Revenge By Law

Revenge By Law
PASAL 109


__ADS_3

Sidang pertama dengan terdakwa Bima Sakti


Indira cukup gugup. Ia mendapatkan sorotan yang lebih besar daripada terdakwa. Hal ini dikarenakan pemberitaan heboh tentangnya terkait perjalanannya hingga bisa duduk di ruang persidangan ini sebagai penasihat hukum Bima Sakti. Ditambah lagi pagi ini pengacara Okan Katalis resmi mengajukan pengaduan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Indira ke dewan kehormatan advokat.


“Berdasarkan pada pokok-pokok eksepsi yang telah diuraikan sebelumnya, maka saya sebagai penasihat hukum terdakwa Bima Sakti memohon kepada Yang Mulia majelis hakim untuk berkenan menjatuhkan putusan sela dengan amar putusan pada pokoknya yang menyatakan sebagai berikut: Satu, menerima dan mengabulkan nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya. Dua, menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum dengan nomor registrasi perkara 421/Pid.B/2023/PN Dgkt tertanggal 1 Agustus 2023 batal demi hukum. Tiga, menetapkan pemeriksaan terhadap terdakwa tidak dilanjutkan. Empat, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan. Lima, memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melepaskan terdakwa dari tahanan. Enam, memulihkan hak terdakwa dalam hal kemampuan kedudukan harkat dan martabatnya seperti semula. Tujuh, membebankan biaya perkara kepada negara. Atau, apabila Yang Mulia majelis berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-adilnya. Di akhir nota keberatan ini, izinkan saya mengutip sebuah kalimat yang diucapkan oleh Edmund Burke, seorang negarawan Irlandia, penulis, ahli pidato, teori politik, filsafat, pada salah satu pidatonya di Bristol pada tahun 1780: Bad laws are the worst sort of tyranny - Hukum yang buruk adalah jenis dari tirani. Melalui pengadilan ini\, kami mengharapkan terjadinya penegakan hukum yang seadil-adilnya sebagai bukti tidak adanya tirani di negeri ini\, dan bahwa orang baik yang terbukti telah memperjuangkan hak banyak orang seperti klien kami tidak mendapatkan kriminalisasi hukum dari pihak-pihak yang memiliki kuasa di negeri ini. Demikian nota keberatan ini kami bacakan di pengadilan negeri Dragokarta hari Selasa\, tanggal 1 Agustus 2023. Atas perhatian dan dikabulkannya nota keberatan ini\, kami ucapkan terima kasih.”


Di akhir pembacaan nota keberatannya, Indira menyebutkan tanggal hari ini dan nama lengkap beserta gelarnya. Hakim ketua menanyakan pada terdakwa Bima Sakti tentang ada atau tidaknya tanggapan yang ingin diberikan dan Bima Sakti menjawab tidak ada.


Ekspresi para hadirin di ruang sidang tersebut terlihat tegang, apalagi tim jaksa penuntut umum. Eksepsi yang baru saja dibacakan oleh Indira sangat jelas dan mengobrak-abrik surat dakwaan yang sebelumnya telah mereka sampaikan. Bahkan Indira sampai menggeleng-geleng kepala saat membacanya. Ya, ia semakin mengagumi Abi yang menyusun eksepsi tersebut, termasuk sebuah penutup yang menurutnya sangat menyentuh.


“Sebelum persidangan ini dilanjutkan, kami ingin menegaskan pada masyarakat, khususnya pada terdakwa, bahwa persidangan ini tidak terpengaruh oleh apapun. Kami sebagai lembaga yudikatif tidak memiliki tendensi politik apapun. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Jika memang dalam persidangan nanti Saudara terbukti bersalah di mata hukum, Saudara akan divonis sesuai kesalahan itu. Tapi, jika dari bukti-bukti yang dihadirkan tidak cukup membuktikan Saudara melakukan tindak pidana seperti yang sudah didakwakan, demi hukum, Saudara harus dibebaskan.”


Memang, selain pandangan negatif yang diterimanya dari beberapa pihak, terutama dari rekan sejawat, kelakuan Indira yang mengumbar kejanggalan pada berbagai kasus mendapatkan komentar positif dari sebagian besar masyarakat. Ditambah lagi beberapa ahli membenarkan adanya kejanggalan tersebut. Dan tentu saja, mereka mengaitkan seluruh kejanggalan itu dengan nama yang pernah disebut oleh Indira, yaitu tuan Jireh.


Seperti pada kasus ini, banyak orang yang awalnya menghujat Bima Sakti, kini beralih persepsi. Mereka mulai berpikir kalau ada pihak yang sengaja ingin menjatuhkan Bima Sakti demi menggagalkan pencalonannya sebagai gubernur, dan kebanyakan orang berpikir pihak itu adalah tuan Jireh, atau teori klisenya adalah salah satu calon gubernur.


Untuk itu, majelis hakim merasa perlu mempertegas kalau mereka bersih dari segala pengaruh, terutama karena di nota keberatan yang dibacakan Indira barusan kembali menyiratkan hal tersebut.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, setelah majelis hakim berdiskusi, hakim ketua berpendapat bahwa mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mempertimbangkan putusan sela sehingga harus menunda sidang hingga tiga hari ke depan untuk mempersiapkan putusan sela tersebut. Lalu, sang hakim ketua mengetuk palu sebagai tanda sidang hari itu telah berakhir.


“Kerja yang bagus. Untung saja aku mempekerjakanmu,” bisik Bima Sakti sebelum dibawa oleh petugas untuk kembali ke rutan.


“Setidaknya aku juga beruntung karena dibayar tiga kali lipat dari tarif Okan Katalis,” balas Indira sambil tersenyum.


Di luar gedung pengadilan, Indira langsung disambut oleh para wartawan yang ingin dirinya memberikan pendapat tentang jalannya persidangan.


“Bagaimana tanggapan Anda terkait sidang barusan?” tanya seorang wartawan.


“Sangat bagus. Awalnya saya gugup, tapi setelah mulai membacakan eksepsi, semua berjalan sesuai yang saya harapkan.”


“Apapun itu hasilnya, yang penting sidangnya tidak dilaksanakan pada hari Minggu ini. Gear 5th Luffy akan tayang hari itu,” ujar Indira merujuk pada anime One Piece kesayangannya. “Bercanda. Aku yakin hakim akan membuat keputusan yang seadil-adilnya.


Performa bagus Indira di persidangan itu semakin membawanya ke puncak topik perbincangan. Tak ayal, banyak orang yang beranggapan jika ia benar-benar pengacara hebat. Meski usianya masih muda dan pengalamannya di dunia advokat bisa dikatakan seumur jagung, ia sudah disetarakan dengan pengacara-pengacara kondang.


Pembahasan tentangnya mau tak mau menyeret nama Abimanyu Alexander sebagai klien yang pertama kali membuatnya dikenal sebagai pengacara potensial. Banyak ahli yang menganalisis kenapa Indira gagal membebaskan Abimanyu Alexander dari tuduhan sebagai kurir narkoba, padahal ia berhasil membuktikan tuduhan pembunuhan Mischa salah.

__ADS_1


Dan pembahasan pun menjalar sampai pada keberadaan Abimanyu Alexander. Tiba-tiba, seorang artis sensasional yang baru saja bebas dari lapas Maharaja mengungkap bahwa Abimanyu Alexander telah lenyap secara tiba-tiba dari lapas Maharaja sekitar dua minggu yang lalu. Pengungkapan itu langsung menjadi kabar viral. Mereka menghubungkannya dengan ucapan Indira dulu tentang kesulitannya untuk bertemu dengan Abimanyu Alexander. Akhirnya, banyak pihak yang mendesak petugas lapas untuk menunjukkan keberadaan terbarunya.


“Kenapa kau menemui Arya Topaz Gumilang? Bukankah akan lebih baik jika tuan Jireh masih berpikir kau sudah mati?” tanya Indira ketika mereka baru saja selesai menyaksikan siaran langsung persidangan Bima Sakti.


“Tuan Jireh sudah tahu. Aku menemui Arya untuk mengintimidasinya dan mencari tahu rencana besar mereka.”


“Sudah tahu? Lalu, kenapa ia tidak terlihat berusaha untuk menemukanmu?”


“Karena surat ini.” Abi merogoh saku celananya dan menunjukkan secarik kertas. Rinjani merebut kertas itu dari tangannya.


“Surat keterangan kematian?”


“Sehari setelah mereka berencana membunuhku, yang malah membuatku berhasil kabur dari penjara, mamaku dan Rama datang ke penjara untuk menjenguk. Mereka malah menyerahkan surat keterangan kematian dan mengatakan kalau aku sudah dikubur karena terjangkit penyakit menular. Sayangnya, beberapa hari kemudian, mereka sadar kalau yang mati itu bukanlah aku, melainkan pembunuh yang mereka kirim.”


Rinjani sampai ternganga mendengar cerita singkat Abi. Dengan sedikit penjelasan itu, ia sudah mengerti banyak hal. “Jadi, jika mereka melaporkan ke Indira dan ke publik kalau kau melarikan diri, mereka khawatir tante Jenny atau Rama menunjukkan surat itu. Lalu, mereka mencari surat itu dan karena tidak menemukannya, mereka membakar Batavia Baru?”


“Ya, dan itu justru menambah kebingungan mereka karena mereka jadi tidak yakin apakah surat ini sudah benar-benar lenyap atau belum. Itulah yang membuat langkah mereka untuk menemukanku terkesan ragu-ragu,” kata Abi. “Untung saja, Rama terlebih dahulu menyerahkan surat ini padaku.”

__ADS_1


Rinjani menggeleng-geleng kepalanya karena takjub dengan apa yang terjadi. “Sepertinya, kesialanmu di masa lalu mulai terbayar satu per satu di masa sekarang.”


__ADS_2