Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 84


__ADS_3

Tarkam yang ada di kamar sudah memberitahukan kepada Izam apa yang sudah terjadi. Tapi malam itu Tarkam yang melihat keluar jendela kalau ada yang tidak beres.”Kenapa sekarang,”ucap Tarkam yang membuka pintu terasnya.


Tarkam yang tidak tahu membuka terasnya dan melihat kalau disekeliling rumahnya sudah terkepung oleh musuh.”Kenapa mereka datang,”kata Tarkam yang masih santai.


Tarkam yang melihat sekitarnya sampai kondisi dimana mereka yang santai merasakan kehadiran musuh. Membuat mereka semua waspada dan perjaga pada tempat yang seharusnya. Meri sudah tidur terbangun karena dia merasakan hawa musuh yang mengelilingi rumah. Dengan sau tekanan di samping kasurnya Meri memberitahukan kepada semua anggota untuk bersiap berjaga dan menyerang.


“Meri apa kamu sudah tidur,”ucap Tarkam dari teres kamar Meri.Meri yang baru saja memberitahukan anggota yang lain berjalan keluar menuju teras.


“Siapa mereka kak datang malam-malam, mengganggu tidur nyenyakku saja,”kata Meri yang menguap karena masih mengantuk.


Mereka berdua yang duduk di kursi menuggu hasil dari pertarungan mereka sampai salah satu dari anak buah Meri dan Tarkam datang.”Bagaimana hasilnya?,”ucap Meri.


“Semua sudah selesai kami menemukan ini di salah satu pakaian mereka,”kata anak buah Meri. Meri yang melihat kalau ini adalah racun yang sama di saat dia terluka.”Apa kamu tahu apa itu?,”kata Tarkam.


“Racun langka dari pulau langkah,”kata Meri.’”Kenapa mereka bisa melakukan itu,”kata Tarkam sambil berpikir.


“Soal itu masih dicari tahu kenapa mereka bisa mendapatkan itu semua. Kita harus menambah sistem pengamanannya,”kata Tarkam.


“Iya tapi mereka sudah bergerak,”kata Meri.


“Siapa yang mereka maksudkan?,”kata Tarkam melihat ke arah meri.

__ADS_1


“Andre dan yang lain,”kata Meri.”Apa?,”ucap Tarkam yang melihat ke arah Meri.


Meri yang menceritakan kepada Tarkam kalau di kampus mereka melihat Rika teman sekelasnya dulu yang bersama dengan Bela menghinoptis Jesi. Sampai Jesi yang dalam pengaruh ilusi itu berkelahi dengan John. Meri yang membantu mereka untuk keluar dari masalah keduanya. Tapi tidak disangka kalau Andre juga ada di tempat dan terjadilah perkelahian. Jika tidak ada Leo yang membantu mungkin saja mereka bertiga dalam kondisi tidak baik.


“Tidak seperi biasanya kamu akan lengah sedikit,”kata Tarkam.


“Karena aku hanya ingin santai,”kata Meri.


Tarkam yang tahu kebiasaan Meri hanya bisa terdiam sampai mereka menyelesaikan semua urusan di luar. Meri yang melihat data yang diberikan sampai Jaksen memberikan pesan kalau semua anggota berkumpul untuk menyerang.”Mau bagaimana sekarang,”kata Tarkam.


Meri yang sedang berpikir menatap kakaknya karena dia dalam kondisi ingin tidur. Tarkam yang melihatnya hanya bisa menghela nafas,”Baiklah kamu tidur sana. Besok kamu masih ada kuliah bukan.”


Meri yang mendengar jawaban kakaknya langsung berdiri dan menuju kasurnya dan mulai tertidur. Sedangkan Tarkam yang memegang kepalanya sendiri melihat apa yang harus dia lakukan.”Kenapa banyak sekali masalah hari ini,”kata Tarkam.


Tarkam hanya tersenyum setelah semua di bereskan oleh semua anggota yang ada.”Tambahkan sistem pengawasan yang baru untuk memantau musuh. Awasi pergerakan mereka jangan sampai ada yang terlewatkan,”kata Tarkam yang sudah tahu sebagian dari musuh yang datang.


Setelah semua dibereskan Tarkam kembali lagi ke kamarnya dengan membersihkan dirinya. Tidak lama dia selesai membersihkan dirinya dari noda darah yang menempel. Tarkam mendapatkan pesan dari medan pertempuran kalau musuh yang datang cukup lumayan banyak. Persediaan barang yang dimiliki oleh tentara serigala hitam sudah menimpis. Di dalam pesan itu juga mengatakan kalau mereka membutuhkna persediaan domestik.


Tarkam yang sudah membaca pesannya mengirim pesan peda Delta untuk mengirim domesti perlengkapan senjata dan persediahan makanan yang di butuhkan oleh rekan kita yang ada di garis depan. Tapi setelah Tarkam mengirim pesan Dia mendapatkan pasan dari anak buahnya yang berisi pergerakan musuh terlihat di garis depan.


Tarkam hanya terdiam dan melihat keluar jendela,”Kurasa sudah dimulai.” Tarkam yang tidak bisa tenang sedikit saja setelah apa yang sudah terjadi. Dia yang ingin tidur untuk istirahat tidak jadi karena dia harus melihat semua dokumen yang masuk.

__ADS_1


Dengan semua yang terjadi malam itu Tarkam harus menambah pertahanan keluarga Sarca. Tarkam yang menggadang sampai pagi tiba membuat semua persiapan yang sudah diselesaikan dengan baik. Sementara Meri yang terbangun dari tidurnya bergeges pergi dari kamarnya menuju kamar kakaknya. Tapi Meri yang belum mengetuk pintu kakaknya sudah rapih dan segera ingin pergi.


“Kakak mau kemana pagi buta seperi ini sudah rapih,”kata Meri.


Tarkam hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Meri. Tarkam hanya mengelus kepada Meri dan berjalan keluar dan pergi dari rumah.”Apa sesibuk itukah kakak,”kata Meri yang merasa kalau Tarkam sedang melakukan sesuatu yang Meri tidak tahu.


“Apa ini soal tadi malam,”kata Meri dalam hati. Meri yang berjalan menuju kamarnya lagi, kembali termenung sampai melihat jam di dinding sudah menujukkan jam 6.”Aku harus mandi sekarang,”ucap Meri yang menuju kamar mandi.


Meri yang menyalakan shower dimana dia harus membersihkan diri sebelum dia harus pergi ke kampus. Meri yang sudah selesai menyiapkan barang yang harus dibawa karena minggu ini dia akan melakukan praktek pertamanya di kampus. Meri yang biasa saja sampai di berangkat ke kampus. Meri yang menuju tempat praktek bertemu dengan Leo yang wajahnya memar.”Kenapa kamu Leo,”kat Meri.


“Pagi Meri,”ucap Leo yang tidak bersemangat.”Apa terjadi masalah saat kamu pulang kemarin,”kata Meri.


“Tidak ada, terima kasih ya soal kemarin,”kata Leo.”Sama-sama itukan gaji kamu. Tapi bagaimana dengan hutang kamu sudah lunas dan adik kamu bagaimana,”kata Meri.


Leo yang tidak bisa menceritakan kalau dirinya kemarin saat pulang dihadang oleh musuh yang tidak dikenal. Tapi karena gaji Meri berikan dia bisa membayar hutang setengahnya dengan kondisi yang dimilki Leo hanya bisa tersenyum.”Utang sudah dibayar tapi belum semua sedangkan adikku juga baik saja,”kata Leo yang bisa mengatakan apa yang sebenarnya.


“Tapi yang penting kamu bisa melunasi sebagiankan,”kata Meri yang tersenyum.”Iya. Ayo kita masuk,”kata Leo.


“Ohhh iya Leo kemarin aku ingin bertanya kamu bisa bela diri belajar dari mana,”kata Meri yang ingin tahu. Tapi sebelum Leo menjawab Izam datang menyapa mereka berdua.”Pagi,”kata Izam dari depan mereka.


“Pagi,”kata Leo dan Meri.

__ADS_1


“Kalian ada kelas,”kata Izam.”Iya kenapa lagi dengan kamu,”kata Meri yang merasa tidak senang dengan kehadiran Izam. Meri yang masuk begitu saja setelah menyapa Izam. Leo yang ada di sampingnya hanya bisa melihat sambil berpikir apa yang sedang terjadi dengan mereka berdua.


__ADS_2