Revenge By Law

Revenge By Law
PASAL 81


__ADS_3

“Bagaimana dengan aksi ekstrim kalian yang lalu? Berhasil? Abi sudah kembali ke penjara?” tanya Rinjani dengan nada penuh antusias.


“Tentu saja. Kami adalah tim yang hebat,” jawab Rama sambil memuji diri.


“Apakah tidak ketahuan? Si iblis wanita tadi tidak curiga pada kalian?”


“Sepertinya ia curiga. Tapi, untung saja kau datang dan menyelamatkan kami. Kau memang pahlawan,” ujar Rama seraya mengacungkan jempolnya pada Rinjani. Mereka berdua pun tertawa.


“Jadi, apa tujuan kalian ke sini? Tak mungkin untuk mengunjungiku,” kata Rinjani, lalu melirik ke arah Indira. “Apalagi dia.”


Indira menatapnya, lalu kembali memalingkan wajah lagi. Meski sempat merasa memiliki ikatan karena sama-sama membenci Regina, pada dasarnya Indira merasa tidak nyaman berada di dekat Rinjani, dan ternyata Rinjani juga merasakan hal yang sama.


“Kami ke sini karena disuruh bang Abi,” ujar Rama sambil menyantap ciloknya.


Mereka sedang bersantai menikmati makanan pinggir jalan. Rinjani sendiri sudah dipanggil oleh rekan sesama tim sukses, tapi ia tak acuh dan bahkan sampai melepas kaus kampanyenya sementara agar bisa bebas bebas bersantai bersama kenalannya.


“Untuk apa?”


Rama mendekatkan duduknya ke arah Rinjani, lalu berbisik pelan, “Untuk menyelidiki Bima Sakti.”


“Kapan? Setelah malam kalian bertukar tempat itu?”


“Iya, baru saja kemarin. Memangnya kenapa?”


“Tidak, aneh saja. Di malam kalian bertukar tempat, Abi dan wanita ini datang ke kafe milikku. Ia memintaku untuk menyelidiki Bima Sakti juga. Itulah kenapa aku menjadi tim sukses dari Bima Sakti. Jika tidak, aku takkan mau. Politik membuatku muak, begitu juga dengan orang-orangnya.”


“Iya, kami juga tahu,” sela Indira. Ia sempat tidak ingin melanjutkan ucapannya saat melihat Rinjani memberikan tatapan kurang menyenangkan padanya. “Abi juga menyuruh kami mendatangimu terlebih dahulu untuk menanyakan informasi apa yang sudah kamu dapatkan.”


“Memangnya, informasi apa yang kalian butuhkan? Aku, dengan kehebatanku, sudah mendapatkan banyak informasi tentang Bima Sakti. Termasuk bentuk tato yang ada di pangkal paha kanannya,” kata Rinjani sinis, seakan ingin mengajak Indira berkelahi.


“Memangnya bentuk apa tatonya?” tanya Rama penuh antusias, seakan tidak bisa membaca situasi.

__ADS_1


“Abi dikirimkan jadwal kegiatan Mischa di hari kematiannya, yang bersamaan dengan hari di mana Abi ditangkap. Menurut jadwal itu, Mischa seharusnya melakukan online meeting dengan beberapa orang dan salah satunya adalah Bima Sakti.”


“Ah, pasti ia mendapatkan jadwal itu dari De Syado,” kata Rinjani seakan tidak mendengar inti dari ucapan Indira.


“O iya, De Syado. Pria brengsek yang pernah menipuku dulu. Bagaimana kau bisa mengenalnya?” Rama malah ikut menimpali ucapan Rinjani dan seolah melupakan Indira.


“Aku mengenal si brengsek itu karena Abi meminta bantuannya untuk menyadap ponsel bocah biadab itu dan mencari bukti kejahatan yang dilakukannya pada mendiang Kerinci.”


Rama mengangguk dan tahu siapa bocah biadab yang dimaksud oleh Rinjani. Ia juga mengikuti kasus yang menimpa Kerinci setahun yang lalu.


“Hei, bisakah kita fokus dengan Bima Sakti? Kalian ingin pamer karena mengenal pria yang bernama The Shadow itu, sementara aku tidak?”


“Bukan The Shadow, tapi De Syado. Itu berbeda karena cara menulis De -”


“Aku tak peduli!” teriak Indira mengejutkan Rama. Sementara itu, Rinjani hanya terkekeh-kekeh karena melihat wanita yang tidak disukainya emosi.


“Maksudnya, Bima Sakti benar-benar terlibat dalam kasus ini?”


Rinjani diam sejenak sambil berpikir. Sejauh ini, ia belum menemukan informasi apapun yang mengindikasikan kejahatan, khususnya yang berkaitan dengan kasus yang menimpa Abi. Jika tentang Mischa, sangat mungkin mereka pernah berhubungan karena Bima Sakti memang memiliki relasi yang cukup baik dengan beberapa artis. Jika bukan karena pernah menjadi pasien di rumah sakitnya, bisa jadi karena Bima Sakti pernah menjadi sponsor pada salah satu proyek mereka.


“Tapi, yang jadi masalah adalah iblis wanita itu sudah mendahului kalian. Bahkan, ia bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat. Ia langsung mendatangi Bima Sakti,” kata Rinjani sambil menunjuk ke arah Regina yang sedang menelepon di samping mobilnya. Sesekali ia menatap ke arah mereka, dan mereka pura-pura tidak melihatnya.


“Belum tentu,” balas Indira. “Orang paling sering berbohong bukan tentang orang lain, tetapi tentang dirinya sendiri.”


“Jadi, Bima Sakti adalah orang yang sangat kaya. Bahkan, ia lebih kaya dari yang diketahui oleh publik. Ia punya gurita bisnis yang luar biasa. Namun, ia ingin mempertahankan citranya sebagai seorang dokter yang berpengalaman menolong orang banyak dan hidupnya sederhana.”


“Kalau itu, aku juga sudah tahu. Aku pernah bergabung ke dalam tim penasehat hukum yang menangani kasus di salah satu perusahaan kapalnya. Kehidupan istri dan anak-anaknya sangat glamor. Makanya, sampai sekarang aku tidak pernah menganggapnya orang sederhana,” ujar Indira seakan merendahkan informasi yang diberikan oleh Rinjani. “Itu bukan informasi yang kita butuhkan.”


Rinjani kembali memberikan tatapan tajam pada Indira. “Baiklah, kau hanya tahu kalau istri dan anak-anaknya hidup glamor, tapi kau tak tahu mereka hidup seperti apa. Istrinya doyan berhubungan dengan pria muda, demikian juga anak pertamanya.”


“Maksudmu, anak keduanya? Anak pertamanya laki-laki.” Indira mencoba meralat.

__ADS_1


“Demikian juga dengan anak pertamanya,” ulang Rinjani seakan menolak untuk diralat. Indira terdiam dan akhirnya mengerti.


“Baiklah.”


“Lalu, anak keduanya pecandu narkoba. Ah, sebenarnya mereka punya penyakit yang lazim dimiliki orang-orang kaya lainnya. Tidak ada yang istimewa.”


“Jadi, informasi apa yang berguna yang bisa kamu berikan pada kami?”


“Dia adalah anggota Sky Emperor.”


Mendengar nama itu, wajah Indira berubah pucat. Rama yang baru pernah mendengar nama itu bingung karena respons Indira.


“What’s that?”


“Sky Emperor adalah organisasi rahasia yang saking rahasianya, dianggap hanya sebuah mitos. Kamu pernah dengar Illuminati atau Freemason? Organisasi rahasia yang konon beranggotakan orang-orang penting dunia yang sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia ini. Banyak teori konspirasi yang mengatakan merekalah yang mengendalikan dunia ini. Nah, Sky Emperor adalah versi nasionalnya.”


Rama melongo mendengar penjelasan dari Indira. Hatinya bergejolak karena sedang menghadapi sebuah organisasi rahasia yang menyeramkan dan menurutnya itu sangat keren.


“Jika tebakanku benar, Mischa adalah salah satu anggota Sky Emperor dan orang-orang yang dijadwalkan melakukan online meeting dengannya hari itu adalah para anggota yang lainnya, termasuk Bima Sakti.”


Indira memegang kepalanya karena terasa pusing. Ia mulai muak karena kasus Abi yang awalnya hanya tentang fitnah pengedaran narkoba, merembet ke tuduhan pembunuhan dan kini malah menyentuh organisasi legendaris tersebut.


Tiba-tiba sebuah mobil polisi dengan sirine yang menyala datang dan berhenti di depan mereka. Dua orang petugas turun dan melangkahkan kaki mereka menuju mereka.


“Selamat siang. Apakah benar Saudara adalah Kamasutra?”


“I, iya. Ada apa?” tanya Rama dengan perasaan gugup.


“Maaf, Saudara kami tahan karena telah masuk ke gedung kantor PT. Laras Jaya Karya tanpa izin dan dicurigai telah melakukan pencurian barang atas nama PT. Laras Jaya Karya. Ini adalah surat perintah penangkapannya,” kata salah seorang petugas sambil menyodorkan secarik surat.


“Saya adalah kuasa hukumnya,” ujar Indira sambil menyerobot surat tersebut.

__ADS_1


Indira membaca surat itu dan tidak ada cacat yang bisa ia pertanyakan dari isinya. Ia melihat ke arah Regina yang masih berdiri di sampingnya dan melambaikan tangan dengan wajah tersenyum. Padahal ia belum sempat bertemu dengan Bima Sakti.


__ADS_2