
Erik yang pergi dari posko menuju ke penelitain pusat. Di perjalan yang melelahkan dimana Erik harus menyelesaikan tugas yang diberikan. Sementara kekacauan terus datang. Meri yang selesai makan siang bersama dengan Leo pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi ide musim panas.
Tapi Meri yang melihat ke arah Leo dengan tatapan curiga. Meri yang sudah tahu kalau Leo memberitahukan kepada kakaknya Tarkam. Apa yang sedang terjadi hari itu.”Apa yang membuat kamu kepikiran Leo,”ucap Meri.
Leo hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya karena pikiran dia tidak pada adik Meri. Tapi dia sedang berpikir tentang dia sedang memikirkan tema musim panas yang belum dia selesaikan.”Apa kamu memikirkan tentang musin panas,”ucap Meri.
Leo menatap dengan tatapan tersenyum kepada Meri. Sampai di gedung perpustakaan mereka masuk dan mereka berbencar mencari referensi. Meri yang berjalan ke lantai dua sedangkan Leo masih ada di lantai dasar. Mereka yang sibuk mencari ide untuk desain praktek musim panas dengan pengetahuan dan bakat setiap orang. Mereka yang memikili karateristik yang berbeda dengan keunikan yang bisa menjadi keunggulan semua desainer.
Meri dan Leo yang juga memiliki keunikan yang berbeda. Leo yang bersifat meperlihatkan sisi keren dan gaya pemberani. Sedangkan Meri yang lebih sisi lembut dalam gaya santai dan menawan. Mereka berdua yang menyelesaikan desain modelnya di perpustakaan. Sampai malam tiba mereka sudah selesai dan akan menyerahkan kepada dosen di kelas prakter. Meri dan Leo yang pergi ke kelas masih ada diantara kawan mereka yang belum selesai membuat desain modelnya.
Meri dan Lei yang sudah duduk di bangku mereka sampai dosen datang.”Bagaimana apa kalian sudah menyelesaikan desain musim panas hari ini,”kata dosen yang mengajar.
Ada sebagain dari kawan mereka yang sudah selesai dan ada yang belum sampai. Dosen mereka memberikan waktu kepada mereka yang belum menyelesaikan sampai besok. Sedangkan yang sudah selesai harus dikumpulkan sekarang agar bisa di nila dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Meri berjalan ke depan yang di ikuti dengan Leo untuk mengumpulkan lembaran desain mereka. Meri dan Leo yang sudah selesai mengumpulkan sampai pengumuman akan di sampaikan besok saat kelas pagi. “Leo,”ucap Meri.
“Ada apa?,”kata Leo yang ada di belakangnya.
“Kita hari ini belanja keperluan bahan yang ada di rumah sudah mau habis,”kata Meri.”Baiklah,”kata Leo yang menurut kepada Meri.
Mereka yang segera keluar dari kelas sampai mereka di depan gerbang kampus. Meri dan Leo yang pergi ke toko takstil dan toko perlengkapan hiasan baju. Di perjalanan menuju toko tersebut di tengah jalan mereka dihadang oleh musuh yang tidak dikenal.
“Siapa mereka?,”kata Leo yang melihat ke depan.”Aku juga tidak tahu,”ucap Meri.
__ADS_1
Meri yang sudah lelah dengan mereka yang selalu bermunculan membuat Meri ingin membunuh mereka. Tapi di hadang oleh sopirnya yang keluar dari mobil.
“Biar saya bantu pak sopir,”kata Leo.”Tidak usah tuan Leo saya bisa menghadapinya sendiri,”kata sopir pribadi Meri.
“Kamu tidak usah khawatir dengan dia. Dia akan baik saja,”kata Meri.”Kita di dalam saja melihat, jika tidak ada yang ganjil kita aman. Tapi jika ada yang ganjil kita harus waspada,”kata Meri lagi yang melihat ke depan.
“Meri,”kata Leo yang ingin tahu siapa dia sebenarnya.”Ada apa?,”kata Meri yang melihat ke arah Leo.
“Siapa kamu sebenarnya?,”ucap Leo.”Kenapa kamu bertanya seperti itu.Apa ada yang aneh dengan diriku,”kata Meri.
“Sejujurnya memang iya,”kata Leo.
“Apa yang membuat kamu berpikir seperti itu,”kata Meri yang masih santai tanpa ada keraguan di dalam dirinya.
“Aku tidak akan memecat kamu. Karena kamu memiliki potensi,”kata Meri.
Leo yang dengan jujur berkata kalau dia melihat Meri saat dia menolong Jesi dan John saat penyerangan waktu itu. Meri yang tidak terkejut hanya bisa melihat ke depan lagi.”Apa hanya itu saja yang membuat kamu curiga kepadaku,”kata Meri.
“Tidak ahnya itu saja. Tapi kedua kakak kamu juga terlihat sama seperti kamu dengan latar belakang keluarga kamu,”kata Leo.
“Apa yang ingin kamu ketahui dariku akan aku beritahu kepada kamu. Tapi bukan hari ini, jika sudah waktunya aku akan memberitahu kamu. Tidak masalah bukan,”kata Meri. Leo hanya menghela nafas saja sampai sopir itu menyelesaikan semua urusannya di depan dan masuk ke dalam mobil.
“Apa sudah selesai?,”kata Meri.
__ADS_1
“Sudah nona, hanya saja saya menemukan ini di saku mereka,”kata sopir yang memberikan lembaran itu kepada Meri. Meri mengambilnya dan melihat kalau lembaran yang di dapatkan oleh sopirnya dalah. Peta untuk menyerang musuh di medan perang. Meri yang sudah melihat langsung mengambil kambarya dan diberikan kepada Tarkam.
“Kita lanjutkan perjalanan,”kata Meri. Leo melihat Meri yang tersenyum membuat dia bingung,”Apa yang membuat kamu senang Meri.
Meri menoleh ke arah Leo dan berkata,”Kamu tidak tahu kalau kakakku dan Izam sedang menjalankan kerja sama dalam bisnis.”Leo hanya menggelengkan kepalanya sampai Meri berkata lagi kalau lembaran yang dia dapatkan adalah susunan rencana musuh.
Leo yang sudah mendengar kata Meri merasa terkejut tapi ada yang membuat dia bingung.”Jika itu memang adalah rencana musuh. Kenepa orang yang menghadang kita bisa memilikinya. Apa bukan jebakan,”kata Leo.
“Itu bisa jadi jebakan dan bisa jadi adalah mereka juga terlibat dalam penyerangan yang terjadi di perbatasan wilayah negara,”kata Meri.
“Jika seperti itu kenapa kamu menirim gambar kepada Tarkam,”kata Leo yang tidak tahu.
“Untuk membuat rencana ulang,”kata Meri. Saat mereka mengobrol mereka sudah sampai di toko takstil. Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalma toko untuk mencari kain yang di butuhkan.
Saat mereka melihat kain mereka berdua melihat Bela dan Rika yang juga sedang melihat kain untuk baju pernikahan.”Bukan itu adik kamu Meri. Tapi siapa laki-laki yang bersamanya seperti bukan tunangannya,”kata Leo yang sudah melihat wajah Aji dari televisi.
Meri juga melihat ke arah Bela dan Rika sedang melihat kain. Tapi Meri melihat yang lain,”Bukan itu jack. Kata hati Meri yang tersenyum sampai dia berkata kepada Leo,”Biarkan saja, jangan ganggu mereka.Kita di sini mencari kain ingat itu.”
Leo langsung menganggukan kepalanya dan mulai mencari bahan yang di cari. Sampai Rika melihat Meri,”Bukan itu Meri dan bersama dengan teman yang kita lihat di pagi itu bukan.”
Bela dan Jack langsung melihat ke arah mereka,”Kurasa mereka belum tahu keberadaan kita. sebaiknya kita pergi jangan mencari masalah dengan mereka dulu.Jangan sampai rencana yang sudah disusun gagal karena pertemuan ini.”
Bela yang setuju dengan usul Jack meninggalkan toko itu bersama dengan Rika. Meri yang melihat dari layar ponselnya hanya bisa berakting merlihat kain bersama dengan Leo. Sampai Leo berkata kalau mereka sudah pergi karena sudah menyadari keberadaan kita.
__ADS_1