
Meri yang pergi setelah urusannya dengan apa yang dia lihat kembali ke kontrakan tanpa memberitahukan identitas dia kepada Ahmad. Meri yang pergi diawasi oleh anak buah Ahmad, tapi di persimpangan jalan Meri mengubah wajahnya dan penampilannya untuk menghindarai pantauan anak buah Ahmad. Sampai di kontrakan Meri bisa kembali tenang dan damai. Sampai suara ketukan pintu membuat dia menoleh kebelakang.
“Siapa pagi buta ini datang mengetuk pintu?,”ucap Meri yang selesai mandi. Meri berjalan ke arah pintu dan membukanya dan melihat Ahmad dengan kakak tertuanya bersama dengan anak buahnya.
“Kenapa kamu datang di pagi buta ini, tidak ada kerjaankah,”kata Meri yang bingung.
“Maaf aku mengganggu pagimu, tapi aku meminta tolong kepada kamu,”ucap Ahamd bersama dengan anak buahnya yang membawa kakaknya Ilyas yang sedang terluka.
“Siapa dia?,”kata Meri yang tidak tahu.
“Kamu tidak perluh tahu, yang penting bantu dia dulu,”ucap Ahmad. “Kenapa kamu menyuruhku membantu dia, kenapa tidak bawa saja ke rumah sakit yang terdekat dari sini, bukannya lebih aman darai pada datang ke tempatku,”ucap Meri menuju dapur.
“Itu tidak bisa kalau ada gosip yang keluar akan menjadi masalah,”kata Ahmad. “Itu bukan urusanku, kenapa harus aku yang lain saja. Silakan kalian pergi dari rumahku,”kata Meri yang mulai mengabaikan dan mulai mengabil bahan makanan di dapur.
Tapi Ahmad menghentikannya dengan tatapan tajam,”Aku akan bayar berapa yang kamu inginkan selamatkan dia.” Meri yang tidak perduli masih memilih bahan sementara Ahmad disampingnya. Hingga Ahmad berlutut didepan mata Meri sambil memohon untuk menolong kakaknya.
“Tolong selamatkan kakakku, aku akan membalas kebaikan kamu di masa depan. Aku mohon,”ucap Ahmad sambil bersujud.
“Kamu bersujud di depan orang yang salah. Aku bukan orang yang bisa menyelamatkan orang lain, carilah dokter,”kata Meri.
“Bukan kamu tahu kalau aku adalah siswa biasa dan yatim piatu yang hidup mencair kebahagian sendiri. Aku tidak bisa membantunya,”kata Meri.
“Kali ini saja, aku mohon,”ucap Ahmad yang menatap Meri dengan rasa bersalah dan sedih atas kehilangan orang yang berharga.
Meri yang melihat hanya menatap dan menghala nafas dan berjalan ke arah kakak Ahmad dan memeriksanya. Tubuh ilyas yang sudah dingin dengan tekanan darah yang mulai berkuarang. Meri yang memeriksa dengan teliti membuka ruang rahasia dimana dia bisa melakukan apa-apa hanya saja dengan adanya mereka dia tidak bisa membuka ruang rahasia.
Dengan keterbatasan kondisi dia berkata kepada mereka yang ada di dalam ruangan,”Aku membutuhkan peralatan medir seperti kain kasa, gunting, pisau bedah, pencebit pedah, benang bedah stok darah golongan A infus.”
“Siapakan sekarang juga jangan mengulur waktu, jika kalian tidak mau tuan kalian mati,”kata Meri dengan dingin. “Cepat kalian cari barang yang dibutuhkan sekarang,”kata Ahmad menyuruh anak buahnya.
__ADS_1
Semua anak buahnya mencari barang yang dibutuhkan oleh Meri untuk memulai operasi karena ada pecahan kaca dan peluru dalam tubuh Ilyas. Tidak hanya itu saja kondisi tubuh ilyas yang tidak baik membuat dia harus melakukan penangan tahap pertama.
“Aku hanya bisa melakukan penangan tahap pertama, untuk seterusnya kamu harus mencari dokter lain yang bisa membantu dia siuman,”ucap Meri.
“Aku tahu, karena orang yang aku minta dalam perjalanan menuju tempat ini dari negara K,”kata Ahmad.
Meri ynag tidak mengubris ucapan Ahmad membuka pakaian Ilyas dan memulai melihat bagian yang terluka. Sampai anak buah Ahmad datang membawa barang yang di minta Meri memulai membedak Ilyas dengan hati-hati dengan ruangan yang tertutup dengan kondisi berisih total.
Satu jam telah berlalu Meri yang sudah membedah melihat pecahan kaca dan dia ambil dengan nekan bagain yang terbuka agar darah tidak keluar banyak. Setelah kaca diambil Meri mulai menjahit bagian yang terbuka dengan cepat dan kemudian dia mencari peluru yang tidak jauh dari pecahan kaca. Peluru sudah diambil dan luka sudah tertutup dengan baik. semua yang terbuka sudah tertutup dengan jahitan Meri hingga tahap akhir dia membalut lukanya dengan kain kasa.
Meri yang telah selesai melihat kondisi pasien sampai dokter pribadi dari keluarga Rendra datang.
“Dimana Ilyas sekarang?,”ucap Mui. “Dia ada didalam sedang menjalankan operasi,”kata Ahmad.
“Siapa dokter yang melakukanya,”kata Mui. Meri yang sudah selesai membuka pintu untuk keluar, Meri yang melihat satu orang yang tidak dia kenal.
“Kamu anak SMA,”ucap Mui yang mengenal dari penampilannya. Karena terlalu khawatir dia masuk ke dalam ruangan Ilyas dan melihat kalau peluru dan pecahan kaca telah diambil dan opersi berjalan sukses.
Di dalam ruangan Mui yang melihat kondisi Ilyas sambil berpikir,”Siapa anak itu, kenapa bisa melakukan operasi ini, bukannya dia masih SMA.”
Mui keluar setelah memeriksa sedangkan Meri yang bertanya kepada Ahmad siapa yang masuk kedalam adalah MuI dokter pribadi keluarga Rendra. “Apa kamu sudah memeriksanya?,”kata Meri yang mencuci tangan dan melihat jam di dinding.
Meri yang mengambil bahan makanan untuk bekal dia sampai dia mendapatkan pesan darai Erik kalau ada permusuhan yang terjadi dengan kedua organisasi tersembunyi dan organisasi kalajengking.
Meri yang sudah membaca dengan singkat mulai memotong sayuran dan mulai memasak dengan santai.”Dari mana kamu belajar ilmu kedokteran,”kata Mui.
“Dari buku yang aku baca. Jika ada kekurangannya maaf ya aku tidak pandai. Aku sudah meminta Ahmad untuk membawa dia ke rumah sakit tapi dia menolak. Aku tidak tahu alasannya kenapa?,”ucap Meri yang sudah setengah jadi masakannya.
Meri yang sudah menyiapkan belak dan sudah memasukkannya dalam tas bekal. “Jika kalian lapar makan saja itu aku buat lebih, tapi nanti bereskan sendiri ya. Aku harus berangkat sekolah ada jadwal piket hari ini,”ucap Meri,
__ADS_1
“Kunci aku taru di sini kalau mau pergi letakan kunci dibawah pot bunga,”kat Meri yang bergegas pergi setelah dia memberishkan tubuhnya.
“Tunggu biarkan aku mengantar kamu,”ucap Ahmad yang melihat jam tangannya.
“Tidka usah aku bisa berlari,”kata Meri yang bergegas pergi.
“Bukan dia bilang ada jadwal piket ya. Tapi hari sudah agak pagi dan jam sudah menadakan jam 7.30 bukannya dia akan terlambat.”kata anak buahnya.
Ahmad yang mengejarnya sudha tidak terlihat lagi. Meri yang berangkat lewat rute yang tercepat untuk kondisi dimana dia pasti terlambar berangkat sekolah. Sudah merencanakan pelarian rute ke sekolah yang dimana dia membutuhkan waktu hanya 10 menit sampai disekolahan tanpa diberik hukuman.
“Kenapa kamu kembali,”ucap Mui.
“Dia sudah tidak terlihat,”kata Ahmad yang kembali karena tidak mengejar Meri.
“Dari mana asal anak itu, kenapa kamu bisa menemukan anak yang berbakat seperti dia,”kata Mui.
“Dia hanya kebetulan menyelamatkan adikku Ilham saat dikejar oleh organisasi kalajengking,”kata Ahmad.
“Apa hanya itu saja sampai kamu menyerahkan kakak kamu kepada dia,”kata Mui yang penasaran.
“Itu karena saat adikku terluka dia yang menobati karena itu aku mencari tahu identitasnya tapi yang ditemukan hanya identitas biasa. Sampai aku berkunjung ke tempat ini lagi dan melihat ada Tora datang ke sini, seperti dia mengenal gadis ini. Makanya aku masih menyelidiki anak ini,”kata Ahmad.
“Jadi sampai sekarang kamu masih belum tahu siapa gadis itu, kenapa kamu percaya dia. Bagaimana kalau dia bergosip dan memberitahu yang lain,”kata Mui.
“Dia tidak akan melakukannya,”ucap Ahamd.
“Kenapa kamu percaya dengan dia belum seminggu kalian bertemu, tapi kamu sudah percaya dengan dia. Apa kamu tidak takut akan kejadian masa lalu,”kata Mui yang mengingatkan.
“Dia tidak akan melakukannya,”ucap Ahmad.
__ADS_1