
Ilyas yang melihat tatapan Meri membuat dia khawatir. Ilyas mendorong kursinya dan datang disamping Meri. Ilyas memegan tangan Meri dan menatap ke arahnya.”Apa kamu baik saja?,”kata Ilyas.
Meri hanya tersenyum kepada Ilyas sampai Ahmad dan anak buahnya keluar untuk membantu Tora di luar. Nenek dan kakek Meri dan keluarga Celsi menatap Meri.
“Apa kamu tahu siapa datang ke sini, Meri,”ucap laki-laki tua dengan tatapan perhatian.
“Aku tidak tahu, tapi mereka datang ke sini ingin membunuh kalian berempat bukan,”ucap Meri yang tersenyum.
“Apa yang kamu katakan itu benar mereka datang untuk kami. Tapi mereka datang dengan niat yang buruk sama hal dengan ayah dan ibu kandung kamu yang mati karena mereka. Sampai kamu di letakan di panti asuhan cahaya indah pada malam yang dingin,”kata kakek Meri.
“Apa anda mengenal ayah dan ibu kandung saya,”ucap Meri dengan tatapan ingin tahu. Tapi niat itu dia urungkan karena dia harus mencari celah untuk mengalahkan musuh.”Mereka tidak memiliki celah,”ucap pelayan dari kakek Meri.
“Apa kamu yakin mereka tidak memiliki celah,”kata Meri yang sudah membuka leptopnya dan mencari celah dari arah pergerakan mereka.
“Meri kami sudah datang mereka sudah menuju ke tempat Tora,”kata Boya.Meri yang tersenyum karena telah menemukan celah dari pergerakan musuh dan gerakan pertarungan mereka. Meri menatap ke arah Boya,”Gunakan strategi eksperimen untuk melawan mereka dengan produk yang baru saja dibuat.”
Boya yang menatap dingin ke arah Meri menghela nafas.”Apa kamu yakin menggunakan strategi itu?,”kata Boya yang merasa ragu.
“Gunakan saja kelompok organisasi kalajengking juga ikut menyerang tempat ini,”kata Erik yang masuk bersama dengan Erika.
“Apa?,”ucap Ilyas. Boya yang tidak bisa berkata apa-apa dengan kondisi yang ada hanya menurutu perintah Meri. Tapi saat boya ingin pergi Meri berkata,”Silang dua tusuk satu berputar 30 derajat ke barat.”
Boya yang tahu kata sandi tersebut langsung bergeges pergi dimana Boya memberitahu anak buahnya untuk mengepung dua kelompok menjadi empat bagian yang terdiri dari penembak, bertahan dan menyerang musuh secara bergiliran.
Setelah Boya memberitahukan kepada Tora dan anak buah lain mereka mengubah haluan pertarungannya bersama dengan anak buah Ahmad. Sedangkan Meri yang masih didalam menatap nenek dan kakek yang asli.
“Siapa ayah dan ibuku kakek nenek jika kamu menganggap cucu kalian,”kata Meri menatap mereka berdua. “Pasti kamu membenci mereka karena kamu dibuang saat kecil dipanti asuhan cahaya indah,”ucap Nenek Meri.
“Aku tidak membenci mereka, aku hanya ingin tahu kenapa mereka meninggalkan aku dipanti asuhan,”kata Meri.
__ADS_1
“Untuk sekarang nenek dan kakek tidak bisa mengatakannya. Kami harus pergi sekarang, kami tidak ingin kamu terluka karena keluarga kamu,”kata nenek yang mengelus wajah Meri dengan tatapan sedih.
“Kenapa kalian ingin pergi setelah beberapa tahu tidak bertemu dengan cucumu,”ucap Meri yang menahan tangis.
“Jika kamu di sini terlalu lama mereka akan membunuh kamu Meri. Kamu adalah satu putri dari keluarga Celsi keluarga tersembunyi dari tiga keluarga terpandam,”kata kakek.
“Jika aku memang keluarga Celsi seperti yang kakek ucapkan. Kenapa kalian di buru, apa terjadi masalah dengan ketiga keluarga,”kata Meri.
Kakek hanya menghela nafas,”Sampai mana kekuasaan yang kamu miliki.”
“Kekuasaan apa yang kakek miliki aku hanya anak biasa yang tidak memiliki apa-apa,”ucap Meri.
“Jika kamu berkata seperti itu kenapa tentara elang hitam mau patuh dengan perintah yang kamu berikan,”ucap kakek yang tersenyum.
Meir tersenyum sampai kakek dan nenek mengurungkan niat mereka untuk pergi karena suasana sudah bisa diatasi.”Tadi kamu bilang tidak ada cela tapi kenapa tentaraku bisa mengatasinya,”kata Meri kepada pelayan kakek.
“Maaf nona, saya lancang. Saya tidak tahu kalau nona bisa melakukanya dengan baik,”ucap pelayan kakek. Meri hanya tersenyum sampai Ahmad, Tora dan Boya datang membawa beberapa orang yang bisa di intograsi.
“Untuk organisasi kalajengkin, tidak usah di intograsi aku tahu maksud kedatangan mereka ada dua hal yang pertama menggagalkan pertunangan kedua keluarga dan kedua untuk membunuh sisa barang,”ucpa Meri. Sampai kakek dan nenek keluarga Sari terkejut dengan ucapan Meri.
“Apa maksud kamu Meri?,”kata kakek.
“Sebenarnya keluarga Rendra ada sedikit perselisihan dengan organisasi kalajengking itu yang menyebabkan Meri dalam bahaya. Tapi saya jamin Meri akan aman selama dia bersama dengan saya,”kata Ilyas yang membuat alasan.
Tapi kakek dan nenek dari keluarga Celsi yang mendengar perkataan Ilyas ada maksud yang disembunyikan dari ucapan Ilyas. Mereka berdua hanya terdiam saja sampai kondisi benar baik.
“Mau diapakan mereka Meri,”kata Tora. Meri yang sedang berpikir dengan tatapan ke arah Meri membuat dia harus membuka satu rahasia yang dia miliki. Meri yang sedang termenung melihat kearah Tora yang memalingkan wajahnya.
“Dia minta dihukum ternyata,”ucap Meri dalam hati sambil menatap Tora. “Biarkan kami saja yang mengintograsi mereka,”kata pelayan nenek.
__ADS_1
“Tidak biarkan aku saja, karena aku juga ingin tahu apa yang terjadi,”kata Meri yang berdiri.
“Bagaimana kamu bisa melakukannya?,”kata Ilyas. Meri yang mencoba merangkai kata membuka mulut.”Nenek kakek sebelumnya Meri minta maaf ya atas keluarga Sari dan untuk keluarga Rendra. Sebenarnya Meri memili rahasia yang aku sembunyikan selama ini,”ucap Meri.
“Rahasia apa yang kamu maksud?,”kata Ilyas.
“Dia adalah Jendral dari tentara Elang Hitam,”ucap Boya yang sedikit berbohong.”Apa?,”ucap nenek dan kakek.
“Bagaimana mungkin Meri yang anak biasa menjadi Jendral,”kata kakek. Ilyas yang tidak terkejut dengan ucpana Erika hanya menatap ke arah Meri.
“Apa hanya itu saja yang ingin kamu sampaikan?,”kata Ilyas.
“Tidak, aku adalah jendaral dari tentara elang hitam dan juga pimpinan dari markas elang hitam. Itu hanya sebagain rahasia yang ingin aku bagi pada kalian. Tapi ada rahasia yang tidak aku akan sampaikan karena belum waktunya,”kata Meri tersenyum dan menghampiri musuh dari keluarga Celsi.
“Apa yang ingin kamu lakukan?,”ucap Ahmad yang melihat Meri jongkok didepan musuh.
“Tidak ada hanya melihat wajahnya saja. Tampan apa tidak itu saja,”ucap Meri yang tidak tahu Ilyas menatap tajam dengan aura dingin ke arah Meri. Sampai Ilyas datang disampingnya berkata,”Jika dia tampan apa yang ingin kamu lakuka.”
Meri menoleh kearah suara dan terkejut Ilyas ada disampingnya dan mata mereka saling memandang. Meri yang merasa malu kembali menatap ke arah musuh didepannya. Kakek keluarga Sari dan Kakek keluara Celsi yang melihat mereka berdua tidak mengganggu.”Mereka sangat cocok,”ucap kedua nenek dari keluarga Sari dan Celsi.
Keluarga sari dan keluarga celsi saling memandang dengan tatapan ramah mereka saling mengucapkan terima kasih telah merawat Meri. Mereka juga berterima kasih karena telah memiliki cucu yang baik setelah anak pertama mereka yang meninggal.
Meri yang tidak ingin menjawab pertanyaan Ilyas menatap dengan tajam dan berkata,”kenapa kamu datang ke sini, Firgo.” Firgo yang melihat ke depan dan menatap Meri sementara semua ornag yang mendengar menatap ke arah Meri.
“Bagaimana kamu bisa mengenalku, siapa kamu?,”ucap Firgo.
“Untuk apa aku mengenalkan diriku, sementara kamu akan membunuh nenek dan kakekku,”ucapa Meri dengan tajam.
“Mereka memang pantas mendapatkannya, siapa kamu? Tidak ada yang tahu nama asliku kecuali pimpinanku,”kata Firgo.
__ADS_1
“Apa pimpinan kamu masih selamat sampai sekarang Firgo,”kata Meri.
“Apa dia adalah Alexsa,”kata Meri yang berbisik. Firgo yang mendengar terkejut dan ingin emmbunuh Meri tapi dia tertahan oleh Tora dan Ahmad setelah mereka mendengar nama Firgo. Firgo melihat ke kanan dan kirinya, yang dia lihat adalah tatapan tajam.”Kamu tidak tahu kalau mereka berdua dan orang yang ada disini tidak suka dengan kamu,”ucap Meri yang berdiri.