
Kabar tentang kehamilan Akia menyebar dengan begitu cepat, hingga sampai kepada para sahabatnya. Semua orang yang sangat menyayangi gadis itu merasa ikut gembira bercampur haru. Tidak ketinggalan Mbok Inem, pengasuh Akia dari jamannya gadis itu orok sampai dewasa. Wanita paruh baya itu bahkan sampai menangis sesenggukan saking bahagianya dia mendengar kabar tersebut.
Tuan Aryan, sang papa pun tidak ketinggalan bahagianya, bahkan pria matang itu sampai melakukan panggilan video berkali kali demi melihat wajah sang putri. Disebelahnya sang istri sampai merengek padanya agar segera membawanya pergi berkunjung ke Kuningan hari itu juga.
Tuan Aryan nampak kewalahan menghadapi sikap istrinya yang mendadak manja. Padahal hari hari biasanya, Syifa sangatlah lembut dan penurut.
"Mas, ayolah kita berangkat sekarang ya." Rengeknya dengan tangan yang menggelayut manja dilengan kokoh suaminya.
"Sayang, bukannya aku melarang, tapi keadaanmu sendiri sedang mengandung. Apa kamu tidak kasihan sama anak kita jika nanti kamu merasa kecapekan." Bujuk Tuan Aryan pada istrinya.
Syifa langsung melepas pelukannya dengan bibir yang memberengut kesal. Wanita itu langsung berpaling membelakangi suaminya. Nampak Tuan Aryan mengusap kasar wajahnya, pria itu terlihat sangat frustasi menghadapi tingkah istrinya yang mendadak manja.
" Mama jangan marah, lusa Kia akan pulang kemansion, jadi nanti kita bisa bertemu. Kasihan adiknya Kia kalo mama marah begitu."
Tuan Aryan dan Syifa langsung tersadar. Ah mereka melupakan jika saat ini mereka sedang melakukan panggilan video dengan putrinya itu. Syifa yang mendengar suara Akia langsung berubah ceria dalam seketika.
"Benarkah ? Kamu tidak sedang berbohong bukan ? Atau hanya untuk membuat hati mamamu ini senang ?"
"Tidak ma, Kia berjanji nanti lusa kami berdua datang kemansion."
Syifa tersenyum manis mendengar perkataan Akia.
"Baiklah, nanti mama akan membuatkan makanan kesukaan Kia ya."
"Jangan capek capek ma, ingat mama sedang mengandung adiknya Kia."
"Tidak sayang, nanti kan juga ada Mbok Inem yang bantuin."
"Baiklah ma, ya sudah kalo begitu Kia matiin dulu ya. Sampai jumpa nanti ya ma, assalamualaikum."
"Waalaiikumussalam warohmatulllahi wabarokatuh." Ucap Syifa lalu memberikan ponsel pada suaminya.
"Mas ayo kita belanja beli bahan bahan untuk membuat makanan kesukaan Akia ya." Ajak Syifa pada suaminya, wanita itu terlihat begitu antusias seakan tidak sabar untuk berjumpa dengan putri sambungnya itu.
Tuan Aryan tersenyum lalu meraih tubuh istrinya kedalam pelukannya. Tangannya terulur membelai lembut perut sang istri yang sudah mulai membesar. Ya, usia kehamilan Syifa sudah menginjak usia 5 bulan.
"Mas bahagia melihatmu begitu menyayangi putri mas, walaupun kamu tahu jika Akia bukanlah putri kandungmu. Mas tahu rasa sayangmu pada Akia begitu besar, dan mas sangat beruntung bisa memiliki seorang istri yang sebaik kamu. Tapi dengar kamu juga harus memperhatikan anak kita yang sedang kamu kandung. Jangan terlalu kecapekan, mas tidak ingin kamu kelelahan sayang." Ucapnya dengan menatap wajah istrinya penuh cinta.
__ADS_1
Syifa membelai lembut wajah suaminya sambil tersenyum manis.
"Aku yang harusnya bersyukur karena menjadi wanita yang sangat beruntung bisa memiliki kamu sebagai suamiku, dan putri yang mempunyai hati bagaikan malaikat seperti Akia. Sungguh aku tidak tahu bagaimana hidupku jika tanpa kalian berdua. Aku hanyalah seorang wanita yang sudah tua yang belum juga menikah disaat umurku sudah tidak muda lagi. Tapi Allah begitu sayang padaku, karena sudah mempertemukanku dengan pria hebat sepertimu mas. Terima kasih sudah memberikan cinta yang begitu indah dan besar untukku mas. Aku akan berusaha untuk selalu menjadi istri seperti yang kamu harapkan."
"Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Bisik Tuan Aryan dengan penuh haru.
Pria itu tidak menyangka jika diusianya yang sudah tidak muda lagi, Allah masih memberikan jodoh yang tidak dia sangka sangka. Hari harinya yang kosong kini berubah berwarna dengan hadirnya Syifa dihidupnya yang selalu membuatnya merasa menjadi sosok suami yang sempurna.
Pria itu merasa kembali mendapatkan gairah hidup setelah sekian lama hatinya merasa kosong semenjak kepergian mendiang istrinya. Saat bersama Viona pria itu tidak merasakan perasaan bahagia ataupun senang melainkan hanya perasaan hambar karena Viona tidak pernah melakukan salah satu kewajibannya sebagai seorang istri. Wanita itu hanya sibuk dengan urusan shopping dan arisan dengan teman teman sosialitanya. Setidaknya itulah sosok Viona sebelum wanita itu berubah menjadi lebih baik sekarang.
"Baiklah, mas akan menelpon Jason supaya mengajak Viona dan Jessy kemari. Pasti dia juga senang mendengar kabar gembira ini." Ucan Tuan Aryan.
"Benarkah ? Aah..aku senang sekali mas, akhirnya bisa bertemu lagi dengan Jejeku sayang."
"Sepertinya kamu dekat sekali dengan gadis kecil itu ya." Tanya Suaminya dengan menaikturunkan alisnya.
"Tentu saja, dia sosok gadis yang sangat imut dan menggemaskan. Gadis itu sangat pintar sekali mas, aku sangat merindukan ocehan bawelnya itu."
"Ya..ya..ya.." Ucap suaminya sembari manggut manggut dengan matanya yang terus menatap wajah cantik didepannya ini.
Kamu benar benar wanita yang luar biasa, istriku.
Meninggalkan Tuan Aryan dan Syifa, kini beralih pada sepasang suami istri yang nanti akan segera menjadi sosok orangtua.
Azriel menatap penuh damba istrinya yang saat ini sedang duduk menyender di sandaran ranjang setelah beberapa detik lalu mengakhiri panggilan video dengan kedua orangtuanya. Pria itu ikut berbaring bersama sang istri, bedanya Azriel merebahkan kepalanya diatas paha Akia dengan posisi kepala yang menghadap keperut istrinya.
Sesekali Azriel menelusupkan kepalanya semakin dalam dan mengecup perut rata istrinya berulang kali. Akia yang mendapati tingkah manja suaminya sedikit jengah, gadis itu menggeliatkan tubuhnya saat Azriel mengusak ngusak kepalanya diperutnya.
"Mas geli ah, menjauh dikit." Keluhnya dengan tangan yang mendorong pelan kepala Azriel.
Namun pria itu tidak mengindahkan keluhan istrinya, malah dengan nakal, menarik tangan Akia lalu membawanya untuk melingkari tubuh besarnya.
"Mas..."
"Ehmm."
"Menyingkir dikit napah."
__ADS_1
"Ehmm."
"Mas."
Kali ini gadis itu sedikit berteriak demgan nada agak tinggi, pasalnya dia benar benar merasa kesal dengan tingkah suaminya. Azriel menghentikan kegiatannya lalu mendongak menatap wajah istrinya yang terlihat kesal.
"Kamu sudah berani berbicara tinggi dengan suamimu ini Ratu." Keluhnya dengan sorot mata tajam.
Akia menunduk namun matanya enggan membalas tatapan suaminya, dia merasa bersalah dengan nada suaranya yang tinggi saat berbicara dengan suaminya.
"Maaf." Cicitnya lirih.
Azriel tersenyum, lalu kembali menenggelamkan kepalanya diperut istrinya, sungguh hari ini dia ingin sekali bermanja manja dengan istrinya itu. Dia sendiri merasa aneh dengan dirinya hari ini.
"Tidak perlu minta maaf Ratu, kamu berhak marah. Mas yang salah hehehe..." Jawabnya dengan wajah yang cengengesan.
Sementara Akia sendiri merasa jengah dengan tingkah suaminya yang mendadak bersikap manja padanya. Ini seperti bukan Azriel saja, pria itu berubah menjadi sosok yang manja dan menggemaskan.
"Mas, bisa bangun dulu nggak, aduh aku benar benar merasa geli ini." Keluh Akia saat suaminya bukannya menghentikan kegiatannya, tapi malah semakin menjadi.
"Diamlah Ratu, mas hanya ingin bermanja manjaan denganmu. Rasanya mas merasa nyaman dan tenang saat bersamamu seperti ini." Ucap Azriel dengan nada manjanya.
Akia memutar bola matanya jengah, melihat sang Tuan suami dalam mode manja.
"Mas ini aneh, siapa yang hamil siapa yang manja. Harusnya yang manja itukan aku mas." Gerutu Akia.
Azriel terkekeh melihat istrinya yang merajuk, namun tetap saja tidak menyurutkan niatnya untuk terus bermanja manjaan dengan istri tercinta.
"Hai twins bilang sama ummi kalian yang cantik ini, jangan marah marah mulu, nanti cantiknya semakin bertambah loh." Kikik Azriel yang berbicara didepan perut Akia, seolah anaknya itu sudah bisa mendengar ucapannya.
Akia melotot melihat tingkah Azriel yang semakin menggila, dengan gemas dia mengacak acak rambut suaminya hingga berantakan.
"Darimana mas tahu kalo baby kita twins ? Mas ini udah kayak seorang paranormal saja." Celetuk Akia lalu mencium gemas kening suaminya.
Azriel tertawa lalu menahan kepala Akia yang hendak menjauh, lalu tanpa berkata apapun lagi dia melabuhkan ciuman hangat dan lembut dibibir istrinya.
"Semenjak hamil kamu terlihat agresif ya Ratu, tapi mas sangat menyukainya. Tanpa mas memintanya kamu sudah lebih dulu memberikannya untukku." Bisiknya frontal ditelinga istrinya setelah dia melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Akia, jangan ditanya, gadis itu langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu. Dalam hati gadis itu menggerutu bagaimana bisa dia bersikap agresif begitu. Namun jujur hatinya juga merasa heran, dia selalu ingin menyentuh suaminya yang menurutnya sudah membuat dirinya candu.
TBC