Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 8


__ADS_3

Petugas yang sedang bertugas mendapatkan telepon yang memberitahukan kalau mobil yang membawa Meri ke rehabilitas remaja anak mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang. Samapi sekarang mereka belum mendapatkan kabar soal kecelakaan tersebut.


Suara ketukan pintu Santo yang bersama ketiga orang lain yang ada di dalam ruangan.”Masuklah,”ucap Santo dari dalam.


“Maaf pak saya ingin memberikan laporan soal mobil yeng membawa Meri,”ucap petugas.


“Ada apa dengan mobil yang membawa Meri?,”ucap Santo.


Petugas yang menyampaikan pesan itu merasa ragu untuk berkata sampai Izam menatap dia.”Mobil itu mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam jurang,”ucap petugas.


“Apa,”ucap semua orang dalam ruangan.


“Apa kamu yakin mobil yang membawa Meri mengalami kecelakaan, tapi bagaimana bisa?,”ucap Santo.


“Kami masih sedang dalam proses penyelidikan dan korban juga masih belum ditemukan,”ucap Petugas.


“Dimana lokasi kecelakaan tersebut terjadi,”kata Izam yang berdiri.”Karena ini masalah serius kita harus pergi ke sana,”ucap Jornat yang berjalan ke luar ruangan. Setelah dia mendengar ucapan petugas kalau kecelakaan terjadi di jalan menuju lokasi rehabilitas remaja anak di puncak tebing Kirata.


Waktu berjalan cepat mereka bertiga bersama dengan anggota yang lain sudah sampai di lokasi kecelakaan. Para petugas penyelamat yang sudah dikerahkan sudah mendapatkan hasil kalau didalam lokasi tidak ada mayat sama sekali hanya puing mobil yang sudah terbakar.


“Jika tidak ada mayat di dalam mereka selamat bukan, tapi mereka ada dimana?,”ucap Izam.


“Cepat cari mereka segera mungkin,”ucap Santo.




Kembali ke waktu dimana Meri dibawa ke rehabilitas remaja anak dengan para petugas. Dimana merek saat sedang perjalanan menuju rehabilitas remaja anak mereka mendapatkan mobil truk yang melaju kencang di arah yang sebaliknya yang jalannya curam. Mobil yang dikemudian oleh petugas kepolisian tidak bisa menghindari mobil yang datang dari arah berlawanan sampai di kondisi tertentu mereka akan bertabrakan jika tidak menghindar.



Hanya saja waktu itu Meri yang tidak menyadari kalau ada mobil lain yang ada disebelah dia yang sengaja untuk mendorong mobil polisi yang ditumpangi oleh Meri. Karena tidak tahu harus bagaiman petugas yang membawa Meri harus menghindar ke arah jurang dan terjadilah tabrakan dan membuat mobil yang ditumpangi Meri jatuh ke jurang.



Di dalam jurang Meri yang masih tetap tersadar setelah guncangan dia keluar dari mobil yang setengah dari mobil sudah terbakar. Meri melepaskan borgol yang dia kenakan dan menolong kedua petugas yang membawa dia keluar dari mobil. Sebelum mobil itu terbakar, Meri yang mendapatkan luka dibagian kepala harus menolong petugas sampai Erik yang datang menjemput bersama dengan anggota Elang Hitam yang masih ada.



“Meri,”ucap Erik dari belakang.



“Kalian datang tepat waktu, bawa kedua petugas ini ke rumah sakit terdekat,”ucap Meri yang di bantu oleh Erik.



Para petugas yang sudah terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat sedangkan Meri yang tidak ikut dengan mereka pergi ke markas Elang Hitam. Di dalam perjalanan menuju markas Elang Hitam Meri dibantu oleh Erik untuk menutup luka yang ada di kepala Meri.


__ADS_1


“Apa kamu benar baik-baik saja?,”ucap Erik di sampingnya.



“Kamu tidak usah khawatir, tapi aku ingin kamu menyelidiki apa yang terjadi kenapa ada truk yang datang dari arah berlawanan dan mobil hitam yang menarik kami jatuh ke jurang,”ucap Meri.



Sampai di markas Elang Hitam Meri yang dibawa ke ruangannya untuk diobati oleh Erik bersama dengan Erika.”Dik, apa yang terjadi dengan Meri,”ucap Erika saudara kembar Erik.



“Dia mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang pendarahan di otak sudah aku tangani tapi masih belum pasti untuk luka dalamnya,”ucap Erik menjelaskan.  Meri yang mendengarnya masuk  kedalam ruangan sampai Erika datang.



“Aku akan melakukan operasi dan pemeriksaan kondisi tubuh kamu meri. Apa kamu mengijinkannya?,”ucap Erika dengan tajam.



“Silahkan,”ucap Meri yang langsung berbaring dan disuntikan obat bius untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dibantu dengan Erik.



“Erik kamu mau kemana,”ucap Erika.



“Aku ingin menyampaikan tugas kepada Tora,”kata Erik. Erik berjalan pergi   keluar ruangan dan menuju tempat perkumpulan anggota dan bertemu dengan Tora. Erik mengetuk pintu ruangan Tora yang sedang bersama dengan anggota yang lain.




“Tugas apa yang diberikan Meri kepada kami sekarang,”kata Tora dengan santai.



“Bukan kamu sudah tahu kalau Meri mengalami kecelakaan dan masuk jurang,”kata Erik.



“Apa bos mengalami kecelakaan dan masuk jurang, bagaimana bisa?,”kat Tora yang terkejut.



“Itu tugas kalian untuk mencari tahu apa yang terjadi kenapa dia bisa mendapatkan kecelakaan saat dia dibawa ke rehabilitas remaja anak,”kata Erik.



“Aku akan mencari tahu, tunggu hasilnya tiga hari lagi,”ucap Tora yang menyuruh semua anak buahnya yang ada dalam ruangan untuk mencari tahu kebenaran dari kecelakaan yang menimpa Meri.

__ADS_1



Erik yang sudah memberikan laporannya lalu pergi ke ruangan Meri yang sudah ditunggu oleh Erika saudara kembar Erik. Erik berjalan masuk ke dalam ruangan yang sudah siap untuk memeriksa kondisi tubuh Meri.



“Kamu sudah datang,”ucap Erika. “Iya, kita mulai sekarang,”ucap Erik yang membersihkan tangannya dan memakai sarung tangan.



“Kita mulai,”ucap Erika. Dengan semua peralatan yang ada di dalam markas mereka berdua mulai memeriksa kondisi Meri dari pengecekan sampai melakukan operasi. Dua jam telah berlalu setelah semua pemeriksaan sudah selesai. Kondisi Meri yang masih dalam pengaruh obat bius masih belum sadarkan diri.



Sampai Erik mendapatkan pesan dari anak buah yang dia suruh untuk mengantar para petugas ke rumah sakit. Kalau mereka sudah di interogasi oleh pihak kepolisan. “Kenapa dengan kamu?,”ucap Erika.



“Aku mendapatkan pesan kalau petugas yang mengantarkan Meri sudah siuman dan mereka sedang dipertanyakan kenapa mereka bisa ada di rumah sakit,”kata Erik.



~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~  ~ ~~



Di tempat lain di rumah sakit x dimana para petugas yang dibawa di rumah sakit sudah siuman. Izam dan Santo yang mendapatkan informasi dari Jornat kalau para petugas yang membawa Meri ada di rumah sakit x. Setelah mendapatkan kabar mereka bertiga langsung menuju rumah sakit x untuk mempertanyakan kenapa mereka bisa ada di rumah sakit sementara Meri tidak ada di tempat tersebut.



Di perjalan menuju rumah sakit Izam yang menyuruh Roy untuk mencari apa yang terjadi dengan kecelakaan yang dialami oleh Meri mendapatkan kabar. Kalau kecelakaan yang terjadi kepada Meri dan para petugas ada yang menyabotase. Izam yang mendapatkan kabar tersebut merasa terkejut dan dengan hati yang bimbang dia ragu kalau Meri yang telah membunuh adiknya.



“Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa anak itu bisa mendapatkan masalah seperti ini. Apa ini adalah ulah darai orang tua angkatnya,”ucap Izam.



“Itu bisa terjadi, karena mereka sudah tidak menginginkan Meri setelah kelahiran putri kandungnya,”kata Jornat.



“Apa maksud yang kamu ucapkan barusan,”kata Santo.



“Apa kalian tidak tahu, kalau Meri yang kalian tuduh melakukan kejahatan itu salah. Karena orang tua angkatnya yang tidak mau kalau anak satunya masuk ke penjara. Makanya mereka menyerahkan Meri yang bukan anak kandungnya masuk ke penjara,”kata Jornat.



“Tidak aku sangka mereka melakukan Meri seperti barang yang sudah tidak layak dipakai,”ucap Izam yang tahu kalau Meri itu anak yang baik.

__ADS_1



“Tapi percuma saja setelah kita kehilangan dia,”kata Jornat.


__ADS_2