
Assalamualaikum..hai hai hai..aku datang lagi 🤗🤗😘
Sepertinya banyak sekali sahabat sahabat aku ini yang begitu penasaran dengan sosok marco..aku sampai senyum senyum sendiri baca komentar kalian sahabatku.
Authornya nakal sih, bikin orang penasaran..🤣🤣🤣🤔🤔
Nah biar nggak penasaran,,chek it out kita langsung baca aja yuks siapa Marco sebenarnya. Sosok yang nanti akan mengobrak abrik hati Akia dan Azriel,
Perjalanan cinta couple A yang sebenarnya akan dimulai dari sini. yuks kita siap siap...dan tara..kamera rooling..action.🤣🤗
***
"Marc atau lebih dikenal dengan nama Marco. Dia adalah orang kepercayaanku yang ada didalam organisasi sekaligus kaki tanganku. Tentunya setelah Rio, karena bagiku Rio bukan hanya kaki tanganku ataupun asistenku. Rio adalah jiwaku, jika dia terluka maka aku pun ikut terluka."
Akia masih setia menunggu kelanjutan cerita suaminya. Dapat dia lihat jika saat ini Azriel nampak menahan emosi disertai amarah yang nampak begitu besar terlihat disana. Membuka luka lama itu sangatlah berat, seberat menutup dan mengikhlaskan sesuatu yang begitu melukai hati kita.
"Sejak awal aku tahu jika ada kecemburuan dihati Marco pada sosok Rio. Tapi sebagai leader aku selalu berusaha bersikap adil, sudah beribu ribu kali aku katakan padanya , jika Rio adalah sahabat terbaikku sebelum aku membentuk organisasi ini. Awalnya aku mengira jika Marco menerima semua yang aku katakan. Hingga peristiwa itu terjadi.
Aku masih ingat bagaimana Marco ternyata membocorkan semua rahasia didalam organisasi secara diam diam dan tanpa sepengetahuanku. Pantas saja selama tahun tahun terakhir semua transaksi ku selalu bisa digagalkan oleh pihak musuh. Dan itu membuat kerugian yang begitu besar untuk kami.
Rio yang merasa curiga pada akhirnya melakukan penyelidikan. Dan ternyata kecurigaannya terbukti, saat dia mengintai Marco yang terlihat sedang bertemu dengan pihak musuh dan berbincang bincang padanya. Pria itu mengatakan semua rahasia organisasi bahkan sampai yang terkecil sekalipun.
Beruntung aku tidak sepenuhnya memberikan kepercayaanku padanya, jadi masih ada sedikit data data yang bisa diselamatkan. Karena rahasia yang bocor membuat pihak musuh dengan mudahnya menyerang markas besarku dan begitu banyak korban yang berjatuhan karena sikap egois Marco." Pria itu tercekat seakan tidak sanggup melanjutkan ceritanya, membuat Akia merasa iba. Tapi dia harus melakukan ini, mengorek semua kisah masalalu kelam suaminya tanpa terlewati sedikitpun.
"Apa ada hal lain yang menjadi sebab pengkhianatan Marco ?"
"Ada." Jawabnya tegas. "Semua berawal dari gadis itu."
"Gadis ?" Kening Akia berkerut.
"Riva..ya gadis itu bernama Riva. Gadis yang selalu dicintai oleh Marco, tapi dia tidak berani untuk mengatakannya."
"Siapa Riva ? Dimana sekarang dia berada ? Apa dia sangat cantik ?" Memberondong Azriel dengan banyaknya pertanyaan membuat suaminya terkekeh.
"Kamu cemburu ?"
__ADS_1
"Tidak ak-aku nggak cemburu kok." Ucapnya cepat dengan muka bersemu merah menahan malu.
"Mas senang jika kamu cemburu, itu berarti kamu memang mencintaiku. Mas juga senang melihat wajahmu yang merah karena malu, menggemaskan." Gemasnya dengan mencium pipi merah Akia.
"Mas jangan cium cium ih..cepat lanjutin ceritanya. Siapa itu Riva ?" Tanyanya dengan sedikit keras, terlihat sekali jika saat ini rasa cemburu sedang menggerogoti hatinya.
Azriel kembali tertawa keras, sungguh senang sekali hatinya melihat istrinya yang cemburu.
"Kamu itu tidak pantas cemburu pada Riva sayang."
"Apa maksudmu mas ? Kau ingin bilang jika aku tidak pantas bersaing dengan gadis itu ? Iya ?"
"Tidak..hanya saja.."
"Hanya saja kenapa mas ? Apa aku kurang cantik dari dia ? Apa aku kurang segalanya dari Riva." Dengan cepat gadis itu memotong perkataan suaminya.
"Kamu segalanya bagiku sayang, percayalah. Kau lebih dari siapapun."
"Lalu ?"
"Hanya saja kamu tidak pantas cemburu pada orang yang sudah tiada."
"Ya dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu." Jawabnya kelu dengan suara yang berubah gemetar.
Akia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya.
"Dan akulah penyebab kematiannya."
Kalimat terakhir Azriel sukses membuat jantung Akia berpacu begitu cepat. Gadis itu benar benar syok berat. Kali ini melebihi rasa kagetnya saat pertama kali Azriel mengatakan siapa dirinya waktu dimalam pengantin mereka.
"Riva adalah sosok gadis yang polos dan pendiam. Jujur wajahnya sangat cantik, walau tertutupi dengan adanya sebuah kacamata bening yang selalu dipakainya. Dia adalah gadis yatim piatu, dan bekerja sebagai pengantar koran setiap pagi.
Aku mengajaknya kerumah saat suatu hari melihat dia yang tengah diganggu oleh segerombolan preman. Aku datang menyelamatkan dia tepat pada waktunya, sehingga preman itu tidak sempat melakukan aksinya yang hendak memperkosanya.
Ada rasa iba tiap melihat wajahnya, dia mengingatkanku pada sosok dirimu, cantik dan menggemaskan. Sejak saat itu aku mengajaknya pulang kerumah dan merawatnya. Aku juga menyuruhnya untuk melanjutkan sekolahnya yang sempat terhenti.
__ADS_1
Hari berganti minggu dan bulan pun berlalu. Selama beberapa tahun berada di rumah Riva tumbuh menjadi sosok gadis yang sangat cantik tapi masih tetap polos. Dan pertemuan pertama dengan Marco membuat pria itu jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tapi sepertinya cinta Marco bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Riva justru mencintaiku. Aku tahu akan hal itu, tapi aku berpura pura acuh, karena aku hanya menganggapnya sebagai adikku tidak lebih. Lagipula dihatiku sudah terisi penuh oleh sosok gadis kecil berhijab yang begitu lucu dan menggemaskan."
Azriel menatap penuh hangat wajah istrinya, wajah yang selama ini selalu dia rindukan, wajah yang selama ini selalu memenuhi ruang hatinya, hingga tidak ada seorang pun yang dia biarkan masuk kedalamnya walau sekedar menyapa.
"Hanya kamu satu satunya wanita yang mas cintai sya, hanya kamu dan selamanya hanya kamu. Tidak ada yang lain. Jika aku saja mampu bertahan puluhan tahun menjaga hatiku yang hanya ada namamu, jadi bagaimana mungkin sekarang aku membiarkan orang asing mengganggu kehidupan kita sayang."
"Aku tahu mas, cintamu hanya untukku, dan aku sangat percaya itu. Karena aku pun merasakan hal yang sama. Lalu katakan apa yang menyebabkan Riva meninggal mas ? Dan tadi kau bilang itu semua karena mas yang menjadi penyebab semua ini." Ucapnya dengan mada pelan.
Pandangan mata pria itu berubah sendu. Perasaan sedih dan rasa bersalah terlihat jelas di mata nya. Azriel bahkan sampai mengusap setetes airmata yang keluar dari sudut matanya.
"Ya, semua karena kesalahaan mas, jika saja saya itu mas menerima cintanya mungkin dia masih hidup sekarang."
"Apa maksudmu mas ?"
Azriel menatap manik mata istrinya dengan tatapan sedih, pria itu terlihat sangat rapuh dimata Akia.
"Beberapa saat sebelum Riva tiada, gadis itu sempat mengungkapkan perasaannya padaku. Dia bilang jika selama ini hanyalah aku yang ada dihatinya, dia mencintaiku. Tentu saja aku sedikit terkejut karena keberanian dia untuk mengutarakan isi hatinya.
Dengan lembut dan berusaha membuatnya mengerti, aku mengatakan jika selama ini hanya menganggapnya sebagai adik, bukan sebagai seorang gadis seperti pada umumnya. Dia terlihat syok dan kaget. Ternyata selama ini dia menyalah artikan perhatian dan kasih sayang yang aku berikan padanya.
Dia pikir selama ini aku juga mencintainya, makanya dia punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya padaku. Riva begitu syok dan menahan malu, aku berkali kali membuatnya mengerti. Tapi gadis itu seakan tidak ingin mendengar penjelasan ku, jika selama ini aku hanyalah menganggapnya adik, dan juga ada seseorang yang mencintainya.
Dia terus mengelak dan enggan untuk mendengar ucapan ku, hingga pada akhirnya dia pergi dari hadapanku dalam keadaan yang tidak baik. Waktu itu kami sedang berada disebuah restoran, melihat Riva yang terus berlari sembari menangis membuatku khawatir dan akhirnya aku putuskan untuk mengejar langkahnya.
Aku terus berusaha mengejar langkah Riva yang semakin kencang berlari. Hatiku begitu takut jika sampai terjadi sesuatu pada gadis itu, aku sangat menyayangi nya, tapi rasa sayangku hanya sebatas hubungan antara kakak dan adik, tidak lebih.
Riva terus saja berlari dan enggan untuk mendengar teriakanku yang memintanya untuk berhenti. Hingga pada akhirnya didepan mataku sendiri bagaimana gadis itu terpental jauh beberapa meter dengan badan yang bersimbah darah karena sebuah mobil yang melaju sangat kencang menyerempet tubuhnya."
Akia meneteskan airmatanya mendengar peristiwa yang menyakitkan itu. Dia dapat merasakan bagaimana rapuhnya hati Azriel saat itu. Melihat orang yang dia sayangi meregang nyawa didepan matanya.
Akia merengkuh tubuh Azriel yang nampak hancur itu kedalam pelukannya. Dalam sekejap pria itu menumpahkan semua perasaan yang selama puluhan tahun dia pendam didalam hatinya. Hati yang luka dan rasa bersalah yang begitu dalam.
"Aku pembunuh Sya, semua orang yang ada didekatku selalu saja pergi dariku. Dani dan juga Riva, mereka pergi karena aku sebagai penyebabnya. Aku penjahat, jika saja aku berpura pura menerima cintanya mungkin saat ini dia masih hidup kan Sya. Aku penjahat, aku pembunuh, pantas saja jika selama ini Marco ingin membalas dendam padaku."
__ADS_1
Akia terus saja memeluk erat tubuh suaminya yang terlihat sangat lemah, suaminya yang terkenal dingin dan datar, kali ini dia memperlihatkan sisinya yang begitu lemah dan rapuh. Gadis itu terus berusaha untuk menguatkan hati suaminya yang terus saja menyalahkan dirinya atas peristiwa yang menimpa Riva, gadis dimasa lalunya.
TBC