Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Kabar Buruk


__ADS_3

Maaf ya akhir akhir ini author jarang upadate..


Semoga selalu diberkani kesehatanπŸ™πŸ˜ŠπŸ˜˜


***


Ryan mengerjapkan kedua matanya saat merasa kepalanya terasa sangat sakit luar biasa, ada tetesan darah mengalir dari dahinya. Pria itu berusaha bangun walaupun terasa berat, netranya yang tajam bergerak kesana kemari seakan tengah mencari sesuatu.


Luna, dimana dia.


Ryan terus berusaha bangun, namun tubuhnya kembali terhuyung kebelakang, beruntung ada beberapa warga yang saat ini membantunya.


"Mas ndak apa apa ?" Tanya salah seorang warga yang membantu.


"Dimana teman saya pak ?" Alih alihenjawab, pria itu justru malah balik bertanya.


"Apa teman mas perempuan ?"


"I-iya pak. Katakan dia baik baik saja kan ?"


"Itu mas, disana tapi kondisinya parah, harus segera dibawa kerumah sakit, warga lainnya sedang berusaha membawanya kesana."


Deg


Ryan bangkit berdiri seketika saat mendengar kabar kondisi Luna. Dengan cepat pria itu berlari walaupun dengan kaki yang tertatih tatih, berusaha menerobos kerumunan warga yang mengelilingi seorang korban kecelakaan.


"Luna !! Ya Allah ! Astagfirullah.." Pekik Ryan keras sambil menubruk tubuh Luna yang tergeletak dengan bersimbah darah.


Pria itu menepuk pipi Luna berulang kali, berusaha membuat gadis itu tersadar. Bahkan pria itu menangis histeris dan mengabaikan jika saat ini dia berada di kerumunan warga.


"Sayang...sadarlah kumohon. Jangan tinggalkan aku, baru saja kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku kenapa sekarang kau malah pergi."


Ryan memeluk tubuh Luna yang bersimbah darah, tanpa memperdulikan jika bajunya ternoda oleh darah Luna.


"Ka-kak." Suara lemah Luna terdengar pelan.


"Sayang..Kau sudah sadar, tenang dan jangan banyak bicara. Kakak akan membawamu kerumah sakit."

__ADS_1


"Aku mencintaimu." Ucap Luna lemah lalu kemudian gadis itu pingsan.


"Luna...luna....bangun sayang...bangun." Pekik Ryan saat mata gadis itu kembali tertutup.


"Mas ayo segera bawa kerumah sakit, sebelum terlambat." Ujar salah satu warga mengingatkan Ryan.


"Ba-baik pak..tolong masukkan kedalam mobil saya. Ada diseberang jalan ini." Jawab Ryan dengan terbata bata.


Mereka lalu segera membanti Ryan membopong tubuh lemah Luna untuk dilarikan kerumah sakit terdekat.


***


Akia baru saja keluar dari kamarnya setelah selesai mandi. Kini gadis itu melajukan kursi rodanya ke ruang keluarga dengan dibantu oleh Mbok Inem.


"Mbok pria gila itu masih disini ?" Bisik Akia pada artnya.


"Hussh non ! Nggak boleh bicara seperti itu, ndak sopan. Tuan Azriel kan calon suami non, kata orang jawa pamali berbicara ndak sopan sama calon suami, apalagi nanti kalo sudah resmi jadi suami, jangan sampai non berkata kasar ya apalagi membentak suami. Dosa besar non." Petuah mbok Inem pada nona mudanya.


Akia terkekeh perlahan, dengan gemas dia mencium pipi mbok Inem.


"Aish, mbok ku ini selalu percaya apa kata orangtua. Sudah mbok ayo kita kesana, kalau tidak nanti Tuanmu bisa marah padaku mbok." Kekehnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Loe masih betah aja disini ? Nggak pulang pulang loe." Ketusnya demgan senyum sinisnya.


"Sya ! Bersikap sopan pada calon suamimu nak." Ucap Tuan Aryan tegas.


Akia mendengus kesal, pasalnya pria itu semenjak mengantarnya pulang, sampai sekarang belum pulang juga, dengan alasan jika Tuan Aryan mengajaknya untuk bermain catur.


Azriel tersenyum. " Tidak apa apa pa, maklum saja, soalnya Azriel memang dari siang kan disini. Jadi wajar jika Akia kesal." Ucapnya santai.


"Itu loe tahu, trus ke...."


Drrt


Drrt


Ucapan Akia terpotong karena ponselnya yang mendadak berbunyi. Gadis itu meraih ponselnya yang berada diatas meja, matanya menyipit saat melihat ID pemanggil.

__ADS_1


Arumi ? Tumben bocah itu nelpon malam gini, nggak biasanya. Tapi kenapa perasaan ku mendadak gelisah begini ya ? Apa telah terjadi sesuatu pada bocah itu ?


"Hallo Ar..."


πŸ“ž Kia hiks..hiks.. Luna


"Ada apa Ar ? Kenapa loe nangis ?" Tanyanya dengan suara gelisah.


πŸ“ž Kia,, Luna kecelakaan. Sekarang dia koma Kia. Luna kita..hiks...hiks..


Akia tercekat, mendadak tenggorokannya kering. Tanpa sadar ponselnya terlepas dari genggamannya. Dua butir air bening mengalir di kedua pipinya.


Tuan Aryan dan Azriel langsung menghampiri Akia. Ada gurat panik di wajah sang papa, dengan lembut diusapnya lengan putri semata wayangnya.


"Sayang, ada apa nak ? Kenapa kau terlihat sedih begitu ?" Tanya Tuan Aryan pelan dan hati hati.


Akia mengerjapkan kedua matanya, tersadar dengan keberadaan sang papa.


"Pa..Luna kecelakaan, dan sekarang kondisinya koma."


"Astaghfirullah hal azhim." Sebut Tuan Aryan dengan wajah terkejutnya.


"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.."Sebut Azriel dengan wajah tidak kalah terkejutnya dengan sang calon mertua.


"Ayo...kita segera kerumah sakit." Ajak Tuan Aryan cepat, lalu dibalas anggukan cepat pula oleh Akia.


Mereka bertiga akhirnya segera menuju kerumah sakit dimana saat ini Luna tengah dirawat. Disepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Akia selalu terdiam dengan wajahnya yang murung. Bahkan terlihat bekas jejak airmata gadis itu, Akia menangis dalam diam, sampai membuat kedua matanya membengkak sempurna.


"Tenangkan hatimu Sya, papa yakin Luna gadis yang kuat." Titah sang papa saat melihat wajah putrinya yang nampak terlihat sangat murung dan sedih.


"Entahlah pa, tapi Akia takut. Luna sahabat Akia sejak kecil, dia yang selalu mengerti keadaan Akia setelah Dhafa." Ujarnya pelan sembari memejamkan kedua matanya.


"Jika kau merasa takut, maka berdoalah pada Allah, sang maha pemberi kehidupan. Yakinlah jika Allah SWT akan meng-ijabbah setiap untaian doa doa yang kau panjatkan." Sahut Azriel pelan namun penuh ketegasan.


Akia kembali terdiam, entah apa yang fia pikirkan saat ini, yang pasti hatinya sangat kalut, dan ketakutan. Namun gadis itu berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa takutnya pada siapapun, terutama pada sang papa.


Namun tidak urung, jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam, tersemat doa yang tulus. Meminta pada sang Kholiq supaya menyelamatkan sahabatnya yang begitu sangat berharga baginya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2