
Akia berbalik dan memandang lekat suaminya dengan wajah yang berbinar bahagia. Senyumnya tiada berhenti menghiasi wajahnya yang cantik.
"Makasih mas, aku suka sekali."
"Demi ratuku apapun akan aku lakukan. Tapi apa hanya ucapan terimakasih saja yang harus aku terima setelah apa yang sudah aku lakukan semuanya untukmu ?" Celetuknya dengan menaikturunkan alisnya dengan tatapan matanya yang menyirat penuh arti.
Akia melongo sempurna, bagaimana mungkin antara suami istri harus ada timbal baliknya.
"Jika tidak ikhlas nggak usah memberi apapun, percuma jika pada akhirnya meminta balasan." Sungutnya sembari mencebik lalu berjalan kearah kamar mandi meninggalkan suaminya yang sukses melongo.
Gawat dia marah.
Set
Grep
"Mau kemana ?"
Akia menatap jengah wajah suaminya yang mendadak membuatnya merasa kesal.
"Mau mandilah, badan lengket semua." Ketusnya.
Azriel terlihat sekuat tenaga menahan tawa, akan sangat bahaya jika pria itu kelepasan. Bisa bisa malam ini dia tidur disofa, mengingat jiwa istrinya yang mempunyai sifat galak. Membayangkan itu membuat Azriel bergidik ngeri.
"Jangan marah, aku hanya bercanda Sya. Kamu mah nggak asik, dikit dikit marah, nanti cantiknya ilang loh."
"Ooo..jadi kalau aku nggak cantik, mas nggak mau menikah denganku gitu."
"N-nggak gitu sayang, cuma..."
"Malam ini tidur disofa dan jangan sekali sekali berani naik ke kasur."
Azriel cengo, lalu terduduk dengan lemas dipinggir ranjangnya. Pria itu mengusak rambutnya kebelakang kasar, merasa frustasi. Matanya menatap nyalang pada punggung istrinya yang sudah menghilang dibalik tembok kamar mandi.
"Istriku sangat mengerikan jika sudah marah. Baru beberapa hari menjadi istriku, aku sudah dibuat kalang kabut begini. Lah sekarang aku harus menghabiskan seluruh hidupku dengannya. Yah walaupun galak tapi aku mencintainya." Gumamnya yang tanpa dia sadari istrinya sudah berada disampingnya.
"Jadi kau menyesal menikah denganku !" Pekiknya keras yang mana membuat Azriel kaget setengah mati. Pria itu bahkan sampai terlonjak mundur saking kaget nya. " Kau jahat sekali mas." Teriaknya lagi sembari memukul dada bidang suaminya tanpa menyadari jika saat ini dia masih menggunakan handuk yang hanya melilit ditubuhnya yang putih mulus.
Azriel benar benar merutuki bibirnya yang tidak bisa mengontrol ucapannya. Lagipula siapa sangka jika istrinya itu cepat sekali melakukan ritual mandinya. Perasaan baru saja gadis itu masuk, kenapa sekarang tiba tiba ada disebelahnya.
"Bukan begitu sayang...aduh gimana ya cara menjelaskannya. Mas hanya bercanda."
"Bercandamu keterlaluan mas, aku sebel deh." Ketusnya dengan tangan yang masih memukul dada suaminya. Bahkan kedua mata gadis itu sampai berkaca kaca.
__ADS_1
Azriel panik setengah mati, istrinya benar benar marah. Dengan satu gerakan pria itu mengunci tubuh kecil istrinya didalam pelukannya. Menatap tajam kedua mata indah milik sang istri.
Akia langsung terdiam menunduk saat melihat ekspresi suaminya yang berubah masam. Perlahan gadis itu melepaskan pelukan suaminya yang nampak mengendor sembari mengucap kata maaf.
"Maaf." Ciicitnya lirih lalu berbalik pelan hendak mengambil baju tidurnya yang masih ada didalam koper.
"Mau kemana ?" Tanya Azriel dengan suara yang berubah lembut.
Gadis itu tidak menjawab pertanyaan suaminya, terus melangkah hendak menuju walk in closet.
Gemas dengan tingkah istrinya yang manja, pria itu mengangkat tubuh Akia lalu membawanya keranjang mereka. Mendudukkannya dipinggir ranjang lalu dia berjongkok tepat dihadapan istrinya.
Azriel memandang lekat wajah Akia yang nampak memalingkan mukanya.
"Dengar, mas minta maaf jika kata kataku tidak sengaja sudah membuatmu kesal. Mas hanya bercanda dan menggodamu saja. Mas bersyukur karena pada akhirnya bisa memilikimu sebagai istriku. Kamu harta yang paling berharga untukku, melebihi hartaku didunia ini. Aku tidak pernah menyesal karena menikah denganmu. Maaf ya, udah jangan marah lagi. Selamanya sampai kapanpun hanya kamu yang ada dihati mas tidak ada yang lain. Kamu cinta pertama dan juga terakhir untukku."
Senyum Akia kembali terbit mendengar ucapan suaminya yang begitu hangat sampai masuk kerelung hatinya. Perlahan tangannya membalas genggaman tangan suaminya lalu membawanya keatas, dan mengecup lembut punggung tangan kekar itu.
"Aku juga bahagia mas." Sambutnya dengan mata yang berkaca kaca karena terharu.
"Jadi sudah nggak marah lagi kan ? Melihatmu kesal hatiku terasa sesak sayang."
Akia menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Bagaimanapun dia tidak bisa marah pada sosok pria tampan didepannya ini.
"Mandi nanti saja sayang."
"Ini sudah malam mas, tidak baik mandi terlalu malam untuk kesehatan."
"Percuma sayang, nanti juga pasti bakalan mandi lagi. Mending sekalian aja nanti mandinya."
"Mandi dua kali ? Kenapa bisa dua kali mandinya ?" Tanya Akia dengan wajah heran.
Wajah Azriel mulai mendekati wajah Akia yang nampak terlihat sedikit gugup.
"Karena suamimu ini ingin melakukan sesuatu yang bisa mengeluarkan keringat sayang. Dan untuk melakukan itu mas butuh bantuan mu. Jadi percuma mandi sekarang karena nanti badan mas pasti lengket lagi."
"Apa maksudmu ?" Gadis itu masih belum paham dengan apa ya g dimaksud oleh suaminya.
"Maksudku ? Tentu saja maksudku adalah melakukan sesuatu yang bisa membuat kita senang. Apalagi jika bukan..." Jawab pria itu sembari mengalihkan pandangan matanya pada seluruh tubuh istrinya yang nampak menggoda.
Melihat arah tatapan mata Azriel yang berubah, membuat gadis itu mengikuti arah pandangan pria itu. Seketika wajahnya berubah pucat dan gugup, gadis itu langsung menutupi dadanya dengan kwdua tangannya yang mustahil bisa tertutup seluruhnya.
Akia merutuki dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa lupa kalau dirinya masih menggunakan sehelai handuk yang bahkan tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya itu.
__ADS_1
Dengan panik gadis itu berusaha berdiri dan berlari menuju kamar mandi. Namun belum sempat dia melakukan hal itu, tangan kekar Azriel sudah lebih dulu menariknya lalu membawa tubuh gadis itu kedalam pangkuannya.
"Mau melarikan diri sayang ?"
"Mas lepas ih.." Gadis itu menggeliat geli saat tangan dan bibir Azriel sudah mulai bergerak kemana mana.
"Terlambat sayang, kamu yang sudah terlanjur menggodaku, dan sekarang waktunya untuk memberimu hukuman." Bisik Azriel ditelinga Akia dengan nada sensualnya.
"Ta- tapi mas..kita belum sholat Isya. Dan ini juga sudah malam, kita sudah terlambat untuk melaksanakannya."
Azriel menghentikan kegiatannya lalu menepuk dahinya pelan, bagaimana bisa dia melupakan jika mereka belum menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim. Dengan lesu pria itu melepaskan tubuh istrinya lalu beranjak menuju kekamar mandi.
Rencana untuk menunda kegiatan mandinya gagal total karena dia yang melupakan kewajibannya. Pria itu berdecak kesal saat lagi lagi harus menahan shyahwatnya yang sudah sampai diubun ubun.
Melihat wajah lesu suaminya membuat Akia terkikik geli, namun seketika tawanya memudar dan berubah pucat saat suara Azriel yang terdengar keras dari arah kamar mandi.
"Tertawalah sepuas hatimu sayang, karena setelah ini aku tidak akan melepaskanmu walau hanya sedetik. Dan akan aku pastikan jika kamu besok tidak akan bisa berjalan dengan baik. Hahahah." Gelak tawa pria itu pecah membahana didalam sana.
Akia mendengus kesal mendengar ucapan suaminya yang berubah menjadi sangat mesum. Tidak ada Azriel yang dingin dan datar, kini didepannya adalah sosok pria jahil dengan tingkat kemesumannya yang melewati batas.
Akia segera menoleh saat pria itu keluar dari kamar mandinya, namun seketika dia kembali memalingkan wajahnya kearah lain saat suaminya yang keluar hanya dengan sehelai handuk yang melilit dipinggangnya dan menampakkan tubuhnya yang aduhai.
"Kenapa kamu membelakangi suamimu sayang ?" Tanya Azriel heran dengan tingkah istrinya.
"Mas jangan banyak bicara, segera pakai bajumu lalu ayo kita segera sholat berjamaah. Aku sudah menunggumu dari tadi." Elaknya dengan wajah yang masih mengarah ke sudut lain, sementara jantungnya kini berdegup sangat kencang.
Astaghfirullah..Ya Allah bisa bisa aku nanti tidak bisa khusyu dalam sholat ku jika terus terusan melihat tubuhnya yang aduhai itu. Lagi kenapa dia hanya memakai handuk saja sih. Gerutunya dalam hati.
"Ayo sayang."
Akia menoleh lalu segera berdiri dibelakang suaminya, menjadi makmum dalam sholatnya. Dengan khusyu mereka menunaikan kewajibannya dengan hati yang tenang dan damai.
TBC
Selamat malam pembaca setiaku, ya g masih on acung tangan ya..Semoga selalu diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah. Tiada henti author mendoakan kalian, berbuat baik dan mulia itu pasti akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. aamiin.
Bagi yang minta visual, sebenarnya author bingung juga nih. Soalnya author kan nggak ahli dalam mencari visual yang cocok, tapi insya Allah nanti author akan usahain cari visual yang kira kira cocok ya..jika ada yang bisa kasih rekomen sesuai dengan sifat tokoh didalam novel ini boleh chat author ya.
Bisa via wa juga boleh..ni nomer author. 085798845596
Oke segitu dulu..selamat malam, selamat beristirahat.
jangan lupa tinggalkan jejak ya..🤗🤗😘
__ADS_1