Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 128


__ADS_3

Tika yang ada di dapur mendengarkan percakapan mereka berdua hingga obrolan yang sangat penting. Tika yang selesai mengupca buah membawa ke meja di dekat mereka berdua. Tika yang duduk di sebelah kakaknya dan melihat mereka berdua yang saling berbincang.


Helaan nafas mereka berdua setelah selesai membicarakan tentang tanda pembantaian. Tika yang merasa kalau tanda pembantaian adalah tanda peringatan yang dibuat oleh seorang yang memiliki kuasa yang tinggi.


Di tempat lain Meri dan ketiga orang yang bersama dengannya. Masih di cafe melihat perkembangan kondisi saat perkelahian dua belah pihak yang terjadi siang tadi. Meri yang juga tahu akan tanda pembantaian yang sedang terjadi, hanya bisa terdiam. Sementara kedua kakaknya dan Izam yang sedang membicarakanya. Meir yang tidak terlalu tertarik dengan apa yang terjadi hanay bisa mendengarkan.


Sampai pada topik kalau perbatasan sudah diserang dan desan dan kota di dekat wilayah perbatasan sudah dikuasai oleh musuh. Meri yang tidak tahu akan itu hanya bisa bertanya bagaimana korban apa mereka bisa diselamtkan.


Tapi respons yang diberikan tidak terduga karena mereka sudah di kendalikan oleh pihak musuh. Hanya bisa meuggu saja sampai mereka diperalat oleh mereka. Meri yang ingin tahu siapa yang menyerang perbatasan.


Tarkam dan Jaksen yang juga belum tahu akan informasi itu hanya mengelengkan kepalanya. Sedang Izam yang tahu mengatakan kalau mereka adalah gabungan dari organisasi dan musuh tetangga. Oraganisasi yang dimaksud adalah organisasi harimau yang menjadi musuh mereka. Keluarga sembunyi juga ikut terlibat dalam memberikan informasi. Tapi sampai sekarang hanay informasi saja untuk bala bantuan tidak ada. Karena mereka masih menyembunyikan identitas mereka berdua.


Apa yang terjadi akankah Meri ikut terlibat dalam perselisihan ini. Apa Meri akan diam saja, karena tempat lahirnya dalam krisis yang sangat tidak menguntungkan negaranya bisa memulihkan dirinya. Dengan semua kekacauan yang dibuat oleh anggota pemerintah yang tidak bertanggung jawan.


Perpecahan akan selalu ada. Cinta selalu ada pengorbanan. Hidup itu kadang indah dan kadang menderita. Kamu yang tidak tahu perjuangan hidup. Hanya bisa melawan dan menghancurkan musuh. Di dunia tidak ada yang instan. Jika kamu ingin berhasil kamu harus meraihnya.


Tapi jika kamu ingin yang mudah. Apa semua orang yang percaya dengan kamu harus dikorbankan. Ada kalanya kamu harus menyesal dengan apa yang kamu lakukan. Karena tidak semua harus mudah dilakukan. Lika-liku dunia ini menang menyakitkan. Kamu tahu yang benar dan salah. Jalan itu panjang dan sulit untuk di lewati.


Kata yang indah untuk di tulis oleh Meri yang sedang mendesain model baju. Meri yang mendengarkan sambil membuat desain tugas akhirnya untuk pameran. Di tenag ke ributan dengan semua kejadian yang tidak terduga. Selesai menikmati Meri dan kedua kakaknya pergi bersama dengan Izam meninggalkan lokasi.


Setelah semua ditangani oleh pihak anggota khusus. Meri yang tidak ingin terlihat oleh mereka segera pergi. setelah mereka selesai dengan semua urusannya. Di perjalanan menuju kediaman Sarca Meri dan kedua kakaknya yang diantar oleh Izam.

__ADS_1


Tapi mereka yang tidak tahu kalau saat mereka hendak pulang dan melewati jalan yang biasa mereka lalu. Di hadang oleh dua orang dari depan dan belakang.”Siapa mereka?,”kata Jaksen.


“Mereka adaka Jack dan Andre,”kata Meri yang melihat ke depan.


“Kenapa mereka berdua ada disini,”ucap Izam.


“Mana tahu kenapa mereka bisa ada disini. Jika mereka mengepung kita dari depan dan belakang bukan mereka ingin mengaja berkelahi dengan kita,”kata Tarkam.


“Itu bisa jadi,”ucap Meri.


Tarkam, Jaksen dan Izam yang keluar dari mobil sedangkan Meri yang ingin keluar dilarang oleh Trakam. Meri yang hanya bisa melihat dari dalam mobil apa yang akan terjadi dengan kerumunan nanti.Tarkam yang berjalan di depan dan Jaksen serta Izam di belakang.


Andre hanya tersenyum saja dan menyuruh anak buah yang ada dibelakangnya menyerang Tarkam. Tarkam yang melihat hanya bisa menundukan kepala dengang berkata,”Tidak mau mengatakan tapi ingin nyawa diambil.”


Petarungan hidup dan mati. Kamu yang selalu ada disisiku akan menjadi motivasiku. Tapi saat kamu mengorbankan untuk diriku. Aku tidak rela karena kamu yang aku inginkan. Jatuh bangun selalu ada untuk kita bangkit.Demi orang yang aku sayangi. Aku rela membunuh kamu.


Untuk saudaraku yang masih tersisa. Kamu yang ingin mati. Aku akan mengabulkannya. Karena kamu selalu membawa petaka untuk yang baik. kamu yang hanya mementingkan diri sendiri. Tidak perduli dengan orang lain. Kamu pantas mati di tempat ini. demi semuanya musuh kedamaian.


Jack yang tidak ingin membuat mereka mengalah juga membuat anak buahnya menyerang lebih dulu. Tanpa melihat lawan mereka banyak,kuat atau sendiri. Jack yang menginginkan nyawa mereka semua mati. Karena dengan adanya mereka rencana mereka yang sudah disusul akan gagal.


Perkelahian sudah dimulai dari depan dan belakang. Meri yang duduk sambil melihat mereka bertiga menghadapi musuh. Tapi tidak disangka saat mereka sedang sibuk Bela dan Rika datang dari samping ******. Meri yang melihat hanya bisa duduk. Sementara mereka berdua berjalan ke arah mobil dimana Meri ada.

__ADS_1


“Cepat keluar,”kata Rika dari samping pintu mobil. Meri yang melihat tidak hanya mereka berdua yang datang. Tapi ada beberapa orang yang mengikuti mereka berdua.”Kamu tidak ingin keluar. Cepat hancurkan pintu ini,”kata Bela dari samping.


Meri yang melihat mereka ingin menghancurkan mobil. Hanya bisa membuka pintu dan keluar.”Apa yang ingin kalian lakukan. Aku sudah di sini, cepat selesaikan,”kata Meri.


“Kamu tidak tahu berterima kasih ya kakakku yang cantik,”kata Bela.


“Aku tahu hanya saja, apa yang kalian berikan kepadaku selama ini. Apa pantas untuk menerima terima kasih,”ucap Meri.


“Jadi maksud kamu. Ingin menghancurkan rencana kami Meri,”kata Bela.


“Rencana apa yang kamu maksudkan,”kata Meri yang tidka tahu apa maksud mereka datang.Meri yang menebak saja kalau mereka ingin datang membunuh karena tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan oleh Meri. Meri yang tahu kalau hari ini akan datang juga.


Meri dengan santai berkata,”Apa yang ingin kamu lakukan dengan kamu datang ke sini mengepung kami.”


Bela yang mengakat tangannya memberikan isarat kepada anak buah yang dia bawa. Untuk membunuh Meri.”Jika kamu mau kembali. Kamu bisa selamat,”kata Bela.


“Untuk apa kembali, jika kamu hanya akan membuat akau tersiksa lagi,”kata Meri.


Bela yang mendengar jawaban dari Meri hanya bisa menyuruh anak buahnya membunuh Meri di tempat. Tapi Rika dan Bela yang tidak tahu kalau Meri bisa bela diri hanya bisa membuat mereka tercengang dengan apa yang dia lihat. Karena saat mereka menyerang Meri yang dengan santai membunuh tanpa ampun anak buah Bela dan Rika.


“Bagaimana kamu bisa membunuh mereka dengan muda,”ucap mereka berdua yang tidak percaya dengan Meri yang bisa berkelahi. Lawan mereka adalah mantan tentara dan  dan preman.

__ADS_1


__ADS_2