Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 134


__ADS_3

Leo yang ingin pergi untuk memberikan hasil kepada Alexca setelah urusan dia di lokasi pemeran telah selesai. Jaksen yang berkata sambil menebak kalau Leo ingin pergi untuk bertemu dengan Alexca tidak bisa melarangnya. Karena Leo adalah anak buah dari Alexca dan sekaligus pengganti dari Organisasi Tersembunyi.


Leo yang sudah selesai segera meninggalkan lokasi. Leo berjalan dimana sudah ada mobil yang menuggunya. Leo masuk yang dimana didalam mobil sudah ditunggu oleh Firgo yang akan mengantarkan Leo. “Bagaimana kondisi Meri?,”ucap Firgo.


“Dia baik saja, hanya saja ada beberapa tikus yang mengganggu dia saat pelaksanaan pemeran bersamaku,”kata Leo.


“Tikus mana yang mengganggu Meri?,”kata Firgo.


“Bukan kamu sudah tahu tikus mana yang suka mengganggu Meri,”kata Leo.


Mobil melaju dan pergi menjauh meninggalkan lokasi. Jaksen yang sempat merlihat Leo yang masuk ke dalam mobil. Hanya bertanya-tanya apa mobil itu milik Firgo.Jaksen yang sedang berpikir di sampa oleh anak buahnya yang memberikan laporan. Bahwa orang yang dia suruh untuk mencari tahu secara diam-diam masalah yang terjadi.


Sudah dibereskan oleh anak buah Leo yang anak buahnya sendiri tidak tahu bagaimana Leo menyuruh anak buahnya. Jaksen yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan melihat sekeliling kalau sudah beres semua.”Kita kembali sekarang,”ucap Jaksen yang tidak bisa berkata kalau semua sudah selesai karena Leo.


Tapi Jaksen yang masih ingin tahu mencoba menghubungi Leo yang sudah pergi. Tapi tidak ada jawab dari Leo. Karena Leo yang mematikan telepon saat dia pergi bersama dengan Firgo dan bertemu dengan Alexca.


Perjalanan Leo dan Firgo yang awalnya mulus kembali dihadang oleh beberapa orang yang membuat mereka sangat frustasi.”Kenapa mereka datang, tidak ada kerjaankah,”ucap Firgo.


“Mungkin mereka sedang kekurangan uang, makanya mencari kita,”kata Leo.  Anak buah Leo dan Firgo yang ada dibelakang kelur untuk menghadapi mereka yang didepan. Leo dan Firgo hanya bisa melihat sampai jalan terbuka. Karena mereka tidak ingin mengeluarkan keringat hanya untuk beberapa tikus saja yang menganggu.


“Kenapa tidak keluar,”kata Firgo


“Capek, kamu saja sana,”kata Leo yang bersandar di pintu jendela mobil. Firgo yang melihat perkelahian di luar hanya bisa terdiam dan menghela nafas. Sementara Leo yang ada kesempatanan untuk tertidur.

__ADS_1


“Anak ini,”ucap Firgo yang melihat Leo yang sudah tertidur. Firgo yang masih melihat dikejutkan dengan ketukan dari luar. Firgo menoleh ke arah jendela dan melihat anak buahnya yang mengetuk pintu.


Firgo yang menurunkan kaca jendela mobilnya dan berkata,”Ada apa?.”


“Bos ada yang tidak beres dengan mereka,”ucap anak buah Firgo.


“Apa yang kamu maksud tidak beres,”ucap Firgo yang tidak melihat ke anehnya yang terjadi dengan musuh yang didepan.


Firgo hendak keluar tapi Leo yang ada disampingnya berkata,”Jangan keluar.” Firgo yang mendengar ucapan Leo hanya bisa berkata,”Kenapa.”


Leo yang melihat dari jauh kalau musuh yang menghadang sudah terkena virus yang bisa saja menular.Tapi Leo tidak berkata lebih lanjut sampai anak buahnya datang ka arah mobil.”Bagaimana hasilnya?,”ucap Leo kepada anak buahnya yang hanya bisa menganggukan kepalanya.


“Bawa mereka menyingkir dari jalan dan bawa mereka ke lap yang sudah di isolasi untuk menemukan obat penawarnya,”ucap Leo. Sedangkan Firgo yang mendengar percakapan mereka hanya bisa menuruh anak buahnya yang ada diluar untuk membantu mereka.


“Apa kamu tahu apa yang sedang terjadi di sini?,”kata Firgo.


Setelah jalan dibuka Firgo mulai menghidupkan mobilnya dan mulai melaju tanpa berkata apa yang sedang terjadi. Karena melihat apa yang sudah terjadi pasti ini ada kaitannya dengan keluarga tersembunyi. Perjalanan dilanjutkan dengan mulus sampai mereka berdua sampai di tempat tujuan. Leo dan Firgo yang keluar dari mobil dan masuk ke dalam vila. Dimana Alexca sudah menuggu mereka.


“Apa terjadi sesuatu dengan perjalanan kalian,”kata Alexca yang melihat mereka berdua masuk.


“Hanya tikus yang sudah sakit saja yang datang,”kata Firgo.


“Leo,”ucap Alexca. Leo berjalan ke arah Alexca dan duduk di dekatnya. Dimana Leo mengeluarkan data yang berurpa softfile kepada Alexca.”Semua yang anda inginkan dan informasi yang lain, ada di file ini,”ucap Leo sambil memperlihatkan harddisknya.

__ADS_1


Alexca yang meneriman harddisknya menyuruh Green yang ada disampingnya untuk membukanya. Apa isi dari file yang diberikan kepada Leo. Green yang meneriman membuka laptopnya dan menancampkan harddisk-nya.


Green yang membuka dan melihat satu persatu file yang diberikan bersama dengan Blue. Mereka berdua yang melihat isi informasinya merasa tidak percaya dan melihat ke arah Leo yang menikmati Tehnya. Alexca yang melihat ke arah mereka berdua bertanya,”Apa ada masalah dengan laporan yang diberikan?.”


Green menggelengkan kepalanya kalau laporan informasi yang diberikan kepada Leo sangat akurat. Itu membuat mereka berdua bertanya bagaimana Leo bisa mendapatkan informasi itu. Leo yang masih terdiam sampai ponselnya bergetar dimana Leo mendapatkan pesan dari Gay kalau adiknya dan tetangganya sudah sampai kontrakan dengan selemat.


“Leo,”ucap Alexca yang melihat ke arahnya.


“Ada apa bos?,”ucap Leo yang membalas tatapan Alexca.


“Apa semua ini kamu yang mendapatkannya,”kata Blue yang ingin tahu.


“Informasi yang ada di file itu anak buahku yang mencari. Aku hanya bisa menganalisi sampai apa yang mereka rencanakan gagal dan menempu jalan buntu,”kata Leo.


“Aku hanya tidak menyangka kalau kamu bisa mendapatkan seakurat ini,”kata Green.”Kamu ingin tahu kenapa aku bisa mendapatkan seakurat ini informasinya. Aku menyuruh mereka masuk ke dalam kandang harimau untuk mendapatkan informasi. Apa itu sudah cukup,”kata Leo.


Setelah pembicaraan yang membuat mata terkejut dengan hasil informasi yang diberikan. Leo segera ingin pergi, tapi dihadang oleh Blue dan Green.”Apa ada lagi yang ingin diketahui sampai kalian berdua menghalangi jalanku,”kata Leo


“Kalau kamu ingin bertanya apa ada yang bisa dijadikan bukti dari virus yang mereka teliti. Ada anak buah mereka yang sudah aku tangkap dan mereka sudah kami bawa ke lap rahasia. Untuk diselidiki obat penawarnya. Aku bisa memberikan alamatnya kepada kalian,”kata Leo yang mengambil kertas dan polpel.


Leo yang menulis alamat lap rahasia yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Leo yang sudah menulis alamatnya memberikan kepada salah satu dari Green dan Blue. Leo yang sudah mendapatkan Izin pergi meninggalkan Vila. Alexca yang tidak keberatan dengan Leo pergi setelah memberikan informasi.


“Apa perluh aku anatar kamu pergi,”kata Firgo.

__ADS_1


“Tidak aku akan pergi sendiri,”ucap Leo yang berjalan kelau. Leo yang berjalan sampai pintu gerbang dan mengeluarkan Skateboard yang dia selipkan di balik tas saat Leo menggendong tasnya. Leo yang sudah mengelurakanya skateboard mulai menapakkan kakinya yang satu dan satunya mendorong agar roda bisa menggelinding ke jalan.


Perjalanan yang panjang dengan sketeboard yang digunakan oleh Leo. Sambil meliahat pemandangan yang jauh indah dengan aingin yang berhembus saat dia seperi menunjur di jalan menurun.


__ADS_2