Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 108


__ADS_3

Izam yang selesai dikamar mandi dengan handuk yang melekat pada bagian bawah. Izam tidak tahu kenapa dia bisa memikirkan Meri. Sampai dia merasa bingung dengan dirinya kenapa dia bisa berpikir untuk bisa memeluknya dan menciumnya.


Sampai di dalam mimpi ingi dia selesai menyelesaika urusan seksualnya yang membantunya adalah bayangan Meri yang mengoda alam bawah Izam.”Jangan dipikirkan lagi,”ucap Izam sambil meremas kepalanya.


Wajah Izam yang masih malu dan memerah karena mengingat saat dia didalam kamar mandi. Izam yang membayangkan Meri dengan tubuhnya yang menggoda. Izam yang tidak tahu, sampai suara ketukan membuat dia kembali sadar. Izam memakai baju dan celananya, baru dia membuka pintunya.


“Ada apa?,”ucap Izam.


“Tuan Tarkam mencari anda tuan,”ucap anak buah Leo. Izam hanya menganggukan kepalanya sekali seblum dia pergi dia harus membuat hatinya tenang lebih dahulu. Selesai dengan dirinya Izam mencari Tarkam. Di ruangan  perpustakaan Tarkam menuggu sambil membaca buku. Izam berjalan perlahan dan duduk didekatnya.


“Ada apa kamu mencariku?,”ucap Izam setalah duduk.


“Kamu sudah sampai,”kata Tarkam yang memberikan laporan terbaru di medan perang. Izam mengambilnya dan membaca dengan sesama.”Sampai Tarkam berkata,”Bagaimana kamu menyelesaikan orang yang berhianat?.”


“Bunuh saja,”ucap Izam dengan rasa gelisah dan khawatir.


“Apa kamu yakin ingin membunuh mereka, jika kamu tidak bisa kami bisa membantu kamu mengakhirinya,”kata Tarkam.

__ADS_1


“Tidak itu sudah peraturan yang ada. Siapa yang berhianat bisa dibunuh atau diasingkan dan dibuang dalam kelompok,”kata Izam menjelakan.


Tarkam yang melihat keteguhan Izam hanya bisa terdiam. Sampai Meri datang dari arah rak buku.”Apa yang kalian diskusikan?,”ucap Meri yang berjalan ke arah mereka berdua. Tapi respons yang diberikan oleh Izam terkejut dengan dia memalingkan wajahnya dan berdiri.


“Tidak ada lagi yang dibahas bukan, jika tidak ada aku akan keluar,”kata Izam yang mencoba menghindar dari Meri. Tarkam yang tidak berkata apa-apa melihat sikap Izam yang anh. Setelah diperhatikan dengan baik. Tarkam hanya bisa tersenyum melihat sikap malu Izam.


Izam yang sudah keluar dari perpustakaan bisa menghirup udara dengan tenang. Jantung Izam yang berdetak kencang membuat dia tidak  bisa berpikir dengan tenang. Izam yang berjalan sampai Tarkam datang mengikutinya dari belakang.”Hai Izam, apa kamu lagi jatuh cinta,”ucap Tarkam yang meledek.


“Siapa juga yang sedang jatuh cinta,”ucap Izam yang mengela.


“Tapi kenapa kamu ada disini, bukan bersama Meri di dalam,”kata Izam yang sedikit ragu saat menyebut nama Meri.


“Kenapa kamu berbicara seperti itu, siapa juga yang sedang jatuh cinta,”kata Izam yang sudah kembali tenang. Dengan pikiran Izam harus menyembunyikan perasaannya terhadap Meri. Izam yang tidak ingin Tarkam tahu atau Meri. Tapi Tarkam yang sudah tahu dari sikap awal dia melihat Meri di perpustakaan sudah terlihat.


Tarkam yang masih merangkul Izam hanya bisa melihat sikap yang disembunyikan oleh Izam.”Aku hanya memberitahukan kamu satu hal saja. Jangan pernah kamu menyakiti hati adik kecilku. Jika tidak aku akan membunuh kamu, tanpa ragu,”ucap Tarkam dengan dingin.


Izam yang mendengarnya hanya bisa terdiam dalam kondisi sedih, gelisah, khawatir semua tercampur mrnjadi satu. Izam yang masih belum tahu akan perasaan dia tentang Meri hanya bisa menyembunyikannya. Tapi Tarkam yang sudah meliaht itu hanya bisa menasehatinya untuk kedepanya. Sampai Tarkam mengubah topik pembicaraannya tentang bisnis yang mereka jalankan bersama.

__ADS_1


Izam dan Tarkam mulai membicarakan bisnis yang baru saja direncanakan oleh mereka. Sampai ditahap akhir pembicaraan mereka sudah memutuskan untuk menjalankan bisnis bersama dengan kedua pimpinan oleh Tarkam dan Izam.


Di tempat lain Meri yang melihat mereka berdua keluar tanpa menjawab pertanyaannya hanya terdiam.”Apa yang terjadi dengan mereka berdua?,”ucap Meri yang sampai di depan meja.


Meri yang meletakkan buku yang dia bawa bersama dengan kertas yang dia bawa. Meri yang mulai membaca setiap buku yang dia bawa. Hingga dia mendapatkan ide dan memulai membual model baju terbaru untuk dia lelang pada tahun ketiga nanti.


Tapi saat Meri sedang memulai mengambar model pakaian. Meri teringat Leo yang sedang dalam medan perang.”Bagaimana dia tahu identitas yang lain dariku,”ucap hati Meri sambil mengcoret kertas didepannya.


Meri yang masih berpikir kenapa Leo bisa tahu dengan identitas dirinya yang lain. Tapi sementara itu Izam yang bersama Tarkam menyelesaikan proyek bisnis bersama. Waktu terus berjalan sampai semua wabah di wilayah temPAT Meri dan Tarkam bersembunyi telah mulai pulih sebagian.


Tapi tuduhan masih belum selesai, sampai Meri menghubungi pengacara Jornet yang duli dia kenal. Meri yang sudah memberikan pesan untuk membantu dia menyelesaikan masalah tuduhan pencemaran nama baik oleh Tarkam dan keluarganya. Sampai Meri memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tuduhkan yang diberikan.


Pengacara Jornet yang saat itu juga sedang mencari keberadaan Meri. Mendapatkan pesan email yang tidak asing baginya. Pengacara Jornet membuka email itu dan melihat nama Meri. Pengacara Jornat merasa terkejut dan senang kalau Meri masih hidup dan baik saja. Tapi belum selesai dia membaca sampai akhir Jornat membuka file yang diberikan oleh Meri.


Pengacara Jornet yang sudah membuka file tersebut dan memulai memahami isinya sampai email yang diberikan dia baca kembali. Pengacara Jornat yang diberikan tugas oleh Meri untuk menyelesaikan pekara tuduhan palsu dengan pencemaran nama baik keluarga Sarca. Pengacara Jornat dan rekan yang satu tim mulai menyelidiki dan mulai mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengajukkan banding dipengadilan. Untuk membela keluarga Meri, tanpa berpikir lama semua rekan Jornat mulai bekerja. Apa lagi setelah mereka yang dipecata dari pengadilan pusat karena selalu mencari Meri dan membela orang yang penting untuk mereka. Hanya untuk kebenaran yang tidak berati untuk mereka atasan mereka. Sampai Pengacara Jornat dan rekannya yang satu tim menemukan kalau atasannya melakukan tindakan yang berlawanan dengan pengadilan.


Mereka yang mencari bukti yang jelas, sampai mereka ketauan dan dipecat dari pekerjaannya. Tapi setelah perjuang panjang ada orang yang mau menerima mereka untuk mencari kebenaran dari pengadilan pusat yang terjadi. Sampai saat ini hanya sedikit pekerjaan yang mereka dapatkan karena tempat mereka tinggal selalu diawasi dan dikurangi tugasnya oleh pengadilan pusat.

__ADS_1


Mereka semua hampir putus asa karena tidak ada yang bisa membantu mereka. Sampai email itu datang mereka bisa membuat pengadilan tempat mereka bisa bangkit. Jornat yang sudah selesai dengan data yang dibutuhkan bertemu dengan atasan mereka. Untuk membicarakan kasus yang dia dapatkan. Pengacara Jornat mengetuk pintu sampai di dengar oleh atasan mereka yang juga sibuk meminta bantuan agar pengadilan yang dia bangun tidak jatuh.


“Jornat ada apa kamu mencariku,”kata atasan mereka yang sudah sampai batas.


__ADS_2