
Keluarga Izam yang belum mengenal Tarkam dan Jaksen yang baru masuk dalam kehidupan baru. Bertanya kepada Tarkam tapi,Tarkam tidak mengenalkan dirinya. Tapi malah melihat ke arah Izam yang membuat Meri akan terluka kembali. Izam yang ingin menjelaskan kepada kedua kakak Meri. Tapi kedua kakak Meri yang sudah marah langsung meninggalkan rumah keluarga Izam. Izam ingin mengejarnya tapi di hadang oleh mantan tunangan Izam.
Izam mendorong mantan tunangannya dan berjalan keluar untuk bertemu dengan Tarkam dan Jaksen. Tapi saat sampai di luar mereka sudah mengendarai mobilnya keluar dari halaman. Izam ingin mengejar mereka tapi lagi-lagi di tahan oleh ayah dan ibunya.
“Kamu mau kemana?,”ucap Ayah.
“Itu bukan urusan ayah, lepaskan,”kata Izam yang mulai kesal. Dengan cepat Izam melepaskan tangan ayahnya dan masuk ke dalam mobil. Sebelum Izam pergi dia berkata kalau dia tidak suka dengan gadis yang dibawa oleh ayah dan ibunya. Karena Izam memiliki gadis yang dia sukai tapi bukan mantannya.
Nenek dan kakek yang melihat Izam sangat berbeda dan sudah terlihat dewasa. Tapi kakek yang merasa kalau ada fakttto luar yang membuat Izam berubah.”Apa mereka berdua yang datang ke sini tadi yang membuat Izam berubah,”ucap kakek dalam hati.
Izam yang sudah pergi meninggalkan rumah utama menyusul mobil Tarkam yang masih bisa terkejar. Izam yang menghentikan mobil Tarkam dengan memblok jalan yang dia lalui. Izam keluar setelah memblok jalan Tarkam. Jaksen keluar dengan tatapan tajam.”Untuk apa kamu menghalangi kami berdua. Kamu ingin mati,”kata Jaksen dengan nada dingin.
“Aku tahu salah, tapi biarkan aku menjeleskan apa yang sedang terjadi apa yang terjadi,”kata Izam.
“Apa yang ingin kamu jelaskan, semua sudah jelas bukan kalau orang tua kamu ingin kamu balikkan dengan mantan tunangan kamu yang dulu,”kata Tarkam yang membuka pintu.
“Aku dan orang tuaku sudah lama berselisih sejak posisi dan perusahaanku hancur. Aku juga tidak suka dengan mantanku. Aku ingin Meri. Tolong berikan aku sempatan, aku tidak ingin meninggalkan Meri,”kata Izam yang sedikit bingung ingin berkata apa kepada Tarkam dan Jaksen karena mereka terlihat marah.
Tarkam dan Jaksen melihat satu sama lain. karena mereka berdua tahu apa yang sedang terjadi diantara mereka berdua. Keluarga yang tidak mendukung dan Izam bersama dengan nenek dan kakeknya tinggal.
“Ok kami akan beri kamu kesempatan, tapi jika Meri tahu kalau kamu ada kaitanya dengan mantan kamu itu. Jangan salahkan kami kalau apa yang kamu harapkan bisa saja musna karena kamu sendiri,”kata Tarkam.
Izam yang mendengar ucapam Tarkam merasa senang. Tapi Izam tidak tahu harus berkata apa di depan mereka sampai yang dipikirkan oleh Izam adalah bagaimana pertunangannya akankah berlanjut.”Apa yang kamu pikirkan, cepat naik ke dalam mobil dan temui Meri. Atau kamu ingin memberitahukan kepada nenek dan kakek kamu bersama dengan orang tua kamu,”kata Jaksen.
Izam yang masih terdiam sampai dia berkata kepada Tarkam dan Jaksen kalau dia akan menjelaskan kepada nenek dan kekeknya.”Tolong berikan aku waktu untuk menyelesaikan masalahku dulu. Setelah masalahku selesai aku akan datang menemui Meri,”kata Izam yang berjalan masuk ke dalam mobil.
Mobil Izam yang pergi kembali ke rumah utama untuk bertemu dengan nenek dan kakek. Sementara Tarkam dan Jaksen yang melihat laju mobil Izam hanya bisa terdiam.”Ikuti atau kembali,”kata Jaksen.
__ADS_1
“Kita kembali untuk memberitahukan kepada Meri, biarkan dia yang memutuskan,”kata Tarkam.
Meri yang saat itu sedang bersama dengan Leo, Jesi dan John yang kebetulan lewat jalan yang dimana mereka berdua menghentikan mobilnya. Dari jauh John yang berhenti karena mobil di depan sampai mereka berdua tidak bertanya karena sudah mengenal mobil keduanya.
“Mau mendengarkan mereka,”kata Jesi.
“Bagaimana caranya,”kata Leo. Jesi yang sudah menerbangkan lebah pemantau yang di kendalikan oleh ponselnya. Saat mereka sedang berbicara mereka mendengarkan percakapan mereka sampai mereka selesai berbincang Meri keluar dan berjalan ke arah kedua kakaknya. Setelah Izam pergi menjauh.
“Mau memberitahukan apa,”kata Meri yang tersenyum dengan mobil di belakang.
“Meri,”kata keduanya yang sangat terkejut dengan kedatangan Meri.
“Sejak kapan kamu di situ,”kat Jaksen.
“Baru saja,”kata Meri.
“Itu karena orang tua Izam ingin Izam kembali dengan mantanya. Tapi Izam tidak ingin kembali dan memilih Meri,”kata Tarkam.
“Apa masalah orang tua Izam masih belum selesai,”kata Leo.
“Seperti yang kalian lihat tadi,”kata Jaksen. “Meri,”ucap Tarkam.
“Aku tahu, aku akan menuggu dia datang jika sudah yakin dengan keputusannya,”kata Meri.
“Tapi kalian mau kemana,”kata Jaksen.
“Mau ke bukiti di sana untuk mencari tanaman,”kata John.
__ADS_1
“Hati-hati,”kata Tarkam. Meri dan ketiga kawanya kembali ke mobil dan mulai melanjutkan perjalanan mereka. sedangkan Tarkam dan Jaksen yang kembali ke perusahan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang belum selesai.
Di tempat Izam yang sudah kembali ke rumah utama yang dimana orang tua Izam dan tunangannya yang masih ada di tempat. Izam masuk ke dalam dan melihat mereka saling berbincang tapi suasana tidak menyenangkan. Karena ada satu orang yang datang yang ikut dalam perselisihan mereka. Izam yang sudah berjalan menghampiri kakek dan nenek yang sudah terpojok oleh orang tua Izam dan satu ornag yang tidak dikenal.
“Izam kamu harus melanjutkan pertunngan kamu,”kata ibu.
“Tidak. Kenapa tidak ibu saja yang bertunangan karena ibu yang menyetujui,”kata Izam.
“Apa kamu mau durhaka dengan orang tua kamu,”kata ibu.
“Apa ibu pernah memberikan apa yang aku berikan dari pada menekan,”kata Izam.
“Kalian hanya ingin kekuasaan dan harta saja dari pada anak kalian. Aku tidak tahu kenapa aku terlahir dari keluarga yang seperti kalian,”kata Izam.
“Bawa Izam dan kurung dia sampai hari pertunangan dan pernikahan mereka datang,”kata ayah kepada orang berbaju hitam dengan wajah yang ditutupi.
Izam yang merasakan kalau ada yang berbeda dengan orang yang dibawa oleh orang tuanya. Tapi Izam yang bisa melawan sampai ada satu orang lagi. Izam tidak mau ikut dengan mereka hanya bisa melawan. Sampai akhirnya orang itu melakukan dengan cara mereka dengan memukul Izam. Tapi Izam bisa menghindar dengan baik.
Tapi tidak di ketahui oleh Izam nenek dan kakek di tangkap agar Izam menyerah. Izam yang tidak ingin kakek dan neneknya terluka hanya bisa menyerah sampai Jaksen yang tidak sengaja datang membantu Izam.
“Kalian tidak apa-apa,”ucap Jaksen.
“Kurasa ada sedikit tikus pengganggu di sini,”kata Tarkam yang masuk. Izam yang melihat kebelakang dan ke depan ada Jaksen yang menolong nenek dan kakek. Di depan Tarkam yang masuk.
“Kenapa kalian bisa ada disini lagi, bukan kalian kembali tadi,”kata Izam.
“Awalnya iya ingin kembali. Tapi ada kabar dari anak buahku kalau ada penyusup yang masuk dan kami diberitahu kalau penyusup itu ada di rumah kamu,”kata Tarkam. Orang yang berbaju hitam mulai membalas apa yang dilakukan oleh Jaksen. Tapi Jaksen yang melihat tanda tidak asing lalu berkata,”Tukang onar, kalian datang di tempat yang salah.”
__ADS_1