
Leo yang menoleh ke arah Tika dimana mereka melihat sebuat tanda yang sebagai peringatan kalau negara mereka akan hancur. Leo yang tidak merasa tahu siapa yang telah membuat tanda itu. semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa terdiam. “Kak itu tanda apa?,”ucap Tika yang merasa kalau tanda yang dibuat dengan darah itu akan membawa petaka untuk negaranya.
“Tanda pembantaian,”kata Leo.
“Tanda pembantaian. Aku belum pernah dengar kata ini kakak,”ucap Tika.
“Tanda itu bisa merupakan peringatan bagi negara kita. Jika negara kita akan menjadi negara yang akan hancut. Tapi aku tidak menyangka kalau tanda ini akan muncul dinegara ini,”kata pimpinan ketua anggota khusus dari perusahaan M.
“Apa sebahaya itu tanda yang ada di dinding itu,”kata Tika.
“Tidak ada yang tahu,”ucap Leo.
Selesai dengan pembicaraan tanda pembantaian Tika dan Leo keluar dari gedung yang berantakan dan banyak orang yang terluka. Di luar dari gedung Tika yang melihat pemandangan yang sangat membuat dia terkejut. Karena merasa takut dan khawatir Tika memegang tangan Leo. Di tangan Leo yang di pegang oleh Tika sampai mereka berjalan menjauh. Mercari tempat yang lebih aman dan tidak ada darah yang berceceran.
Perjalan yang lumayan tidak jauh dari tempat mereka. Tika dan Leo yang bisa merasa lega dengan apa yang sudah ada. “Kamu baik saja,”ucap Leo melirik ke arah adiknya.
“Aku baik saja, hanya saja sedikit rasa takut dengan perkelahian tadi yang brutal,”kata Tika.
“Tidak biasanya, bukan kamu pernah mengalami hal yang sama dengan kejadian ini,”kata Leo.
“Itu beda karena jumlahnya tidak sama dengan barusan kakak,”kata Tika.
Leo hanya tersenyum samoai melihat satu cafe yang terbuka. Leo yang mengajak Tika pergi ke cafe yang dia lihat. Agar Tika bisa tenang sebelum dia pergi ke kontrakan. Sampai dia dalam cafe Leo yang melihat Meri, Tarkam, Jaksen dan Izam.
Leo bersama dengan Tika menghampirinya.”Apa yang kalian lakukan di sini?,”ucap Leo.
Tika yang ada didekat kakaknya melihat ke arahnya,”Siapa dia kak?.”
__ADS_1
“Dia Meri bos kakak dan kedua orang ini Tarkam dan Jaksen adalah kakak dari Meri. Sedangkan yang disamping Tarkam adalah Izam senior kakak di kampus yang sudah lulus tapi beda jurusan,”kat leo menjelaskan.
“Hallo kakak saya Tika adik dari kakak Leo,”kata Tika dengan ramah. Meri yang berdiri dan menghadap ke arah Tika. Meri yang mengajak duduk bersama didekat dia. Leo yang duduk didekan Izam.”Kalian kenapa ada disini?,”ucap Izam.
“Kami sedang jalan-jalan setelah pergi ke makan orang tua kami. Dan berhenti karena ada perkelahian. Tapi kalian sendiri kenapa ada di sini?,”kata Leo.
“Kami hanya kebetulan ada disini saja,”kata Tarkam.”Pasti kamu takut,”ucap Meri kepada Tika.
“Takut kakak tapi ada kakak Leo yang menjaga Tika. Jadi aku tidak terlalu takut,”kata Tika yang mencoba berani.
Mereka yang saling berbicara sampai Tika dan Leo yang memasan minuman dan makanan telah tiba di meja mereka. Di tengah pembicaraan Leo yang mendapatkan telepon daRI Gay. Yang menuggu dia di rumah kontrakannya karena ingin membahas suatu hal. Leo yang tidak tahu harus pergi sekarang atau nanti. Karena dia sedang berbincang dengan Tarkam dan Jaksen bersama dengan Izam.
“Kak,”ucap Tika. Leo yang melihat Tika kalau sudah mulai tenang dan makanan dan minuman mereka sudah selesai di santap.”Kita kembali sekarang,”ucap Leo. Tika yang menganggung-angguk kepalanya hanya bisa berpamita dengan mereka berempat.
Meri yang hanya tersenyum hanya bisa memeluk Tika. Sampai Tika berdiri disusul oleh Leo yang juga berdiri.”Kami pergi dulu,”kata Leo.
“Aku hanya merasa kalau kakak yang banyak pikiran saja. Apa ada sesuatu yang membuat kakak kepikiran,”kata Tika yang tahu dengan wajah kakak yang gelisah.
“Tidak aku hanya bingung saja. karena Gay sudah ada dikontrakan kita Tika,”kata Leo yang mengatakan yang seperluhnya.
“Kak Gay kenapa sudah ada dikontrakan kita kakak. Apa yang sedang terjadi?,”kata Tika.
Leo dan Tika yang pergi meninggalkan daerah tersebut, sampai mereka menghentikan satu taksi dimana mereka bisa sampai di kontrakan. Tapi Tika yang merasa kalau taksi akan mengeluarkan banyak biaya. Tapi dengan kondisi mereka sedang buru-buru hanya bisa mengeluarkan uang untuk membayar taksi.
Diperjalanan menuju kontrakan awalnya berjalan lancar sampai di tengah persimpangan dan mereka sudah akan sampai di kontrakan. Banyak orang yang sudah berkumpul. Leo dan Tika yang berhenti di depan orang yang banyak tersebut. Keluar dari taksi Tika dan Leo berjalan untuk menuju rumah kontrakan mereka berdua.
Tika yang sudah keluar berlari dan memegang tangan kakaknya. Karena Tika tidak tahu siapa mereka hanya bisa memegang tangan Leo.
__ADS_1
“Siapa mereka kak?,”ucap Tika.
“Kamu tidak usah khawatir kalau mereka adalah rekan dan anak buah kakak yang dibawa oleh Gay,”kata Leo menjelaskan kepada Tika.
“Tapi kenapa kakak Gay membawa mereka semua. Untuk apa?,”kata Tika yang tidak tahu apa yang apa yang akan terjadi.
Tika yang melihat ke arah kakaknya, tapi tidak respons yang diberikan oleh kakaknya. Sampai di depan kontrakan Tika yang berjalan masuk dan melihat kakak Gay sudah ada di dalam rumah.
“Kalian sudah pulang,”ucap Gay yang melihat Tika masuk yang disusul oleh Leo dari belakang.
“Maaf menuggu lama. Tapi kenapa kamu membawa mereka semua. Apa yang sedang terjadi?,”kata Leo yang langsung ke inti masalah karena melihat diluar.
“Kmau sudah melihat tanda pembantaian yang diperlihatkan di beberapa titik toko,”kata Gay.
“Tanda pembantaian. Kenapa dengan tanda itu kak,”ucap Tika yang melihat tanda itu sendiri tadi di toko.
“Aku tahu apa yang kamu maksudkan. Tapi kenapa kalian kerumunan sampai memberitakn tanda itu kepada aku. Apa ada masalah lain,”kata Leo yang masih santai.
“Itu benar tapi informasi yang aku berikan sedikit masalah dengan tanda pembantaian yang diberikan,”kata Gay yang bingung ingin mengatakannya.
“Di perbatasan wilayah negara kita terjadi kerusuhan yang jumlahnya lebih dari 500 orang dari pihak musuk. Dna pembatasana wilayah milik negara kita yang tidak ada penjaganya menyebabkan banyak orang yang terluka di dekat perbatasan. Di tambah lagi soal organisasi yang datang ke negara kita. sebagian dari anak buah mereka sudah mengacaukan bisnis dari sebagian perusahaan. Pemerintah yang tidak bisa menangani kasus ini hanya bisa angkat tangan,”kata Gay menjelaskan dengan sedikit panjang.
“Lalu,”kata Leo yang masih dalam kondisi tidak ingin terlibat.
“Aku tahu kalau kamu akan mengatakan ini. Hanya saja bisnis yang kita lakukan sudah di blokir jalannya oleh mereka,”kata Gay.
“Di blokir. Kitakan tidak ada masalah dengan mereka kenapa di blokir. Apa mereka ingin memulai pertarungan dengan pihak kita,”ucap Leo.
__ADS_1
Gay hanya menggelengkan kepalanya saja sampai Tika membuatkan minuman untuk mereka sudah jadi. Tika yang menaruh minuman mereka di meja di depan mereka. sampai Tika pergi ke dapur untuk menyiapkan buah untuk mereka makan.