
Pertemuan rutin antar semua organisasi mawar naga hitam yang ada diseluruh dunia. Di adakan di negara L yang akan didatangkan oleh semua organisasi dari cabang organisasi mawar hitam dan pusat kendali organisasi. Pertemuan ini selalu ada saat semua muncul dengan pertikaian dan masalah yang adakan datang. Tapi pada pertemuan ini di adakan pada waktu yang sudah dijanjikan untuk mengevaluasi semua anggota yang ada.
Dimana semua pimpinan akan hadir dalam pertemuan ini. Pertemuan yang dingin dan panjang dengan lika liku permasalahan yang akan di hadapai semua pimpinan. Tapi ada saatnya pertemuan ini akan damai dengan evaluasi yang sempurnah dengan sebuah pertandingan antar semua pimpinan.
Meri yang juga salah satu dari bagian organisasi mawar naga hitam atau pembentuk organisasi ini akan hadir untuk mengevalusi semua anggota yang sudah melewati batas. Setelah tiga tahun berlalu dimana mereka akan mengganti dan menciptakan bisnis yang berbeda. Meri yang tahu akan kecelakaan pesawat sudah mengevakuasi semua penumpang dengan menyuruh tim darai perusahaan M untuk membantu.
Jadi tidak ada korban yang berjatuhan karena kecelakan pesawat yang sudah disabotase oleh pihak lain. Meri yang sudah selesai dengan evakuasi hanya bisa melihat mereka pergi sampai salah satu dari mereka datang.
“Nona apa anda akan tetap di sini?,”ucap salah satu anak buahnya.
“Kalian pergilah aku ada urusan di tempat lain. Aku akan tetap di sini sampai pesawat ini jatuh,”ucap Meri.
“Baik kami akan pergi. Semau penumpang telah di evakuasi waktunya pergi,”ucap anak buah Meri yang menjadi pertugas keamanan.
Meri yang masih dalam pesawat yang terjun bebes menuju lau dan semua penumpang telah di evakuasi. Hingga pesawat membentukan air dan masuk ke dalam laut Meri baru keluar dengan tenang sambil berenang. Saat keluar dari pesawat Blue yang melihat Meri menghampirinya sambil menunjuk ke atas permukaan.
Mereka berdua langsung berenang menuju ke permukaan.”Ada apa?,”ucap Meri yang tidak merasa bersalah.
“Kamu ini nekat sekali ya,”ucap Blue. “Memang ada yang salah dengan apa yang aku lakukan, sampai kamu khawatir,”ucap Meri.
“Sudahlah kalian berdua mau naik tidak,”ucap Solmo. Meri dan Blue yang berpapasan dengan Solmo langsung naik ke kapalnya.
“Bos,”ucap semua anak buah Solmo.
“Sudah kalian panggil nama saja,”ucap Meri.
__ADS_1
“Kenapa kalian ada di laut habis kalah taruhankah,”ucap Solmo.
“Tidak, coba kamu tanya tuh anak anak itu,”ucap Blue.
“Apa yang sedang terjadi dengan kamu Meri,”kata Solmo.
“Ohh soal itu. Pesawat yang aku tumpangi sudah di sabotase oleh istri sah dari Ilyas. Kalian pasti tahu ceritanya bukan,”ucap Meri yang masuk ke dalam kapal.
“Jadi ceritanya kamu patah hati ya,”kata Solmo.
Meri yang tidak mengubris ucapan Solmo langsung pergi masuk dan masuk ke dalam kamar yang kosong dimana Meri mandi menggunakan air hangat. Meri yang sudah selesai mandi mengganti pakaiannya dan menikmati laut yang tenang sampai di melihat yang indah datang.”Badai laut datang,”ucap Meri.
Meri keluar dari kamarnya yang sudah ada Solmo dan Blue yang minum teh.”Kamu sudah selesai,”ucap Blue.
“Ya. Ada badai laut datang. Apa kalian mau berselancar atau mau memancing?,”ucap Meri yang duduk di dekat mereka berdua.
“Tapi apa kamu baik saja Meri melihat kamu datang dengan wajah itu. Apa kamu benar sakit hari seperti yang di katakan oleh Solmo,”ucap Blue yang bertanya kepada Meri.
“Sakit hatinya,”ucap Meri yang kembali murung.
Mereka berdua yang melihat sikap Meri yang murung hanya bisa terdiam dan memberikan buku dan kue yang bisa membuat Meri melupakan masa lalu.”Makanlah kue ini, ke sukaan kamu bukan,”ucap Solmo.
“Bacalah buku ini, baru aku dapatkan kemarin,”kata Blue.
Meri yang menerima dua hadiah dari mereka berdua tidak segan untuk mengambilnya. Apa lagi dia sedang dalam kondisi dimana dia akan bisa mengamuk. Meri yang dengan santai membaca buku dari Blue sambil menikmati kue dari Solmo. Hingga perjalanan menuju negara L yang dihadapkan dengan air laut yang mulai bergoyang karena badai laut.
__ADS_1
Tapi kapal Salmo yang sudah tahu pergerakkan laut hanya dengan santai menikutinya sampai mereka melihat rute yang aman untuk menghidupkan mesin kapal. Mereka bertiga yang dengan santai menikmati perjalanan mereka melalu rute laut. Sampai mereka mulai menghidupkan mesin kapal dan perjalanan lagi menuju negara L.
“Hai Meri. Apa kali ini dia akan datang?,”ucap Solmo.
“Siapa yang kamu maksudkan?,”kata Meri.
“Tarkam,”kata Solmo. Blue yang mendengar langsung terdiam hingga Meri membuka mulut.”Tarkam sedang ada di gurun pasir dan belum kembali,”ucap Meri.
“Apa masih belum ada kabar soal Tarkam,”kata Solmo. “Untuk sekarang masih belum ada kabar dari dia. Kita lihat saja apa dia akan datang pada pertemuan ini atau tidak,”ucap Blue.
Dua setengah hari telah berlalu dimana mereka sudah sampai di laut yang tenang Meri yang bosan di dalam keluar dan melihat ke arah laut yang indah.”Kamu keluar,”ucap Blue.
“Dimana Solmo?,”kata Meri. Blue hanya menujukkan ke arah dimana Solmo berada.
“Dia berenang enaknya aku juga mau,”ucap Meri yang langsung terjun ke dalam air. Blue yang masih dengan santai duduk menikmati sinar matahari yang datang. Karena kapal yang menuju ke negara L beristirahat semua anggota ada yang berenang mencari ikan ada yang membakar ikan tangkapan mereka. Semua sedang berlibur di laut yang tenang. Meri yang menyelam melihat ke indahan dasr laut yang tenang dengan hatinya yang sedang kacau dia merasa nyaman.
Solmo yang melihat dengan anak buah lain membiarkan saja Meri terlelap dalam arus air laut yang tenang.”Bos apa tidak masalah membiarkan Meri begitu saja di dalam air?,”kata anak buahnya yang bersamanya setelah naik ke permukaan.
“Tidak masalah biarkan saja dia tenang,”ucap Solmo.
Meri yang masih di dalam air membuka matanya karena dia merasakan tanaman obat di sekitar dia berenang. Meri yang menyelam lebih jauh lagi menemukan tamanan rumput naga dan jumlahnya cukup banyak. Meri yang naik ke dalam permukaan melihat Solmo.
“Hail Solmo suruh anak buah kamu menyelam ada tanaman obat rumput naga di dasar laut dan jumlahnya cukup banyak,”ucap Meri yang berterika karena jarak mereka sangat jauh.
“Ok,”ucap Solmo yang mendengarnya. Setelah semua anak buah terkumpul mekeka semua menyelam bersama dengan Meri sampai di mana lokasi rumpu naga berada. Meri yang sudah melihat menunjuk ke arah rumput naga tersebut. Semua anak buah solmo mulai menyelam dan mengambil rumput naga yang ada dan seperti bisa mereka sisahkan lima rumput agar bisa berkembang biak.
__ADS_1
Solmo yang membagi dua kelompok untuk mengambil rumpt naga dan satu kelompok memberikan batas pelindung kekuasaan karena rumput laut menjadi milik organisasi mawar naga hitam. Selesai dengan semuanya mereka naik ke permukaan dan naik kepal.”Apa yang kalian temukan didasar laut?,”ucap Blue yang melihat mereka berdua naik bersama.
“Rumput naga,”ucap Solmo.”Tidak aku sangka kalian menemukannya bukan itu sangat langkah ya,”kata Blue.