Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 13


__ADS_3

Meri yang telah kembali dari medan pertempuran menuju kota B. Di mana dia akan menjalani kehidupan biasa di kota B. Tapi tidak akan ada yang tahu setelah kehidupan yang damai akan ada kehidupan yang akan membuat Mira harus bersembunyi darai semua identitas yang dia sembunyikan.


Meri Maratika yang saat ini sudah berusia 15 tahun dan melanjutkan sekolah menegah atas di sekolah biasa. Di mana dulu dia bersekolah disekolah yang terkenal setelah kejadian yang menimpa dirinya dan sudah dinyatakan mati oleh kepolisian karena kecelakaan dirinya. Dia membuat identitas wajah yang berbeda dengan nama Meri Maratika. Seorang gadis yatim piatu dari panti asuhan Cahaya Indah. Meri yang dulu diadobsi oleh keluarga Bram karena istrinya yang belum menganggung, tapi setelah kelahiran Bela putri kandung Bram dan Intan. Meri selalu diabakan karena sudah memiliki anak kandungnya.


Sampai semua keinginan Meri selalu diabaikan, hingga suatu hari Bela melakukan kesalahan dengan membunuh Jesika. Meri yang baru pulang dari sekolah tiba-tiba dikurung oleh kedua orang tuanya. Meri yang tidak tahu dengan sikap yang diberikan oleh orang tua angkatnya mencari tahu saat pagi hari. Kemampuan Meri yang tidak terduga membawa dia masuk ke dalam berbagai bidang, tapi dengan identitas wajah yang berbeda-beda.


Meri yang mencari tahu dari cctv yang dipasang oleh pihak sekolah menlihat dari layar komputer kalau ayah dan ibunya menuduh Meri yang tidak tahu apa-apa yang telah membunuh Jesika. Hanya untuk melindungi Bela anak kandungnya sampai Meri mengalami kecelakaan dan masuk jurang.


Semua penderitaan yang dialami oleh Meri kini sudah menghilang karena sudah ditandai oleh pihak polisi dan keluarga Bram kalau Meri sudah mati dalam kecelakaan dan dituduh sebagai penjahat yang tewas dalam kecelakaan. Tapi tanpa mereka sadari Meri yang tidak akan tewas dalam sebuah kecelakaan menjalani kehidupan baru di kota B.


Meri yang tinggal di kontrakan yang sudah dibayar dengan lingkungan yang baik Meri menjalani kehidupannya dengan sederhana. Dengan pekerjaan part time disebuah cafe terdekat temat dia tinggal. Meri yang pagi sampai sore menjalani kehidupan sekolah dengan damai dan menjalani kehidupan malam dengan penuh kerja keras.


Meri yang selesai dari pekerjaannya pamit pulang kepda bosnya karena sudah menyelesiakan tugas yang diberikan. Meri yang berjalan melewati lorong yang biasa dia lewati untuk mengurangi pantauan dari orang lain. Tapi tidak tahu malam itu Meri yang merasakan hawa dingin disekelilingnya membuat dia resah.


“Kenapa malam ini ada yang aneh ya, jalan ini,”ucap Meri yang mulai waspada. Meri yang berjalan perlahan melihat sesosok orang berbaju hitam sedang berbaring didekat tempok. Meri berjalan melihat keatah sosok hitam tersebut. Sampai di depan mata Meri dia melihat orang yang terluka. Meri yang mencoba untuk bertanya kepada laki-laki yang ada didepan matanya.


“Tuan apa anda baik-baik saja,”ucap Meri yang jongkok didepan matanya. Tapi tidak ada respon yang diberikan kepda laki-laki didepannya. Meri yang tidak ingin ikut campaur hendak ingin meninggalkannya. Tapi saat hendak melangkah dia mendengar dari jauh kalau ada orang yang mencari tuan yang di temui Meri.


Meri mulai gelisah dengan apa yang di dengar dan mencari arah suara tersebut. Meri melihat kalua sekumpulan orang yang datang dari organisasi kalajengking.

__ADS_1


“Untuk apa mereka datang ke sini, apa ada kaitannya dengan tuan yang aku temui disana,”ucap Meri dengan suara kecil. Meri yang awalnya tidak ingin terlibat harus kembali ke tempat tuan berbaju hitam.


“Siapa kamu sebenarnya kamu?,”ucpa Meri sambil melihat kondisi nadinya. Meri membobong tuan tersebut dan membawanya ke kontrakannya.


“Dia tampan juga, tapi sayang banyak musuh yang datang kepadanya,”kata Meri yang menggambil kota P2K yang ada di lemari penyimpanan. Meri yang membuka pakaian tuan yang dia temui setelah diamani Meri mengenal orang yang didepannya.


“Bukannya dia adalah Ilham Rendra Adisaputra dari keluarga Rendra. Tapi kenapa dia bisa diserang oleh orang lain,”kata Meri dalam hati. Meri yang sudah mengeluarkan peluru dalam tubuh Ilham segera menutup luka yang baru saja dia buka dengan perlahan dan kemudian dia mebalutnya dengan kain kasa.


“Akhirnya selesai juga,”ucap Meri yang mengambil dompet dan ponsel di saku Ilham untuk menghubungi seorang yang bisa membawa orang yang sedang berbaring dilantai kontrakan Meri.


Meri yang membuka dompetnya hanya ada kartu perusahaa, identitas, uang cash. Setelah mengambil ponsel dia melihat kelayar kalau ada yang menghubungi Ilham.”Siapa ini Ahmad?,”kata Meri yang mengangkat.


“Halo, ini dengan siapa ya?,”ucap Meri yang berakting.


“Jadi anda kakaknya dari orang yang terluka ini,”kata Meri.


“Apa maksud kamu?,”ucap Ahmad.


“Jika kamu ingin tahu, pergilah ke kontrakan dijalan perumahan 1234. Adik anda masih belum siuaman karena terkena tembakan,”ucap Meri yang belum selesai. Tapi Ahmad sudah menutup teleponnya. Meri hanya melihat kelayar ponsel dan melihat kondisi Ilham yang masih berbaring.

__ADS_1


“Suhu tubuhnya tidak stabil,”ucap Meri yang mengambil selimut dan memberikannya sampai dia mengobres dahi Ilham.”Menyusahkan sekali,”kata Meri. Yang mencoba melihat ke luar pintu dan melihat banyak orang yang berdatangan.


Meri yang tidak tahu siapa mereka hanya melihat saja dari jauh yang kemudian dia mendapatkan telepon dari Erik. Meri mengakat teleponnya,”Ada apa kamu menelponku malam-malam?.”


“Bagaimana kabar kamu di kota B, apa terjadi masalah,”ucap Erik.”Tidak ada,”kata Meri dengan santai. Meri yang melihat ke arah sampingnya ada orang didepannya dengan tatapan tajam dan menyudahi teleponnya.


“Apa kamu kakak dari Ilham?,”ucap Meri yang menebak setelah dia menutup telepon.


“Dimana adikku?,”ucap Ahamd. Meri yang membuka pintunya dan dia masuk dan diikuti oleh Ahamd dan tiga orang yang dibawa.” Bisa tidak yang masuk jangan terlalu banyak, kontrakanku tidka muat untuk semua orang,”kata Meri yang melihat banyak orang yang datang.


Ahmad hanya melirik kesemua anak buahnya dan hanya tiga orang yang masuk kedalam.”Itu dia adik kamu, sebaiknya bawa saja dia ke rumah sakit. Aku hanya bisa melakukan tindakan pencegahan dan peluru yang menembus tubuh adik kamu sudah saya ambil. Bawa dia segera ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik,”kata Meri yang ingin segera orang itu menghilang dihadapannya.


“Siapa kamu?”ucap Ahmad sambil menyuruh anak buahnya membawa Ilham.


“Kamu tidak perluh tahu lebih jauh, bukannya lebih aman untuk keduanya,”kata Meri.


“Jika semua sudah selesai, kalian boleh pergi dari kontrakanku bukan. Aku ingin istirahat,”ucap Meri sambil memberikan dompet dan ponsel adiknya kepada Ahmad.


“Kamu ingin berapa telah menolong adikku,”ucap Ahamd yang mengeluarkan cek. Meri yang mencoba untuk tenang langsung mendorong Ahmad dari kontrakannya.”Pergi sana, aku tidak butuh uang kamu. Cepat pergi,”kat Meri yang tidak ingin mencari masalah dengan beberapa orang.

__ADS_1


Setelah Meri mendorong Ahmad dia menutup pintunya. “Akhirnya bisa damai juga,”ucap Meri yang sudah tenang.


Ahmad yang didepan pintu hanya terdiam sampai anak buahnya datang kalau Ilham sudah dilarikan di rumah sakit untuk diperiksa. Ahmad langsung pergi dari kontrakan Meri.”Aku ingin tahu identitas gadis yang telah menolong adikku, sedetetail mungkin,”kata Ahmad di dalam mobil. Anak buahnya hanya menuruti perintah dari bosnya Ahmad.


__ADS_2