
Leo yang tidak ingin mengatakan kalau ada satu tempat rahasia, hanya saja tempat itu sangat tidak baik untuk di kunjungi. Kerena wilayah persembunyian Leo adalah di wilayah musuh. Untuk sampai di tempat itu mereka harus melewati jalur tempat tinggal musuh.
“Kenapa kamu diam saja Leo. Ada atau tidak?,”ucap Meri yang menuggu hasil dari jawaban yang dilontarkan.
“Ada hanya saja tempat itu mustahil untuk kita datangi,”kata Leo.
“Kenapa tidak bisa apa ada masalah dengan lingkungannya,”kata Meri yang menebak.
“Bisa dibilang iya. Karena tempat itu adalah di tempat wilayah musuh. Untuk ke sana kita harus memiliki identitas yang lain. Apa kamu tidak keberatan,”ucap Leo yang sedikit ragu.
“Memangnya itu ada dimana sampai kamu ragu seperti itu,”ucap Meri.
salah satu tempat yang akan di berikan oleh Leo adalah wilayah yang sudah menjadi wabah penyakit satu lagi adalah daerah kekuasaan organisasi harimau musuh dari Meri. Meri yang melihat hanya tersenyum sampai Meri menatap dan melihat ke arah Leo.
“Itu tidak masalah, kita pergi ke tempat wabah itu. Tapi kamu tahu bagaimana kita bisa kesana sementara jalur itu sudah tertutup oleh para tentara militer negara,”kata Meri.
“Itu mudah,”ucap Leo yang sudah mempersiapkan semua perlengkapan menyamar untuk masuk wilayah wabah.
“Mudah bagaimana maksud kamu,”kata Meri yang mlihat tatapan Leo kearah belakang. Meri yang melihat ke belakang hanya tersenyum.”Jadi maksud kamu mudah apa dengan menyamar menjadi salah satu anggota peneliti,”kata Meri.
“Tepat sekali. Apa ada masalah dengan itu Meri?,”kata Leo.”Tidak aku tidak menyangka kamu akan melakukan itu sementara kamu hanya bisa menjahit dan berkelahi. Aku tidak tahu kalau kamu bisa melakukan penelitian,”kata Meri.
“Sangat di sayangkan Meri. Aku tidak bisa melakukan penelitian hanya bisa mengajau saja,”UCAP Leo yang masih mengemudi menuju tempat wabah.
“Bicara tentang wabah apa kamu sudah tahu sesuatu Leo,”kata Meri.”Tidak sama sekali. Karena itu bukan bagianku,”ucap Leo.
__ADS_1
“Tapi mungkin kita bisa menemukan sesuatu saat kita kesana Meri,”ucap Leo lagi.
“Mungkin saja,”kata Meri.
Mereka berdua yang pergi ke tempat wabah setelah penyerangan rumah Meri. Di tengah perjalanan menuju tempat yang di tuju mereka dihadang oleh sekepompok orang yang tidak di kenala.”Siapa mereka,”ucap Meri yang tidak mengenala mereka.
“Mereka adalah anak buahku. Jadi kamu tidak usah khawatir dengan itu semua. Aku akan keluar sebentar untuk menayakan apa yang terjadi,”kata Leo yang berpura-pura tidak tahu kalau mereka adalah musuh.
“Kamu tidak berbohong bukan,”ucap Meri yang menebak Leo dengan tepan.”Kenapa aku tidak bisa berbohong kepada kamu ya,”kata Leo.
Musuh datang tepat dihadapan mereka setelah Meri dan Leo bisa kabur. Tapi ternyatanya mereka memiliki rencana lain sampai mengepung jalan dimana mereka bisa lewati. Leo yang ingin keluar tapi dia urungkan karena Meri menyadari kalau yang menghalangi mereka adalah musuh yang menyerang kediaman Sarca. Karena Leo harus menjaga Meri karena perintah dari atasannya. Leo yang membawa anak buahnya di belakang untuk bersiap menyerang mereka membuka jalan.
Tapi sebelum mereka menyererang dari belakang ada yang membuka jalan untuk mereka. Leo yang melihat tersenyum dan berkata,”Waktu yang tepat mereka datang.”
“Karena kakak kamu dan Izam menjalankan kerja sama mua tidak mau mereka harus saling menolong bukan,”kata Leo yang tersenyum tanpa penyesalan. Leo mulai menjalankan mobilnya dan menuju arah mereka yang ada di belakang. Sampai di depan mobil Izam mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa keluar dari mobil.
Izam membuka jalan untuk Leo dan Izam mengikuti dari belakang. Sampai di tempat yang di tujuh para tentara menghentikan mereka.”Siapa kalian?,”ucpa para tentara yang berjaga.
“Kami para peneliti untuk wabah ini. Ini identitas kami dan orang dibelakang adalah pelindung kami berdua saat menjalankan tugas. Izinkan kami masuk ke dalam wilayah wabah,”kata Leo dengan santia.
“Buka pintu,”ucap para tentara. Para tentara yang tidak curiga dengan mereka mengizinkan mereka masuk ke dalam daerah yang terkena wabah. Mobil Leo dan Izam bersama dua mobil yang lain di belakang Izam. Mengikuti Leo masuk ke daerah wabah. Di perjalanan menuju tempat persembunyian mereka sambil mengamati disekitar, kalau wabah sudah sampai membunuh semua penghuni yang ada di tempat.
Meri yang melihat dengan seksama berkata,”Racun dari pulau terlarang.”
“Apa maksud kamu Meri racun dari pulau terlarang. Bukan itu pulau yang dimiliki oleh keluarga tersembunyi,”kata Leo.
__ADS_1
“Iya. Untuk pastinya aku tidak tahu. Karena hanya melihat dengan sekilas. Tapi jika tebakkanku benar sebagian dari penghuni tempat ini sudah terjangkit wabah. Dan untuk petugas yang di tempatkan sudah terkena wabah,”kata Meri.
“Lalu apa hubungannya dengan kita,”ucap Leo yang sudah tahu akan seperti ini. Tapi tempat yang mereka tuju dimana ada obat penawar setiap racun.
“Apa tempat yang kita kunjungi aman untuk kita tinggali Leo,”ucap Meri. Sampai mereka di tempat yang di tutup oleh gerbang dan anak buah Leo membuka gerbang tersebut dari dalam. Mobil masuk ke dalam lingkungan yang belum terkena oleh wabah virus. Meri yang melihat merasa terkejut dan menatap kearah Leo.
“Bagaimana mungkin tempat ini bisa bersih dan tidak terjangkit oleh wabah Leo,”kata Meri yang mencari tahu dengan dia keluar dari mobil. Meri yang melihat sekitarnya sampai dia melihat kalau ada obat penawar dari racun dan tanaman yang membuat lingkungan dan udara bersih.
“Ini bagaimana kamu bisa mendapatkannya Leo?,”kata Meir yang terkejut dengan semua tanaman ini.
“Kamu ingin tahu bagaimana aku bisa mendapatkan semua tanaman ini,”kata Leo yang keluar dari mobil. Izam yang juga keluar dari mobilnya menghampiri Meri dan Leo yang sedang berbincang satu sama lain.
“Karena hobi aku mendapatkan tanaman yang indah. Aku saja tidak tahu kalau itu adalah obat herbal yang membuat lingkungan sejuk di dekat ini. Tempat yang bagus untuk bersembunyi,”kata Leo.
“Tapi bagaimana mereka tidak tahu lokasi ini,”ucap Izam dari belakang.”Soal itu karena hutan yang kita lewati tadi ada formasi yang mereka akan tersesat saat mereka memasuki tempat tersebut,”ucap Leo.
“Jadi maksud mereka tidak bisa masuk karena formasi stategi yang kamu buat di hutan yang kita masuki,”kata Izam.
“Ya bisa dibilang seperti itu karena tempat ini sudah dikelilingi hutan yang lebat. Hanya anggota saja yang tahu tempat ini dan tempat untuk liburan,”kata Leo yang berjalan masuk. Meri dan Izam masuk bersama dengan yang lain.
“Kamu bisa istirahat di sini,”ucap Leo.
“Kamu tidak apa-apa Meri,”ucap Izam setelah Leo berbicara.”Tidak aku baik saja. Hanya saja kakakku bagaimana kabarnya,”kata Meri yang sedih.
“Untuk apa kamu sedih dengan kami,”ucap Tarkam dan Jaksen di belakang Leo. Meri yang melihat ke arah belakang Leo terkejut dengan kakaknya ada didepan matanya.
__ADS_1