
Suasana di perjamuan makan seketika hening, tampak beberapa wajah terlihat tegang dan terkejut. Indah menyadari keterkejutan mereka, melihat dia dan Denny datang bersama.
“Silakan duduk kembali,” pelayan menarik kursi untuk Denny dan Indah. Berdua mereka duduk berdampingan. Denny memegang erat tangan Indah yang terasa dingin. Dia menatap wajah Indah dan tersenyum. Indah membalas senyuman Denny, rasa gugup semakin menderanya saat menatap wajah Hanna.
“Baiklah, makan malam ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan pada kalian semua wanita yang ada di samping saya. Mungkin semua sudah mengenal kecuali Aliya istri dokter Harun yang ternyata bisa hadir meluangkan waktunya yang sibuk, terima kasih Aliya. Perkenalkan wanita di samping saya bernama Indah Larasati sekarang telah menjadi istri dari Denny Prasetyo.” Meraih tangan Indah dan mengecupnya. Denny merasa sangat bahagia bisa memperkenalkan Indah kepada orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya dan Indah.
Hanna dan Hendrik sangat terpukul mendengar ucapan Denny. Mereka tidak menduga, acara makan malam yang mereka hadiri adalah makan malam perkenalan sepasang pengantin baru, orang yang sangat mereka cintai.
“Mas, apa aku tidak salah dengar, kamu bercandakan? Bukannya Indah kekasihnya Hendrik? Bukan begitu Hen?” Hanna mencoba menyangkal kenyataan pahit yang baru saja didengarnya. Menatap wajah Hendrik yang sama terkejut dengan dirinya.
“Apa, kekasih? Maaf Hanna, kami berdua hanya berteman lebih dekatnya sahabat. Ya, Indah sahabat sekaligus rekan kerjaku. Aku ucapkan selamat Indah atas pernikahamu. Kamu membuatku kecewa In, tidak mengundangku dan Yanti di hari bahagiamu. Bagaimana aku menjelaskan sama Yanti, aku sendiri aja baru tahu ini,” Hendrik berusaha menutupi perasaannya, dengan memaksa wajah tersenyum sedangkan di dalam hatinya sangat hancur.
“Maafkan aku Hen, semua tidak direncanakan,” Indah gugup mencoba menjelaskan situasi yang dialaminya.
“Iya, kami melangsungkan pernikahan di kampung Indah. Sedangkan resepsi di Jakarta akan segera menyusul,” Denny memotong perkataan Indah, dia tahu Indah sangat gugup. Denny berusaha membuat Indah merasa nyaman.
__ADS_1
“Denny, aku dan Aliya mengucapkan selamat. Indah, selamat ya, aku senang kamu bisa merebut hati dingin Denny. Aku kira dia tidak akan menikah selamanya,” Harun bahagia melihat sahabatnya bisa membina rumah tangga. Mengingat Denny memiliki sifat yang sangat tertutup dan pemarah.
“In, kamu ingat Harun? Dia dokter dan sahabatku sekaligus penolongmu.” Denny menatap wajah Indah dengan tersenyum.
“Bagaimana dia mengenalku, beberapa pertemuan kita saat-saat yang tidak menyenangkan. Kamu sering tidak sadarkan diri. Nah, kedepannya aku harap, kamu akan sering bertemu dengan Aliya, istriku ini seorang dokter kandungan. “ Harun tersenyum menatap Indah, karena seingat Harun pertemuannya dengan Indah selalunya Indah tidak sadarkan diri. Dia hanya mengenal Indah dari Denny dan Iqbal.
“Mas, maaf. Aku tidak bisa mengikuti makan malam ini. Aku ingin pulang saja,” Hanna beranjak dari tempat duduk dan melangkah pergi meninggalkan merereka.
“Hen, kamu kejar dia. Ini kesempatanmu,” Indah ingat kalau Hendrik pernah bilang kalau dia menyukai Hanna, jadi ini peluang bagi Hendrik mendekati Hanna.
“Maaf, saya juga terpaksa pergi,” Hendrik pun beranjak dari tempat duduknya, seolah-olah mengejar Hanna. Perasaannya sama hancurnya dengan Hanna, orang yang dicintai telah dimiliki orang lain.
Denny bingung mendengar ucapan Indah, dia menatap Iqbal berusaha mencari tahu apa maksud ucapan Indah. Iqbal hanya mengangkat kedua bahu, mengisyaratkan kalau dia juga tidak mengerti apa yang telah terjadi.
“In, ada hubungan apa Hendrik dan Hanna ?” Denny bertanya kepada Indah, mengapa Hendrik mengejar Hanna, ada apa dengan mereka berdua.
__ADS_1
“Mas, sahabatku Hendrik pernah bilang kalau dia menyukai Hanna. Menurutku, tidak salahkan kalau Hendrik mencoba mendekati Hanna?” Indah menjelaskan pada Denny, berharap Hendrik bisa mendapatkan cinta Hanna.
“Apa, Hendrik menyukai Hanna? Dasar pembohong, dia jelas-jelas menyukai Indah. Jadi selama ini dia menutupi perasaannya dengan mengatakan kalau menyukai Hanna. Dasar laki-laki pengecut,” Denny berkata-kata dalam hatinya. Tidak menyangka Hendrik membohongi Indah menutupi perasaannya agar bisa bersama Indah bertopengkan sabahat.
“Indah, aku juga mengucapkan selamat dan salam kenal. Kalau ada waktu datanglah ke klinikku, aku akan membagi resep agar kalian cepat punya momongan,” Aliya juga teman Denny. Mereka berteman semenjak SD, bersama Harun, Hanna dan Gunawan kakaknya Hendrik. Orang tua mereka semua berteman bisnis. Kebanyakan anak bos di sekolahkan di sekolah elite yang mahal. Menciptakan lingkungan sosial setaraf agar bisa menjalin hubungan kekeluargaan di masa depan. Terbukti Harun mendapatkan Aliya. Tapi keduanya tidak terjun kedunia bisnis lebih tertarik di dunia kedokteran.
Masih ingat Gunawankan? Awalnya Gunawan juga sahabat dekat Denny, tapi karena perselisihan persahabatan mereka putus. Di ceritakan Gunawan menikahi kekasih Denny bernama Elisa. Wanita yang juga tidak direstui Mama Denny karena dari status sosial yang tidak setaraf. Mama Denny beranggapan Elisa mendekatinya karena tertarik kekayaan dan status sosial Denny. Maka berusaha memisahkan mereka berdua. Elisa sakit hati ditawarkan Mama Denny dengan sejumlah uang untuk meninggalkannya. Karena terdesak kebutuhan keuangan Elisa menerimanya, dan beralih ke Gunawan yang saat itu juga menaruh rasa suka pada Elisa. Denny sakit hati kepada Elisa yang tidak mempercayai dirinya dan menikahi Gunawan sahabatnya sendiri.
“Doter Harun dan Kak Aliya, terima kasih. Tidak keberatankan kalau saya panggil kakak?” Indah berusaha mengakrabkan diri pada teman-teman suaminya. Dia menilai kalau suaminya tidak memiliki banyak teman dilihat yang hadir pada malam ini. Suaminya memang seorang yang tertutup dan memilih yang bisa diaggap sebagai teman.
"Tentu boleh, aku senang dipanggil kakak, kita jadi lebih akrab lagi," Aliya tersenyum menatap Indah. Dia juga penasaran ingin mengenal lebih dekat wanita yang bisa merebut hati Denny. Pria yang terkenal berhati dingin terhadap wanita.
“Bisa kita makan sekarang, aku sudah sangat lapar, kalau kita bicara terus aku bisa mati kelemasan,” Iqbal menambah suasana menjadi akrab, dirinya juga senang Denny bisa mendapatkan wanita yang dicintainya. Mengingat pernikahan yang dilakukan sangat mendadak tidak ada perencanaan terlebih dahulu. Tapi Iqbal tidak tahu, kedepannya apakah jalan yang mudah atau sulit untuk Denny dan Indah mengingat Mama Denny belum mengetahui pernikahan ini.
“Baiklah, silakan. Aku takut Iqbal tidak pulang ke rumah malah ke rumah sakit setelah dari sini,” Denny tersenyum menatap teman-temannya dan wanita yang dicintainya. Pikirannya masih bersama Hanna yang pulang terlebih dahulu. Dia membayangkan Hanna pasti akan memberitahu Mamanya. Tapi sebelum itu terjadi, dia sudah menceritakan semuanya pada Pak Jung. Sampai sekarang belum ada reaksi apa-apa dari Pak Jung. Itu berarti Pak Jung masih merahasiakan dari Mamanya. Setelah malam ini, Denny harus bersiap-siap menghadapi mamanya setelah mengetahui kabar pernikahannya. Orang pertama yang harus diberitahu adalah Indah, supaya dia mengerti permasalahan yang akan dihadapi.
__ADS_1
Mereka semua pun mulai menikmati hidangan makanan, terdengar pembicaraan dan tawa kecil mengiringi makan mereka.