Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Nggak mau jadi janda muda


__ADS_3

Akia masih nampak terlihat sangat sabar menunggu suaminya kembali bercerita. Dia begitu penasaran kenapa dulu suaminya itu tidak kembali menemuinya setelah mengucapkan janji padanya.


"Waktu itu mas sedang melarikan diri dari kejaran pihak musuh yang sudah menipu mas."


"Maksud mas ?"


"Ada yang menjebakku dengan berpura pura membeli beberapa senjata api dan juga bahan peledak hasil rakitan milikku. Tanpa merasa curiga mas menyetujui saja saat orang itu menyebutkan tempat untuk melakukan transaksi tersebut. Dan lokasi itu tidak begitu jauh dari tempat kita bertemu."


Azriel menghentikan sesaat ceritanya, lalu memandang lekat wajah istrinya yang nampak begitu serius mendengar ceritanya. Pria itu bangun dari posisinya saat ini, dan bergeser pindah kebelakang istrinya, memeluk erat tubuh kecil itu dari belakang dengan sesekali menghirup aroma wangi tubuh Akia.


"Lalu mas ? Jangan setengah setengah napa kalo cerita itu, kan bikin aku penasaran jadinya." Gerutunya sembari menggeliat kesana kemari berusaha menghindari ulah jahil suaminya yang mendadak berubah tingkat kemesumannya.


Azriel terkekeh melihat istrinya yang mulai tidak sabar. Mengabaikan sang istri pria itu malah asik dengan kegiatannya menciumi pundak istrinya yang sedikit terbuka, karena saat ini Akia sedang memakai kemejanya yang nampak begitu besar ditubuhnya yang kecil.


"Mas ! Berhenti atau.." Ancam nya dengan wajah kesal.


"Ok..ok." Pria itu menyerah lalu menghentikan kegiatannya, akan bahaya jika ratunya marah. Lalu pria itu merebahkan tubuh istrinya supaya menyender didadanya yang bidang. Akia tidak tahu jika posisi itu adalah favorit pria tersebut.


"Saat sampai ditempat yang disepakati, tiba tiba mereka menyerang dengan sangat brutal, tentu saja mas yang saat itu tidak ada perasaan curiga menjadi panik dan dengan segera mengatur siasat. Mas memang berhasil kabur tapi mas kehilangan banyak sekali anggota mas yang setia.


Saat itu Rio sedang melakukan pekerjaan lainnya jadi ketika kami meminta bantuannya pun percuma, akan sangat terlambat. Lalu pada akhirnya mas sampai ditempat kita bertemu. Sebuah danau milikku yang aku anggap aman untuk sementara bersembunyi.


Namun tidak disangka mereka akhirnya menemukan keberadaan mas, hingga akhirnya mas pergi meninggalkanmu, dan berjanji untuk kembali menjemputmu suatu saat nanti.


Baru saja kami pergi belum begitu jauh, mereka sudah berhasil mengejar dan langsung menyerang. Menembak dengan membabi buta, dan akhirnya menabrak mobil yang kami tumpangi. Dan seperti yang media beritakan mobil kami hancur dan meledak saat itu juga."


Azriel memejamkan kedua matanya rapat, saat kenangan paling buruk itu harus dia ingat kembali. Tubuh pria itu bergetar hebat, dan Akia dapat merasakannya dengan jelas.


Gadis itu berbalik, namun masih dalam posisi di pelukan suaminya.


"Aku masih bingung mas, jika kau saat itu selamat, lalu siapa bocah yang dikabarkan tewas waktu itu ?"

__ADS_1


"Dia..dia.."


Melihat reaksi suaminya yang terlihat sangat buruk, perlahan Akia memeluk tubuh kekar itu lalu mengusap punggungnya dengan lembut.


"Hentikan jika kau tidak sanggup mas, aku tidak akan memaksamu. Sudah cukup apa yang kau ceritakan sampai sejauh ini." Hiburnya dengan terus mengusap lembut punggung Azriel. Bahkan gadis itu memberanikan dirinya mengecup singkat kening suaminya walau rasa malu menggelayuti hatinya.


"Tidak, kamu harus tahu semuanya sayang, supaya kamu tidak mempunyai pemikiran yang negatif nanti. Aku mau kita sama sama saling terbuka dalam hal apapun."


Akia mengangguk menyetujui keputusan suaminya, Azriel benar bagaimanapun mereka sudah menjadi pasangan suami istri, jadi sudah selayaknya diantara mereka saling terbuka satu sama lain.


"Baiklah jika itu keinginanmu, tapi jangan memaksakan diri jika mas tidak sanggup."


"Bersamamu aku pasti sanggup melewati semua ini sayang, terima kasih sudah hadir dalam hidupku." Pria itu menatap manik mata indah milik istrinya sembari menggenggam erat kedua tangan Akia.


"Sekarang apa sudah bisa kau lanjutkan ceritamu ? Siapa bocah laki laki yang dikabarkan tewas waktu itu."


"Dia Dhani, adik angkatku. Aku menemukannya bersama Rio saat bocah itu hampir meregang nyawa karena ulah pamannya. Bahkan orangtuanya sudah tewas di tangan paman nya sendiri karena keserakahannya akan warisan harta orangtua dari ayah bocah itu.


Pada saat kejadian Dhani memang bersikeras untuk ikut walaupun aku sudah menolaknya. Dan tidak aku sangka bocah itu mengorbankan dirinya dengan mendorongku keluar dari mobil sementara dia hangus terbakar didalam sana beserta orang orang kepercayaan ku.


Akia menutup mulutnya yang terbuka lebar, gadis itu sangat syok dan hatinya ikut merasakan sakit yang luar biasa. Bagaimana Azriel dulu yang masih bocah tapi sudah menjalani kehidupan yang sangat pahit. Bocah seusia Azriel yang harusnya masih asik bermain dengan anak sebayanya, tapi malah harus bermain main dengan senjata dan nyawa sebagai taruhannya.


"Aku jahat Sya, aku pembunuh, aku mantan pendosa. Bahkan sampai sekarang aku masih merasakan ketakutan yang mendalam. Takut apabila orang orang dari masa lalu ku masih mempunyai dendam padaku, dan keluargaku yang menjadi taruhannya.


Aku takut pendosa sepertiku tidak akan mendapatkan pengampunan dari Allah. Aku takut jika taubatku tidak diterima olehNya." Gugu pria itu dengan isakan yang terdengar sangat pilu.


Akia tercekat, sosok suaminya yang terkenal sangat tenang dan tegas ternyata mempunyai hati yang begitu rapuh.


"Setelah tahu bagaimana buruknya suamimu, apakah kamu masih ingin menjadi istriku Sya ? Apakah kamu masih ingin bersama denganku ? Aku akan melepas mu walaupun pada akhirnya aku lebih baik memilih mati daripada harus berpisah denganmu." Ucapnya lirih dengan nada sendu.


Akia melotot sempurna, memandang tak suka pada wajah suaminya.

__ADS_1


"Apa mas berniat membuatku menjadi janda muda ?"


"Hah ? Maksudmu ?" Tanya pria itu dengan kening berkerut.


"Barusan kau bilang ingin mati, itu berarti kau ingin membuatku menjadi janda muda. Padahal aku tidak ingin menjadi janda, baru saja kita menikah, kau sudah berkata seperti itu." Gerutunya dengan bibir mencebik.


Azriel tertawa mendengar perkataan istrinya yang terdengar lucu. Dengan gemas pria itu mengecup seluruh wajahnya berkali kali.


"Aku tidak akan membuatmu menjadi janda, enak saja. Kita bahkan belum pernah merasakan bagaimana indahnya berumah tangga, masa iya aku harus kembali meninggalkanmu sih."


Akia tersenyum dengan hati yang berbunga bunga.


"Bagaimanapun dirimu dimasa lalu, aku akan selalu ada disisimu mas. Love you My Darel."


Flashback of


"Sya ."


Akia berjengkit tersadar dari lamunannya , lalu menoleh kearah suaminya dengan tatapan penuh tanya.


"Kita sudah sampai, kamu terlalu asik melamun sampai mas memanggilmu berulang kali pun kamu tidak dengar." Cetusnya dengan senyuman kecil terbit dibibirnya yang seksi.


Akia mengulum senyum malu karena mengabaikan suaminya.


"Maaf mas aku tidak dengar." Beonya sembari menunduk malu.


Sikap malu malu gadis itu membuat Azriel merasa gemas dengan istri kecilnya itu.


"Kamu begitu menggemaskan sayang, lihatlah sikap malu malu mu itu sangat lucu tahu. Sudahlah ayo kita turun, jika kita terus disini yang ada malah aku akan memakanmu nanti." Godanya dengan mengedipkan sebelah matanya.


Akia melongo tapi seketika mencebik kesal menyadari jika suaminya itu kembali menggodanya. Dengan menahan malu bercampur kesal gadis itu keluar lebih dulu meninggalkan suaminya yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang nampak kesal karena ulahnya

__ADS_1


"Sayang tunggu."


TBC


__ADS_2