
Leo yang sudah masuk ke dalam penjara karena tuduhan yang tidak pasti dia lakukan. Kerena saat itu dia membantu orang. Tapi pandangan orang menganggap Leo adalah penjahat smapai teman yang dulu dekat dengan Leo. Hingga dia kehilangan orang tuanya yang maish percaya dengan Leo. Tapi saat Leo sudah keluar dari penjara orang tuanya sudah tidak ada dan hanya adiknya saja yang masih ada
Leo yang kembali ke rumah hanya ada adik perempuannya yang juga mengalami hal buruk di sekolahan. Sampai Leo harus mencari uang untuk membayar utang orang tuanya dan menyokalahkan adiknya yang biaya sekolahnya murah. Leo yang selalu menabung dan menyisikhan uangnya untuk membiayai hidup dia sendiri dan adiknya.
Hingga dia masuk ke dalam dunia bawah dimana para pembunuh, mata-mata berkumpul. Leo yang hanya ingin kerja kecil-kecilan bertemu dengan seorang yang sudah dia tolong. Dia adalah pimpinan dari organisasi tersembunyi Alexca kakek Meri.
Leo yang sampai sekarang tidak tahu apa-apa hanya bisa menjadi teman Meri dengan dia tidak ingin menyusahkan Meri. Sebagai temannya dia tidak ingin menjadi beban, hingga dia ingin menyelesaikan semua permasalahannya dengan tangannya sendiri.
Meri yang masih menuggu jawaban dari Leo hanya bisa menatapnya.Hingga Leo berkata,”Aku bisa menyelesaikannya, kamu tidak usah khawatir. Jika memang ada masalah besar aku akan menghubungi kamu.”
“Janji ya,”uca Meri yang tersenyum.
“Sekarang kita harus kemana nona,”ucap sopir.”Kita kembali,”kata Meri. Leo yang masih mengikuti Meri sampai mereka sampai di rumah. Barang yang mereka beli di bawa ke ruang kerja. Meri dan Leo yang masih membereskan semua barang yang mereka beli. Hingga bibi datang membawakan makanan untuk mereka. Mereka berdua istirahat sebentar sebelum dia melanjutkan menjahitnya dan membereskkan perlengkapan yang mereka beli.
Leo yang sudah selesai makan langsung mulai menjahit baju yang tersisa. Hingga Leo bertanya kepada Meri apa pertengahan bulan ini mereka akan melakukan lelangnya. Meri yang mendengarnya hanya bisa berkata iya. Sampai Meri melihat ke araha Leo.”Apa kamu lagi butuh uang Leo?,”ucap Meri dari belakang.
Leo yang menoleh sebentar sambil tersenyum sampai dia melanjutkan menjahitnya. Sampai malam tiba Leo yang kembali dari tempat Meri menuju ke tempat pertemuan. Leo yang sudah mengubah penampilannya berjalan ke gedung tua yang sudah tidak di pakai.
“Kenapa kamu lama,”ucap retenir. “Aku sudah membawa uangnya, lepaskan adikku sekarang,”kata Leo yang menggunakan uang dari bayaran dari tempat berbahaya. Leo yang sudah memeriksa uangnya kalau jumlah uang hutang dan bunganya sudah lunas. Adik perempuan Leo berlari menuju kakaknya Leo.
“kakak,”ucap adik perempuan Leo.
“Kamu tidak apa-apa,”ucap Leo yang meliaht kondisi adiknya.”Aku tidak apa-apa,”ucap adiknya.
Leo dan adiknya yang hendak ingin keluar dari banguan tua itu dihadang sampai jalan kelua di tutup. Leo yang sudah tahu akan seperti ini hanya bisa santai dan bertanya kepada mereka kenapa kalian menghalangi jalan mereka berdua.
__ADS_1
Tapi respons yang diberikan kepada mereka adalah pukulan yang siap menghantam Leo. Leo menghindar pukulan mereka hingga dia menyuruh adiknya untuk dekat dengan dia.”Jangan menjauh dari kakak. Apapun yang terjadi, mengerti,”kata Leo kepada adiknya.
Adiknya hanya bisa menganggukan kepalanya dan selalu bersama dengan Leo disampaing. Sementara Leo berkelahi dengan mereka sambil melindungi Adik perempuannya. Sampai di tenagh jalan pertempuran datang lagi satu orang yang kenal dengan Leo.
“Leo kenapa kamu bermain tidak ajak aku,”ucap rekan Leo yang satu profesi.
“Mau aku bantu,”ucpa temannya lagi.
“Jika kamu mau bergabung silakan saja. Aku tidak akan melarang kamu,”kata Leo yang masih berkelahi dengan mereka.
Sedangkan Adik perempuannya yang melihat merasa takut tapi karena ada kak Leo dia berani untuk melihat. Karena adiknya percaya kalau kakaknya orang baik. Sampai ada bantuan dari luar Adik perempuan Leo yang tidak tahu siapa dia hanya bisa terdiam. Tapi dia ingin bertanya siapa laki-laki itu.
Tapi melihat kondisi ini adik perempuannya tidak bisa bertanya. Dia takut kalau akan mengganggu kakaknya bertarung. Rekan Leo yang datang juga ikut bermain dengan Leo sampai semua orang tubang.
Meri yang ada di kamarnya melihat pesan yang masuk dari anak buah yang sedang menjaga Leo. Setelah Meri membaca pesannya dia hanya bisa membalas pesan itu kalau dia adalah anak buah kakek Alexca dan dia yang juga sudah melindungi kakak dari pembunuh. Meri yang sudah tahu identitasnya hanya bisa menutup mulut dan matanya sampai dia membuat dia rekan kerja bisnisnya. Tapi Meri yang tidak tahu kalau Leo yang bisa menghabisi semua musuh dengan cara melindungi ornag yang dia sayangi.
“Cukup dibanggakan, tidak salah aku memilih dia menjadi rekan kerjaku,”kata Meri yang sudah meletakkan ponselnya.
Meri menatap ke arah teras sampai dia melihat kakak Tarkam dan Jaksen ada di belakang dia.”Apa yang kamu lamunkan?,”kata Jaksen.
“Kamu sudah kembali,”ucap Meri .
“Panggil aku kakak, kamu itu,”ucap Jaksen.
“Maaf kakak. Tapi bagaimana dengan nenek dan kakek,”kata Meri yang menoleh ke belakang.
__ADS_1
“Kamu tidak usah khawatir mereka baik saja sekarang mereka sedang istirahat. Tapi apa yang membuat kamu melapun tadi,”ucap Tarkam.
“Aku hanya memikirkan tentang pesan ini,”ucap Meri yang memberiakan ponselnya. Tarkam dan Jaksen melihat isi pesan yang di maksud dengan Meri.
Hingga mereka berdua menatap ke arah Meri.”Apa kamu suka dengan anak itu Meri?,”ucap Jaksen yang melihat ke arah dia.
“Siapa?,”kata Meri yang tidak tahu siapa yang dimaksudkan oleh Jaksen.
Mereka berdua hanya bisa melihat ke arah Meri yang sepertinya tidak tahu yang mereka maksudkan sampai Tarkam.”Apa tidak ada hubungan spesial kamu dan Leo,”ucap Tarkam.
“Leo,”ucap Meri sambil berpikir. Sampai dia berkata,”Maksud kalian aku dan Leo pacaran begitu. Kalian salah makan apa sampai berpikir seperti itu. Leo itu adalah teman dan rekan kerjaku tidak lebih.”
“Jadi kalian tidak ada hubungan spesial,’kata Tarkam.”Tentu saja tidak ada,”ucap Meri yang tidak percaya dengan kedua kakaknya yang berbicara seperti itu.
Tarkam dan Jaksen yang telah tahu apa yang sedang terjadi hanya melihat ke arah Meri.”Bukan kamu sudah tahua identitas Leo bukan,”ucpa Jaksen.
“Iya,”kata Meri yang tersenyum. “Lalu kenapa kamu masih mengawasi dia. Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami berdua,”kata Tarkam.
“Tidak ada hanya saja aku ingin melihat dia itu seperti apa orangnya,”kata Meri.
“Llau kamu juga harus menjeleaskan soala penyerangan itu,”kata Tarkam.”Penyerangan itu dilakukan oleh Andre dan Rika,”kata Meri.
“Kenapa mereka bisa masuk ke dalam kampus kamu,”kata Tarkam. Meri hanya menggelengkan kepalanya.”Soal Jesi dan John dia sudah pulih. Mungkin dia besok akan berangkat ke kampus,”kata Jaksen.
“Bagaimana kondisi mereka berdua,”ucap Meri mengganti topik sedikit sama.
__ADS_1