
"Assalamualaikum..selamat siang anak anak." Sapa seorang gadis ketika memasuki ruang kelas siswanya.
"Waalaikumussalam ustazhah Kia." Jawab seisi jelas dengan serentak.
Suasana yang sebelumnya ricuh tidak terkendali, kini berubah menjadi hening dan senyap ketika Akia masuk kedalam ruangan kelas 11. Dengan wajah teduh dan menenangkan Akia memandang intens ke seluruh ruangan.
Lalu gadis itu duduk di kursi mengajar nya sembari mempersiapkan mata pelajaran. Diponpes tersebut Akia bertugas untuk mengajar mata pelajaran fiqih dan tahfizh. Dikarenakan suaranya yang merdu dan pembacaannya yang sangat indah dan menakjubkan maka Kyai lutfi memberikan kepercayaan tugas itu padanya. Walaupun terasa sulit namun Akia dengan ikhlas menerima amanah yang diberikan oleh Kyai Lutfi.
Saat gadis itu sedang fokus mengabsen para siswanya, tiba tiba dia dikejutkan oleh salah satu santriwan yang menghampirinya dengan membawa seikat bunga mawar putih. Dengan kening berkerut, Akia menatap wajah siswanya dengan perasaan bingung.
"Ada apa ?" Ucapnya datar.
Siswa itu terlihat gugup saat Akia menunjukkan wajah datar dan dinginnya.
"Ustazhah Kia, maafkan saya tapi saya ingin memberikan bunga ini untuk Ustazhah sebagai bentuk rasa kagum saya pada anda. Semoga ustazhah Kia mau menerima bunga ini ya." Ucapnya gugup.
Bukannya membalas perkataan siswanya itu, Akia justru mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Menatap wajah siswanya satu persatu.
"Apa masih ada siswa lainnya yang ingin memberikan saya bunga seperti siswa ini ? Kalau ada silahkan keluarkan bunganya dan taruh diatas meja." Tanyanya dengan suara agak keras dan dingin.
Tanpa disangka olehnya hampir seluruh siswa mengeluarkan berbagai bentuk bunga dan jenisnya. Tidak hanya dominan laki laki, ternyata siswa perempuan juga begitu mengidolakan gadis itu. Membuat Akia memijat kepalanya yang terasa pusing.
"Hahh.."
Gadis itu menghela nafasnya yang terasa berat. Lalu memandang wajah siswa yang berdiri didepannya.Tangannya meraih bunga yang disodorkan Santriwan tersebut.
"Kembali ketempatmu dan duduklah." Perintahnya tegas.
Santriwan tersebut langsung berjalan menuju ke kursi nya semula dengan perasaan tidak menentu, antara senang dan takut. Siswa yang diketahui bernama Adam itu sudah mempersiapkan mentalnya dua jam yang lalu.
"Saya tidak ingin hal seperti ini kembali terjadi. Perlu saya ingatkan tujuan kalian berada ditempat ini adalah belajar menimba ilmu setinggi mungkin. Buatlah diri kalian berguna untuk keluargamu dan masyarakat. Buat kedua orangtuamu merasa bangga dan bahagia, karena demi pendidikan kalian, mereka rela membanting tulang tanpa mengenal lelah. Jangan buat hati orangtua kalian kecewa karena sikap kalian yang seperti ini. Saya bukannya marah ataupun tidak mau menerima bentuk rasa sayang kalian pada saya, tapi dengan syarat tidak harus seperti sekarang ini. Tindakan kalian ini hanya membuang buang waktu dan juga membuang uang kalian dengan sia sia. Jika memang kalian begitu mengidolakan saya, cukup tunjukkan pada saya jika kalian semua mampu menjadi anak yang berguna. Dedikasikan diri kalian sepenuhnya dengan terus belajar dan menjadi kebanggaan orangtua kalian. Tunjukkan pada saya jika kalian mampu menjadi seorang hafizd dan hafizdhah yang hebat. APa kalian mengerti." Perintahnya tegas.
"Maafkan kami ustazhah." Jawab mereka serempak.
__ADS_1
Akia menggelengkan kepalanya perlahan, lalu berdiri.
"Baiklah sebagai hukumannya saya akan memberi kalian tes dadakan. Tolong pelajari surat Al -Isra ayat 23 sampai 24. Pelajari beserta arti dan maknanya dan setor pada saya. Saya beri waktu kalian 30 menit dari sekarang." Ucapnya lalu melenggang pergi menuju pintu keluar.
"Astaghfirullah Ustazhah Kia, anda begitu tega, bagaimana mungkin kami bisa menghafalnya hanya dalam waktu 30 menit." Keluh seorang siswa yang berada dibangku belakang.
Akia berhenti, lalu menatap tajam pada siswanya. Membuat Siswa yang terkenal usil itu menelan Saliva nya.
"Asalkan ada niat dan kesungguhan kalian pasti bisa melaksanakan tugas yang saya berikan. Gunakan waktu sebaik mungkin, jangan terus berisik, waktu semakin berputar cepat." Ucapnya dengan seringaian penuh makna.
Para siswa yang tadinya heboh mendadak berubah menjadi senyap dan membisu, lalu sibuk dengan kegiatannya masing masing untuk menghafal dan memahami surat tersebut.
Selain terkenal cantik dan bersuara merdu, Akia juga di kenal sebagai guru yang sangat killer dan dingin. Dia bisa menghukum muridnya yang bersalah tanpa ampun dan belas kasih. Bukan hukuman berlari memutari lapangan ataupun yang lainnya. Tapi hukuman yang pasti banyak dihindari sebagian besar santriwan dan santriwati disana. Apalagi jika bukan menghafal satu halaman surat yang ada di kitab Alquran dan itupun hanya dalam waktu 2 hari.
Sungguh seorang Guru yang begitu ditakuti namun di segani dalam waktu yang bersamaan. Dan tentu saja kali ini mereka dengan segera melaksanakan tugas yang Kia berikan, daripada menghafal satu halaman penuh lebih baik menghafal beberapa ayat dalam waktu 30 menit, pikir mereka.
Akia melangkah menuju kearah pantry, saat ini yang dia butuhkan hanyalah segelas air putih guna mengusir emosi dalam dirinya. Sambil terus mengucap istighfar , Apa itu melangkah cepat menuju pantry. Dan saling fokusnya dia berjalan tanpa dia sadari jika seseorang hendak dia tabrak hari ini.
" Astaghfirullahal azhim maaf saya nggak sengaja." Ucapnya meminta maaf pada sosok yang ditabrak nya.
"Baiklah kalau begitu saya ijin permisi dulu ya Ustazd Malik." Balasnya lalu bergegas melenggang pergi meninggalkan ustazd Malik yang terpaku memandang kepergiannya.
Ustazhah Kia..subhanallah betapa aku sangat mengagumi mu. Hatiku senang karena pada akhirnya kau mau mengeluarkan suaramu yang merdu padaku. Walaupun dengan cara yang tidak kita inginkan. Astaghfirullah. Apa yang sedang aju fikirkan. Sepertinya otakku sedikit miring, akhir akhir ini aku sering memikirkannya. Ustazhah Kia.
Pria itu lalu ikut berjalan meninggalkan tempat itu, menuju ruang kelas 13 dimana dia mengajar saat ini.
Sementara itu Akia setelah sampai di dapur, gadis itu segera menuang air putih kedalam gelas lalu meneguknya hingga habis tiada sisa. Nafasnya masih terengah engah karena rasa emosi didalam dadanya yang begitu bergemuruh.
"Astaghfirullah..bisa bisa nya mereka sampai melakukan hal itu padaku. Ya Allah jika ditanya akupun tidak ingin menjadi sosok yang diidolakan oleh setiap orang. Sungguh itu membuatku merasa semakin takut, aku takut jika aku tidak sanggup menahan godaan ini. Semoga Engkau menjauhkan ku dari hal hala buruk Ya Allah."
"Kenapa Sya." Panggil Ustazhah Syifa mengagetkan lamunan gadis itu.
"Astaghfirullah kak Syifa, kau mengagetkanku saja. Jantungku rasanya mau copot."
__ADS_1
Ustazhah Syifa tergelak, wanita bercadar itu tertawa walau hanya terlihat dari kedua matanya yang menyipit.
"Kamu ini selalu saja melamun tiap kepergok olehku. Ada apa ? Sepertinya kau sedang menghindari sesuatu." Tebaknya pada gadis didepannya.
"Itu kak.."
"Jangan bilang jika masalah yang kau hadapi saat ini disebabkan karena para penggemarmu itu." Tebaknya lagi, dan kali ini sepertinya tebakan wanita itu tepat sasaran.
Akia mengangguk pelan.
"Apa yang kali ini dilakukan oleh para fans mu itu."
"Kau tahu kak, seisi kelas hari ini benar benar membuatku hampir gila."
"Bisa begitu ?"
"Bagaimana tidak, masing masing dari mereka membawa seikat bunga yang semuanya ditujukan untukku. Bagaimana aku tidak frustasi kak."
Ustazhah melotot, lalu kemudian kekehan kecil terdengar ditelinga Akia. Tentu saja hal itu membuat gadis itu memberengut manja.
"Kak Syifa ini sama saja dengan Pipit, bukannya memberi solusi tapi malah menertawakan ku. Menyebalkan." Sungutnya kesal.
"Kau tahu Sya aku punya cara supaya kau bisa terhindar dari para penggemarmu itu."
Akia sontak menoleh, ada rasa ketertarikan yang terlihat diwajahnya.
"Katakan kak, apa yang harus aku lakukan. Sungguh aku merasa lelah kak."
"Gampang saja kok.."
Akia nampak menunggu kelanjutan ucapan Ustazhah Syifa dengan mimik tidak sabar.
"Caranya kau harus punya pasangan."
__ADS_1
TBC