Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 85


__ADS_3

Meri yang saat itu sudah menyapa Izam langsung masuk ke dalam kelas karena tidak ingin bertemu dengan dia. Karena dia sudah berbicara banyak kemarin. Izam yang melihat Meri masuk hanya bisa menatap saja dan melihat ke arah Leo.


Leo yang tidak tahu kenapa Izam melihatnya hanya bisa bertanya.”Kenapa dengan Meri,”kata Izam yang tidak tahu kenapa sikap Meri berubah.


“Apa maksud anak kak,”kata Leo yang tidak tahu maksud dari perkataan Izam.


Izam yang ingin tahu kenapa Meri langsung pergi begitu dia menyapanya. Tapi saat dia bertanya kepada Leo. Dia juga tidak tahu, karena dia tidak ingin Meri marah dengan dia karena kakak Meri sudah menjalin kerja sama dengan Izam. Izam yang ingin melakukan Meri biasa saja, tapi saat dia melihat dia langsung ada rasa yang tidak bisa dijelaskan. Sampai izam berkata dalam hatinya,”Jangan sampai aku menyukainya karena ini hanyalah rekan kerja.”


Izam yang langsung pergi meninggalkan Leo yang masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh  Izam.”Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua,”ucap Leo yang berjalan masuk ke dalam kelas.


Leo masuk ke dalam kelas dan mencari tempat yang dekat dengan Meri agar dia bisa bertanya soal praktek berlangsung. Pembelajaran praktek mebuat baju yang sudah disesuaikan dengan tema. Tema waktu itu adalah musim panas dimana para mahasiswa yang lain harus membuat desain pakaian yang berkaian dengan musin panas.


Meri yang sedang mencari ide dengan teman yang lain. Untuk membuat desain musin panas yang akan menjadi praktek pertama ini. Meri dan Leo yang mencari ide sampai semua keluar kelas perpustakaan dan mencari di internet. Semua teman Meri sedang mencari mana yang bagus untuk di buat. Tapi tidak ada yang tahu kalau saat Meri sedang sibuk dengan mencari ide. Ada pemberontak yang masuk ke kampus.


“Suara ribut apa itu,”kata Leo yang ada di belakang Meri.


Dosen yang sudah memberikan tema praktek dari tadi sudah keluar hanya ada mahasiswa yang menetap. Sampai keributan itu datang, Meri yang merasakan ada musuh yang datang. Membuat dia menghentikan aktifitasnya  mencari ide.


“Meri kamu mau kemana?,”kata Leo yang melihat Meri pergi keluar.


“Aku ingin melihat apa yang ada diluar,mau ikut,”ucap Meri yang mengaja Leo. Leo yang juga pansaran juga ikut bersama Meri keluar.


Mereka berdua yang keluar kelas tapi  tidak terlihat apa yang sedang terjadi sampai di luar gedung banyak orang asing yang datang. Mereka yang membawa senjata membuat Leo bingung. Tapi saat Leo melihat dengan jelas, kalau orang yang datang itu adalah orang yang sama. Di mana Leo saat pulang dari tempat Meri di hadang oleh mereka.


“Kenapa mereka ada di sini,”ucap Leo tanpa sadar. Sementara Meri yang ada didekatnya mendengarnya dan melihat ke arah Leo.

__ADS_1


“Apa kamu mengenal mereka Leo?,”kata Meri dengan santai.


“Tidak tapi  mereka yang sudah menghadang aku saat pulang kemarin,”ucap Leo yang tidak bisa berkata yang lain hanya kejujuran.


“Jadi kamu terluka karena di serang oleh mereka. Tapi mereka siapa sampai menyerang kamu dna datang ke kampus kita,”kata Meri yang sambil berpikir.


“Aku juga tidak tahu siapa mereka, hanya saja aku tidak mengenal mereka,”kata Leo.


Meri yang sudah mencari tahu siapa mereka dengan ingatan yang dia miliki. Sampai dia melihat satu tanda yang membuat dia tahu siapa mereka.”Tanda kalanjengking. Apa organisasi kalajengking sudah mulai bergerak kembali,”kata Meri.


“Organisasi kalajengking, bukan itu organisasi dunia bawah. Kenapa mereka membuat ke kecau di kampus kita Meri. Tapi bagaimana kamu bisa tahu,”ucap Leo yang menatap Meri.


“Hanya menebak saja,”kata Meri yang tersenyum santai.


Leo dan Meri yang melihat hanya bisa menonton tapi sebagian anak yang lain juga ikut membantu sampai perkelahian menggunakan senjata.”Bukan itu sudah kelewatan batas,”kata Leo yang melihat.


“Itu benar tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya bisa menghubungi polisi untuk membantu. Seharusnya sebentar lagi sampai mereka,”kata Meri.


Waktu terus berjalan sampai orang yang di panggil oleh Meri datang dan membantu Izam dan kawan yang lain. Tapi mereka yang datang dengan ingin menghancurkan tidak perduli dengan orang yang ada hingga ada pertupahan darah. Semua yang melihat langsung segera pergi menjauh, tapi Izam dan orang Meri tetap masih berkelahi dengan mereka. Hingga salah sau dari mereka meloloskan diri dan sampai di dekatn Meri dan Leo.


“Tidak aku sangka ada mangsa yang enak di depan,”kata musuh yang berlari menuju arah Meri. Leo yang melihat langsung menghadang sampai musuh di hadapan Leo. Untuk menyerang siap menghenuskan pisau ke arah Leo. Tapi Leo yang sudah bisa menangani pisau itu langsung mematahkan tangan musuh.


“Kamu tidak apa-apa Leo,”ucap Meri yang ada di belakangnya.


“Tidak tapi kamu baik saja,”kata Leo yang sudah selesai dengan musuh. Tapi Izam dan anak buah Meri melihat itu sangat marah sampai Leo membantu Meri.”Untung saja ada Leo di dekat  Meri,”ucap Izam yang mulai menghentikan musuh dengan kemampuan bertarungnya.

__ADS_1


Meri yang masih menonton sampai semua anggota kalajengking di tahan oleh pihak polisi. Izam yang membantu pihak kemanan bersama dengan rekan yang lain. “Nona tidak apa-apa,”kata salah satu anak buah Meri.


“Aku tidak apa-apa, bawa mereka yang terluka ke rumah sakit.Dan sampaikan kepada kak Tarkam untuk terus memantau pihak musuh,”ucpa Meri.


Setelah Meri mengatakan itu semua orang segera pergi. sedangkan Meri dan Leo yang masih ada kegiatan di kampus sampai malam hanya bisa berjalan di kantin dan perpustakaab.Leo yang melihat Meri tidak senang hanya bisa mengubah suasana dengan pertanyaan seputar kampus.


“Meri kamu sudah selesai dengan desain yang ingin kamu buat saat praktek nanti,”kata Leo.


“Aku masih memikirkannya, kamu sudah ada ide belum soal tema musim panas ini,”kata Meri yang balik tanya.


“Aku sudah ada ide hanya saja masih kurang lengkap,”kata Leo sambil berpikir. “Bagaimana jika kita ke perpustakaan setelah selesai makan,”usul Leo.


“Tidak masalah,”kata Meri yang berjalan bersama dengan Leo.


Kantin yang ramai dengan mahasiswa yang lain. Meri dan Leo yang mencari tempat duduk setelah mereka memesan makanan dan minuman untuk siang itu “Di sana ada tempat,”kata Meri yang melihat.


Mereka berdua yang menuju tempat yang kosong tersebut. Sampai Bela datang menghampiri Meri.


“Lama tidak berrrtemu ya kak, bagaimana kabar kamu,”ucap Bela yang datang bersama dengan Rika.


Meri yang melihat hanya tersenyum dan berkata,”Iya lama tidak bertemu, kapan kalian akan menikah. Kamu tidak mengundang kakak kamu ini untuk tidak datang ke acara pesta nanti.”


Bela yang datang menghampiri kakaknya hanya untuk memberikan undangan pernikahan saja. selesai menyapa dan memberikan undangan pernikahan Bela dan Aji. Bela langsung pergi karena dia tidak ingin terlalu lama berbicara dengan Meri.


“Tidaklah, ini undangan untuk kakak. Harus datang ya,”ucap Bela yang tersenyum tapi memiliki niat yang tersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2