Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 63


__ADS_3

Meri dan Tarkam yang lewat pintu belakang dihadang oleh prajurit.”Tunggu kalian siapa dan tunjukkan identitas anda,”ucap prajurit.


Meri memberikan identitas dia dan prajurit mengijinkan mereka berdua masuk ke dalam gedung. Meri dan Tarkam yang masuk melewati gedung belakang bertemu dengan anggota lain.”Bos,”ucap anak buah yang mengenal Meri.


“Sudah antar aku ke ruangan Delta sekarang,”ucap Meri.


“Tapi ada yang kurang dalam pembentukannya ya,”ucap Tarkam yang melihat sekitarnya.”Ada yang kurang seperti persenjataan ya,”ucap Meri.


“Itu benar, itu nanti bagian akhir karena pembangunan lantai rahasia masih belum selesai di bangun,”ucap Meri menjelaskan.


“Jadi seperti itu di bagi menjadi berapa kateogori,”ucap Tarkam. Meri hanya memberikan empat jarinya kepada Tarkam.”Empat kategori apa saja itu?,”ucap Tarkam.


“Ringan, sedang, menengah dan Tinggi,”ucap Meri.


Tarkam yang sudah mengerti langsung menganggukan kepalanya sampai mereka di depan pintu. Meri dan Tarkam masuk yang kebetulan ada tamu datang.”Siapa kamu masuk seberangan?,”ucap sekeraris Delta yang belum mengenal Meri.


“Jadi kamu datang Meri,”ucap Delta yang langsung berdiri dan menghampirinya.


“Maaf aku datang tanpa memberitahu kamu. Aku hanya ingin mengenalkan kakak saya Tarkam yang akan membantu mengelolah perusahaan ini tapi dalam artian sembunyi,”ucap Meri kepada orang yang datang.


Mereka yang tidak tahu siapa Meri tapi melihat Delta yang sangat sopan hanya bisa terdiam.”Bos siapa kedua orang ini?,”ucap sekertaris Barunya.


“Dia anak baru ya,”ucap Meri yang melihat.


“Itu benar karena sekertaris yang lama sudah tidak ada,”kata Delta.


“Kalian ingin tahu mereka adalah pemilik perusahaan ini Meri dan di sampingnya adalah kakak Meri yang lama sudah tidak kembali dari gurun pasir,”ucap Delta menjelaskannya.


Delta yang sudah menjelaskan kepada tamu dan sekertarisnya yang baru tapi Mei yang merasakan aura kecemburuan membuat dia tidak nyaman.”Delta usir mereka dan pecat sekertarsi baru ini sekarang?,”ucap Meri yang tahu kalua ada yang tidak beres dengan mereka.

__ADS_1


“Apa maksud anda,”ucap mereka semua yang terkejut.


“Jika kalian tidak pergi aku akan menyuruh anggota khusus untuk membawa kalian pergi. Aku tidka suka ada kecemburuan di dalam perusahaan yang aku bangun dan aku lebih tidak suka kalau ada penghianat dalam kerja sama perusahaan,”ucap Meri dengan tajam. Tarkam yang tidak perduli dengan mereka hanya berjalan ke jedela gedung dan melihat ke bawah.


“Anda bukan siapa di sini kenapa semau kamu Bos saya yang sudah berkerja keras di sini tap kamu datang dan seenaknya,”ucap Sekertaris baru.


“Kalian pergilah jika masih datang ke sini jangan berharap masuk ke dalam lembaga yang akan di bangun oleh perusahaan kami,”ucap Delta yang sudah melihat wajahnya tidak suka dengan mereka.


Sekertarsi baru yang tidak terima langsung melontarkan pukulan ke arah wajah Meri. Tapi Meri yang tahu menghadang dengan tangan kosong dan melintri tangan sekertasri baru sampai dia merasa kesakitan.


“Jika kamu ingin hidup pergi sekarang, ini bukan tempat yang bisa kamu hasut,”ucap Meri dengan dingin sambil melepaskan tangannya.


Semua tamu dan sekertasri baru yang sudah dibawa keluar gedung sampai hati Meri tenang Delta tidak mengatakan apa-apa. Hanya ada kesunyian yang ada di ruangan itu. Meri yang sudah meredehkan amarahnya mengeluarkan data yang harus di kerjakan oleh Delta.


“Di dalam situ ada perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahan ini dan daftar nama yang akan masuk ke dalam perusahaan sudah aku seuaikan dengan posisi mereka. Untuk sekertasri kamu aku akan menyuruh saudara kamu yang membantu,”ucap Meri.


“Baik. Tapi kenapa kamu memecat dia apa yang dia lakukan,”ucap Delta yang tidak tahu.


Delta yang melihat datang yang diberikan kepada Meri setelah dia membaca baru dia sadar kalau ada yang tidak beres dengan laporannya. Delta yang kurang hati-hati membuat perusahaan dalam masalah internal.”Maaf aku ceroboh,”ucap Delta yang merasa bersala.


“Tidak apa karena baru pertama terjun dalam bidang ini itu bisa diperbaiki,”kata Meri.


Tapi Delta apa yang sedang terjadi di luar sana kenaoa tentara serigala hitam ada di depan gedung perusahaan,”ucap Tarkam yang masih melihat keluar jendela.


“Itu karena mereka ingin meminta bantun kerja sama,”ucap Delta.


“Lalu kamu menolaknya,”ucap Tarkam. “Itu benar,”ucap Delta.


Delta hanya terdiam karena masih dalam proses bimbang.”Kenapa kamu tidak memberikan saran saja kak dari pada membuat orang pusing,”ucap Meri.

__ADS_1


“Maaf,”ucap Tarkam.


“Berikan laporan kerja sama dengan tentara harimau hitam biar aku yang mengurus tapi soal bertemu kamu yang urus,”ucap Tarkam.


“Tapi jika aku yang mengurus mungkin akan sulit. Kenapa tidak kamu saja yang menghendel mereka semua saja,”ucap Delta.


“Tidak masalah jika kamu memberikan ijin masuk ke perusahaan dan masuk tanpa batas. Aku akan melakukannya,”ucap Tarkam.”Itu sudah cukup nanti akan aku urus itu,”kata Delta. Selesai dengan pembicaraan tentara serigala hitam. Meri yang berkeliling menuju ruang bawah bersama mereka berdua melihat perkembangan proyek.


“Apa ada masalah dengan proyek yang dilakukan?,”ucap Meri.


“Tidak ada semua berjalan lancar,”kata Delta. Sampai mereka sampai di lantai bawah di mana pembangunan masih berlangung.”Kira-kira sampai kapan pembangunan ini selesai di bangun,”ucap Tarkam.


“Untuk perhitungannya tiga bulan lagi,”ucap Delta.


Tarkam dan Meri hanya mendengarkan saja sampai mereka berjalan di arah yang berbeda Delta yang bingung ingin ikut dengan siapa hanya bisa terdiam diri. Tarkam yang melihat ke seluruhan tempat dan Meri juga melihat apa ada yang salah dalam pembangunan sampai Meri mendapatkan pesan dari Ilyas.


“Siapa ini?,”ucap Meri yang sudah lupa dengan keluarga Rendra. Karena dia tidak kenal dia hanya mematikan ponselnya sampai dia selesai dengan pengamatannya. Dan menuju ke araH Delta yang masih di tempat yang sama.


“Apa yang kamu lakukan?,”ucap Meri.


“Sedang menuggu kalian apa lagi,”ucap Delta yang kelihatan kesal.”Maaf aku hanya ingin memeriksa saja,”ucap Meri. Mereka berdua yang sedang asik berbicara Tarkam datang dan berjalan keluar bangunan.


“Apa kakak kamu memang seperti itu Meri?,”ucap Delta.


“Maksud kamu apa?,”kata Meri yang tidak paham dengan pembicaraannya.


“Dingin,”ucpa Delta dengan satu katanya. “Tidak dia hanya kelelahan saja apa lagi baru saja sampai. Nanti kamu juga akan terbiasa,”ucap Meri menjelaskan dengan singkat.


Setelah mereka keluar dari ruang bawah tanah. Meri dan Tarkam keluar darai gedung perusahaan lewat pintu belakang.”Kalian ingin langsung pergi begitu saja, tapi kenapa kalian lewat pintu belakang?,”ucap Delta.

__ADS_1


“Karena tamu kamu,”ucap Meir.”Delta jika mereka masih diluar bilang kepada pimpinan serigala hitam untuk bertemu denganku besok untuk membahas kerja samanya,”kata Tarkam.


Delta yang paham dengan ucapan Tarkam hanya menganggukan kepalanya sampai mereka masuk ke dalam mobil. Mereka berdua yang telah pergi dari perusahaan M untuk memantau perkembangan perusahaan dan masalah awal telah dihilangkan. Menuju tempat lain dimana mereka bisa bersantai sampai pertemuan organisasi berlangsung.


__ADS_2