Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Jadilah milikku seutuhnya


__ADS_3

Aku masih belum mau jauh jauh dari babang Azriel jadi part ini dan berikutnya masih tentang mereka berdua ya..gemes gitu liat babaang Azriel yang romantis dan Akia yang polos tapi galak. 🤣🤣


***


Azriel masih memeluk erat tubuh Akia yang saat ini terduduk lemas dilantai kamar hotel. Gadis itu masih membisu namun airmatanya masih terus mengalir keluar. Perlahan pria itu menyelipkan tangannya dipunggung dan di kaki Akia, lalu mengangkat tubuh mungil itu yang hanya bisa pasrah, dan membawanya keatas ranjang.


Mendudukkannya dengan hati hati dipinggiran ranjang itu, Azriel lalu duduk berjongkok didepan Akia dan melingkarkan kedua tangannya dipinggang gadis itu.


"Sya.." Gadis itu masih membisu dengan pandangan mata yang terasa kosong, membuat hati Azriel perih seakan tersayat pisau.


"Sya bicaralah, kamu boleh memukulku atau jika perlu kamu boleh membunuhku, tapi aku mohon jangan begini, aku tidak sanggup jika kamu terus diam. Hatiku sakit sekali melihatmu seperti ini Sya." Gugu pria itu lalu menenggelamkan kepalanya di paha istrinya.


Akia sedikit menoleh, gadis itu dapat merasakan bagaimana tubuh suaminya bergetar pertanda jika saat ini suaminya tengah menahan tangis.


"Mas mohon jangan membenciku, mas tidak sanggup jika kau benci, setelah sekian lama akhirnya mas bisa menemukan mu dan memilikimu sebagai istriku."


Tangan mungil Akia menyentuh pucuk kepala Azriel yang mana langsung membuat pria itu mendongak keatas melihat wajah istrinya yang saat ini sedang menatapnya.


Aku tidak membencimu mas, aku hanya merasa terkejut, semua begitu mendadak, dan aku tidak sanggup menerima semuanya yang terjadi bertubi tubi padaku.


"Sayang ?"


"Kenapa ..kenapa baru sekarang mas ? Kau mengatakan padaku setelah kau tahu bagaimana hancurnya hatiku saat tahu jika orang yang selama ini aku cintai sudah tiada. Dan aku yang bodoh terus menangisi hampir sepanjang hari untuk orang yang selama ini aku anggap sudah tiada. Kau tahu betapa sulitnya aku melewati hari hari kelamku mas." Jedanya dengan airmata yang kembali mengalir deras.


Azriel bangkit dan duduk disamping gadis itu, lalu dengan cepat memeluk tubuh istrinya yang sudah tidak berdaya.


"Dan kau selama ini ada di dekat ku, melihatku, dan bahkan tahu bagaimana hancurnya aku, tapi kau malah diam seolah olah kau tidak mengenalku.Kau bahkan tahu bagaimana setiap hari aku selalu menangisi dirimu yang aku kira sudah tidak ada di dunia ini. Kau jahat mas, bagaimana bisa kau lakukan ini padaku." Pekiknya dengan terus memukul dada bidang pria itu.


"Maaf...maaf. Pukul lah aku sepuas hatimu Sya, jika itu bisa meredakan rasa sakitmu. Maafkan suamimu yang bodoh ini, suamimu yang tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan semuanya dari awal."


"Aku ingin membencimu, tapi rasa cintaku mengalahkan semuanya mas, aku bingung. Hiks..kenapa kau jahat sekali mas..hiks."


Azriel terus memeluk erat tubuh istrinya dan membiarkan Akia yang terus memukulnya tanpa henti, hingga pada akhirnya dia merasakan pukulan itu melemah dan juga istrinya yang terkulai lemas.


Azriel melirik wajah Akia sekilas, istrinya itu tertidur setelah kelelahan menangis dan mungkin juga lelah dengan pikirannya. Perlahan dan hati hati Azriel merebahkan tubuh Akia diatas ranjang, menyelimutinya hingga sampai batas dada.

__ADS_1


Memandang sendu wajah cantik yang terlihat sembab dengan kedua matanya yang membengkak karena terlalu lama menangis. Pria itu meneteskan air mata nya, mengutuk dirinya sendiri yang mana justru karena dia penyebab istrinya menangis.


Perlahan Azriel ikut merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah, menarik tubuh Akia kedalam pelukannya, lalu dia pun perlahan ikut terlelap ke alam mimpi menyusul istri tercinta.


****


Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari saat kedua mata cantik itu membuka matanya. Dilihatnya posisi tidurnya yang saat ini berada di pelukan seseorang. Dahinya mengernyit, lalu tersadar jika saat ini dia sudah menikah.


Akia mendongak menatap wajah tampan yang nampak masih terlelap dalam tidurnya. Pelan tangannya terulur membelai wajah suaminya. Semua masih terasa mimpi baginya. Akia kembali mengingat kenangan itu dan lagi airmata itu keluar mengalir dari sudut matanya yang indah.


"Jangan menangis lagi sayang, maafkan aku." Suara serak Azriel membuatnya tersadar, ingin menarik tangannya dari wajah suaminya, namun pria itu menahannya dengan menggenggam lembut tangan yang menempel di wajah tampan itu.


Akia menatap lama kedua mata yang terbuka itu, menyelam lebih dalam seakan mencari sesuatu disana. Dan tatapan penyesalan dan cinta yang begitu besar dia dapatkan disana. Gadis itu terpejam saat bibir dingin nan lembut suaminya menempel dikeningnya.


"Sayang.." Bisiknya lembut mendayu nan mesra, membuat gadis itu membuka kedua matanya, menatap mata elang Azriel yang saat ini sedang menatapnya lembut. "Masih marah padaku ?"


Perlahan Akia menggelengkan kepalanya, kenyataannya dia memang tidak bisa marah pada suaminya, dia begitu mencintai sosok pria didepannya itu. Bibir Azriel sedikit terangkat keatas membentuk lengkungan yang semakin lebar.


"Apa masih ada sesuatu yang belum kamu sampaikan padaku mas ? Katakan semuanya, aku ingin mendengarnya saat ini. Aku tidak ingin mengetahuinya nanti. Setidaknya aku bisa mempersiapkan diriku jika aku ingin pergi darimu."


"Katakan mas aku ingin mendengarnya, kau tahu aku tidak bisa pergi darimu, karena aku pun tidak bisa hidup tanpa adanya dirimu disisiku." Ucapnya lirih dengan wajah yang memerah menahan malu.


Azriel tersenyum senang, istrinya sudah kembali ceria walaupun baru sedikit. Tangannya mengangkat dagu istrinya membuatnya memandang lekat kewajahnya yang cantik.


"Akan aku katakan, semuanya tanpa terlewati, tapi sebelum itu bolehkah kita.." Bisiknya dengan suara yang sudah berubah serak.


Akia melotot, bagaimana bisa suaminya itu berpikiran kearah sana. Dicubitnya pelan pinggang suaminya dengan senyum malunya.


"Mas bisa bisanya kau berpikir begitu, aku tu lagi sedih tapi kau malah.."


"Justru karena kamu sedang sedih, makanya mas ingin menghiburmu. Ya ya boleh ya." Bujuknya yang mirip seperti anak kecil.


Dengan wajah masih memerah namun gadis itu perlahan menganggukkan kepalanya, membuat hati pria itu menjadi girang sekali.


"Ayo kita sholat dulu, supaya kita dianugerahi anak yang pintar dan sholeh." Ajaknya lalu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Maass..aku bisa sendiri." Pekiknya saat tiba tiba suaminya mengangkat tubuhnya dan membawanya kedalam kamar mandi.


"Sstt..diamlah, malam ini sampai besok tidak akan aku biarkan kau berjalan sendiri, karena aku yang akan dengan senang hati menggendongmu." Bisiknya pelan.


Setelah berwudhu lalu keduanya melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, meminta pada Yang Kuasa supaya memberikan keturunan yang sholeh dan sholehah. Akia nampak bergetar hebat, pasalnya ini pertama kalinya dia sholat berjamaah dengan pria yang berstatus suaminya. Hatinya merasa hangat dan terharu. Dipeluknya dari belakang tubuh kekar Azriel, membuat pria itu merasa heran.


Azriel memutar badannya lalu mengangkat dagu istrinya, merasa terkejut saat mendapati sang istri yang kembali menangis.


"Kamu kenapa sayang ? Apa kamu masih marah sama mas ?"


Akia menggeleng, membuat pria itu semakin heran. " Lalu ? Kenapa kamu menangis."


"Aku bahagia, karena bisa memilikimu, bahagia karena akhirnya takdir Allah begitu indah, walaupun sebelumnya terasa begitu berat, namun aku bersyukur pada akhirnya kebahagiaan itu datang padaku." Ucapnya lirih.


Azriel tersenyum lalu mengecup kedua mata yang berair itu.


"Sudah nangis nangis nya ya, lihat ini wajah istriku jadi jelek begini." Ujarnya sembari mengusap wajah yang masih berbalut mukena itu, lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


"Malam ini jadilah milikku seutuhnya sayang." Bisiknya mesra ditelinga Akia.


Lalu pria itu mengucapkan doa sebelum dia menyentuh istrinya.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


TBC


Hai assalamualaikum..yah author ngegantung lagi..hehe..maaf ya part berikutnya deh..tapi jangan terlalu berharap banyak ya,,karena author tidak akan menjelaskannya secara detail, takut nanti kalo ada yang baca novel ini ada yang masih dibawah umur..takut bahaya. hehe 🤗


piss ✌ kabur ah...takut authornya digerebek..🤣🤣


selamat beraktifitas dan tetap jaga kesehatan..semoga di pagi hari disambut dengan rezeki yang melimpah..aamii n

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..love you full..


__ADS_2