
Sakit
Hati sakit tersayat
Karena dirimu, yang tidak kunjung datang
Apa yang aku harapkan dari sosok dirimu
Kamu yang bermain sesuka kamu, mencari yang lain.
Hati ini terluka karena dirinya
Seperti air yang mengikuti arus. Hanya bisa mengikuti waktu berjalan.
Sejauh mana kamu akan menuggu. Apa sampai hati ini terluka atau sampai kamu sudah puas melihat mereka bersama.
Ada kalanya kamu melepaskan kepergian orang itu dari pada kamu yang terluka.
Aku tidak harus berjalan menuju ke arah mana lebih baik jalani masing-masing saja daripada kita yang terluka.
Karena air mengalir tidak akan sejauh mata kamu memandang.
Hati yang terluka karena dirimu
Sampai hati ini terluka karena dirimu, tidak ada yang kedua dan ketiga.
Hati sakit saat kau bersama yang lain. Tapi hati ini juga tidak ingin membuat kamu terbebani. Apa yang harus aku lakukan.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Hanya hati ini saja yang aku miliki. Jika kau bersama yang lain. Hati ini akan sakit dan melepaskan semuanya. Aku tahu siapa yang ada dihatimu.
Itu bukan diriku aku yang tidak bisa apa-apa. Aku yang menjauh karena bayangan. Tapi mau bagaimana lagi hati tidak bisa dipaksa. Biarkan hati ini mengalir seperti air yang turun dari puncak bukit menuju lautan yang lepas.
Mencari kebahagiaan masing-masing
Hati sakit, bisrkan orang lain yang menyembuhkannya. Jika dirimu dengan orang lain. Aku tidak bisa memaksa kehendak hati kita masing-masing. Karena dari awal kita bukan siapa-siapa. Menjadi kamu dari berbagai cerita dari berbagai kehidupan.
Tersenyum, saat melihat tapi hati merasa ada yang tersayat. Wanita itu selalu sulit untuk ditebak, apa kamu mengerti.
__ADS_1
Jauh dimana akan memandang. Disitulah hati aku akan berlabuh jika yang menciptakan mengijinkan. Sabar dalam rintihan rasa sakit menuggu jiwa menemukan pasangan yang hilang.
Retak
Lepas kehidupan jatuh hati. Melewati lautan purnama menghiasi dunia.
"Siapa itu?,"kata Meri.
"Ini aku kak,"ucap Malik.
"Sedang apa kamu?,"kata Meri
"Hmeee...biasa kak. Ini !,",kata Malik sambil menunjukan lembaran kertas.
"Kamu itu,"ucap Meri.
Malik hanya terdiam tanpa berkata. Sedangkan langit yang awalnya cerah menjadi gelap. Hati gelap menatap sang surya,jauh aku memandang. Kamu pergi bagaikan lautan lepas,hatimu yang hancur. Ditelan kegelapan.
"Ayo masuk,",kata Meri.
"Baik kak,"ucap Malik.
"Kata apa?,"ucap Meri.
"Indah tapi tidak semua indah. Jalan sepi aku melihat dia...,"kata Malik.
"Melihat dari kejauhan, Kau hancur bagaikan runtuhan kuno. Tapi apa itu...,"kata Meri.
"Retakan dunia bagaikan hati hancur. Lautan bagaikan retakan jiwa. Aku menantilam dari kejauhan...,"kata Malik.
"Cinta yang tidak terbalas. Hati hancur bagaikan runtuhan batu,"kata Malik.
"Runtuhan batu yang tidak bisa diselamatkan. Karena semua tidak akan bisa bertahan jika kalian tidak bisa menyatukan bagaikan jiwa yang lepas,"ucap Meri.
"Ayo masuk kedalam sudah turun hujan ini,",kata Meri.
Malik hanya terdiam dan masuk ke dalam rumah. Baru sampai didepan, mereka sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Tiba-tiba dari luar terdengar suara gemuru yang besar. Yang membuat Meri dan Malik terkejut.
"Apa yang terjadi?,"kata Meri.
"Aku tidak tahu kak. Bisa aku lihat dibalik jendela,",ucap Malik.
Setelah Malik melihat keluar jendela ia terkejut kalau diluar langit sangat gelap dan berkabut.
"Kak ke sini, lihat itu,"kata Malik.
"Ada apa?,"ucap Meri yang mulai berdiri dan berjalan menuju ke arah Malik.
"Lihat itu!,",ucap Malik sambil menujuk ke arah jendela.
Setelah melihat keluar jendela Meri terkejut dengan pemandangan yang gelap gulita seperti kata yang dimainkan oleh Meri dan Malik.
"Bagaimana bisa seperti itu?,"ucap Meri.
",Aku juga tidak tahu kak. Coba kak telpon kak Martin,",ucap Malik.
"Sebentar aku akan menghubungi kak Martin,",ucap Meri.
Belum sempat mengambil genggam telepon terdengar suara ketukan pintu.
"Siapa,"kata Malik.
",Ini aku Martin,"kata Martin dibalik pintu.
Segera Malik membuka pintu, dengan bersamaan angin yang kencang berhembus.
",Kalian tidak apa-apa?,"kata Martin.
"Kami disini baik-baik saja. Sebenarnya apa yang terjadi. Kita tidak diberitahukan adanya peringatan apa-apa,"kata Meri.
Semuanya terdiam karena mendengar suara petir dan hujan yang deras disertai angin.
"Kita hanya bisa menuggu sampai keadaan membaik,"kata Martin
__ADS_1