
"Kakak cantik...."
Suara teriakan melengking milik bocah perempuan cilik yang sangat cantik dan menggemaskan terdengar hingga memenuhi ruangan keluarga yang ada dimansion besar tersebut. Rambut panjangnya yang lurus terlihat bergerak kesana kemari saat bocah cilik itu berlari menyambut kedatangan Akia.
"Jessy jangan berlarian sayang, nanti kamu jatuh nak." Teriak seorang wanita cantik dengan balutan gamis panjang dan hijab yang menjuntai hingga kepunggungnya.
"Ihh..mama ga asik ah. Aku kan kangen sama kakak cantik.". Gerutu gadis cilik itu dengan bibir yang memberengut kedepan.
"Nggak begitu sayang, tapi nanti kalo jatuh kan Jeje juga yang sakit." Jawabnya dengan suara lembut.
Jessy menatap malas sosok wanita didepannya lalu dengan tingkahnya yang lucu gadis cilik itu berpaling membelakangi wanita tersebut.
Viona, wanita itu nampak mengulum senyum lalu dengan gemas mencium pipi chubby putrinya. Sementara Akia yang baru saja datang hanya terkikik geli melihat adiknya yang tengah merajuk.
Setelah berpeluk cium dengan papa Aryan dan papa Jason, Akia lalu berjalan menghampiri Viona dan Jessy yang saat ini sedang merajuk. Meninggalkan suaminya yang saat ini sedang bercengkerama dengan kedua papanya.
"Hai assalamualaikum adik kakak yang cantiknya sampai melebihi dewi kahyangan ini. Nggak kangen ya sama kakak, kok mukanya cemberut begitu. Kalau nggak kangen ya udah deh kakak pulang lagi." Rajuk Akia demgan senyum devilnya.
"Eh jangan, Jeje nggak marah kok, cuma kesal aja sama mama." Ucap gadis kecil itu dengan wajah panik.
"Kenapa kok kesal sama mama ? memangnya mama Vio bikin salah ya." Tanya Akia dengan senyuman manisnya.
"Nggak sih, cuma mama selalu melarang apapun yang Jeje lakuin. Begini salah, begitu salah, menyebalkan. Mama nggak asik." Gerutu gadis kecil itu sembari melirik sang mama yang terlihat masih mengulum senyum.
Akia tersenyum lalu berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Jessy.
"Jeje sayang, kalau mama Vio melarang Jeje, itu berarti mama Vio sayang sama Jeje. Mama Vio tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi sama Jeje. Coba Jeje ingat ingat, pernah nggak mama Vio melarang sesuatu yang kira kira tidak membahayakan Jeje." Tanya Akia.
Gadis kecil itu terdiam dengan jari telunjuknya mengetuk ngetuk dagunya. Dia ingat semua hal yang dilarang mamanya, dan itu semua adalah sesuatu yang bisa membahayakan dirinya. Perlahan gadis itu tertunduk dengan kedua tangan yang saling bertaut.
"Iya kak, Jeje salah." Ucapnya lirih.
Akia tersenyum bangga, lalu mengecup kening adiknya dengan kasih.
"Jeje sayang sama mama nggak ?" Tanyanya yang diangguki kepala oleh Jessy.
"Kalau Jeje sayang, lain kali tidak boleh membuat hati mama Vio sedih ya."
"Maaf kak."
"Oke, karena Jeje udah mengaku salah berarti Jeje tahu nggak kalau orang yang berbuat salah itu harus melakukan apa ?"
Gadis kecil itu mendongak lalu tersenyum lebar. Lalu dengan segera gadis kecil itu berbalik kearah mamanya sambil berjalan cepat menuju sofa.
"Mama maafin Jeje ya, kalau selama ini Jeje selalu nakal dan susah diatur. Jeje janji mulai sekarang akan menjadi anak yang baik dan nurut sama mama dan papa." Ucap Jessy dengan wajah imutnya
Viona menatap haru putrinya, kedua matanya sampai berkaca kaca. Dengan lembut Viona mencium kening putrinya lalu memeluknya erat.
__ADS_1
"Nggak apa apa sayang, mama juga minta maaf ya, selama ini sudah marah marah sama Jeje."
Jason menatap kedua orang yang sangat berharga untuk dirinya itu dengan perasaan bahagia. Pengorbanannya dan juga kegigihan pria itu dalam membawa Viona kembali kejalan yang benar ternyata membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Istrinya sekarang benar benar berubah menjadi wanita sholehah seperti yang dia inginkan.
Begitu juga Tuan Aryan, melihat mantan istrinya yang berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, hatinya ikut terharu sekaligus senang. Pria itu menghela nafas lega, entahlah apa yang dipikirkannya, yang pasti saat ini senyuman tidak pernah hilang diwajahnya yang selalu dingin dan datar.
Akia menatap wajah Viona dengan perasaan yang tidak bisa diartikan dengan kata kata.
"Mama cantik sekali." Pujinya pada wanita itu.
Viona menoleh lalu tersenyum malu.
"Benarkah ? Padahal mama merasa minder tahu, pasti jelek ya. Beruntung ada mama Syifa yang selalu meyakinkan mama untuk selalu mendengarkan apa kata hati mama."
"Oh ya ?" Viona mengangguk, Akia menggenggam erat tangan Viona lalu menciumnya lembut.
"Mama semakin cantik jika seperti ini. Akia bahagia bisa mempunyai dua mama yang sangat cantik dan baik hatinya."
Kedua mata Viona berkaca kaca, wanita itu memeluk erat tubuh Akia.
"Maafin mama ya, jika saja mama tidak berbuat jahat, sudah pasti saat ini Kay..."
"Ssstt...jangan mengingat masa lalu yang buruk ma, semua sudah berlalu. Hal yang lalu mari kita jadikan pelajaran supaya kedepannya jangan sampai terulang lagi. Mungkin jika mama tidak berbuat seperti itu, maka sekarang tidak ada mama Viona yang seperti ini. Cantik dan tentunya membuat Akia semakin menyayangi mama. Maafin Akia juga ya ma, selama ini sudah sering melakukan hal yang membuat hati mama sakit."
Viona mengangguk keras dengan airmata yang sudah menganak sungai. Keduanya larut dalam situasi yang haru biru. Membuat semua orang yang disana ikut menangis, tanpa terkecuali dua pria yang terus menatap istri dan anaknya.
Sontak semua orang tertawa mendengar celetukan wanita bercadar itu. Akia langsung berbalik melihat mamanya yang sedari tadi dia acuhkan. Dengan gemas gadis itu mencium pipi Syifa yang tertutup niqap.
"Mama cemburu ya." Bisik Akia jahil.
Syifa melotot lalu berpaling kedepan menyembunyikan kegugupannya, membuat Akia terkikik geli.
"Seneng deh punya mama yang cemburuan begini, serasa aku tu dimanja gimana gitu." Goda Akia dengan senyum jahilnya.
"Siapa bilang mama cemburu, nggak kok."
"Nggak salah lagi maksudnya, iya kan Fa." Celetuk Viona dengan menahan tawa dibibirnya.
Syifa mendesah kesal, namun hanya sesaat. Wanita itu kembali tersenyum saat putrinya mengusap lembut perutnya yang sudah membesar.
"Hai adiknya kakak cepat keluar ya, kakak nggak sabar pengen kita cepet bertemu."
Akia mencium lembut perut mamanya setelah membisikkan kata kata manisnya, lalu kedua tangan gadis itu merentang lebar memeluk Viona dan Syifa secara bersamaan.
"Akia bahagia bisa mempunyai dua mama yang sangat aku sayangi. Love you mama Vio, mama Syifa." Bisiknya yang dibalas dengan pelukan penuh cinta dari kedua mamanya.
"Aku ikut donk kakak, masa cuma mama aja yang dipeluk, Jeje mana." Tiba tiba Jessy sudah berdiri didepan mereka bertiga dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Akia tergelak lalu mengulurkan tangannya untuk membawa serta Jessy dalam pelukan hangat mereka.
💕 💕 💕
Viona tengah menata makanan yang akan menjadi hidangan makan malam keluarga besar Khanza. Wanita itu terlihat begitu sibuk, dengan dibantu oleh Mbok Inem. Wanita paruh baya itu ikut terharu melihat perubahan mantan nyonyanya itu.
Disana diujung pintu, seorang pria tengah menatap wanitanya dengan tatapan penuh damba. Ada sinaran cinta yang begitu besar dimatanya, yang saat ini terus menikmati pemandangan yang selau dia nikmati setiap hari.
Jason tersenyum tipis melihat bagaimana sibuknya istrinya itu. Dengan sebuah isyarat, Jason memerintahkan Mbok Inem untuk meninggalkan mereka berdua.
Mengerti wanita paruh baya itu lalu pamit undur diri.
"Nyonya, mbok tinggal dulu ya, mbok lupa ada urusan yang harus saya tuntaskan."
"Apa mbok ? Saya belum selesai ini, nanti yang bantuin saya siapa mbok. Memang urusan mbok apa kok sampai tidak bisa ditinggalkan dulu itu ?" Tanya Viona dengan kening berkerut.
Mbok Inem tersenyum malu, namun enggan untuk mengatakannya. Viona menggerakkan kepalanya pertanda bertanya kembali pada mbok Inem. Dengan sungkan Mbok Inem melangkah mendekat lalu berbisik pelan.
"Anu Nya, saya udah nggak kuat nahan sakit perut."
Viona melotot, namun beberapa detik kemudian dia tertawa.
"Ya sudah mbok,, kalau urusannya itu saya nggak bisa bantu ya mbok. Mbok sendiri yang harus ngerjainnya." Kekehnya lalu mempersilahkan mbok Inem itu pergi.
Viona masih tersenyum senyum sendiri yang membuat Jason semakin terpesona. Wanita itu memang sangat cantik jika tersenyum, apalagi sekarang dengan tubuhnya yang tertutup hijab, membuat kecantikan Viona semakin mengalir kuat.
"Sayang..." Bisiknya mesra ditelinga Viona dengan posisi memeluk istrinya dari belakang.
Viona tentu saja kaget setengah mat, dia yang sedang fokus dengan kegiatannya tiba tiba dikejutkan oleh adanya sepasang tangan kekar yang memeluk pinggangnya dari belakang. Untung saja piringnya yang dia pegang tidak sampai terjatuh saking kagetnya dia.
"Abang..bikin kaget saja, gimana kalo piringnya sampai jatuh." Pekiknya pelan.
Jason terkekeh lalu semakin mempererat pelukannya. Dikecupnya belakang kepala Viona yang berbalut hijab.
"Love you more istriku."
TBC
Assalamualaikum..hai sahabat sahabatku tersayang...hehe masih betah puasa ? Tinggal beberapa hari lagi menuju hari kemenangan. Semoga kita semua bisa memenangkan pertarungan kita selama satu bulan full ini ya. Eitss...bukan bertarung layaknya film laga ya..tapi bertarung melawan hawa nafsu, lapar dan dahaga. Semoga puasa kita berkah dan diterima oleh Allah SWT, Aaamiin.
Satu part lagi insya Allah menjelang tamat ya, tadinya mau sampai 100 eps aj, ternyata butuh 1 eps lagi.
Setelah ini akan author lanjutkan dengan cerita D'A'R ya (Dhafa Akila dan Rio). Tapi tenang saja, masih ada kisah couole A didalamnya yang akan mewarnai perjalanan kisah cinta DAR..dan disini nanti juga akan ada sosok si cempreng Pipit.. Ada yang masih ingat nggak sama ustazdhah Pipit ?
Ok segitu aja pengumuman dari aku, semoga selalu betah dengan cerita receh auhtor ya..love you all...😘😘🤗
Yuks mampir juga di cerita auhtor yang lain Airaku sigadis tangguh.
__ADS_1