Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 70


__ADS_3

Jesi dan John yang keluar bersama dengan Meri merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Meri. Karena baru ini ilyas mengumumkan pertunangannya dengan orang lain. Pengumuman itu bukan nama Meri melainkan nama Beti yang membuat Jesi dan John bertanya kalau pertunangan Meri dengan Ilyas sudah dibatalkan. Tapi yang membuat mereka bingung adalah siapa yang menjemput Meri jika bukan Ilyas.


Apa ada sopir yang akan menjemput Meri. Jesi dan John yang melihat Meri Ingin bertanya tapi Meri hanya terdiam sampai dia keluar dari gedung kampus yang sudah menuggu mobil.


“Apa sudah selesai?,”ucap Tarkam yang menjemput.


“Sudah,”kata Meri. Jesi dna John yang melihat terkejut kalau dia orang yang tidak asing bagi mereka berdua.


“Ternyata si kembar juga satu kampus dengan kamu Meri,”kata Tarkam.


“Iya tapi beda jurusan,”ucap Meri yang mendekat.


“Jika mereka ada di sini berati kakak buyut juga ada di vila keluarga bukan,”ucap Tarkam. Jesi dan John yang terkejut lagi saat Tarkam memberitahukan kakek buyut ada di vila keluarga.”Siapa kamu?,”ucap John yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


“Kalian tidak ingat,”ucap Tarkam.


“Jika aku ingat aku bertemu kalian saat kalian kecil, pantas saja jika kalian tidak ingat. Ayo naik aku antar kalian ke rumah,”ucap Tarkam.


“Jesi dan John,”ucap Tarkam yang masuk.  Meri juga itu masuk ke dalam mobil dan duduk disebelah kakaknya.


Jesi dan John tidak masuk ke dalam mobil karena mereka membawa mobilnya sendiri. Sampai Tarkam berkata,”Kenapa tidak naik?.”


“Mereka bawa mobil sendiri kak,”ucap Meri. Jesi dan John kembali terkejut saat Meri menyebut laki-laki itu kak.”Apa kamu kakak Meri?,”ucap John.


“Naiklah mobil kalian akan ada yang mengantarnya,”ucap Tarkam. Jesi dan John yang tidak bisa menolak masuk ke dalam. Di perjalanan menuju vila keluarga mereka hanya diam saja sampai di depan vila keluarga penjaga menghentikan mereka.


“Siapa kalian?,”ucap penjaga.


“Biarkan mereka masuk,”kata Jesi. Penjaga yang melihat Jesi dan John bersama mereka langsung mengijinkan mereka masuk. “Tidak berubah,”ucap Tarkam.


“Apanya yang tidak berubah kak,”ucap Meri.


“Nanti kamu juga akan tahu,”ucap Tarkam. Setelah mobil terparkir mereka semua keluar dan menuju pintu rumah. John dan Jesi yang masuk lebih dulu melihat paman Alxca dan paman Firgo yang ada di ruang tamu.


“Kalian sudah pulang,”ucap Firgo.

__ADS_1


Alexca dan Firgo yang melihat wajah Jesi dan John yang tidak seperti biasanya membuat mereka bertanya. Sampai mereka berdua berjalan di belakang mereka.”Lama tidak bertemu kakek Alexca dan paman Firgo. Tapi baru ini kamu menyerang keponaan kamu,”ucap Tarkam.


Alexca dan Firgo yang mendengar suara Tarkam langsung berdiri karena terkejut cucu tertua merek masih ada.”Tarkam.. Apa benar itu kamu?,”ucap Alexca.


Tarkam dan Meri yang berjalan ke arah mereka berdua.”Lama tidak bertemu ya Firgo,”ucap Meri.


“Meri,”ucap Firgo.”Kalian pasti belum bertemu sama lain ini Meri adikku,”ucap Tarkam.


Alexca berjalan ke arah mereka berdua langsung memelukny. Sambil menangis mereka melepaskan rindu Meri yang tahu kalau dia kakeknya hanya bisa membalas pelukannya sementara Tarkam kakaknya hanya bisa.”Kek, bisa lepas,”ucap Tarkam.


“Tidak punya hati,”ucap Meri.


“Apa?,”kata Tarkam yang melihat ke arah Meri.


“Bukan kamu sudah tahu apa yang terjadi dengan kedua belah pihak kenapa bermusuhan. Bukan mencari tapi dia menyerang kamu. Tapi kamu melepaskannya,”kata Tarkam.


“Merekakan tidak mengenelku kak, pantas saja mereka menyerangku bukan,”ucap Meri.


“Di tambah lagi organisasi mereka sudah ada mata-mata dari pihak lain,”ucap Meri.


“Bisa kita duduk,”ucap Meri.


Setelah mereka duduk Tarkam melihat ke arah Meri.”Sejak kapan kamu mengawasi,”ucap Tarkam.


“Sejak kakak pergi ke gurun pasir,”ucap Meri dengan santai.


“Mereka datang bukan tanpa alasan bukan,”ucap Tarkam.


Meri hanya tersenyum melihat kakaknya yang mengintograsi Meri setelah dia balik dari gurun pasir kalau banyak musuh yang datang itu karena Meri yang menyembunyikan suatu.”Meri,”ucap Tarkam dengan tajam.


“Apa kak,”ucap Meri yang santai.


“Aku akan jelaskan tapi kakak dilarang marah,”ucap Meri.


Tarkam hanya diam saja dan menuggu Meri bercerita apa yang sedang terjadi sebanarnya. “Kak tahu tidak kenapa ketiga keluarga tersembunyi bisa terpecah belah dan kenapa kedua keluarga kita berselisih tanpa sebab yang tidak masuk akal,”kata Meri.

__ADS_1


“Apa maksud kamu semua ini ada yang merencanakannya,”ucap John. “Tepat sekali semua ini ada yang merencanakan kenapa mereka semua menjadi terpecah belah,”ucap Meri.


“Salah satu dari perselisihan ini adalah keluarga Brata tapi masih ada orang di balik keluarga ini yang membantu. Ini juga masih dalam penyelidikan,”ucap Meri.


“Lalu yang berkaitan dengan organisasi kalajengki kenapa mereka menyerang kamu,”ucap Tarkam.


“Itu karena mereka tidak ingin rencana yang mereka buat gagal karena aku. Kecelakaan yang menimpaku juga mereka yang melakukannya. Soal pembunuh yang datang ke kamar saat aku selesai dengan pertunangan dengan Ilyas juga mereka yang memberikan hadiah pembunuh bayaran datang ke kamar,”ucap Meri.


“Tapi pasti ada alasannya mereka ingin membunuh kamu Meri tidak mungkin hanya rencana mereka ketahuan saja,”kata Firgo.


“Itu karena Bela,”ucap Meri.


“Bela,”ucap John. Meri menganggukan kepalanya kepada mereka semua. “Apa maksud kamu dengan Bela,”ucap Tarkam.”Itu karena anak yang dikandung oleh Bela itu bukan anak Aji melainkan anak dari Jack,”ucap John.


Tarkam yang mendengarkan informasi itu tersenyum,”Jadi seperti itu dia datang ke tempat itu. Apa Jaksen juga tahu soal ini Meri.”


“Tebak sendiri dengan kepribadian dia yang suka mengamuk,”ucap Meri.


“Pasti dia tahu,”ucap Tarkam sambil berpikir.”Tapi Meri soal mata-ata tadi kamu tahu dari mana,”ucap Tarkam.


“Dari Green dan Blue mereka awalnya ingin mencari satu orang mata-mata karena sistem organisasi berubah apa lagi kabar yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Itu membuat aku bingung kenapa mereka berpecah setelah ayah dan ibu tidak ada. Makanya aku meminta mereka untuk mencari tahu dan saat pertemuan keluarga mereka mengatakan kalau ada mata-mata dan organisasi setengah dari organisasi sudah dikendalikan oleh mereka,”ucap Meri.


“Sejauh mana kamu tahu soal mata itu,”ucap Alexca.


“Tidak banyak karena anak buah kami tidak bisa masuk lebih jauh. Oleh karena itu aku seklain ingin mengatakan kepada kakek masukan beberapa orangku untuk masuk ke organisasi kakek. Agar mereka bisa leluasa mencari tahu apa yang ada di dalam organisasi,”ucap Meri.


Alexca yang sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Meri membuat dia sedikit tidak percaya. Sampai dia berkata,”Bisa tapi kamu harus mengalahkan Firgo baru kekak ijinkan.”


“Apa?,”ucap Tarkam dan Firgo.


Meri yang terdiam sampai dia mendapatkan pesan masuk dari Green kalau ada informasi darai pulau langka soal peta gurun pasir.”Dia menemukannya,”ucap Meri.


Setelah membaca pesan dari Green Meri melihat ke arah kakeknya yang menuggu jawabannya.”Baiklah tapi jangan marah jika dia kalah ya kek,”ucap Meri dengan percaya diri.


“Bolehkan kak,”ucap Meri melihat ke arah Tarlam. Tarkam yang melihat hanya bisa menghela nafas dengan tatapan Meri yang sudah seperti itu. Tatapan percaya diri dengan aura santai yang melekat pada dirinya sebelum dia menyerang musuh yang kuat.

__ADS_1


__ADS_2