Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 19


__ADS_3

Setelah jauh dari lokasi kebakaran Meri hanya melihat dari jauh tempat dia tinggal sudah dimakan oleh jago merah. “Kenapa nasibku sial sekali,”ucap Meri dengan suara kecil sambil melihat kotrakannya dimakan oleh api.


Erik dan Tora yang datang hanya melihat Meri dengan tatapan biasa. “Bukan kamu masih memiliki satu tempat lagi untuk ditinggali,”ucap Erik.


“Memang masih ada. Tapi apa yang aku minta sudah dicari belum,”kata Meri.


“Kami sudah mencari tahu hanya saja sedikit ganjil,”ucap Tora yang memalingkan wajahnya.


“Aku tebak apa ini ada kaitannya dengan identitas orang tuaku,”ucap Meri yang sedikit tahu apa yang terjadi.


“Itu benar,”kata Tora.


Mui dan Ahmad yang sedang melihat kondisi Ilyas yang mulai memburuk hanya bisa menghentikan merke bertiga berdebat.


“Dimana tempat tinggal kamu yang baru, kondisi kakakku semakin tidak baik,”ucap Ahmad.


“Tempat tinggalku yang baru belum ada, kalau yang lama ada baru saja kena api merah,”kata Meri.


“Jangan bercanda,”ucap Ahmad dengan keras. “Jika kamu khawatir dengan kondisi kakak kamu bawa dia ke rumah sakit dimana adik kamu berada, bukannya itu lebih bagus,”kata Meri yang memberikan usul.


Tapi dari kedua orang tidak memberikan respon yang membuat Meri bingung. Sampai Erik berkata,”Itu mustahil, karena keluarga Rendra dalam masa kritis. Jika diketahui kepala keluarga dari keluarga Rendra terluka mereka akan diserang. Sama halnya saat ini.”


Meri yang berpikir hanya terdiam kemudian dia menatap ke langit yang sudah gelap dan kemudian melihat ke arah Ilyas. Meri yang menghela nafas hanya bisa terdiam sampai hatinya tenang karena bertemu dengan Bela.


Apa yang terjadi malam ini membuat Meri bertanya kenapa dia ingin posisiku yang tidak ada artinya. Apa keluarga Bram tahu identitas orang tua kandung Meri. Meri yang berpikir kembali tersadar saat dia mendengar suara tembakan.


“Baiklah kalian ikut denganku. Erik Tora selamatkan mereka yang terluka, dan suruh anak buah kamu Tora untuk waspada. Aku tebak malam ini akan panjang,”kata Meri. Tora hanya menggangukan kelapanya dan bergegas pergi.


Erik yang membantu yang lain pergi ke tempat tinggal yang baru milkik Meri. Di perjalan menuju rumah baru, Meri selalu merasakan kalau ada tatapan mata yang selalu mengawasinya. Meri yang merasa tidak nyaman hanya bisa menyembunyikannya sampai dia melihat ke arah lain.

__ADS_1


“Siapa dia, dari pakaian yang dia kenakan bukan dari organisasi atau tentara atau juga dari negara ini,”ucap Meri dengan suara kecil. Tapi anehnya saat mata mereka bertatapan orang itu langsung pergi seperti menyembunyikan identitasnya. Di depan rumah baru kontrakan Meri yang letaknya tidak jauh dari kontrakan lama. Meri yang membuka pintu mempersilakan mereka masuk.


Sampai didalam  Ilyas yang kondisinya tidak baik membuat Meri resah. “Bagaimana kondisinya?,”kata Meri.


“Untuk sekarang kondisi tubuhnya mengalami penurunan,”kata Mui. Meri yang melihat kondisi Ilyas yang pucat dan suhu tubuh yang panas.”Pasti ini efek dari operasi,”kata Meri. Yang berjalan ke arah rak buku, Meri membuka ruang rahasia dimana semua peralatan medis, peralatan kerja tersimpan di dalamnya.


“Kalian tidak usah banyak tanya, bawa saja kakak kamu masuk ke dalam ruangan rahasia. Cepat ikut aku ke dalam,”kata Meri yang masuk. Sedangkan Erik hanya terdiam dan mengamati sekitar lingkungan.”Kurasa tidak akan ada yang datang,”ucap Erik yang bisa bersantai dengan lega.


Meri yang masuk ke dalam ruang rahasia bersama dengan ketiga orang yang membawa Ilyas. “Letakan kakak kamu dikasur itu,”kata Meri yang membuka lemari penyimpanan. “Mui bantu aku menyiapkan peralatan ini, agar kita mudah mengecek kondisi pasien,”kata Meri.


Mui melakukan apa yang dikatakan oleh Meri satu jam telah berlalu semua peralatan sudah dipasang di tubuh Ilyas. Ahmad yang melihat ke dalam ruangan hanya menatap Meri. Meri yang tahu dengan tatapan Ahmad hanya terdiam.”Jika kamu tidak ada keperluan yang lain, kamu bisa pergi dari ruangan ini. Biarkan Mui yang menjaga kakak kamu,”kata Meri.


“Siapa kamu, kenapa kamu memiliki semua barang ini?,”kata Ahmad.


“Kenapa kalian lama sekali,”ucap Erik yang masuk kedalam ruangan rahasia.


“Jika tidak ada lagi aku akan pergi,”ucap Erik.”Tunggu aku ingin kamu selidiki orang yang baru saja mengawasi kita,”kata Meri.


“Aku mengerti, jika tidak ada perintah lagi. Aku pergi, jaga dirimu,”kata Erik yang hendak ingin pergi tapi dia mengingat satu hal.


“Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini Meri. Aku dengar kamu dikeluarkan dari sekolah karena identitas kamu dan kamu juga di pecat dari cafe,”kata Erik.


“Kamu tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja,”kata Meri. “Apanya yang baik baru saja kontrak kamu kebakaran,”kata Erik.


“Kamu memang tidak memiliki perasaan ya,”ucap Meri. Erik hanya tersenyum dan segera pergi darai ruang rahasia. Ahmad dan Mui yang mendengar percakapan mereka hanya menatap satu sama lain. “Kamu dikeluarkan dari sekolah dan cafe apa itu karena kami,”ucap Ahmad.


“Bukan itu karena organisasi kalajengking dan satu lagi orang yang dia tidak suka denganku,”kata Meri.


“Apa maksud kamu Bela?,”kata Ahmad.

__ADS_1


“Tepat sekali,”kata Meri dengan jujur. “Bagaimana Bela mengenal kamu, apa hubungan kamu dengan dia sampai dia ingin membunuh kamu,”kata Ahmad.


“Aku adalah Meri Maratika Sari anak adobsi dari keluarga Sari. Tapi aku juga dicebak oleh adikku Bela karena tuduhan palsu dan dimasukan ke dalam penjara. Tapi ditengah jalan ada orang yang ingin membunuhku dan masuk jurang,”kata Meri.


“Apa maksud kamu?,”kata Ahmad yang bingung.


“Intinya diriku sudah mati dari data kepolisian karena kecelakaan masuk ke jurang,”kata Meri.


“Tunggu kenapa ceritaku tidak asing,”kata Mui.”Meri hanya terdiam sampai Ahmad yang juga tidak tahu bertanya kepada Mui.


“Apa maksud kamu?,”kata Ahmad.


“Apa kamu tidak tahu yang seharusnya bertunangan dengan keluarga Sari adalah Meri. TaPI KARENA Meri menghilang dan dinyatakan telah mati karena semua kecelakaan pertunangan digantikan oleh Bela. Tapi karena Bela tidak mau pertunangan keduanya dibatalkan. Yang menyebabkan perusahaan  jaya indah sahamnya turun,”kata Mui menjelaskan.


“Aku tidak tahu kalau aku sudah bertunangan dengan keluarga Rendra,”kata Meri.


“Apa kamu yakin tidak tahu tahu apa yang terjadi sebelum kecelakaan terjadi,”kata Mui.


“Dia tidak tahu karena saat dia pulang dari rumah sakit, orang tua angkatnya mengurungnya di dalam kamar sampai polisi datang dan tuduhan itu terjadi,”kata Erik yang kembali masuk.


“Kenapa kamu kembali lagi,”ucap Meri ada laporan yang masuk dari tentara elang hitam. Meri mengambil laporannya dan membacanya dengan seksama kalau setengah dari pasukan telah menghilang di gurun pasir dimana mereka sedang mencari buku kuno.


“Apa kamu yakin dengan informasi ini,”kata Meri.


“Itu baru saja dicek dan data asli, sama saat dia pergi ke gurun pasir. Kejadian  juga sama saat orang tua kandung kamu juga menjelajah sampai sekarang masih belum ditemukan,”kata Erik.


“Kenapa ada yang ganjil ya. Apa kamu sudah menyelidiki latar belakang orang tuaku dengan teliti,”kata Meri.


“Sedang dalam penyelidikan, kenapa kamu tidak sabaran. Apa terjadi sesuatu yang membuat kamu gelisah,”kata Tora yang datang.

__ADS_1


__ADS_2