Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 92


__ADS_3

Tarkam dan Jaksen yang masih di luar membicarakan masalah yang akan datang. Tarkam yang sedang menjalankan bisnis dengan Izam sedang dalam penyelidikan mata-mata yang masuk dalam kelompok. Tapi sampai pertemuan itu datang masalah datang menemui Tarkam yang memberitahukan kalau bisnis mereka dalam masalah.


Tarkam yang sudah menyelesaikan masalah itu sebelum dia keluar dan melihat Meri di teras. Tapi di saat yang sama Jaksen juga keluar dengan wajah yang disembunyikan. Tarkam yang juga memilki masalah ingin tahu masalah apa yang dihadapi oleh Jaksen. Tapi dia tidak bisa bertanya karerna haya sebagian masalah yang dimiliki  Tarkam hanya selesai bagian awal saja dan bagian akhir masih menuggu lelanjutannya.


Sampai Jaksen yang mengetahui kalau Tarkam dalam masalah melihat darai raut wajahnya. Tapi tarakma tidak bisa mengatakannya dan masuk ke dalam kamar. Jaksen yang masih diluar hanya menghirup udara.


“Tidak aku sangka masalah datang silih berganti,”ucap Jaksen melihat ke langit.


Jaksen masuk ke dalam kamar dan menutup pintu terasnya. Sedangkan Meri yang diam-diam mendengarkan mereka dan melihat melalui cctv yang sudah dipasang. Wajah kedua kakaknya yang sangat lelah dengan urusan pekerjaan. Meri hanya bisa membantu dengan cara diam-diam sampai kondisi sudah mulai membaik.


Meri yang sudah selesai memberikan informasi kepada anak buahnya soal apa yang terjadi menuju kasur dan berbaring. Selesai dengan urusan malam itu Meri tertidur lelap. Sampai pagi datang Meri mendapatkan email masuk dari Green dan Blue yang sudah masuk dalam organisasi. Pencarian mereka sedang berlangsung sampai sekarang ada lima mata-mata yang sudah di temukan.


Tapi mereka berdua masih mencari sisa dari mata-mata yang belum terlihat. Sampai di tengah pesan Green dan Blue memberikan pesan singkat yang memberitahuka kepada Meri kalau mereka sudah bergerak. Untuk berhati-hati dalam menjalankan bisnis atau keluar ke rumah.


Meri yag sudah membacanya hanya bisa menuju kamar mandi untuk memberisihkan diri. DI dalam kamar mandi dengan air yang mengalir Meri menyentuh tubuhnya dengan sabun dia usap sampai tubuhnya tertutup oleh sabun. Meri yang sudah selesai mengusap sabunnya di tubuhnya membasuhnya dengan air. Air yang mengalir sejuk membasahi tubuh Meri yang sudah mengalir air ke tubuh putih Meri.


Meri yang telah selesai dari kamar mandi mencari baju untuk hari itu. selesai memilih pakaian Meri segera turun dimana keluarganya sudah menuggu Meri untuk sarapan pagi.


“Apa hari ini kamu ke kampus,”kata nenek 1.


“Iya. Apa ada masalah?,”ucap Meri mengambil makanan dimeja.


“Tidak ada. Jika ada masalah kamu bicara kepada kedua kakak kamu. Jangan sampai kamu terluka. Apa mengerti,”ucap nenek 2.


“Iya Meri tahu. Jadi jangan khawatir,”ucap Meri.

__ADS_1


Mereka semua menimati sarapan pagi tanpa ada gangguan. Selesai dengan sarapan pagi Meri menyiapkan keperluan kuliah hari itu. Selesai dengan persiapan Meri pergi diantar oleh sopir menuju kampus.


Di perjalanan menuju kampus dengan santai dan damai. Sampai di kampus Meri bertemu dengan Jesi dan John yang bersama dengan Leo. Meri menghampiri mereka,”Sedang apa kalian di sini?.”


“Meri,”ucap Jesi.


“Bagaimana kabar kalian berdua akan baik saja,”kata Meri yang ingin tahu kondisi si kembar.”Kami baik saja, bagaimana dengan kamu Meri,”ucap John.


“Seperti yang kalian lihat. Tapi tidak biasanya kalian mengobrol sangat serius. Apa terjadi sesuatu dengan kalian bertiga,”kata Meri yang melihat dari jauh tadi.


Mereka bertiga yang saling menatap satu sama lain. Sampai mereka melihat ke arah Meri yang sedang menuggu jawaban dari ketiga sahabatnya. Tapi Meri yang menuggu masih belum ada respon sampai Meri berjalan didepan mereka.


“Kamu mau kemana Meri?,”kata Jesi. “Kemana ke kelaslah. Kemana lagi, menuggu kalian cukup lama,”kata Meri yang berjalan.


“Maaf aku hanya bertanya kepada si kembar kalau kamu adalah cucu darI Bosku,”ucap Leo.


“iya. Tapi makasi untuk kontrakannya,”ucap Leo yang tersenyum.


Meri hanya tersenyum saja sampai mereka sampai di kelas praktek. Dimana dosen menyampaikan siapa mahasiswa yang lanjut ke tahap berikutnya. Meri dan Leo dan delapan mahasiswa yang lain lolos ketahap berikutnya dimana mereka bisa membuat pola model yang mereka buat. Meri dan leo yang sudah mendapatkan izin mulai membuat model polanya.


Selesai dengan ukuran standar dan membuat pola mereka memberikan kepada dosen untuk diperiksa.Tapi dosen masih belum memberikan respon sampai kedelapan mahasiswa yang lain selesai baru akan diberitahukan. Sambil menuggu Meri dan Leo membuat desain model yang lain untuk bisa dijual. Selesai dengan semua pola yang dibuat dosen menyampaikan kalau mereka bisa lajut ke tahap berikutnya dengan menjahit.


“Kalian boleh mencari bahan yang dibutuhkan sekarang. Tapi pihak kampus hanya akan memberikan dana sebanyak 20.000 saja tidak lebih. Jika ada kekurangan kalian bisa menggunakan uang kalian. Sampai kalian selesai dengan pakaian yang kalian buat. Dan sudah dirincihkan pengeluarannya maka kalian bisa menyerahkannya kepada ibu. Untuk nilai dengan menjual hasil karya kalian. Apa mengerti?,”ucap dosen menyampaikan pesannya.


“Kami mengerti,”ucap mahasiswa yang lain.

__ADS_1


“Jika kalian sudah mengerti ambil uang dana yang akan diberikan kepada pihak kampus untu kalian belanjakan satu persatu,”kata dosen. Mahasiswa yang lain maju mengantri satu persatu dimana mereka bisa mengambil uangnya.


Sampai dia antara mahasiswa yang belum lolos bertanya,”Bu bagaimana dengan yang belum lolos.”


“Yang belum lolos buat lagi karena masih ada waktu untuk kalian,”ucap dosen. Setelah mendengar ucapan dari dosen mereka yang belum lolos harus membuat model baru untuk dibuat sampai mereka lolos.


Leo dan Meri yang sedang mencari jenis kain setelah dosen pergi dan pelajaran sudah selesai. “Kita pergi ke toko kain, bagaimana?,”ucap Meri.


“Boleh aku juga harus mencari kain yang cocok untuk model pakaian yang aku buat,”kata Leo. Selesai keluar dari kelas dengan di ikuti oleh mahasiswa yang lain mereka pergi ke tempat yang berbeda. Tapi sebelum Meri dan Leo pergi keluar kampus, mereka menuju perpustakaan untuk membaca buku.


“Kita tunggu Jesi dan John baru pergi ya,”kata Meri.


“Baiklah. Tapi Meri ada yang ingin aku tanyakan?,”kata Leo. Meri melihat ke arah Leo dengan tatapan penasaran.”Apa yang ingin kamu tanyakan?,”kata Meri.


“Sejak kapan kamu sudah tahu tentang diriku,”kata Leo.


“Sejak kita berkenalan,”kata Meri.”Kenapa kamu tidak bilang kepadaku, kenapa kamu menyembunyikannya,”kata Leo.


“Karena aku tidak ingin kamu kepikiran,”kata Meri.


“Apa hanya itu saja?,”ucap Leo. Meri yang melihat tatapa Leo hanya bisa terdiam sampai Leo melihat ke arah pintu.


“Kalian ada di sini?,”ucap John dan Jesi yang menghampiri kalian.


“Kalian berdua ada kuliah tidak. Jika tidak ada mau tidak menemani kita berdua cari kain,”kata Meri memberikan usulan.

__ADS_1


“Tentu saja,”kata Jesi yang langsung memeluk dari samping kepada Meri.


__ADS_2