Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Siapa Marc ?


__ADS_3

Hari terus berlalu tidak terasa pernikahan Akia dan Azriel sudah menginjak usia dua bulan. Sungguh hari yang berlalu begitu cepat, bahkan pasangan pengantin yang baru menikah itu berasa baru kemaren saja mereka melangsungkan hari bahagia itu.


Akia menjalani kehidupan rumahtangga dengan sangat romantis dan harmonis, bahkan tidak sekalipun Azriel berkata kasar padanya. Akia juga berusaha menjadi istri yang baik dan sholehah untuk suaminya itu.


Azriel yang bucinnya kebangetan dan Akia yang galak tapi polos, sungguh pasangan yang sangat ideal.


Beberapa hari yang lalu Akia mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan. Mama syifa saat ini dikabarkan tengah mengandung calon adiknya. Ya, semenjak pernikahan papanya dua bulan yang lalu, Akia memutuskan untuk mulai memanggil ustazhah cantik itu dengan sebutan mama.


Ada kebahagiaan pasti ada juga kesedihan. Akia sangat bahagia dengan kabar tentang kehamilan mama mudanya itu. Tapi tidak dapat dia pungkiri, jika saat ini dia juga merasakan kesedihan secara bersamaan.


Bagaimana tidak, mamanya yang baru saja menikah sudah diberi kepercayaan oleh Allah, sementara dia yang sudah menikah terlebih dahulu, sampai sekarang belum ada tanda tanda yang menunjukkan jika dia sedang mengandung.


Berbagai macam pikiran buruk datang silih berganti, walaupun dia tidak ingin memikirkannya, tetap saja pikiran itu melintas cepat di kepala nya. Gadis itu jadi takut sendiri jikaa memikirkan Azriel yang nanti akan kecewa dan akhirnya mencari wanita lain karena dirinya yang belum juga mengandung.


Seperti hari ini, gadis itu sedang asik termenung sendiri dibalkon kamarnya. Memikirkan dirinya yang sampai sekarang masih belum hamil. Semenjak dari mansion papanya kemaren malam, gadis itu selalu saja mengurung dirinya dikamar.


Azirel yang baru pulang dari kantor, nampak mengrenyit heran saat melihat suasana kamar yang nampak sepi. Dicarinya sosok sang istri dan lagi helaan nafas kasar kembali keluar dari hidungnya. Semenjak kepulangan mereka dari mansion istrinya lebih banyak melamun dan mengurung dirinya dikamar.


Pelan kaki itu melangkah menghampiri istri tercinta. Memeluknya erat sambil sesekali mencium tengkuknya. Dapat dia rasakan tubuh istrinya yang terkejut karena tindakannya.


"Mas.."


"Melamun lagi ?"


Akia menoleh lalu tersenyum miris, jelas sekali Azriel melihat ada rona sedih dan khawatir disana.


"Apa yang membuatmu sedih dan khawatir begini sayang ?"


"Nggak papa mas, aku baik baik saja kok."


"Kau berbohong padaku ? Kau itu bahkan tidak pandai berbohong." Ucapnya sembari mencubit gemas hidung mancung istrinya.


Akia mengusap pelan dada bidang suaminya, lalu merebahkan kepalanya disana.


"Kau tidak akan pernah meninggalkan aku kan mas ? Kau tidak akan mencari wanita lain kan ? Apa kau akan selingkuh dariku." Entah kenapa hati gadis itu kembali sendu, lalu tanpa terasa air mata nya sudah mengalir membasahi kemeja Azriel.


Tanpa memperdulikan pertanyaan istrinya, pria tampan itu mengangkat tubuh istrinya dan dibawa masuk kedalam kamar. Mendudukkan tubuh mungil itu disofa yang berada dikamar.

__ADS_1


Azriel menatap penuh kelembutan wajah cantik Akia yang kini terlihat sangat muram dengan kedua mata sembabnya. Mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang lalu menangkup wajah Akia.


"Dengar baik baik apa yang suamimu katakan ini Sya." Ucapnya dengan nada tegas. " Tidak perduli dengan ada atau tidak adanya anak didalam rumah tangga kita. Aku akan selalu mencintaimu, hanya kamu wanita satu satunya yang akan memenuhi ruang hatiku. Selamanya.


Semenjak aku mengucapkan sumpah janjiku dihadapan Allah SWT, semenjak itulah aku hanya mengharapkan dirimu seorang didalam hatiku, sekarang nanti ataupun selamanya.


Memangnya kenapa jika kita belum mempunyai anak ? Kita baru menikah 2 bulan, kenapa kamu harus khawatir seperti ini. Kamu lihat diluar sana, banyak orang yang bahkan sampai puluhan tahun menikah tapi Allah belum memberikan kepercayaan seorang buah hati ditengah keluarga mereka. Tapi mereka selalu berpikir positif dan menerima dengan ikhlas.


Kuatkan imanmu dan berprasangka baik, maka kedamaian akan selalu ada dihatimu." Ucap Azriel panjang lebar.


Akia menatap mata jernih milik suaminya, hatinya kembali menghangat mendengar kata kata Azriel.


"Makasih mas sudah menguatkan aku. Jujur aku begitu khawatir jika suatu saat kamu sampai pergi dariku dan mencari sosok wanita yang lebih cantik dariku dan lebih segalanya dariku." Ucapnya lirih dengan kepala tertunduk.


Azriel tersenyum melihat rona takut diwajah istrinya. Pria itu mengecup singkat bibir cerry yang selalu membuatnya merasakan candu.


"Kamu tidak percaya pada cinta suamimu ini ? Cintaku padamu tidak bisa diukur dengan cantik atau tidaknya wajahmu, tapi yang penting adalah hatiku yang sudah terpaut lama pada hati seorang gadis kecil yang kini sudah menjadi istriku. Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, dan sampai sekarang bahkan sampai selamanya cinta ini akan selalu ada untukmu. Dan dihati ini hanya dipenuhi oleh namamu seorang."


Akia mengangguk, kini dia percaya sepenuhnya pada suaminya. Dia yakin jika Azriel adalah tipe cowok yang setia hanya pada satu pasangan saja. Semua itu Akia buktikan sendiri dengan setianya pria itu menunggu kembali dirinya yang sudah 3 tahun pergi meninggalkan pria itu.


***


Kini gadis itu sudah siap dengan setelan celana training warna dongker dipadu dengan kaos putih gombrong lengan panjang, dan juga sebuah pasmina warna senada dengan celananya. Dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, gadis itu mulai berlari kecil meninggalkan rumahnya.


Selang satu jam dia berolahraga dan merasa jika waktu sudah mulai panas. Akia berjalan santai dipinggir jalan menuju kembali kerumah. Namun baru beberapa langkah dia berjalan gadis itu merasakan hawa aneh yang tiba tiba menyerangnya. Dia merasa ada seseorang yang sedang membuntutinya.


Akia menoleh kebelakang tapi dia tidak menemukan seseorang yang gerak geriknya mencurigakan. Hanya ada beberapa warga yang berlalu lalang dan juga berolahraga sama seperti dirinya.


Gadis itu menggendikkan kedua bahunya lalu kembali melanjutkan langkahnya. Namun lagi dia kembali merasakan jika ada seseorang yang mengikutinya dari tadi. Akhirnya Akia berpura pura jongkok untuk mengikat tali sepatunya yang sengaja dia lepas dengan menggunakan kakinya.


Saat dia sedang berjongkok, dia sedikit melirik kebelakang. Benar saja, kecurigaannya terbukti, pria yang memakai masker dengan jaket hitam itu nampak berhenti juga dibelakang tidak jauh dari tempatnya saat ini. Pria itu berpura pura memainkan ponselnya.


Akia tersenyum miring, dia ingat pria itu adalah pria yang sama yang tadi tidak sengaja menabrak dirinya saat dia sedang membeli minuman. Akia segera mencari akal, tersenyum lebar saat kini posisinya sangat menguntungkan untuknya.


Didepannya ada sebuah belokan kecil yang menuju kearah rumahnya, gadis itu secepat kilat berjalan menuju jalan berbelok sebelum pria itu menyadarinya. Lalu gadis itu memutar tubuhnya dan bersembunyi dibalik pohon besar.


Benar saja pria itu sedikit kesal saat buruannya terlepas dari genggamannya. Pria itu bahkan nampak menendang kesal diudara.

__ADS_1


"Sial..cepat sekali gadis itu menghilang." Gerutuannya terdengar ditelinga Akia yang memang bersembunyi tidak jauh dari pria itu berada.


Saat pria itu hendak berbalik dan memutuskan untuk kembali, tiba tiba sebuah suara membuatnya berpaling pada sosok yang saat ini sedang bersender disebuah pohon besar.


"Siapa kau ! Aku melihat dari tadi kau mengikutiku." Suara Akia berubah dingin dan mencekam.


Pria itu tersenyum miring lebih tepatnya menyeringai aneh. Pria itu terkekeh lalu berubah menjadi tawa yang sangat keras ditelinganya.


"Tidak kusangka ternyata kabar yang aku dengar adalah benar. "


"Apa yang kau dengar."


"Sungguh pria itu sangat beruntung mempunyai seorang istri yang tidak mengenal takut sepertimu. Sepertinya kali ini aku sedikit bersemangat untuk bermain main denganmu baby."


"Siapa yang kau maksud, dan istri siapa." Ketusnya tajam tanpa merasa takut sedikitpun.


"Aku salut dengan sikap beranimu nona, tapi jangan berbangga diri, saat ini kondisimu tidak aman. Aku bisa saja langsung menyerangmu atau mungkin menyerang papa dan istri mudanya. Akh aku dengar jika mama mudamu sedang mengandung ya. Atau lebih baik aku serang adik angkatmu Arfan saja ? Bagaimana ?"


Tubuh Akia menegak sempurna mendengar ucapan pia yang tidak dia kenal itu. Tanpa diduga oleh pria itu, Akia langsung menyerangnya dengan gerakan kilat. Jangan diragukan lagi kemampuan Taekwondo Akia yang memegang sabuk hitamnya. Hanya dalam beberapa jurus saja diaa sudah bisa menaklukkan pria misterius itu.


"Jangan pernah berani mengancamku, apalagi dengan keluargaku. Kalau sampai kau melakukannya maka aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia sekalipun." Geram Akia lalu mendorong keras tubuh pria itu kedepan.


"Pergi dari hadapanku, sebelum aku kehilangan kesabaranku."


Pria itu terkekeh, sebelum akhirnya memberikan senyuman miring.


"Aku juga tidak berniat untuk menyerangmu sekarang nona, aku hanya ingin berkenalan dengan istri dari pria itu. Baiklah aku pergi dulu, sampaikan salamku pada El. Bilang jika Marc sudah kembali dan akan segera bermain dengannya." Ucapnya sembari berjalan menjauhi Akia yang termenung sendiri.


"Hei katakan siapa kau ! Dan siapa yang kau maksud dengan El hah." Teriak Akia keras namun percuma saja karena pria itu sudah menghilang dari hadapannya dengan sangat cepat.


Siapa yang dimaksud pria tadi ? El siapa El...Apa mungkin itu...astaghfirullah azriel ?


TBC


Assalamualaikum sahabat tercinta, maafkan author ya yang baru bisa up malam, karena kegiatan siang hari ini begitu padat merayap .


maklum ada kegiatan disekolah my princess jadi seharian Author full disekolah..capek tapi alhamdulillah hati selalu bersyukur.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..author usahakan untuk up setiap hari walaupun kadang hanya satu bab. Jika waktu luangnya banyak insya Allah author double up ya..see you.🤗🤗😘


__ADS_2