Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 60


__ADS_3

Erika yang berpura-pura tidak tahu akan yang di khawatirkan Alexca soal negara L. Membuat dia menayakan apa yang Alexca tahu tentang negara L.”Apa maksud kamu Meri dalam bahaya jika dia sendirian di negara L?,”ucap Erika.


“Kamu anak buahnya tapi kamu tidak tahu apa yang terjadi di negara tentangga,”ucap Alexca.


“Apa semua anak buah Meri harus tahu tentang itu semua. Tapi percuma juga kami mengkhawatirkan anak itu. Dia bisa menjaga dirinya sendiri,”kata Erika.


Alexca yang merasa kalau pertanyaan Erika ada yang ganjil dengan sikap dia tidak terkejut dengan negara L hanya bisa menebak. Kalau anak buah Meri ini mengetahui kondisi negara L yang tidak aman. Tapi kenapa anak buah Meri tidak memdampinginya.


“Apa maksud darai ucapan kamu barusan?,”ucap Alexca. Erika yang tidak ingin bertanya lagi karena dia yang ada di depannya adalah kakek Meri hanya bisa berkata jujur.


”Meri ingin dia pergi ke sana karena ingin bertemu dengan seseorang dan ingin berkunjung ke makam temannya.  Musuh tidak akan menyerang Meri karena mereka sudah mengenal Meri dengan baik. Bukan anda sudah dengar kalau Meri adalah mantan komandan dan jendral elang hitam,”kata Erika menjelaskan.


“Apa anak ini memiliki suatu hal yang kalian tidak ketahui tentang atasan kalian,”ucap Alexca.”Hanya sebagian orang yang tahu tentang rahasia termasuk aku dan orang yang baru saja anda temui di luar,”ucap Erika.


“Selain kalian berdua ada yang tahu,”ucap Alexca.


“Tidak ada dan sebagian lagi nama yang di larang disebutkan jika kalian ingin selamat,”kata Erika.


“Aku tidak bisa bertemu dengan cucuku. Kapan dia akan kembali?,”ucap Alexca.


“Untuk itu kami tidak tahu karena dia sulit untuk ditebak apa lagi bad moodnya lagi buruk,”ucap Erika yang merasa sedikt kesal. Alexca yang melihat Erika hanya bisa terdiam dan menatap keluarga besannya yang sudah lama bermusuhan karena sebab yang lain.


“Kami akan pergi,”ucap Alexca.


“Kita tidak bisa bertemu dengan Meri ya paman,”ucap Jesi.


“Bukan kalian berdua sudah bertemu dengan anak itu,”ucap Firgo.”Memang kami pernah bertemu sebelum dia pergi. Tapi kami ingin bertemu lagi ingin menayakan apa yang terjadi dengan dia waktu itu,”kata John.

__ADS_1


“Memangnya apa yang sedang terjadi saat kalian bertemu waktu itu,”ucap Alexca.”Matanya bengka,”ucap Jesi sampai dia mendapatkan lemparan sepatu dari Erika dengan tajam.


“Aduh siapa sih yang lembar,”ucap Jesi yang melihat ke arah Erika yang melihat dengan tajam. John yang melihat hanya bisa menebak kalau Erika tidak ingin orang yang ada disampingnya ini tahu kalau Meri menangis karena pembatalan pertunangan yang baru saja terjadi.


Sampai Alexca bertanya kepada mereka kenapa mata Meri bengka. John yang awalnya ingin bicara jujur setelah Jesi dia urungkan setelah melihat sekelilingnya.”Dia bengka karena begadang karena tulisan dia belum selesai,”ucap John yang berbohong.


Jesi yang melihat saudaranya yang berbohong hanya menatapnya saja. sampai mereka berempat pergi meninggalkan kediaman Sarca Jesi menatap John.”Kenapa kamu berbohong?,”ucap Jesi yang di dengar oleh kedua paman besar dan kecilnya.


“Apa kamu berbohong John kepadaku?,”ucap Alexca.”Maaf paman karena melihat wanita tadi melempar sepatu kepada Jesi dan melihat sekelilingnya jadi aku harus berbohong kepada paman besarm”kata John.


“Kenapa kamu berbohong,”kata Alexca yang tidak marah kepada John.


“Itu karena ada mantan tunangan Meri paman,”ucap John. Jesi yang mendengar kata kunci dari John langsung paham kenapa dia berbohong.


“Kamu berbohong agar Ilyas tidak tahu kalau Meri menyukainya bukan,”ucap Jesi.”Tepat sekali. Dia menangis karena dia tidak ingin membatalkan pertunangannya dengan Ilyas tapi dia juga tidak ingin mereka berdua terluka kerena dia,”kata John.


“Apa yang dikatakan paman Firgo itu bagus. Tapi apa usul itu bagus untuk Meri tidak,”ucap Jesi.


Alexca yang mendengar mereka melihat keluar jendela mobil sampai mereka di vila dimana mereka suah di tunggu oleh seorang. Alexca yang turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh anak buah yang di luar.


“Maaf bos ada tamu untuk anda,”ucap anak buahnya yang telah membukakan pintu. Alexca yang masuk bersama denga Firgo yang di ikuti bersama dengan Jesi dan John. Belum sempat dia masuk ke dalam baru mereka masuk saja mereka melihat seorang yang tidak asing.


“Jaksen,”ucap Firgo yang mundur.”Tenang saja aku di sini tidak ingin menyiksa kamu hanya ingin bertemu dengan Bos kamu. Ada pesan dari cucunya untuk anda Alexca,”kata Jaksen.


Alexca yang berjalan di ikuti Firgo yang dibelakang Jesi dan John. Jesi dan John yang melihat sikap paman kecilnya tidak biasa membuat dia bingung. Sampai mereka berdua berpikir kalau orang yang bertamu di vilanya adalah orang yang sangat kuat.


“Kamu siapa cucuku?,”kata Alexca yang mencoba tenang.

__ADS_1


“Anda tidak perluh khawatir dia adalah atasanku aku di sini hanya ingin memberikan ini saja kepada anda,”ucap Jaksen yang memberikan amplok coklat kepada Alexca.


“Apa ini?,”kata Alexca yang berhati-hati.


“Jika anda ingin tahu buka saja sendiri,”kata Jaksen yang melihat ke arah Firgo yang masih ketakutan. Jaksen yang melihat Firgo merasa kalau dirinya berpikir apa aku sepenakutkan itu kah. Alexca yang membaca pesan yang diberikannya hanya ada beberapa kertas dan kartu nama perusahaan.


Isi pesan yang diberikan kepada Meri adalah nama perusahaan yang dia pimpin dan memberikan tawaran kepada kakeknya jika ada anak buah organisai tersembunyi yang ingin pensiun bisa mendaftar ke perusahan M. Kakek yang membaca pesan dari cucunya hanya bisa menghela nafas dan langsung tertawa.


Sampai mereka yang tidak melihat Alexca tertawa setelah kehilangan putrinya.”Bos,”ucap Firgo.


“Kurasa pesan yang diberikan kepada Meri sangat membuat anda bahagia ya Alexca,”ucap Jaksen.


“Tentu saja dia menawarkan aku kerja sama untuk anak buahku yang ingin pensiun untuk bergabung ke perusahaannya di negara L Perusahaan M,”ucap Alexca.


“Sudah aku tebak kalau dia akan memberikan pesan seperti itu,”ucap Jaksen.


Jaksen yang telah memberikan pesan kepada Alexca langsung ingin pamit. Tapi di tahan oleh Alexca yang menayakan tentang identitas Jaksen. Tapi Jaksen yang masih ada perjanjian organisasi tidak bisa memberitahukan kepada Alexca karena perjanjian itu adalah mutlak.”Maaf saya tidak bisa memberitahukan identitas saya sampai waktunya tiba,”kata Jaksen yang pergi keluar darai vila.


Jakaen yang pergi dari vila yang dimiliki Alexca. Sedangkan mereka yang ada di dalam vila hanya terdiam saja sampai kesunyian datang semua pergi ke tempat masing-masing. Jaksen yang sudah keluar dari tempat Alexca di tunggu oleh Green yang ada di sekitar daerah tersebut.


“Mau naik,”ucap Green. Jaksen langsung masuk ke dalam mobil Green.”Apa dia sudah pergi ke tempat itu?,”ucap Green.”Sudah, tapi kenapa kamu masih di sini,”ucap Jaksen.


“Aku sedang dalam perjalanan bisnis. Kamu sendiri kenapa di sini dan keluar dari vila kediaman tersembunyi,”ucap Green.


“Kamu tahu banyak ya tentang mereka,”ucap Jaksen.”Tidak juga karena mereka adalah bagian dari keluarga Meri bukan,”ucap Green.


“Apa pertemuan ini akan seperti biasa atau akan damai lagi ya,”ucap Jaksen.

__ADS_1


__ADS_2