Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 38


__ADS_3

Meri yang akan berubah saat acara pertunangannya dengan pakaian yang sudah disiapan. Perwat kecantikan yang membutuhkan waktu lama membuat Meri sampai bisa tertidur hanay untuk sesaay sampai dia merasakan firasat kalau pesta malam ini akan panjang.


Malam yang ditunggu telah tiba dimana para tamu undangan sudah datang ke acara pertunangan Meri dengan Ilyas. Ayah angkat dan ibu angkat yang datang bersama dengan keluarga pram. Bela yang menggandeng Aji masuk ke dalam  ruang pesta. Nenek dan kakek keluarga Sari yang bersama dengan kelurga celsi bersama melihat mereka masuk.


Bela yang melihat nenek dan kakek langsung berhampiri bersama dengan ayah dan ibu bersama keluarga pram.


“Nenek kakek. Kalian sudah datang,”ucap Bela.


“Kalian baru datang ternyata,”ucap kakek keluarga sari.


“Siapa mereka ayah ibu,”ucap Bram.


“Kami hanya datang karena keluarga Rendra menggundang kami, Benar tidak nak Ilham,”ucpa kakek keluarga celsi.


“Itu benar,”kata Ilham.


Bela yang melihat keseluruh ruangan tempat mencari Meri.”Siapa kamu cari?,”kata Ahmad dari belakang Bela dan Aji yang mendorong kursi roda Ilyas.


“Tuan Ilyas anda disini. Tapi dimana Meri,”ucap Intan.


“Dia sedang bersiap-siap jadi tidak usah khawatir,”kata Ilyas. Bela yang tidak suka karena rencana penyerangan mereka gagal. Hanya bisa menuggu gaun yang dipakai Meri tidak bisa dipakai. Bela yang masih menuggu Meri keluar sampai pembawa acara memulai pestanya.


“Kemana anak itu tidak keluar,”ucap Ayah yang mulai gelisah.


“Aku akan mencarinya,”kata Ibu sampai nama Meri diucapkan oleh pembawa acara. Di alntai dua terlihat Meri yang memakai gaun biru paster dengan kilauan yang menyelimuti kain birunya dengan hiasan bunga putin. Rambut yang ditata rapih dengan hiasan yang natural Meri berjalan turun ke lantai pesta. Ilyas yang menuggu di depan anak tangga untuk menggandeng Meri yang akan turun dihadapannya. Semua penonton yang melihat sangat terpukau dengan pakaian yang dikenakan oleh Meri.


Meri yang cantik membuat semua orang terpukau dan gamum dengan kecantikannya sampai Aji yang melihat terkeju. Bela yang didekat Aji merasa ada yang salah dengan rencana yang dia buat.”Seharusnya pakaian yang dipakai bukan itu, tapi kenapa itu. Bagaimana mungkin?,”ucap hati Bela.

__ADS_1


Meri yang melihat Ilyas didepan dia hanya bisa tersenyum dan mendorong kursi rodanya ditenagh pembawa acara dimana mereka akan mengumumkan pertunangan mereka. Bela yang merasa kalau acara pertunangan Meri berjalan lancar. Memberika kejutan yang tidak terduga. Meri yang melihat Bela dengan tatapan tajamnya tahu kalau dia merencanakan sesuatu sampai tamu tidak diundang datang.


Kakek dan nenek keluarga celsi yang merasakan firasat kalau ada kejadin yang buruk akan datang. Bela yang menggundang keluara Brata. Nenek dan kakek yang menghampiri Mira bersama pelayan mereka berdua.


Keluarga Brata yang datang bersama orang lain. Keluarga Brata datang menghampiri Meri yang merupakan keturunan Satya dan Mawar.


“Tidak aku sangka kamu masih hidup,”ucap keluarga Brata.


“Untuk apa kamu datang ke sini, kami tidak menggundang kamu,”ucap nenek keluarag celsi. Bela yang juga datang menyapa keluarga Brata.”Aku yang mengundang mereka, maaf aku tidak bilang kepada kakak Meri. Tidak apa-apakan,”ucap Bela dengan polosnya.


“Tidak masalah kok, hanya saja kamu melanggar perjanjian Bela. Ini pesta diadakan oleh keluarga Rendra bukan keluarga Sai. Seharusnya kamu meminta ijin kepada Ilyas dan keluarganya bukan kepada aku,”ucap Meri yang melampiaskan semuanya kepada Ilyas.


“Aku tidak menyangka putri anda sangat tidak sopan,”ucap Ilyas kepada Bram dan Intan.


“Maaf atas kesalahan putri kami. Dia tidak tahu akan kejadian ini, mungkin dia terlalu senang dengan pertunangan kakaknya yang membuat dia menggundang orang lain, tanpa sepengetahuan tuan rumah,”kata Intan.


Nenek dan kakek yang ingin mendekat dihalangi oleh Erika dan Erik yang ada didekat mereka. Nenek dan kakek langsung melihat ke arah Meri yang biasa saja melihat kedua ornag tersebut. Tapi tatapan Meri sangat dingin dan waspada dengan kedua orang yang menyamar.


“Kamu pasti Meri,”ucap keluarga Brata. Meri hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.”Apa kamu tidak merasa asing dengan kedua orang ini,”ucap keluarga Brata.


“Maksud anda apa?,”kata Meri yang tidak tahu.


“Kita bisa berbicara ditempat lain. kurasa di sini kita tidak bisa membicarakannya,”kata Keluarga Brata.


“Bagaimana jika kita ke taman belakang saja,”ucap Ilyad. Meri yang mendorong Ilyas menuju taman belakang sampai di taman mereka baru mengatakan kalau kedua orang bersama dia adalah ayah dan ibu Meri yang menghilang. Tapi Meri dengan wajah biasa merasa tidak terkejut.


“Mana buktinya kalau mereka berdua adalah ayah dan ibu kandungku,”kata Meri dengan dingin.

__ADS_1


“Nenek dan kakek kamu mungkin bisa mengatakannya,”ucap Kelurga Brata. Bram dan Intan yang juga ikut bersama dengan Bela juga terkejut dengan apa yang mereka dengar.


“Ternyata kalian ada disini,”ucpa Jeksen yang sudah membawa barang yang diminta.


“Bukan kedua orang ini penipu kenapa mereka ada dipesta,”kata Jeksen yang langsung berkata.


Nenek dan kakek keluarga Celsi melihat ke araha Jeksen.”Apa maksud kedua orang ini penipu dia adalah Satya dan Mawar kedua orang tua Meri,”kata Nenek yang tidak tahu.


“Apa nenek dan kakek tidak salah mengenali mereka,”ucap Jaksen.


“Meri saja tidak terpengaruh oleh mereka tapi dia merasa ingin membunuh orang dihadapan dia,”ucap Jaksen.


“Jaksen kamu datang ke sini ingin mencari masalah dengan siapa,”kata Meri yang dingin. Meri yang mencoba untuk menahan rencana mereka sampai dia merasakan kalay Blue dan Green ada disekitar dia. Kalau bahaya besar akan datang membuat Meri membuka mulut.


“Bela sampai kapan kamu melakukannya. Apa perluh aku bicara kepada tunanga kamu soal anak yang kamu kandung,”kata Meri yang berjalan mendekat dan berbisik.


Bela terdiam saat mendengar kata Meri sampai menyela kalau dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Meri. Meri yang tahu berkata,”Dia anak Jeck bukan.” Bela kemabli terdiam dan merasa Meri mengetahu semuanya. Sampai Meri berkata,”Kamu ingin aku mengatakannya kepada Aji soal kamu yang kotor.”


“Meri,”ucap Bela yang gelisah berteriak kepada Meri didekatnya. Meri hanya tersenyum melihat kegelisahan Bela.


“Bela kenapa kamu,”ucap Aji yang datang ke arah Bela. Bela yang berpura pura polos langsung memeluk Aji yang datang. Meri hanya tersenyum dan berbalik melihat ke aarah keluarga Brata.


“Jaksen kamu bawa barang yang aku minta,”kata Meri. Jaksen yang tersenyum dan memberikan data yang diminta kepada Meri. Meri yang berjalan ke arah nenek dan kakek setelah mendapatkan data yang dia cari lalu dia memberikan kepada nenek dan kakek kelurga Celsi.


“Apa ini?,”ucap Kakek yang melihat Meri memberikan datanya kapada mereka berdua. Meri hanya tersenyum sampai Meri berkata,”Bawa mereka keluar.” Jaksen dan anak buah yang datang menyeret keluarga Brata.


Sampai ayah dan ibu angkat berkata,”Kenapa kamu menyeret mereka, bukan mereka adalah orang tu kandung kamu.”

__ADS_1


“Mereka bukan orang tua kandungku, mereka hanya penipu yang menyamar. Makanya aku menyuruh mereka membawanya,”ucap Meri yang dingin.


__ADS_2