Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 101


__ADS_3

Selesai dengan pelelangan pada malam itu Meri yang biasanya senang dan percaya diri terlihat murung. Setelah dia mendapatkan telepon, Leo yang ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan Meri. Juga mendapatkan telepon dari Tika kalau disekitar lingkungan kontrakan mereka dijaga beberapa orang. Leo yang mencari tahu dari adiknya sampai Gay yang saat itu berkunjung memberitahukan kepada Leo.


Kalau ada sekelompok musuh yang datang menyerang pihak Tarkam dan Jaksen karena telah menyebarkan wabah penyakit di wilayah kota yang kemari Leo dan Meri kunjungi. Tapi anehnya kenapa tuduhan itu diberikan kepada Tarkam dan Jaksen. Meri yang sedang mencari tahu dengan menyuruh anak buahnya yang ada didekatnya untuk mencari tahu. Tapi sampai pelelangan selesai anak buah yang disuruh Meri belum kembali.


Karena melihat wajah Meri yang gelisah Leo memberitahukan kepada Izam soal kondisi rekan bisnis dia. Yang mengalami kesulitan dengan adanya tuduhan palsu yang menyerang mereka. Sementara perusahaan yang ada diluar negeri masih aman dan belum diketahui oleh pihak musuh.


Untuk sementara perusahaan yang dibuat oleh Meri masih aman. Tapi Meri masih gelisah yang membuat Leo tidak bisa pergi dari hadapannya.”Kamu baik saja,”ucap Leo yang ada disampingnya.


Meri menatap ke arah Leo yang sedang khawatir dengan kondisi dia. Tapi Meri yang tidak ingin membuat Leo khawatir hanya tersenyum sampai Leo berkata.”Jika ada masalah kamu bisa bilang mungkin saja aku bisa membantu kamu,”ucap Leo.


“Apa yang bisa kamu, sementara kamu juga kesulitan,”kata Meri.


“Memang aku kesulitan tapi aku memiliki koneksi diluar sana. Jika kamu memang membutuhkannya,”ucap Leo.


“Jika bicara koneksi aku juga memilikinya Leo. Tapi aku masih belum bisa menggunakannya karena musuh selalu mengawasi keluargaku,”kata Meri.


“Aku tahu oleh karena itu kamu bisa menggunakan bantuanku ini untuk mencari tahu. Jika dipikirkan lagi aku juga punya tugas untuk menjaga kamu dari atasanku,”ucap Leo.


“Pasti dari kakek Alexca,”kata Meri.”Tentu saja memang dari siapa lagi. Dia yang membuat aku seperti ini,”kata Leo.


“Aku tidak tahu kenapa kamu masih bersama dengan kakekku setelah kamu tahu kalau dia adalah pimpinan dari organisasi tersembunti,’ucap Meri.


“Karena utang budi harus dibalas bukan,”kata Leo.Meri tersenyum dan memperlihatkan ke layar informasi yang harus dicari oleh Leo.


Leo yang sudah melihatnya hanya bisa tersenyum dan menghubungi rekannya yang ada diluar zona untuk mencari tahu keberadaaan musuh dan informasi yang dibutuhkan.”Tapi bukan sebaiknya kita keluar. Apa masih ada lelang lagi di sini?,”kata Leo mengalihkan suasana yang gelisah dengan hasil pekerjaan yang sudah terjadi barusan.

__ADS_1


“Kurasa kita harus menghitung jumlah pendapatan kita Leo,”kata Meri.”Kira-kira kita sudah menghasilkan 10 triliun uang dari hasil lelang,”kata Leo yang sudah mendapat penghasilan lelang keseluruhannya.


“Tidak aku sangaka akan banyak yang membeli,”kata Meri yang melihat data statis yang dibuat oleh Leo.


“Tapi kamu tahu tidak Meri ada beberapa data yang mungkin kamu akan suka dengan jumlah pengunjung lelang tadi,”kata Leo.


“Apa maksud kamu?,”kata Meri yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Leo. Leo yang memberikan data hasil pengunjung lelang dari semua data yang diberikan. Ada data yang tidak terduga oleh Meri kalau musuh yang mereka cari datang di tempat Meri.


“Apa itu berguna?,”ucap Leo. “Ini sangat berguna Leo. Tapi infomasi yang aku butuhkan akan datang kapan?,”kata Meri.


“Baru saja aku mendapatkannya,”kata Leo yang membuka emailnya untuk memastikan. Selesai dengan data  yang diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Leo mengirim kepada Meri untuk dicocokkan. “Sudah aku kirim datanya kepada kamu, coba kamu cek,”kata Leo.


Meri hanya menganggukan kepalanya dan mengambil ponselnya dan melihat data yang diberikan oleh Leo sesuai dengan apa yang diharapkan tidak. Meri yang sudah selesai memeriksa data yang diberikan. Selesai memeriksa data yang diberikan oleh Leo. Data sesuai dengan harapan sampai Meri melihat ke arah Leo.


“Pantas saja kakek menyuruh dia menjagaku saat ada di negara ini. Dia cekatan dan informasi yang akuran, walaupun dia tidak terlalu meminta bantuan jika itu pekerjaan kasar,”ucap hati Meri.


“Tidak. Data yang kamu berikan sesuai dengan harapan dan sangat detail lagi,”kata Meri yang sedikit memuji. Leo hanya tersenyum sampai semua urusan selesaidi dalam ruang rahasia. Meri dan Leo keluar   tapi mereka mendengar suara dari dalam.


“Apa yang sedang terjadi di luar sana?,”kata Leo.


“Aku tidak tahu. Tapi kakakku tadi berpesan untuk lari dan bersembunyi,”kata Meri.


“Lari dan bersembunyi. Lalu kakek dan nenek kamu bagaimana kondisinya,”kata Leo.


“aku tidak tahu. Karena hari ini mereka tidka ada dirumah,”kata Meri.

__ADS_1


“Jika itu kata kakak kamu. Kita haru segera pergi dari tempat ini. Apa ada jalan lain menuju tempat lain,”kata Leo.


“Ada, hanya saja tempat itu belum selesai dibangun,”kata Meri.


“Itu tidak masalah ayo kita pergi. mungkin saja mereka bisa tahu tempat ini. Karena tempat ini sudah dibereskan tidak ada kecurigaan apa-apa soal lelang yang kita lakukan,”kata Leo.


Meir hanya mengikuti Leo sampai Meri memberikan peta jalan lain. Leo yang sudah mengamati jalan yang sudah di buat. Ada kecacatan dalam membuatnya hanya bisa keluar setengah jalan. Saat mereka menyelusuri jalan rahasia Leo sambil menghubungi rekannya untuk menjemput mereka.”Apa yang kamu pikirkan Leo?,”kata Meri di belakang.


“Jalan sudha teroutus. Kita hanya bisa mencari jalan yang lain,”kata Leo.”Akukan sudah bilang kalau tempat ini belum selesai dibangun,”kata Meri menjelaskan.


“Aku tahu tapi ada satu jalan yang bisa kita gunakan. Yaitu jalan para pekerja yang masuk ke sini untuk membuat jalan,”kata Leo.”Itu benar hanya saja mungkin saja sudah dikepung bukan,”kata Meri.


“Tenang saja,”ucap Leo dengan santai.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita,”kata Leo yang berjalan lebih dulu. Sampai mereka melihat jalan terbuka. Tapi Meri merasakan kalau didepan sana ada musuh yang siap menghancurkan jalan yang mereka lewati.”Kenapa kamu diam saja,”kata Leo yang melihat ke belakang.


“Jalan ini akan runtuh,”kaa Meri.”Tidak sebelum kita bisa keluar dari tempat ini,”kata leo yang menggandeng tangan Meri untuk tetap berjalan keluar. Sampai didekat pintu masuk terdengar suara yang tidak asing bagi Leo.”Bos semua sudah dipumpuhkan. Sekarang bagaimana,”kata anak buah Leo.


Meir menatap kearah Leo yang sudah mempersiapkan semuanya dengan cermat. Meri hanya bisa tersenyum melihat semuanya. Hingga Meri dan Leo keluar dari jalan dan memasukkan orang yang ingin membunuh mereka masuk ke dalam jalan. “Runtuhkan jalan itu bersama mereka yang mengikuti kita,”kata Leo.


“Ayo masuk,”kata Leo. Meri hanya mengikutu Leo sampai masuk ke dalam mobil, hingga mereka menjauh terdengar ledakan jalan rahasia. “Sekarang kita pergi kemana?,”ucap Meri yang tidak tahu harus pergi kemana.


“Kita pergi ke tempat dimana ada teman kamu,”ucap Leo.


“Jika kita pergi ke kontakan itu akan membahayaan mereka,”kata Meri.”Lalu kita harus pergi kemana dong,”kata Leo yang tidak tahu harus pergi kemana lagi.

__ADS_1


“Apa kamu tidak memiliki tempat persembunyian yang lain,”kata Meri.


__ADS_2