aku akan kembali karena kakak sudah ada tapi urusan bisnis kakak yang menjalankan. Karena aku ingin bebas dalam menjalani hidup, aku hanya akan melakukan kegiatan yang aku suka saja,”kata Meri.
Tarkam yang tahu kalau adiknya akan berkata seperti itu setelah dia kembali ke sisi adik kecilnya. Walaupun ayah dan ibu tidak bisa ditemukan di gurun pasir tapi mereka berdua masih berharap mereka akan baik saja. Tim pencarian yang selalu memantau ketiga tempat untuk melihat pergeakan musuh.
“Tapi bisnis apa yang harus kakak munculkan lebih dulu,”ucap Tarkam yang berpikir.
“Perusahaan H saja dulu dalam bidang entertaimen untuk keduannya sembunyi jika ada yang menyusup ke dalam perusahaan. Mereka berdua bisa membantu dari belakang,”ucap Meri.
“Berati kakak boleh melakukan apa saja untuk mengembangkan bisnis dan membuat rencana penghancuran,”ucap Tarkam.
“Silakan asalkan tidak berlebihan saja,”ucap Meri. Selesai dengan pembicaraan mereka langsung pergi ke perusahaan M yang lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berada. Di perjalanan menuju lokasi mereka berbincang satu sama lain sampai di depan gedung mereka melihat seorang yang tidak asing.
“Bukan itu Izam yang salah paham dengan kamu ya Meri,”ucap Tarkam.
“Benar tapi kenapa mereka ada disini dan beberapa orang,”ucap Meri yang tidak tahu.
“Mungkin saja mereka dalam suasana tidak baik. Aku denganr usaha mereka sudah menurun setelah apa yang terjadi dengan keluarga KartaAdi,”ucap Tarkam.
“Memangnya apa yang sedang terjadi dengan mereka,”ucap Meri yang tidak tahu.
“Kamu tidak tahu kalau Izam itu anak yang dibuang oleh keluarga KartaAdi setelah adiknya meninggal,”ucap Tarkam.
“Aku tidak mengerti dengan jalan kehidupan antara keluarga. Kita lewat pintu belakang saja kak,”ucap Meri yang tidak ingin bertemu dengan mereka yang ada didepan gedung perusahaa M.
__ADS_1