Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Rindu suara azhan


__ADS_3

"Assalamualaikum.."


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarakatuh." Sahut suara perempuan yang terdengar dari dalam rumah.


Tidak lama kemudian muncul sosok wanita anggun yang wajahnya tertutup niqab. Binar kebahagiaan terlihat jelas dari kedua matanya yang menyipit saat mengetahui siapa yang berkunjung kerumah.


"Masya Allah..adikku yang jelek dan nakal ini akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi." Pekiknya dengan suara cemprengnya. " Ummi, Abah, lihat ini siapa yang datang." Teriaknya lagi dengan nada suara yang sangat gembira.


Setelah berteriak wanita itu langsung memeluk sosok pria didepannya dengan mata yang berkaca kaca. Hatinya sungguh senang dan bahagia karena bisa bertemu dan melepas kangen dengan pria yang diakuinya sebagai adiknya itu.


Sementara Azriel hanya memutar bola matanya malas dengan sikap kakaknya yang tidak pernah berubah. Selalu lepas kendali jika merasa bahagia. Namun tak urung pria itu membalas pelukan kakaknya, bagaimanapun dia juga sangat merindukan Zalfa, sang kakak tercinta.


Zalfa Hasna El Fahrenzi putri sulung Kyai Ahmad dan Ummi Hana, yang berarti adalah kakak dari Azriel. Keduanya memang jarang sekali bertemu, karena Zalfa mengikuti suaminya tinggal di Malang, Jawa Timur.


Farhan Abqary Zhafar, suami dari Zalfa diberi kepercayaan oleh Kyai Ahmad untuk mengurus pesantren yang ada diMalang. Karena mustahil memberikan amanah itu pada putra bungsunya, pasalnya Azril waktu itu masih belum bisa untuk mengemban amanahnya. Maka dari itu Kyai Ahmad memberikan kepercayaannya pada sang menantu.


Sementara Farhan sendiri adalah seorang ustadz yang dulunya juga sempat belajar dipesantren milik ayah mertua.


Zalfa melirik pada sosok gadis yang berdiri disamping adiknya, lalu mengurai senyuman manis pada gadis tersebut.


"Apa ini adik ipar ? Kamu cantik sekali, pantas saja adikku ini sampai tergila gila padamu. Kamu memang sangat cantik." Sambutnya ramah lalu memeluk erat Akia.


Azriel memutar bola matanya, terlihat sekali jika saat ini dia sangat kesal. Pasalnya kakaknya itu dengan santai dan tanpa beban membuka kedoknya dihadapan istrinya.


"Ya Allah, kakak ini bisa nggak sekali aja nggak bikin aku kesal. Jangan percaya kata katanya Ratu, dia itu memang begitu suka ngomong seenaknya." Sahut Azriel berusaha membela diri.


"Uuuhh..so sweet bahkan panggilan kesayangan aja Ratu, hihihi..berasa gimana gitu kakak dengernya." Kikiknya geli akan sikap adiknya yang dia saja baru tahu kalau Azriel ternyata bisa alay juga.


"Masuk yuk pasti Abah dan Ummi senang deh ada mantunya yang cantik ini berkunjung kesini. Oh iya nanti sekalian kakak kenalin sama sikembar Arju dan Arja ya." Cerocos Zalfa dengan menarik lengan Akia dan membawanya masuk kedalam, meninggalkan Azriel yang terbengong sendirian didepan pintu.


"Yang jadi adiknya aku apa istriku sih, kok malah aku yang dilupakan." Gerutunya dengan suara pelan, namun urung pria itu melangkah masuk menyusul kakak dan istrinya.


Saat sampai didalam rumah, dapat dia lihat jika saat ini istrinya itu sudah dipingit oleh ummi dan kakaknya. Belum lagi sikembar tengil Arju dan Arja yang nampak bergelayut manja disamping kanan dan kiri Akia.


"Assalamualaikum Abah..Ummi." Salamnya dengan mencium punggung tangan abah dan umminya, namun dengan wajah yang cemberut.


"Kamu kenapa le ? Datang datang kok wajahnya ditekuk gitu. Ndak seneng yo pulang kerumah abahmu ini." Celetuk Kyai Ahmad saat melihat wajah masam putra bungsunya.

__ADS_1


Azriel nyengir kuda, lalu duduk disamping abahnya.


"Ndak Abah, Azriel ndak apa apa kok."


"Cemburu itu Abah, istrinya kan diambil sama sikembar." Sahut Zalfa dengan mesam mesem, rasanya seneng sekali dia menggoda adiknya itu. Sudah sangat lama sekali dia tidak bertemu dan menggoda Azriel.


"Sama keponakan sendiri kok cemburu to Riel." Ucap Ummi Hana dengan senyuman kecil terbit dibibirnya.


"Nggak kok Ummi..."


"Nggak salah lagi maksudnya ummi." Sela Zalfa cepat yang langsung mendapatkan pelototan dari sang adik.


Zalfa terkikik geli, sementara Akia tersenyum. Rasanya hatinya sangat bahagia berada ditengah tengah keluarga yang penuh kehangatan seperti ini. Bahkan Ummi dan Abahnya juga sangat menyayanginya melebihi rasa sayangnya pada anak sendiri.


"Paman Azriel nggak boleh marah begitu, kami berdua hanya senang aja kok. Aunty Kia sangat cantik dan baik." Ucap Arju dengan wajah santainya. Sementara Arja hanya diam dan cuek, tapi tetap tangannya bergelayut manja dilengan Akia.


Akia membelai sayang kepala Arja yang menyender dibahunya dengan lembut, sementara Arju merebahkan kepalanya dipangkuan Akia. Bocah kembar berusia lima tahun itu nampak begitu sayang pada Akia padahal baru beberapa menit yang lalu mereka bertemu.


"Sudah sudah, jangan ribut terus. Riel bawa istrimu kekamar dulu, biarkan dia istirahat pasti istrimu sangat lelah. Masih ada waktu sebelum Ashar." Titah Kyai Ahmad pada putranya.


Azriel mengangguk patuh, begitu pula dengan sikembar yang langsung duduk begitu mendengar perintah kakeknya.


Pria itu berdecak kesal, melihat tingkah si kembar pada istrinya.


Astaghfirullah masih kecil saja udah begitu, gimana besarnya nanti. Gumamnya saat melihat aksi Arja yang mencium istrinya. Sementara Zalfa dan kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sikembar.


Azriel membawa istrinya menuju kamarnya dengan wajah yang cemberut, bibirnya maju kedepan hingga dua centi panjangnya. Membuat Akia terkikik geli melihat sikap suaminya yang posesif padanya.


Saat sampai dikamar Azriel langsung menutup pintu dan tak lupa pria itu menguncinya. Melihat suaminya masih berwajah masam, Akia datang menghampirinya. Memeluknya dan meraih pinggang kekar itu dari depan. Tangannya bergerak mencubit bibir Azriel yang nampak maju seperti bebek.


"Jangan cemberut begitu, bibirmu mirip bebek mas." Godanya yang langsung mendapatkan pelototan suaminya.


Akia terkekeh lalu dengan sedikit berjinjit gadis itu mengecup singkat bibir suaminya.


Cup


Azriel membeku sebelum akhirnya tersadar lalu langsung bergerak cepat saat istrinya itu menjauhkan kepalanya dari wajahnya. Gantian tangan pria itu memeluk pinggang ramping istrinya, sementara tangan yang satunya menekan tengkuk Akia hingga membuat ciumannya semakin dalam.

__ADS_1


Akia memukul mukul punggung suaminya saat merasa dia hampir kehilangan nafasnya. Membuat Azriel melepas ciumannya lalu mengecup seluruh wajah istrinya dengan seringaian licik disana.


"Mas." Pekik Akia demgan wajah cemberut membuat Azriel tertawa.


"Itu hukuman untukmu karena si tengil Arja tadi yang sudah berani menciummu disini." Ucanya dengan menepuk pelan pipi istrinya sebelah kiri.


"Kau cemburu sama anak kecil mas, bahkan dia itu kan keponakanmu sendiri."


"Yup, walau keponakan tetap saja aku tidak terima jika dia menciummu. Kamu hanya milikku selamanya milikku." Bisiknya mesra ditelinga Akia.


Akia tersenyum manis lalu memeluk erat tubuh Azriel, menghirup aroma maskulin suaminya yang sudah membuatnya candu.


"Istirahatlah Ratu, masih ada waktu sebelum ashar." Perintahnya lembut pada istrinya.


"Mas.."


"Hmm."


"Boleh aku meminta sesuatu padamu ?"


"Apa Ratu."


"Emm...maukah kamu jika aku memintamu mengumandangkan Azhan nanti, aku rindu suaramu yang indah itu saat mengumandangkan asma Allah."


Kening Azriel berkerut, walau senang tapi hati pria itu sedikit aneh saat mendengar permintaan istrinya.


"Subhanallahu..aku senang ratu. Tapi kalau boleh tanya tumbem sekali kamu meminta hal seperti itu ?"


"Nggak boleh ya ?"


"Boleh banget, apapun akan aku lakukan untuk membahagiakanmu. Hanya saja mas sedikit penasaran."


Akia tersenyum manis.


"Entahlah, aku sendiri juga nggak tahu mas, hanya saja tiap mendengar suara azhan apalagi jika suara itu adalah milikmu, hatiku begitu tenang. Ada getaran hebat didadaku yang membuat tubuhku kadang lemas seakan tidak ada tulang. Aku jadi teringat dengan semua perbuatanku dulu yang begitu jauh dari jalan Allah. Tiap aku mendengar suara azhan, aku selalu sedih dan bertanya akankah Allah menerima taubatku dan mengampuni segala dosa dosaku yang buruk dimasa lalu ? Aku sangat takut mas jika Allah masih belum menerima taubatku." Ucapnya dengan raut wajah sedih.


Azriel tersenyum lalu membalas pelukan istrinya tanpa mengucapkan satu kata apapun. Airmata nampak menetes disudut matanya, hatinya begitu senang bercampur haru karena istrinya ini benar benar berubah menjadi istri sholehah seperti harapannya.

__ADS_1


"Mas akan menuruti keinginanmu Ratu. Dan percayalah Allah sudah membuka pintu taubatnya untukmu dan memberikan ridhonya untukmu."


TBC


__ADS_2