Rasa Cinta Tak Pernah Hilang

Rasa Cinta Tak Pernah Hilang
Bab 68 Kedatangan Rudy


__ADS_3

“Iya, Ma. Hanna hamil,” Hanna menganggukkan kepala membenarkan ucapan Denny menatap wajah mama Denny yang terlihat sangat terkejut.


“Selamat sayang, akhirnya kabar gembira yang mama nanti-nanti datang juga,” Mama Denny menarik tubuh Hanna dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Hanna pun sangat gembira bisa mempersembahkan calon cucu kepada ibu mertuanya .


Tak terasa airmata mama Denny menetes dari sudut matanya.


“Terima kasih Tuhan, Kau mengabulkan permintaanku. Walaupun aku harus mengorbankan kebahagiaan yang lain. Tapi aku tidak menyesal, aku mempertanggung jawaban perbuatanku kepada-Mu,” Mama Denny berkata-kata dalam hatinya, sambil mengelus-elus tubuh belakang Hanna.


Denny tersenyum melihat mama dan Hanna. Seketika terlintas bayangan Indah di kepala Denny.


“In, aku harap kau juga bahagia di sana,” Denny mengusap air mata yang terasa menetes di sudut matanya.


“Drekk, Drekk, Drekk,” ponsel berbunyi di balik saku jas Denny. Tangan Denny meraih ponsel, terlihat nama Iqbal di layar ponsel. Denny menggeser simbol warna hijau dengan jari telunjuknya.


“Hem,aku akan segera ke kantor,” Ucap Denny dari ujung ponsel menjawab panggilan Iqbal di seberang.


Denny menghampiri Mama dan Hanna yang duduk di tepi ranjang sedang asik bercerita.


“Ma, An, aku harus ke kantor sekarang. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, aku akan cepat kembali.” Denny mencium kening Hanna, mama tersenyum melihat perlakuan hangat Denny.


“Baik Mas, aku akan bersama mama.” Hanna melempar senyum membalas kehangatan Denny.


“Pergilah. Mama akan menemani Hanna, kami juga sudah lama tidak ketemu banyak yang ingin mama ceritakan,” Mama Denny mengelus lembus lengan Denny.


“Tapi Mama, Hanna jangan sampai kelelahan, dia juga harus istirahat.” Denny memegang tangan Hanna, tidak ingin istrinya kurang istirahat.


“Iya, mama tahu. Sudah pergi sana, katanya ada kerjaan,” Karena tidak juga beranjak Mama sedikit mendorong tubuh Denny.


Hanna tersenyum melihat sikap ibu dan anak yang terlihat akrab. Denny pun melangkah pergi ke luar kamar. Sampai di pintu luar rumah, Pak Jung terlihat berdiri menunggu Denny.


“Pak Jung, aku akan ke kantor, Hanna bersama mama sampai aku kembali,” ucap Denny saat Pak Jung menoleh menatap wajahnya.

__ADS_1


“Baik tuan, saya siap membantu,” Jawab Pak Jung mengerti maksud di balik ucapan Denny. Tuan mudanya itu menginginkan segala keperluan istrinya diperhatikan selama ditinggal pergi.


Denny melajukan mobil meninggalkan rumah mamanya.


Sampai di kantor, Denny menemui Iqbal yang telah lebih dulu berada di kantor sedang duduk di sofa menanti kehadirannya. Wajah Denny tak lepas dari senyuman di bibir, kegembiraan di hati tergambar jelas di wajah. Beberapa staf bertemu dengannya tak lepas memperhatikan perubahan sikap pemimpin yang selalu berwajah dingin.


“Hai, bal. Keahlianmu sudah berkurang sekarang, jangan bilang aku datang hanya untuk memeriksa sebuah dokumen. Aku sudah katakan handle all. Kau mengganggu kesenanganku masih di jam segini?” Denny terus melangkah, meletakkan tas di meja kerja, berbicara tanpa memerhatikan wajah Iqbal di belakang.


“Maaf, tuan. Ada tamu yang ingin bertemu,” Iqbal berbicara sewajarnya seorang bawahan di hadapan tamu Denny.


Denny heran mendengar ucapan Iqbal yang terdengar sangat resmi. Dia pun membalikkan tubuh, mencari tahu alasan sikap kekakuan Iqbal sekarang.


“Siang, Pak Denny. Maafkan telah mengganggu waktu berharga Pak Denny,” seorang laki-laki berdiri di samping Iqbal. Terlihat berwibawa berbalut seragam militer lengkap dengan baretnya.


Denny berjalan menghampiri dan memutar otak mengingat wajah yang terlihat tidak asing.


“Masih ingat dengan saya, Rudy sepupu Indah?” Rudy berusaha mengingatkan Denny dengan dirinya, sambil mengulurkan tangan.


“Baik, saya harap Anda juga Pak” balas Rudy berusaha ramah.


Iqbal menatap Denny yang berusaha menyembunyikan rasa tidak nyamannya berhadapan dengan Rudy.


Rasa canggung menyelimuti Denny seketika. Kenangan Indah kembali terlintas di pikirannya.


“Wah, apa ini, jangan buat saya semakin bersalah. Kita keluarga, jangan terlalu formal. Kamu bisa panggil saya Denny saja.” Denny ingat, Rudy sepupu Indah dan juga seperi kakak baginya.


“Baiklah, saya akan panggil dengan Denny,” Rudy hanya tahu kepribadian Denny dari cerita Indah. Pertemuan mereka sebelumnya terjadi dalam waktu yang singkat, sehingga tidak terjalin komunikasi yang dekat.


“Mari silahkan duduk, dan Bal bisa tinggalkan kami berdua.” Denny yakin ada yang ingin dibicarakan Rudy secara pribadi.


Tanpa banyak bicara Iqbal paham maksud Denny. Melangkahkan kaki ke luar ruangan meninggalkan mereka berbicara berdua.

__ADS_1


“Kelihatannya kamu sangat gembira hari ini. Apa ada kabar bahagia?”Tanya Rudy merekam perkataan Denny disaat masuk ruangan.


“Ah itu, ya…, istriku hamil.” Denny tidak mampu menyembuyikan kegembiraannya dan tidak ingin berbohong.


“Kamu sudah menikah lagi dan akan mempunyai anak? Wah, aku turut gembira dan selamat,” Wajah Rudy tersenyum walau dalam hatinya kecewa dan sedih.


“Ya.. aku sudah menikah lagi, maaf kalau itu terdengar seperti pengkhianatan bagimu,” Jawab Denny tidak tahu apa yang dipikirkan Rudy terhadap dirinya.


“Pengkhianatan? Aku juga tidak tahu mengartikan apa semuanya. Aku ke sini ingin melihat keadaanmu, setelah lama kepergian Indah. Apa kehidupan berpihak pada orang-orang yang tersakiti? Kelihatannya tidak seperti itu, kamu sekarang bahagia, walau di satu sisi aku merasa sedih.” Rudy melempar pandangan jauh ke depan. Sesuatu yang berat menggelayut di benaknya.


“Aku masih mencintai Indah, tidak ada yang dapat menggantikan dirinya walaupun dia telah tiada,”


Jawab Denny dengan menekankan beberapa kata.


“Yah, masih mencintai Indah. Ku harap cinta itu sepadan dengan kepergian dan pengorbanannya,” Rudy masih menatap jauh.


“Pengorbanan, apa maksudnya?” Denny tidak mengerti ucapan Rudy terdengar mengandung makna ambigu.


“Bagiku kepergiannya sebuah pengorbanan. Bukankah dia pergi disaat kalian baru menikah? Takdir memisahkan kalian, mengorbankan cinta yang hangat bersemi. Bukan begitu?” Rudy menatap tajam wajah Denny.


“Takdir tidak bertahan lama untuk cinta kami, tidak bisa disesali dan aku bersyukur telah mencintai Indah. Aku berusaha menerima kepergiannya untuk waktu yang cukup lama dan sangat menyiksa. Semua aku lalui dengan seorang wanita yang memberikan cinta secara tulus walau aku tidak yakin bisa mencintainya. Tapi hari ini aku mendapat jawaban, aku mencintainya dan dia adalah istriku sekarang. Kami akan mempunyai anak bukti dari cinta kami.” Denny menatap Rudy dengan mata berkaca-kaca. Baru ini dia bisa mencurahkan isi hatinya, tentang sakit kepergian Indah dan perasaannya terhadap Hanna.


“Aku doakan kau bahagia, dan juga Indah. Baiklah waktuku sudah cukup , aku tidak bisa berlama-lama. Aku akan segera berlayar kembali.” Rudy berdiri dan mengulurkan tangan ke hadapan Denny sebagai salam perpisahan.


“Aku senang kau datang. Aku harap perjalananmu aman dan lancar,” Denny menggenggam erat tangan Rudy dan saling berpelukan.


Rudy meninggalkan ruangan dan Denny menghempaskan tubuhnya di sofa. Entah kenapa kata-kata Rudy menggangu pikirannya, menyiratkan sebuah rahasia yang sulit diungkapkan.


“Dia telah pergi, apa ada sesuatu yang penting dia sampaikan?” tanya Iqbal menatap wajah Denny terlihat gusar.


“Hem… tidak,hanya perasaanku saja yang kurang enak. Sudahlah, tidak ada yang penting, dia hanya datang berkunjung, itu saja tidak ada yang lain,” jawab Denny sambil memejamkan matanya dan menarik nafas panjang, lalu berusaha menenangkan diri menghilangkan pikiran buruk.

__ADS_1


Iqbal hanya dapat berdiam diri dan menatap Denny. Waktu berbalik ke belakang, saat Iqbal mendapatkan Rudy tiba-tiba hadir di kantor Denny. Rudy seperti tertarik kehidupan Denny dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum Denny datang. Tapi Iqbal tidak memberikan jawaban dengan alasan kerahasiaan kehidupan pribadi bosnya. Iqbal merasakan sesuatu yang aneh dari sikap Rudy. Dia pun tanpa sepengetahuan Denny mencari informasi pribadi Rudy. Sayangnya tidak bisa menemukan info berarti tentang Rudy, karena selama ini dia banyak bertugas di perairan dalam negeri maupun luar negeri.


__ADS_2