
Mata cantik itu mengerjap lalu perlahan berusaha untuk bangun dari posisi tidurnya. Meringis kecil saat merasakan nyeri dan ngilu didaerah kewanitaannya. Menilik kesamping yang nampak kosong dengan dahi berkerut.
Waktu baru menunjukkan pukul 4 pagi, tapi suaminya tidak ada dikamar. Wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tapi tiada siapapun dikamar itu selain dirinya.
Kemana mas Aryan pagi pagi begini ?
Tidak ingin berspekulasi buruk tentang suaminya, Syifa berjalan perlahan lahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Walaupun agak susah, tapi wanita itu mampu mencapai kamar mandi kemudian masuk kedalam.
Selang 15 menit kemudian, Syifa keluar dengan kondisi badan yang sudah rapi dan bersih dengan rambut panjangnya yang menjuntai basah. Segera membentangkan sajadahnya untuk segera menunaikan ibadah sholat shubuh yang sudah sedikit terlewat.
Selesai sholat Syifa menyempatkan diri untuk melantunkan ayat ayat suci Alquran yang sudah menjadi kebiasaannya selama ini. Suaranya begitu indah mendayu melebihi suara Akia. Sungguh beruntung Tuan Aryan bisa memiliki istri yang sangat sholehah seperti Syifa.
Mengulas sedikit tentang Ustazhah Syifa, wanita itu dari kecil tumbuh di jalanan. Kedua orangtuanya sudah meninggal saat dia berusia 5 tahun, ayahnya meninggal karena penyakit jantung, sedangkan sang ibu meninggal karena menjadi korban tabrak lari seorang pengendara mobil yang ugal ugalan.
Waktu itu Syifa masih menangisi jenazah ibunya yang tergeletak dijalan dalam kondisi malam hari. Tiada seorangpun yang menolong bocah kecil yang sedang menangisi mayat ibunya. Hingga sebuah mobil melintas dan berhenti tepat didepan nya.
Kyai Lutfi dan istrinya yang kebetulan baru pulang dari kuar kota, nampak terkejut saat melihat seorang bocah menangis dengan tubuh seseorang yang tergeletak di pinggir jalan. Jalanan waktu itu terlihat sangat sepi, dengan dibantu oleh sopirnya Kyai lutfi langsung menghubungi rumah sakit dan segera membawa bocah perempuan yang mengaku bernama Syifa.
Keesokan harinya setelah acara pemakaman ibunya, Kyai lutfi beserta istrinya memutuskan untuk membawa dan merawat Syifa di pondok pesantren miliknya. Dan sejak saat itulah Syifa berjanji akan mengabdikan diri disana sampai seseorang datang untuk menghalalkan nya.
Cklek
Pintu kamar terbuka, lalu muncullah sosok pria tampan dan matang milik Tuan Aryan. Pria itu tersenyum bahagia melihat sang istri yang nampak mengaji. Berkali kali dia mengucap rasa syukur yang begitu besar saat dipertengahan umurnya Allah masih menyayanginya dengan menghadirkan seorang istri yang cantik dan sholehah.
Syifa yang melihat kedatangan suaminya langsung menyudahi kegiatannya. Tersenyum manis lalu melangkah menghampiri Tuan Aryan yang duduk dipinggir ranjang. Tangannya yang mulus dan putih meraih tangan kekar milik suaminya membawanya kedalam hidungnya lalu mengecupnya lembut.
Pria itu merasakan kehangatan yang menjalar di tiap aliran darahnya, lalu meraih tubuh istrinya untuk dibawanya kedalam pelukannya.
"Istriku sangat sholehah sekali. Mas bahagia bisa memilikimu, kamu harta yang paling berharga yang Allah berikan padaku disaat umurku yang sudah tidak muda lagi." Ucapnya penuh haru.
"Aku juga bahagia mas, belum pernah aku merasakan kebahagiaan yang seperti ini. Bisa mengabdikan seluruh hidupku untuk pria yang berstatus sebagai suamiku. Kau tempatku untuk bersandar dan juga tempatku untuk pulang. Kesabaran ku selama ini Allah ganti dengan kebahagiaan yang tiada berhenti. Allah begitu baik padaku mas."
"Aku mencintaimu istriku."
"Aku juga mas, pilihan yang diberikan Allah adalah pilihan yang terbaik dari yang paling baik."
Keduanya larut dalam suasana hari dan bahagia, sampai saatnya kebahagiaan iyu buyar oleh suara merdu yang berasal dari perut Syifa.
__ADS_1
"Kamu lapar ?" Tanyanya dengan senyum terbit dibibirnya.
Pipi wanita itu bersemu merah, menahan malu karena tidak bisa menahan suara yang sedari tadi ingin keluar dari perutnya.
"Ayo sarapan, mas sudah membuat sarapan untukmu."
"Kau membuat kan ku sarapan mas ? Tapi itu kan kewajibanku mas ?"
"Tidak apa apa, mas tahu kamu sangat lelah setelah kegiatan kita semalam. Jadi mas berinisiatif untuk membuat kan mu sesuatu yang bisa dimakan."
Syifa mengangguk pelan, lalu bangun untuk menuju kearah sofa. Langkahnya terhenti saat lengannya dipegang oleh suaminya.
"Ada apa mas ?" Tanyanya demgaj dahi berkerut.
"Kamu bisa jalan ? Mas akan menggendongmu."
"Aku nggak apa apa mas, aku bisa jalan sen...astaghfirullah mas." Pekiknya saat tanpa aba aba suaminya mengangkat tubuhnya.
"Biarkan suamimu ini menggendongku sayang. Mas tahu kamu masih kesakitan." Bisiknya ditelinga istrinya.
"Kamu malu ? Bahkan umur kita sudah tidak muda lagi sayang. Tapi kau masih seperti para gadis muda lainnya."
Mendengar perkataan suaminya spontan membuat Syifa merengut manja.
"Walaupun aku tidak muda lagi, tapi baru sekarang aku bersentuhan dengan pria mas. Tentu saja aku malu, aku memang sudah tua, umurku sudah kepala tiga. kalau kamu mau mencari yang muda kau.."
Cup
"Jangan asal bicara. Ngomongnya kok ngelantur gitu." Potong pria itu cepat dengan mengecup bibir tipis istrinya.
Syifa merona merah seperti buah tomat, dengan jantungnya yang berdetak kencang. Pria itu menangkup wajah cantik milik istrinya.
"Bagaimanapun keadaan dirimu, mau kamu tua ataupun muda, bagiku kamu adalah satu-satunya wanitaku yang sangat cantik. Diluaran sana mungkin memang banyak wanita cantik dan muda, tapi tidak ada satupun yang bisa seperti dirimu. Kamu satu satunya wanita yang mampu membuat hati mas berdetak kencang saat pertemuan pertama kita, dan satu satunya wanita yang mampu membuat mas untuk pertama kalinya merasa yakin untuk kembali mengarungi bahtera rumah tangga bersama.Aku mencintaimu dan akan selalu menjaga cinta ini selamanya. Aku pernah sekali melakukan kesalahan besar dan kali ini aku tidak akan mengulanginya lagi. Akan kujaga baik baik berlian yang ada bersamaku hingga tidak ada celah sedikitpun untuk oranglain menerobos masuk."
Syifa meneteskan air mata nya mendengar ungkapan cinta suaminya. Begitu besar rasa cinta pria ini terhadap dirinya. Dia sungguh begitu beruntung, pada akhirnya Allah memberikan jodoh yang luar biasa untuknya.
Bukan seorang ustazd ataupun orang yang sempurna . Tapi orang yang selama hidupnya pernah melakukan sebuah kesalahan hingga akhirnya hidup dalam penyesalan mendalam. Keputusannya tidaklah salah, dan dia yakin jika suaminya mampu menjaganya dengan baik.
__ADS_1
"Sudah ya acara tangis menangisnya, sekarang kita sarapan dulu. Karena kamu harus punya tenaga lagi untuk melayani suamimu ini." Godanya dengan senyum jahilnya.
Syifa melotot sekilas lalu memalingkan wajahnya kesamping.
"Mas aku masih sakit." Ucapnya lirih.
"Sakit ? Memang kenapa jika masih sakit ?"
"Tidak bisakah nanti malam saja ?" Ujarnya dengan kepala tertunduk malu.
"Kenapa harus menunggu malam ? Lebih bagus kalau kita melakukannya di pagi hari."
"Hah..tapi aku masih lelah mas, lagipula itu..anu..masih sakit mas." Syifa semakin merona malu, wanita itu semakin menundukkan kepalanya.
Sementara Tuan Aryan semakin bingung dengan ucapan istrinya, tapi seketika tawanya meledak saat dia sudah menyadari maksud perkataan istrinya.
"Hahahhaha...Ya Allah sayang. Kenapa kamu berpikiran jauh kesana ? Aku hanya ingin mengajakmu berkeliling olahraga dikompleks taman dekat mansion sini."
Blush
Syifa semakin menundukkan kepalanya, dia sudah tidak bisa lagi menahan malu. Sementara Tuan Aryan semakin tertawa keras lalu meraih tubuh istrinya untuk dibawa kedalam pelukannya.
"Sungguh kamu terlihat menggemaskan sekali sayang."
"Mas jangan menggodaku terus, aku malu sekali." Serunya dengan kepala yang semakin menelusup dilakukan suaminya.
Sungguh pria itu merasakan kebahagiaan yang bertubi tubi. Mendapatkan sosok Syifa yang lembut dan sholehah didalam hidupnya, dan juga sifatnya yang polos dan lucu menambah nilai plus tersendiri pada wanita yang kini menjadi istrinya itu.
TBC
Alhamdulillah bisa menyelesaikan part ini juga setelah seharian bermesraan dengan sikecil.🤗🤗
Terus dukung author ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Dan mampir juga di cerita baru author berjudul " AIRAKU SI GADIS TANGGUH"
__ADS_1