Rasa Cinta Tak Pernah Hilang

Rasa Cinta Tak Pernah Hilang
Bab 53 Awal Penolakan


__ADS_3

Denny dan Indah di dalam mobil menuju apartemen sepulang dari makan malam bersama. Indah terbayang wajah Hanna, pergi dengan perasaaan sakit mengetahui kekasihnya sudah menikah.


“Mas, aku boleh tanya sesuatu?” Indah menatap Denny yang sedang menyetir di sampingnya. Rasa ingin tahu timbul tentang hubungan Denny dan Hanna.


“Hem, kamu mau tanya apa?” Denny bisa menebak kalau Indah akan menanyakan masalah Hanna. Baginya akan lebih baik Indah mengetahui, karena dia juga akan menjelaskan tanpa Indah bertanya kepadanya.


“Mas, saya mau tanya tentang hubungan Mas dengan Hanna. Bukannya Hanna kekasih Mas, perasaannya sangat terluka mengetahui pernikahan kita. Saya tidak sanggup berhadapan dengan Hanna karena telah merebut Mas dari sisinya." Indah merasa bersalah terhadap Hanna.


“Benar, tentu dia sakit hati. Karena dia kalah bersaing dari kamu yang bisa merebut hati Mas.” Denny tersenyum mendengar kata-kata Indah. Dia juga membayangkan betapa hancur hati Hanna karena tidak bisa memiliki dirinya.


“Apa maksud Mas, saya tidak mengerti,” Indah bingung mendengar ucapan Denny, seolah-olah dia tidak mencintai Hanna. Indah tidak mengerti hubungan yang sudah terjalin antara mereka berdua.


“In, Hanna dan Mas tidak seperti yang kamu pikirkan. Selama ini Mas tidak memiliki perasaan cinta seperti pria pada wanita. Mas hanya menyayanginya sebagai seorang adik. Kalau pun perasaan cinta itu ada hanya Hanna saja yang merasakan.” Pikiran Denny sekarang ini lebih mengkhawair Indah. Orang yang paling sakit hati adalah Mamanya sendiri. Dia harus bersiap-siap terhadap tindakan Mamanya setelah mengetahui pernikahan mereka.


“Tapi Mas, saya pernah lihat kalian berdua sangat mesra dan Mama Mas juga sangat menyukai Hanna.” Indah kembali teringat saat Hanna merangkul tangan Denny di dalam lift.


“Ha…,Ha…,Ha…, mesra kamu bilang? Jadi kamu cemburu melihat Hanna merangkul tanganku?" Denny tertawa, Indah mengingat kejadian itu, dugaannya benar kalau Indah menyimpan perasaan cemburu padanya.


“Ih, siapa yang cemburu,” wajah Indah memerah, perasaannya dapat diketahui Denny. Memang saat itu Indah sangat sedih dan marah pada Denny. Tapi dia sendiri tidak tahu kalau dirinya dilanda cemburu.

__ADS_1


“In, Mas malah senang kamu cemburu dan sebaliknya Mas akan marah kalau kamu tidak merasakan apa-apa,” Denny menatap Indah yang gugup dari balik kaca spion.


“Jadi Hanna tahu perasaan Mas?” Indah mengalihkan pembicaraan kembali tentang Hanna, dia masih malu membicara perasaannya pada Denny.


“Hem, dia tahu dan berkeras tidak menerimanya. Mama juga sama, mendukung Hanna dan memaksakan kehendak mereka,” Wajah Denny berubah ketat. Denny membayangkan Mamanya akan berpikir keras mengatur rencana untuk memisahkan mereka.


“Kalau begitu, ini alasan mengapa Mama Mas tidak diberitahu saat kita menikah?” Indah menatap wajah Denny, hati Indah sedih mengetahui kenyataan pernikahannya tidak direstui Mama Denny. Bertambahlah bebannya menerima rasa benci selain Hanna juga Mama Denny.


Tiba-tiba mobil berjalan pelan, menepi dan berhenti di pinggi jalan.


“Mas ingin mengungkap perasaan yang sudah lama Mas simpan. Menginginkan kamu menjadi wanita di sisiku bukan menjadi wanita simpanan melainkan istri sah. Mas mencintai kamu, rasa ini kembali hadir setelah sekian lama Mas dikecewakan. Mas tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Jadi, percaya sama Mas. Apapun yang terjadi jangan pernah berpaling dan meninggalkan Mas,” Denny menatap dalam dan memegang tangan Indah. Dia takut Indah tidak kuat menghadapi tekanan.


Denny menarik Indah dalam dekapan dan memeluknya erat.


Mobil kembali melaju membawa mereka berdua membelah malam kembali ke apartemen.


Di pagi hari, Denny pergi ke perusahaan dan meminta Indah tinggal di apartemen tidak bekerja untuk sementara waktu. Indah pun menuruti perkataan Denny.


Indah menggunakan waktunya beristirahat berbaring di kamar. Tak beberapa lama terdengar suara irama bel pintu.

__ADS_1


“Siapa yang datang?” Indah berkata sendiri dan melangkah ke luar kamar menuju pintu.


Tangannya meraih pegangan pintu dan membukanya. Terlihat seorang pria separuh baya dan berdiri seorang wanita di belakangnya. Indah mengenali wanita itu adalah Mama Denny. Perasaan gugup seketika menyerang tubuh Indah.


“Silakan masuk,” Indah mempersilahkan kedua orang di hadapannya masuk. Dia berusaha menguatkan diri dan terlihat tenang.


Mama Denny datang bersama Pak Jung ke apartemen. Perasaannya sangat marah setelah mengetahui Denny menikah tanpa sepengetahuanya. Kabar itu dia terima dari Hanna yang datang ke rumah dengan menangis menceritakan perbuatan yang telah dilakukan Denny.


“Plash,” tamparan mendarat dan terasa panas di pipi Indah. Dia tdak menduga Mama Denny sanggup melakukan itu padanya.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada putraku, hah? Pasti kamu sudah merayunya dengan tubuhmu dan memaksa memintanya menikahimu. Dasar wanita murahan, saya sudah menduganya saat melihatmu di dalam lift. Kamu tahukan Denny itu miliknya Hanna. Kamu sengaja melakukan ini, kamu menginginkan uang kan? Ini ambil dan tinggalkan Denny sekarang juga.” Wajah Indah dilempar dengan lembaran uang. Mama Denny meluapkan semua amarahnya. Dia tahu kalau Denny tidak ada di apartemen. Jadi kesempatannya melampiaskan kemarahan pada Indah.


“Nyonya, saya tidak pernah merayu Mas Denny, dia sendiri yang datang pada saya,” Indah membela diri, tidak terima dirinya direndahkan, walaupun orang itu Mama Denny.


“Hah, kamu jangan banyak bicara, orang kelas bawahan seperti kamu saya sudah sangat paham tabiat busuk yang biasa dilakukan. Kamu jangan senang dulu, saya tidak akan tinggal diam. Kamu tinggalkan Denny, kalau tidak kamu akan menyesal seumur hidup. Sampai kapan pun saya tidak akan merestui pernikahan kalian.” Mama Denny berbalik melangkah ke luar dan meninggalkan Indah.


Pak Jung mengikuti langkah Mama Denny dari belakang. Dirinya tidak mampu berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihat perlakuan Mama Denny yang di luar batas. Hatinya was-was dengan ancaman yang diberikan kepada Indah. Pak Jung tidak dipercaya lagi oleh Mama Denny mengawasi putranya. Mama Denny sangat marah karena Pak Jung telah lalai sehingga pernikahan Denny bisa terjadi.


Indah terduduk lemah sepeninggalan Mama Denny. Tubuhnya bergetar kuat, airmatanya keluar mengalir deras. Dirinya tidak sanggup menerima penghinaan Mama Denny. Dia sungguh tidak menduga akan menerima perlakuan kasar Mama Denny.

__ADS_1


Perlahan tangannya yang masih gemetar mengutip lembaran uang yang berserakan di lantai. Lembar demi lembar Indah mengumpulkan uang yang dilemparkan ke wajahnya. Dirinya tidak pernah direndahkan oleh siapapun sebelumnya. Dan sekarang orang yang ingin dia hormati dan sayangi sebagai orang tua sendiri tidak menerima keberadaan dirinya. Indah meraba pipi yang terasa sakit menerima tamparan.


“Hiks,hiks,hiks, ini yang kamu takutkan Mas terjadi juga. Apa aku bisa kuat melalui ini?” Indah menangis mengenang perkataan Denny meminta dirinya percaya dan jangan berpaling darinya.


__ADS_2