
Leo yang menjelaskan kepada Tika kalau mereka adalah pimpinan dari organisasi yang masuk ke dalam negaranya. Beberapa hari yang lalu anak buah mereka mengacau di daerah pertokohan sampai ada yang terluka. Tika yang mendengarnya hanya bisa termanggung saja. Sampai mereka mulai melanjtkan jalan mereka menuju kedai makanan yang Tika incar.
Tapi Tika berhenti lagi karena orang yang disebutkan oleh Kakaknya berhenti di kedai yang di inginkan oleh Tika.”Kamu tidak usha khawatir ada kakak di sini,”kata Leo.
Leo yang berjalan di samping Tika dan menuju ke arah kedai. Sampai di kedai Tika memesan cemilan yang dia inginkan.”Kakak mau yang mana?,”kata Tika denagn santai. Leo yang sedang memikirkan apa yang akan dia pilih.
Setelah beberapa menit memikirkan Leo memilih pesana. Sementara Tika yang melihat menu lain memilih dua sambil melihat ke arah kakaknya. Leo hanya menghela nafas dan menganggukan kepalanya. Tika hanya tersenyum saja kepada kakak. Sambil menuggu pesanan mereka Leo dan Tika duduk di kursi yang sudah disediakan.
Bersama dengan ketiga pimpinan organisasi itu yang juga menuggu pesanan. Loe yang juga menyempatkan mendesain apa yang terlintas di pikirannya. Tika yang melihat kakaknya hanya berkata,”Masih belum selesai kakak.”
“25- 50 desain yang harus dipetunjukkan jika ingin lulus Tika. Bagaimana sekolah kamu, apa sudah sampai ujian,”kata Leo.
“Kak jangan tanya itu. Membuat aku pusing, apalagi dengan sistem kurikulum yang berubah lagi. Tugas tambah banyak,”ucap Tika.
“Itulah kurikulum yang belum selesai dan masih dalam pengujian,”kata Leo yang tersenyum. Tapi Tika yang melihat itu Tika hanya memalingkan wajahnya. Sampai percakapan mereka berdua didengar oleh mereka bertiga dari organisasi.
Tapi Leo yang melihat dengan santai kalau mereka berhati-hati dan tidak terlalu mencolok. Leo yang memperhatikannya hanya sebentar sampai Leo melanjutkan mendesain modelnya. Tika yang juga bermain dengan ponselnya hingga pesanan mereka sudah jadi. Tika dan Leo yang makan cemilan yang mereka makan. Sampai salah satu dari mereka melihat orang yang menyenggol mereka.
Satu pimpinan melihat dengan tajam. Tapi orang yang berjalan itu melototi ketiga pimpinan. “Kak itu,”ucap Tika yang memberikan isyarat kepada kakaknya. Leo yang melihat kalau ada suasana yang panas disekeliling mereka. karena Leo tidak ingin ada masalah hanya berkata dengan biasa.
“Bukan kamu yang tidak sopan menyenggol mereka yang duduk.Apa kamu tidak memiliki mata, Jika tidak memiliki aku bisa memberikan ini untuk kamu,”ucap Leo yang santai dengan tersenyum.
__ADS_1
“Apa kamu mau ajak berkelahi denganku,”kata Perjalan kaki.
“Ngaja ribut itu bukan aku, tapi kamu yang mencari mati bukan. Apa perluh aku telepon polisi untuk memasukan kamu ke penjara,”kata Leo. Perjalan itu yang mendengar kata polis lalau pergi dengan berludah dijalan.
“Kak. Apa kamu mau masuk penjara lagi?,”kata Tika yang melihat dengan tajam ke arah Leo.
“Tidaklah. Habis suasana sudah panas. Jika tidak membuat api yang lain akan menjadi masalah bukan,”kata Leo.
“Tapi aku tidak suka,”kat Tika yang sedikit marah kepada kakaknya. Leo yang melihat kalau Tika sedikit marah dengan apa yang dikatakan oleh Leo tentang masuk penjara. Hanya bisa merayu dengan makanan yang ada didepannya.
“Jika kamu marah aku ambil saja ini,”kata Leo yang berpura-pura ingin mengambil. Tapi belum sempat diambil Tika langsung merebutnya.”Ini miliki,jika kakak mau pesan sendiri,”kata Tika yang makan cemilannya dengan senang. Leo yang melihat hanya tersenyum sampai mereka bertiga menghampir mereka berdua.
“Terima kasih,”ucap salah satu dari pimpinan. Leo yang berpura-pura tidak tahu hanya melihat kearah mereka bertiga.”Berterima kasih untuk apa?,”kata Leo.
“Aku tidak membantu mereka. Aku hanya tidak suka saja ada keributan saat aku bersama dengan adikku saja. Kalian kembalilah menikmati pesanan kalian,”ucap Leo yang santai.
Ketiga pimpinan kembali untuk mekan pesan mereka. Tapi mereka bertiga sempat melirik ke arah Leo dan Tika. ‘Kak,”ucap Tika yang sudah tidak marah lagi.
“Ada apa?,”ucap Leo masih mencoret kertasnya. “Apa kakak tidak merasakan kalau kita seperti diamati,”kata Tika.
“Diamati,”ucap Leo yang juga merasakannya. Tapi dia tidak ingin membuat Tika khawatir,”Tidak kok mungkin saja orang yang melihat kita makan saja.”
__ADS_1
“Mungkin saja,”kata Tika yang melanjutkan makanannya.
Selesai dengan cemilan yang mereka pesan. Leo yang pergi ke kedai untuk membayar pesanan mereka. Tapi ketiga orang yang tadi juga ikut memesan juga ikut membayar. Karena mereka sudah selesai. Leo yang sudah membayar dan ketiga pimpinan organisasi juga sudah selesai juga ikut membayar.
Tika yang melihat sekeliling tertarik dengan toko tekstil diseberang. Tika yang manarik baju itu sambil melihat ke arah toko tekstis di depan jalan. Leo yang melihat juga baru pertama ada toko takstil di sana langsung pergi ke sana untuk melihat barang yang dijual.
Bersama dengan Tika. Ketiga orang pimpinan yang melihat hanya terdiam dan berjalan ke tempat yang mereka tuju dan tidak mengikuti Leo dan Tika. Leo yang tahu itu hanya bisa berjalan menjauh.”Mereka tidak mengikuti kitakan kak,”ucap Tika yang sedikit gelisah.
“Tidak,”ucap Leo yang mengusap kepala Tika.
Mereka berdua yang masuk ke dalam toko melihat kain yang dijual Tika yang melihat satu persatu bersama dengan Leo. Sampai ada kain yang membuat Tika suka. Tapi Tika yang melihat harganya cukup malah hanya bisa menatap saja. Sampai Leo yang melihat menghampirinya.”Kenapa kamu di sini saja.Apa kamu suka dengan kain ini?,”kata Leo
Leo yang memperhatikan jenis kain dan motif membuat desain modelnya dengan dibadukan potur tubuh adiknya.”Aku suka dengan kainnya kak indah, hanya saja harga permeternya mahal,”kata Tika.
Leo yang sedang memperhitungkan panjang kain jika digunakan oleh adiknya. Tapi dia juga akan menjadi baju itu untuk di pamerkan. Setelah di perhitungkan berapa yang dibutuhkan dari jumlahnya. Leo melihat dari dua desain yang di buat dari kain yang dia lihat.
Leo yang sudah memastikan jumlah panjang dan lebar yang dibutuhkan. Leo mengelus kepala Tika,”Kita beli.”
“Tapi kak,”ucap Tika yang merasa kalau kain ini mahal.
“Kita beli sebutuhnya saja,”ucap Leo sambil memanggil petugas toko kalau Leo ingin membeli kain ini dengan panjang 3,5 meter lebar 1,5 meter. Setelah Leo memberitahukan kepada pelayan toko. Pelayan toko mulai memotong dengan jumlah yang dipesan. Sambil menuggu Tika dan Leo melihat yang lain.
__ADS_1
Tika dan Leo yang melihat lebih dalam tapi tidak ada yang membuat mereka tertarik lagi. Selesai melihat Leo dan Tika menuju kasir untuk membayar kain yang mereka beli. Selesai dengan transaksi jual berli di dalma toko Leo dan Tika pergi ke luar. Tika yang merasa senang dengan kain yang dibeli. Melihat ke arah kakaknya.”Kak,”ucap Tika dengan sedikit manja.
“Aku tahu nanti. Kakak akan buatkan satu untuk kamu,”ucap Leo.