
Leo yang sudah memperbaiki desain yang dia buat sampai hari menjelang sore. “Ternyata sudah sore,”kata Leo yang melihat ke layar jendela.
“Apa kamu ingin kembali,”kata Meri. Leo hanya menganggukan kepalanya dan mengemasi barangnya setelah dia membereskan semua perlengkapan yang dia gunakan. Leo yangs udah bersih-bersih berjalan ke arah pintu. Tapi diluar sudah ada bibi yang sudah menyiapkan makanan untuk dibawa Leo. Leo yang sudah terbiasa dengan kebaikan Meri menerima dengan senang hati.
Meri yang melihat Leo sudah keluar dari ruang kerja dan sudah pulang menaiki sepeda. Karena dia selalu merepontak Meri, Leo memutuskan meminjam sepeda temannya untu pulang dan pergi dari tempat Meri.
Tapi Meri yang melihat merasa gelisah dan menyuruh orang untuk mengawasi Leo sampai dia di kontrakan. Meri yang masih sibuk di dalam ruang kerjanya di datangi oleh Tarkam.”Apa masih belum selesai,”ucap Tarkam yang masuk.
“Sebentar lagi selesai tapi ada apa kak,”kata Meri yang masih fokus dengan apa yang dikerjakan oleh Meri.
Tarkam yang berjalan ke arah Meri menceritakan pertemuannya dengan Izam kalau dia membutuhkan bala bantuan untuk rekannya yang ada dimedan pertempuran. Tapi dia juga meminta bantuan lain selain bala bantuan dia juga ingin membantu mengembalikan kedudukan keluarga KartaAdi. Meri yang sudah mendengarnya hanya bisa terdiam sampai kakaknya berkata kalau Izam adakan datang untuk meminta maaf soal kejadian yang lalu. Itu adalah syarat yang diminta oleh Tarkam kepada Izam.
Meri yang sudah tahu akan menjadi seperti ini melihat ke arah kakaknya.”Kakak menyuruh siapa untuk membantu tentara Serigala hitam,”kata Meri.
“Tentara kamu elang hitam,”kata Tarkam dengan santai.”Kakak hebat, masuk ke kandang harimau keluar ke kandang harimau. Dan menjerumuskan adiknya sendiri,”kata Meri sambil bertepuk tangan.
“Ayolah jangan marah,”kata Tarkam yang melihat adiknya yang tidak bersahabat.”Pantas saja kakak mengajukkan untuk Izam meminta maaf kepadaku,”kata Meri sambil berpikir.
Tarkam hanya tersenyum saja kepada Meri. “Bagaimana?,”kata Tarkam.”Bagaimana apanya?,”ucap Meri.
“Soal yang aku bicarakan,”kata Tarkam.”Aku sudah memaafkan dia jadi silakan saja kamu meminta mereka untuk membantu rekan Izam,”kata Meri dengan santai.
__ADS_1
“Apa hanya itu saja yang kakak ingin ucapkan?,”kata Meri yang merasa aneh dengan sikap kakaknya. Tarkam yang sudah membicarakan tentang Izam dia kembali ke rumah karena dia harus bersiap-siap. Karena malam nanti dia harus menghadiri pesta dengan para pembisnis.
Meri yang sudah selesai dengan urusan di tempat kerjanya dia menuju rumah. Meri masuk ke dalam rumah dimana Kakek dan kakaknya juga siap untu pergi menghadiri pesta. Meri yang tidak ikut dengan mereka hanya ingin tinggal di rumah karena dia besok harus bertemu dengan teman lamanya.
Melihat mereka sudah pergi Meri menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Meri yang bisa bersantai di tangah malam membuat dia ingin menulis novel. Selesai Meri mandi dia membuka terasnya dan dia duduk disana menikmati malam itu.
Di temani dengan laptop yang sudah menyala Meri memulai mengetik judul novelnya sampai dia melihat emal yang masuk dari Petra yang memberikan hasil akhir proyek. Meri awalnya ingin menulis noverl dia tunda sebentar karena harus meninjau perkembangan perusahaan H.
Email segera di buka oleh Meri untuk melihat apa yang sudah dikirim oleh Petra. Meri membuka semua filenya dan melihat hasil proyek. Setelah melihat dan menganalisi data yang dikirim Meri memberikan proyek kedua karena hasilnya sudah bagus.
Selesai dengan data proyek kedua Meri memulai mengetik untuk membuat novelnya. Meri yang sudah mendapatkan ide mulai menulis dengan ide yang terlintas diotaknya. Dengan santai Meri memulai fokus dalam membuat novelnya. Hingga dia mendapatkan pesan darai Erika kalau Izam menayakan Meri.
Meri yang sampai lupa untuk turun makan malam hanya bisa tersenyum. Bibi yang ingat dengan Meri hanya melihat dengan tatapan cemberun.”Nona harus makan jangan sampai lupa, nanti sakit bagaimana,”kata Bibi.
Meri yang meminta maaf hanya bisa mengambil makanan yang dibawa oleh bibi. Meri langsung masuk setelah bibi pergi dari depan kamar Meri. Meri yang di dalam makan yang sudah disiapkan.
~ ~ ~ ~ ~ ~
Di tempat lain di mana markas elang hitam berada mendapatkan pesan kalau mereka harus membantu tentara serigala hitam. Tora yang mendapatkan pesan itu hanya bisa terdiam.”Kenapa Tarkam mengirim pesan untuk membantu tentara serigala hitam,”ucap Tora yang ada di markas.
Erik yang saat itu berkunjung di merkas melihat sikap Tora yang tidak bisanya. Karena penasaran dia menghampirinya,”Kamu sedang apa di sini dengan wajah yang tidak karuan.”
__ADS_1
“Untuk apa kamu datang,”kata Tora yang sedikit banyak pikiran.”Aku hanya mampir saja. kenapa kamu?,”kata Erik.
“Ini Tarkam mengerim pesan kalau kita harus membantu tentara serigala hitam yang ada di garis depan medan perang,”kata Tora menjelaskan.
“Untuk apa?,”kata Erik yang juga bingung.”Itu juga sedang aku cari tahu. Kenapa dia mengirim pesan itu,”kata Tora yang sedang membalas pesan dari Tarkam.
Mereka yang sedang menuggu pesan balasan juga mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan tentara serigala hitam saat ini. Tidak lama kemudian anak buah Tora datang dengan laporan medan perang. Tora yang memeriksa baru tahu kalau tentara serigala hitam dalam masa krisis karena semua peralatannya di sita oleh pemerintah.
Tora yang mendapatkan informasi ini merasa ada yang aneh seperti mereka mencoba untuk membinsahkan semua tentara serigala hitam. Sama hal dengan kejadian yang di alami oleh elang hitam. Setelah dia menbaca informasinya dia mendapat balasan dari Tarkam kalau mereka harus kerja sama dengan serigala hitam. Menyelesaikan persoalan yang dialami karena Tarkam msudah berkerja sama dengan Izam bos darai serigala Hitam. Mendapatkan pesan itu Tora menghubungi Meri.
Meri yang saat itu baru selesai dengan makan malamnya di kamar mendapatkan telepon dari Tora. “Ada apa kamu menghubungiku malam-malam? Jika tidak ada yang penting aku matikan,”kata Meri.
“Apa benar kita akan kerja sama dengan serigala hitam,”kata Tora lewat telepon.
“Iya. Bukan kakak sudah memberikan kamu informasinya,”kata Meri.
‘Itu benar baru saja,”kata Tora. “Lalu kenapa kamu menghubungiku,”kata Meri yang tidak tahu kenapa dia menghubungi dia malam-malam.
“Kami hanya ingin memastikan kalau kita akan berkerja sama dengan serigala hitam. Tapi apa kamu sudah lupa dengan Izam yang sudah menuduh kamu membunuh adiknya,”kata Tora.
“Aku sudah memaafkan dia. Itu sudah berlalu jadi jangan di ungkit lagi. Lebih baik kalian bantu mereka saja untuk menghadapi musuh. Tapi sebelum kalian pergi carai tahu dulu apa yang terjadi dengan tentara mereka,”kata Meri yang menasehati sebelum masuk ke medan perang.
__ADS_1