Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 104


__ADS_3

Meri dan Tarkam yang sedang memulai perang di dalam negeri merebutkan posisi kekuasaan dengan menghancurkan perusahaan lawan. Semua rekan Meri dan Tarkam yang ada di zona luar sedang mempersiapkan pertempuran perusaahaan. Izam yang melihat mereka hanya tidak tahu apa yang mereka lakukan. Membuat Izam bertanya apa yang mereka sedang lakukan. Sementara rekan mereka di dalam medan perang masih belum ada kabar.


“Kmau tidak usah khawatir, mereka akan baik saja,”ucap Meri dari belakang sambil tersenyum.


“Kenapa kamu yakin mereka akan baik saja. Sementara kalian sibuk dengan yang lain bukan yang ada di berbatasan negara,”ucap Izam.


“Kenapa harus khawatir dengan mereka, karena mereka akan baik saja,”kata Tarkam.


“Bagaimana kamu bisa yakin kalau mereka akan baik saja,”kata Izam yang tidak percaya dengan ucapan Tarkam.


“Karena mereka berdua yang baru saja pergi merupakan salah satu orang yang bisa membantai apa saja,”ucap Tarkam.


Ungkapan yang membuat semua musuh bisa kalah dengan ketangguhan hati dan pencapaian di medan pertarungan melawan musuh. Dengan strategi dan kekuatan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Leo yang memiliki strategi dan Jaksen yang memiliki kekuatan. Jika kedua kemampuan digabungan akan bisa menyelamatkan mereka yang dalam kepungan musuh dipagian belakang.


Sementara di tempat lain Tora dan anak buah yang dia kerahkan masih bertahan dengan serangan musuh dengan persediakan yang tersedia. Tora yang mencoba melakukan apa saja untuk mempertahankan anak buah mereka yang masih bertahan. Sampai bala bantuan datang dari anak buah Leo yang sedang melakukan penyelidikan.


“Berhenti siapa kalian?,”ucap Tora dan anak buah mereka yang siap membunuh mereka.


“Tenang kami ada dipihak kalian. Kami memiliki sedikit pembekalan jika kalian mau,”ucap anak buah Leo.


Pimpinan mereka datang berjalan menuju Tora yang ada didepan mereka.”Apa kamu Tora?,”ucap pimpinan grup penyelidik.


“Iya. Tapi siapa kamu,”kata Tora yang masih waspada dengan mereka.


“Kami anak buah Leo. Teman dari Meri bisa diblang kami penyelidik dari Leo,”ucap Pimpinan penyelidik.

__ADS_1


“Leo, teman kampus Meri. Maksud kamu?,”ucap Tora sambil berpikir. Pimpinan penyelidik hanya menganggukan kepala mereka. Sementara anak buah mereka ada yang kelaparan dan terluka.”Aku percaya dengan kalian. Tolong bantu kami dan rekanku yang terluka dan membutuhkan makanan,”ucap Tora.


“Kalian semua bantu mereka dan isi persenjataa mereka. Buat menjadi empat grup yang tertiri dari Tim medis, Tim Konsumsi, Tim Perlengkapan dan Tim Pengawasan,”ucap pimpinan penyelidik dengan sikap.


Semua anggota yang dibawa hanya sedikit bisa dibilang hanya 20 orang yang ada dan bigai menjadi empat yang terdiri dari lima orang dalam satu kelompok. Semua sudah pada posisi dengan kemampuan yang mereka miliki. Setelah semua bergerak semua ditangani oleh setiap pimpinan yang melakukan tugas masing-masing. “Tapi bagaimana kalian bisa tahu keberadaan kami ada disini?,”ucap Tora mencari tahu.


“Bukan itu mudah karena kami tim penyelidik yang berpencar diseluruh dunia mencari informasi,”kata pimpinan penyelidik.


“Tapi bagaimana Leo bisa memiliki kalian. Siapa kalian sebenarnya,”kata Tora.


“Kamu kenal dengan organisasi tersembunyi bukan,”ucap pimpinan penyelidik.


“Iya. Apa kaitannya dengan organisasi tersembunyi,”kata Tora sambil berpikir.


“Apa?Bukan Meri yang cucunya,”kata Tora. Pimpinan penyelidik hanya menggelengkan kepalanya.”Apa karena Meri tidak ingin makanya dia mencari orang lain menggantikan dia,”ucap Tora yang menyimpulkan semua yang sudah dikatakan oleh pimpinan penyelidik.


“Itu bisa jadi. Melihat dari sikap cucu dia yang seperti itu bukan,”kata pimpinan penyelidik.


“Kurasa iya juga,”kata Tora.


“Tapi apa kamu memiliki telepon aku harus menghubungi orang meminta bantuan,”kata Tora.


“Tidak usah khawatir mereka akan segera datang ke sini,”ucap pimpinan penyelidik.


Selesai dengan percakapan yang panjang mereka menuggu Leo dan Jaksen untuk datang membantu mereka. Sementara semua rekan Tora yang sudah dia pimpin sudah diselesaikan dengan bantuan yang datang dari Leo yang sedang melakukan peyelidikan.

__ADS_1


Tapi di tempat lain Leo dan Jaksen yang sudah setengah jalan menuju tempat yang ditujuh. Tapi ada saja yang mengganggu merek untuk sampai tepat waktu karena musuh menghadang mereka. Tapi anehnya yang menghadang mereka adalah dati pihak pemerintah yang sedang membelok oleh negara mereka sendiri.


“Kenapa mereka datang ke sini?,”ucap Jaksen.”Mana aku tahu,”ucap Leo yang sedang mencari jalan membuka jalan.


Leo yang sudah mendapatkan rute perjalanan yang baru. Meminta Jaksen untuk membuka jalan dengan dua orang saja yang bisa mengalahkan mereka dengan satu hentakan senjata. Jaksen yang mendengar usul itu tersenyum.”Apa kamu yakin melumpuhkan mereka, mereka dari pemerintahan kita loh,”ucap Jaksen.


“Lalu apa masalahnya mereka juga tidak perduli dengan rekan kita yang ada di medan pertarungan di wilayah perbatasan bukan,”kata Leo dengan apa yang dia miliki.


“Itu benar juga. Jadi tidak masalahkan untuk membunuh mereka semua,”kata Jaksen. Menyuruh anak buah dia untuk memulai menyerang dengan kabut racun dengan dua senjata saja. Bisa membuat mereka habis dalam kabut racun yang dibuat oleh tim penelitian Meri.


Selesai dengan tugas yang diberikan oleh mereka gas racun yang sudah dijatuhkan kepada mereka. Membuat mereka semua jatuh satu persatu yang membuat Leo dan Jaksen hanya menonton dengan tatapan kebencian.”Ayo kita pergi,”ucap mereka berdua.  Karena jalan sudah dibuka mereka mulai melanjutkan perjalanan menuju rekan mereka yang dalam kepungan musuh.


“Tapi rencana ini bisa membuat kita masuk penjara,”kata Jaksen.


“Lalu mau bagaimana lagi apa kamu ingin mereka tewas jika kita terlambat sedikit saja. Apa lagi msuuh yang mereka hadapi adalah anak buah Andre bukan. Orang yang sudah terlatih untuk membantai semua musuh yang mengganggu,”kata Leo.


“Apa yang kamu katakan memang benar. Tapi aku tidak menyangka kalau kamu memiliki informasi yang cepat bagaikan burung angin,”kata Jaksen.


“Bukan kamu sudah tahu identitas saya,”kata Leo yang menoleh ke samping Jaksen.


Loe dan Jaksen yang sedang mulai perjalanan mereka kembali. Dengan kondisi mereka melumpuhkan para tentara yang tidak berguna karena sudah membelok dari negara mereka. Di tempat lain Tora yang mendapatkan bantuan dari pimpinan penyelidik yang dikirim oleh Leo.aktu terus berjalan sampai Tim pengawas melaporkan hasil pengamatan mereka. Kalau satu tim darai musuh siap menyerang pertahan Tora.


Pimpinan penyelidik yang bersama dengan Tora melihat satu sama lain. Sampai Pimpinan penyelidik mengambil posisi untuk menggerakan tim pengawas untuk mempertahankan formasi yang sudah dibuat. Tim pengawas yang sudah mendapatkan perintah untuk tetap bertahan sampai bala bantaun datang.


Semua yang dalam zona pelindungan oleh tim pengawasan mulai bergerak dengan membantu mereka yang terluka dan kekurangan senjata. Sampai semua siap untuk membantu mereka. Tora yang melihat Tim pengawas yang dibentuk oleh pimpinan penyelidik dengan lima orang. Membuat dia khawatir.”Akankah mereka bisa bertahan,”ucap hati Tora yang gelisah.

__ADS_1


__ADS_2