
Leo yang sudah memeriksa kondisi Tea kembali ke rumah bersama Tika. Tapi sebelum mereka kembali Leo berpesan untuk menjaga kakak mereka. Jika ada masalah harus memberitahkan kepada Leo atau Tika yang ada di rumah samping mereka. Setelah mendapatkan pesan dari Leo mereka kembali ke rumah. Tika yang masuk ke kamar untuk istirahat.
Sedangkan Leo yang masih menyelesaikan tugas kampus yang belum selesai. wkatu terus berjalan sampai pagi datang Leo yang tertidur di ruang tamu sampai Tika membangunkan Leo. “Kakak tidak pergi ke kampus hari ini,”ucap Tika.
Leo terbangun dan merenggangkan tubuhnya.”Kakak berangkat hari ini. kakak nanti pulang agak malaman. Jika ada apa-apa kamu hubungi kakak ya,”ucap Leo yang menuju kamar mandi.
Tika yang sudah selesai mandi dan membuat makan pergi keluar untuk memeriksa kondisi Tea yang sedang sakit. Tika mengetuk pintu dan dibukakan oleh adai perempuannya.”Halo kakak,”ucap adik perempuan Tea.
“Bagaimana kondisi kakak kamu apa sudah membaik?,”ucap Tika yang menayakan kabar Tea.
“Kakak masih tertidur untuk suhu tuhubnya sudah mulai menurun,”ucap adik perempuan Tea. Tika yang masuk dan memeriksa kondisi Tea. Selesai memeriksa Tika melihat sekelilingnya,”Kalian ingin sarapan pagi dengan apa. Bairkan kakak siapkan untuk kalian.”
“Tapi kakak,”ucap adik Tea.”Kenapa?,”ucap Tika yang sudah membuka lemari kulkas.”Apa kakak tidak masuk sekolah hari ini. Nanti kakak terlambar bagaimana?,”ucap adik Tea.
“Kakak tidak akan terlambat jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Tika. Tika yang sudah memilih muali memasak dan tidak lupa dia membuat bubur untuk Tea jika nanti dia bangun. Tika yang dibantu oleh adik perempuan Tea mulai memasak. Sampai Leo datang berkunjung,”Tika kakak berangkat dulu ya. Piring di rumah sudah kakak bersihkan jadi kamu tidak usah khawatir. Jika kamu sudah selesai jangan lupa berangkat sekolah,”ucap Leo dari balik pintu.
“Iya kak,”ucap Tika yang sudah selesai dengan masakannya. Selesai dengan masakan mereka makan bersama Tika yang hendak pergi melihat kondisi Tea terlebih dahulu. Setelah smeua selesai Tika berpamitan dengan adik Tea. Tika berangkat sekolah dengan memberikan nomor yang bisa mereka hubungi.”Ini no kakak saya dan no saya jika ada apa-apa kamu bisa menghubungi kami, mengerti,”ucap Tika.
Sementara di tempat lain Meri yang bangun pagi dan membereskan semua keperluan yang dia bawa. Menuju ruang makan, Meri yang sudah melihat Jesi dan John bersama keluarganya yang sudha ada di tempat. Meri yang sudah duduk di ikuti oleh Tarkam. Meri yang ada disampingnya menayakan kabat Tarkam tapi respons yang diberikan kalau Tarkam baik saja.
Tapi dimata Meri kalau Tarkam dan Jaksen mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnis.”Apa terjadi sesuatu dengan mereka berdua?,”kata hati Meri sambil menikmati sarapan pagi.
“Hai Meri. Apa kamu tidak apa-apa?,”kata Jesi.
“Memangnya kenapa denganku,”kata Meri yang menatap bingung ke arah Jesi.”Soal Leo yang tidak kamu tawari tinggal. Apa kamu tidak takut kalau dia diserang oleh musuh,”ucap Jesi.
__ADS_1
“Untuk apa khawatir dengan Leo. Dia bisa menjaga dirinya sendiri,”kata Jaksen.”Apa maksud kamu kak Jaksen?,”kata Jesi.
“Kamu tidak tahu kalau Leo itu adalah bawahan Firgo dan kakak kalian berdua,”kata Jaksen.”Apa?,”ucap John dan Jesi yang terkejut.
“Pantas saja kemarin dia bertanya seperti itu kepada kami. Dia itu bawahan kakek ternyata,”kata John yang baru saja sadar.
“Sudah lanjutkan saja kita sarapannya. Kita harus berangkat ke kampus,”kata Meri yang sudah selesai dia menuju ruang tamu. Dimena Meri masih menuggu Jesi dan John sampai Tarkam datang.
“Apa kamu terluka saat penyerangan kemarin?,”kata Tarkam.”Tidak aku baik saja,”ucap Meri yang menatap ke arah Tarkam yang duduk disebelahnya.
“Jika ada masalah kamu bilang saja,”ucap Tarkam. Meri hanya mengganggukan kepalanya samoai Jaksen datang dan Tarkam berdiri. Mereka berangkat kerja bersama setelah mereka berdua pergi Jesi dan John datang bersama dengan Nenek.
“Hati-hati di jalan,”ucap Nenek 2.
“Sejak kapan kamu tahu tentang Leo, Meri,”ucap Jesi.”Sejak awal. Tapi kenapa kalian menayakan itu lagi. Tidak ada topik yang lain,”kata Meri.
“Tidak,”ucap mereka berdua.”Lalu bagaimana kamu dan Izam apa sudah baikkan,’kata John.
“Sudah lama. Beberapa hari yang lalu kami ke temu di toko perlengkapan jahit,”ucap Meri.
“Tapi waktu itu kamu bersama dengan Leo bukan,”kata Jesi.”Iya,”ucap Meri.
Mereka yang asik berbincang sampai di kampus. Meri yang sudah keluar dari mobil menuju ruangg praktek. Leo yang tidak lama setelah Meri berangkat juga masuk ke dalam ruang praktek. Mereka berdua yang masih memilih dan mencari bahan sampai waktu habis. Mereka kembali bersama.”Bagaimana kamu kemarin baik saja?,”kata Meri.
“Aku baik saja hanya saja. Teman kamu Tea sekarang sedang deman,”kata Leo.”Apa?,”ucap Meri ke arah Leo.
__ADS_1
“Sekarang bagaimana kondisinya?,”kata Meri.”Untuk sekarang demamnya sudah turun,”kata Leo.
Meri yang sudah mendengar kabar Tea kalau dia baik-baik saja merasa lega.”Jadi nanti kita mulai mencari kainnya lagi. Selesai mencari kain kita mulai bekerja lagi untuk pelelangannya. Kmau tidak apa-apa jika pulang pagikan,”kata Meri.
“Tidak masalah nanti biar aku menghubungi adikku,”kata Leo. Selesai dengan kegiatan kampus yang melelahkan Jesi dan John yang juga sudah selesai menuggu Leo dan Meri. Untuk mereka pergi ke toko kain yang belum mereka temukan.
Leo dan Meri yang sudah selesai melihat Jesi dan John yang sudah menuggu mereka.”Itu mereka,”kata Leo.”Kita ke sana,”kata Meri. Berjalan menuju Jesi dan John dan mereka mulai menyapa satu sama lain. kemudian mereka masuk ke dalam mobi untuk pergi ke tempat tujuan.”Kita pergi kemana lagi,”ucap John yangaa tidak tahu harus pergi kemana.
Meri memberikan lokasi kepada John untuk tempat yang akan dikunjungi. Di perjalanan yang damai dan tenang tidak ada gangguan mereka mengobrol satu sama lain. Sampai mereka menghentikan mobilnya karena ada kecelakaan di depan.
“Kenapa berhenti,”ucap Meri.”Iya kenapa?,”kata Jesi.”Di depan ada kecelakaan,”ucap John.
Meri dan Jesi yang melihat ke depan kalau ada kecelakaan. Tapi kenapa bala bantuan belum datang,”kata Jesi.
“Aku juga tidak tahu,”kata Meri yang membuka pintunya. Sebelum Meri keluar dia menutup wajahnya yang di ikuti oleh Leo. John dan Jesi yang melihat hanya mengikuti Meri. Sampai di luar John berkata,”Kenapa kita keluar.”
“Lihat kondisi korban. Jesi kamu hubungi rumah sakit akau polisi disekitar ini. untuk meminta bantuan,”kata Meri.
“Ada aja masalah yang datang,”ucap Leo yang mengikuti dari belakang.”Kenapa wajak kamu Leo,”uca John yang melihat.
“Kenapa dengan wajahku,”ucap Leo.
“Tidak enak dipandang,”kata John dengan jujur.”Itu karena masalah yang datang saat kita pergi bersama,”kata Leo.
John terdiam mendengar ucapan Leo. Sampai dia menatap ke arah Leo. Leo yang melihatnya hanya bertanya,”Kenapa kamu melihat aku dengan tatapan ingin membunuh. Memangnya aku salah apa.”
__ADS_1